cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Sintesis aditif antimikroba Ag/Zn-zeolit dalam bahan pelapis polivinil asetat Erfina Oktariani; Nia Iriyani; Mira Dwijayani
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 3 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i3.731

Abstract

Agen antimikroba berupa coating sudah diterapkan dalam berbagai komponen. Zeolit alam memiliki kemampuan sebagai penukar ion yang dapat digunakan untuk membuat agen antimikroba. Zeolit alam dari Tasikmalaya dengan mordenit sebagai komposisi terbesar, masih belum dikembangkan sebagai agen pertukaran ion sebagaimana zeolit alam klinoptilolit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antimikroba modifikasi zeolit dengan perak dan seng, dalam hal aktivitas mikroba. Modifikasi zeolit dengan perak dilakukan melalui proses pertukaran ion meliputi kation yang terdapat pada zeolit seperti natrium (Na+), kalium (K+), dan kalsium (Ca2+) dapat dipertukarkan dengan ion perak (Ag+) yang bersifat antimikroba terhadap banyak bakteri. Logam yang digunakan untuk memodifikasi zeolit adalah perak dan seng dengan konsentrasi larutan AgNO3 0,05 M dan Zn(NO3)2 0,4 M. Pada pembuatan coating, serbuk antimikroba perlu dienkapsulasi pada Polivinil Asetat. Antimikroba Ag/Zn-Zeolit yang ditambahkan ke Polivinil Asetat menggunakan tiga variasi komposisi. Stabilitas termal produk antimikroba yang diperoleh menunjukkan bahwa ada kecenderungan semakin besar persentase berat Ag-zeolit ataupun Zn-zeolit menjadikan stabilitas termal produk antimikroba juga semakin tinggi. Ag-Zeolit dengan konsentrasi 2 dan 3% (berat) memiliki aktivitas antimikroba yang lebih efektif dibandingkan dengan Zn-Zeolit pada konsentrasi yang sama. Hal tersebut dapat terlihat dari diameter zona hambat Ag-Zeolit mencapai 6,28 mm.
Efek inhibisi infusa daun benalu kersen (dendrophthoe pentandra (L.) miq) terhadap enzim alfa-glukosidase Naomi W Tioline; Sadakata Sinulingga; S Subandrate; F Fatmawati; S Safyudin
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 3 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i3.767

Abstract

Daun benalu kersen (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) memiliki potensi sebagai antidiabetes dengan cara menghambat enzim α-glukosidase karena memiliki metabolit sekunder berupa, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek inhibisi daun benalu kersen terhadap enzim α-glukosidase. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium secara in vitro dengan metode spektrofotometri yang dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya. Daun benalu didapatkan dari penduduk lokal di Kota Palembang. Infusa daun benalu kersen dibagi menjadi 5 konsentrasi (100 ppm, 50 ppm, 25 ppm, 12,5 ppm dan 6,25 ppm), kemudian dilakukan uji inhibisi. Penelitian ini menggunkan akarbose sebagai kontrol positif. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa infusa daun benalu kersen mengandung flavonoid, tanin, terpenoid, dan alkaloid. Infusa daun benalu kersen mampu menghambat enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 81,27 ppm. Infusa daun benalu kersen memiliki potensi sebagai antidiabetes karena memiliki efek inhibisi terhadap enzim α-glukosidase dengan tingkat kekuatan aktif.
Perancangan kekuatan sirip roket RX 450 seri 18.01 akibat pengaruh beban getaran Agus Budi Djatmiko; Fauzhia Rahmasari; Erma Yuniati; Guntur T Budianto
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 3 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i3.774

Abstract

Setiap struktur rekayasa seperti halnya pada sirip roket, mempunyai massa dan elastisitas, maka struktur tersebut mempunyai potensi untuk menimbulkan getaran. Pada umumnya terjadinya getaran pada struktur rekayasa adalah tidak diinginkan. oleh karena itu strukur sirip roket harus mampu menerima getaran yang terjadi. Percepatan pengganggu (g force) yang ditimbulkan oleh proses pembakaran pada roket dapat menyebabkan getaran dengan amplitudo yang besar (resonansi) yang mengakibatkan kerusakan pada struktur sirip roket, sehingga sirip roket tidak dapat bekerja seperti yang diinginkan. Untuk itu perlu diteliti agar sirip roket dapat menerima beban getaran yang terjadi. Beban tersebut menyebabkan terjadinya getaran pada sirip roket, oleh karena itu penting untuk merancang kekuatan sirip roket dengan nilai frekuensi natural dari sirip roket lebih besar dari frekuensi kerja maksimum roket agar tidak terjadi resonansi. Beban getaran terbesar pada roket RX 450 adalah sebesar 10 g, maka sirip roket harus mampu menerima beban g force yang terjadi. Tujuannya agar sirip dirancang untuk dapat menerima beban getaran tersebut selama penerbangannya. Pada perancangan ini digunakan bahan sirip roket RX 450 adalah Al 7075 dengan modulus elastisitas E = 7.17E+10. Hasil rancangan terhadap sirip roket RX 450 dengan tebal sirip 15mm akibat beban getaran, didapat besarnya faktor redaman ξ = 0,39 dan frekuensi natural adalah = 7075 Hz, perancangan sirip roket RX 450 cukup aman terhadap gangguan getaran yang terjadi, karena frekuensi natural hasil perancangan diatas frekuensi kerja paksa maksimum roket yaitu 2000 Hz.
Pembuatan bioetanol dari umbi ganyong (canna discolor) dengan metode solid state fermentation (SSF) Emi Erawati; Cindy Amelia Sari
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.809

Abstract

Ganyong adalah tanaman pangan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui cara pembuatan bioetanol dari umbi ganyong dengan metode Solid State Fermentation (SSF) dan menentukan harga konstanta Michaelis Menten pada pembuatan bioetanol dari umbi ganyong dalam pH bervariasi menggunakan metode SSF. Umbi ganyong dicuci dengan air, dikupas kulitnya, dan diparut. Dari hasil parutan diperas dan dipanaskan dalam panci dengan suhu 100oC selama ±30 menit. Bubur umbi ganyong didinginkan untuk dilanjutkan proses fermentasi. Bubur umbi ganyong diambil sebanyak 250 mL, lalu ditambahkan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 10 g, NPK sebanyak 5 g, urea sebanyak 5 g, dan volume starter 200 mL. Bubur umbi dimasukkan ke dalam tempat fermentasi dan ditutup agar tidak terjadi kontak langsung dengan udara. Sampel dianalisis pada pH 4, 4,5 dan 5 dengan waktu fermentasi selama 0, 3 , 5, 7, 9, 11, 13, 15, dan 17 hari. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air, serat kasar, dan pati yang terkandung dalam umbi ganyong berturut-turut adalah 10,10 %, 40,17 %, dan 0,35 %. Kadar glukosa tertinggi dalam penelitian ini pada waktu fermentasi 0 hari dengan pH 5 sebesar 8,2 %. Sedangkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 46,08% pada pH 4 pada waktu fermentasi 17 hari. Model kinetika reaksi fermentasi yang paling sesuai adalah Lineweaver and Burk pada pH 5 dengan harga Km sebesar 94,26 g/L.hari dan Vmaks sebesar 30,66 g/L dengan R2 sebesar 0,98.
Pengaruh H2SO4 terhadap kadar lignin dan glukosa pada pembuatan bioetanol menggunakan metode simultaneous saccharification fermentation Asyeni Miftahul Jannah; Nuraini D Pratiwi; Titi Lahanda
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i1.347

Abstract

Bioetanol dapat dijadikan pengganti bahan bakar bensin dan terbuat dari berbagai jenis tanaman dan limbah yang mengandung selulosa. Salah satu limbah yang masih belum termanfaatkan secara maksimal adalah sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi konsentrasi H2SO4 (5; 7; 10; 13 dan 15%) terhadap kadar lignin yang didegradasi pada proses delignifikasi serta pengaruh variasi enzim (2,5; 5; 7,5 dan 10 mL) yang digunakan terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan pada proses Simultanous Saccarification and Fermentation (SSF). Analisa kadar lignin dan selulosa pada proses delignifikasi menggunakan metode Chesson-Datta. Kadar selulosa optimal didapatkan sebesar 54,25% serta kadar lignin sisa sebanyak 18,78% yang dihasilkan oleh sampel dengan melibatkan 13% H2SO4 pada proses delignifikasi. Pada proses SSF melibatkan variasi enzim selulase dan Saccharomyces cerevisiae serta proses fermentasi dilakukan selama 7 hari. Analisa kadar bioetanol hasil dari proses SSF menggunakan metode densitas. Dari hasil penelitian didapatkan kadar bioetanol maksimum yang dihasilkan sebesar 42,63% pada sampel dengan perlakuan 10 mL enzim selulosa.
Efek konsentrasi citric acid dan sukrosa sebagai retarder terhadap pola alir dan sifat mekanis pada low cement castable hasil refraktori Elvi Kutsiyah; Diah Novitasari; Laras Andria Wardani; Haudi Hayasa; Murwan Widiantoro
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.689

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa pengaruh perbandingan konsentrasi antara retarder dan penambahan H2O terhadap sifat mengalir, waktu mengeras dan kekerasan pada low semen castable produk refraktori. Menunjukkan jenis retarder citric acid dan sukrosa memiliki hasil karakterisasi yang baik terhadap kemampuan aliran dan pengaturan waktu sementara penambahan H2O menyimpulkan untuk kekuatan yang baik dengan berbagai jenis suhu pada 110ºC, 900ºC dan 1500ºC yang mengungkapkan pengukuran di atas untuk spesifikasi yang diizinkan dan juga tes kekuatan yang berasal dari retarder citric acid dan sukrosa dalam berbagai konsentrasi 0,01% sampai 0,04% dan dengan berbagai pencampuran H2O 6,0 hingga 6,5% mencapai kekuatan di atas
Peningkatan ketangguhan dan ketahanan fatik siklus rendah pada baja ASSAB 709 M melalui proses annealing Helmy Alian; Nukman Nukman; M. Badaruddin; Agung Mataram; Qomarul Hadi
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 3 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i3.813

Abstract

Baja yang diaplikasi pada komponen-komponen mesin karena mengalami kondisi kerja yang berat dan adanya beban siklik yang lama harus memiliki kekuatan tinggi dan daktilitas yang tinggi. Penelitian ini, baja ASSAB 709 M diberi perlakuan panas annealing untuk memperbaiki sifat mekanik, perilaku fatik siklus rendah dan ketangguhan baja tersebut. Proses annealing dengan memanaskan spesimen di dalam furnace sampai temperatur austenisasi 825 °C, dengan waktu tahan 30 menit kemudian didinginkan perlahan sampai temperatur kamar . Sebelum dan sesudah proses annealing, dilakukan uji tarik, uji fatik siklus rendah (low cycle fatigue) dengan memvariasikan amplitude 0,0035 - 0,0110, impak, struktur mikro menggunakan optical microscopy(OM) dan permukaan fraktur dari spesimen dianalisis dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM). Struktur mikro baja ASSAB 709 M mengalami perubahan setelah annealing, dari banyaknya martensite lath menjadi terbentuknya pearlite and ferrite.. Perubahan mikrostruktur tersebut menyebabkan perubahan perilaku pada amplitudo regangan rendah dan tinggi akibat proses annealing. Peningkatan tegangan tekan dan peningkatan ketahanan kelelahan siklus rendah (low cycle fatigue) dari baja yang di annealing tergantung pada amplitudo regangan yang diterapkan.
Optimasi konfigurasi kolom adsorpsi portabel tersirkulasi pada proses pemurnian air tanah karst Mohammad Prasanto Bimantio; Amallia Ferhat
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i1.858

Abstract

Ketersediaan air bawah tanah karst yang berlimpah disertai kualitas air yang baik pada musim kemarau namun relatif menurun kualitasnya pada musim penghujan membutuhkan adanya teknologi penyediaan dan pemurnian air yang efisien. Tujuan penelitian adalah mengetahui konfigurasi optimum desain alat pemurnian air karst menggunakan prinsip adsorpsi. Adsorben komposit yang digunakan pada penelitian ini antara lain: volcanic rock, karbon aktif, zeolit, ammonite, dan ceramic biological beads. Setiap bahan akan disusun dalam honeycomb filter bag sehingga mudah dalam pemasangan dan pembersihannya. Sumber air yang akan dimurnikan berasal dari Wilayah Gua Jepang Berbah Sleman. Alat terdiri dari 3 bagian, yaitu: distributor atas, kolom isian, dan pengumpul bawah. Prinsip dari ketiga bagian tersebut adalah seperti konsep bongkar pasang yang dapat diatur jumlah tingkat kolom isiannya mengikuti kebutuhan pemurnian yang diinginkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis TDS dan pH hasil adsorpsi menunjukkan bahwa tingkat adsorpsi tidak memberikan beda nyata. Namun proses adsorpsi menggunakan kolom adsorpsi portabel tersirkulasi mampu mengurangi kandungan TDS pada air karst dibandingkan sebelum proses. Proses adsorpsi 3 tingkat menjadi pilihan konfigurasi proses paling optimum dibandingkan tingkatan lainnya. Tingkat tersebut dipilih karena diperoleh nilai TDS paling minimum dan nilai pH yang paling stabil dan memenuhi kriteria batas standar air bersih. Perlu adanya pengembangan dari segi keseragaman pola dan tekanan aliran fluida dan proses pretreatment adsorben yang lebih baik agar hasil adsorpsi dapat lebih baik dan optimal. Penlitian ini juga dapat dilanjutkan dengan melakukan optimasi untuk kemudian diarahkan ke analisis ekonomi yang dapat memberikan biaya produksi terhadap hasil yang paling minimum.
Karakterisasi edible film kulit durian dengan penambahan antibakteri dari ekstrak bawang putih Yandriani Yandriani; Asyeni Miftahul Jannah
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i1.949

Abstract

Edible film antibakteri dari kulit durian merupakan salah satu inovasi terbaru di bidang pengemasan makanan. Untuk menambah nilai dari edible film tersebut, maka dilakukan penelitian dengan penambahan bawang putih sebagai zat antibakteri untuk memperlambat waktu pembusukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh massa kulit durian dan volume bawang putih yang terbaik berdasarkan karakteristik fisik dari edible film. Perlakuan yang diterapkan meliputi perbandingan massa kulit durian (3, 4 dan 5) g dan perbandingan volume bawang putih (3, 6, dan 9) mL. Kemudian ditambahkan CMC sebanyak 0,5 g, 50 mL akuades, 2 mL gliserol yang diaduk dan dipanaskan pada suhu 70 0C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit durian dan bawang putih yang digunakan berpengaruh terhadap karakteristik edible film antibakteri. Ketebalan film yang dihasilkan pada penelitian ini ialah berkisar antara 0,12 – 0,24 mm. Nilai elongitas yang dihasilkan pada penelitian yaitu antara 11,59%-63,87%. Hal ini menunjukkan bahwa edible film antibakteri yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengemas makanan karena sudah melewati standar plastik kemasan jenis polypropylene yakni sebesar 23%. Penambahan volume bawang putih pada edible film menghasilkan diameter zona hambatan yg terbentuk terhadap bakteri E. Coli yaitu sebesar 26 mm – 28 mm. Uji pelapisan edible film antibakteri dengan buah anggur akan menjaga kualitas buah tersebut lebih tahan lama. Karakteristik fisik edible film antibakteri yang terbaik diperoleh pada massa kulit durian 5 g dan volume bawang putih 3 mL.
Studi eksperimental turbin angin kombinasi sumbu vertikal darrieus-savonius dengan poros kembar Muhammad Ihsan Riady; Dyos Santoso; Bazlina Dawami Afrah; Juliet Patricia Arsadha; Rupinder Rupinder; Miftahurrizka Afrah
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i1.975

Abstract

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah di Indonesia. Potensi angin yang besar ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan turbin angin sebagai teknologi yang ramah lingkungan. Turbin angin Savonius dan turbin angin Darrieus merupakan turbin angin sumbu vertikal yang sesuai dengan karakteristik angin yang tersedia. Pada penelitian ini, turbin Darrieus dikombinasikan dengan turbin Savonius dalam rangka memperbaiki kemampuan self-starting turbin tersebut. Untuk mendapatkan performansi turbin yang lebih baik, daya yang dihasilkan oleh turbin Savonius juga dimanfaatkan sehingga tidak semata-mata berfungsi sebagai perangkat starting saja. Untuk tujuan itu, rotor Savonius dipasang pada poros dengan menggunakan one way bearing sehingga masing-masing rotor dapat beroperasi secara terpisah dan memiliki kecepatan putaran yang berbeda. Profil sudu yang digunakan dalam penelitian ini adalah airfoil NACA 0018 untuk rotor Darrieus dan modifikasi airfoil e377-il untuk rotor Savonius. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi peningkatan peformansi yang diperoleh pada kombinasi turbin Darrieus Savonius poros kembar bila dibandingkan dengan kombinasi poros tunggal. Pada kombinasi poros tunggal, rotor Savonius terpasang tetap pada poros turbin Darrieus dan hanya digunakan sebagai starting, sedangkan pada kombinasi poros kembar, daya yang dihasilkan oleh kedua rotor dimanfaatkan. Hasil dari pengujian ini memperlihatkan bahwa daya yang dibangkitkan oleh kombinasi poros kembar mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan oleh kombinasi poros tunggal yaitu sebesar 28.54% (0.528 W) pada kecepatan angin 4.38 m/s.