cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 13 Documents clear
PERENCANAAN KEBUTUHAN TEMPAT TIDUR DI RUMAH SAKIT PARU JEMBER TAHUN 2013-2015 Tika Maretanata Pujianti; Dian Damayanti; Feby Erawantini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.38

Abstract

ABSTRACTJember Pulmonary Hospital is one of hospital which conducts the ten big pulmonary tuberculosis morbidityrates. In last three years, Jember Pulmonary Hospital increases the number of patients. Prediction the numberof pulmonary TB morbidity is needed for planning the requisite of facility related with TB that one exceptionis planning of patients bed requirement. The survey design is kuantitatif descriptive.This prediction use trendanalysis method for counting the forecast number of pulmonary TB morbidity and for 2013-2015’s planning.This research review based on two variables: age and gender with a total population of 1056 patients. Thepurpose of this study is doing the calculation of the pulmonary tuberculosis morbidity for three years (2013-2015) by using analysis of trends method. by the age variable, the factual result of this research are: patientswho classified as children (0-14 years old) in 2013 were 3,6%, at 2014 were 3,7% and in 2015 were 3,8%;Adulthood (15-64 years old) in 2013 were 87,2%, at 2014 were 86,9% and in 2015 were 86,7%; elderly(≥65 years old) in 2013 were 9,1%, 2014 totaled 9,2% and 2015 totaled 9,4%. Based on the variables ofgender; the patients who classified in male in 2013 were 56,1%, in 2014 were 56,5%, in 2015 were 56,9%;the patient who classified in female in 2013 were 43,8%, in 2014 were 43,3% and in 2015 were 43,01%. Whilethe requirement of patient’s bed that needed in 2014 were 65 beds, and it still need three additional beds , in2015 need 70 beds that’s why it’s needed eight additional beds. The solution that can be given to the hospitalis the hospital management needs to rearrange the budget for beds and other facilities as well that supportsmedical service programs in hospital.Kata kunci: Forecasting, Tuberculosis Morbidity
KAJIAN PEMANFAATAN INFORMASI PADA DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN MENINGGAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR Totok Subianto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.43

Abstract

ABSTRAKRumah Sakit Umum Daerah Karanganyar telah memiliki prosedur tetap mengenai dokumen rekam medis pasienmeninggal. Namun, prosedur tetap tersebut belum memuat tentang prosedur peminjaman dan pemanfaatandokumen rekam medis pasien meninggal serta lama penyimpanan, baik lama penyimpanan dokumen rekammedis pasien meninggal bayi maupun dewasa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan informasidokumen rekam medis pasien meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar.Jenis penelitian adalahdeskriptif kualitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah 9 orang petugas di unit rekam medis.Besar sampeldalam penelitian adalah 3 orang petugas rekam medis yang diambil denganteknik purposive sampling.Carapengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur tetapmengenai dokumen rekam medis pasien meninggal di RSUD Karanganyar hanya memuat tentang pengertiandokumen kematian, tujuan serta pembuatan surat kematian segera setelah pasien dinyatakan meninggal.Pihak yang pernah memanfaatkan dokumen rekam medis pasien meninggal adalah bidan, peneliti, asuransijasa raharja, kepolisian, serta PPAT. Dalam peminjaman dan pemanfaatan dokumen rekam medis pasienmeninggal belum diatur pada prosedur tetap RSUD Karanganyar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah RSUDKaranganyar sudah mempunyai prosedur tetap mengenai kebijakan dokumen rekam medis pasien meninggaltetapi belum mengatur prosedur peminjaman, pemanfaatan dan lama penyimpanan dokumen rekam medispasien meninggal.Kata kunci: Pemanfaatan, Dokumen Pasien Meninggal
TINJAUAN PENGISIAN RESUME KELUAR RAWAT INAP RUANG TERATAI TRIWULAN IV DI RSUD KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2012 Irmawati Irmawati; Lily Kresnowati; Edy Susanto; Teni Ikhsan Nurfalah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.34

Abstract

ABSTRACTThis study aims to review the completeness and incompleteness resume filling out the form in the Lotusroom because it has the largest number of patients. The content of completeness reviewed in this study areidentification, important statement and authentication. Outcome resume has an important role as a meanof communication between physicians and other officers, the underlying planning of patient care, enablingmaterial analysis and evaluating quality of patient care, a legal document as patient needs, hospitals anddoctors, generating clinical data for research and education as well as providing information to the insuranceor any other payments. Therefore, the completeness of filling outcome resume is important. This study usesdescriptive analysis to do observations. Observations made on secondary data then processed to producequantitative data. The results showed that the completeness of outcome resume content identification form asmuch as 97.93%, significant report as much as 89.44% authentication as much as 96.00%and correct reportas much as 97.48%. From these results it can be concluded that the completeness of the whole elements rangefrom 94, 61%. Refers to the minimal standard documents which proposed the health department in 2007,that the documents should be 100%. It can be concluded that outcome resume in Ciamis District Hospital isincomplete filling.Keywords: Completed Outcome Resume
GAMBARAN EFFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR RUANG PERAWATAN KELAS III DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA TAHUN 2011 DAN 2012 Dian Budi Santoso; Angga Eko Pramono; Agasi Gilang Persada
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.39

Abstract

ABSTRACTHospitalization Unit is an important unit for hospital. One of the activities that must be performed by hospitalstatistics is to calculate the level of efficiency of a bed hospitalization unit, the parameters used are the BedOccupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), Bed Turn Over (BTO) andBarber Jonhson coordinate points in the third class care general of hospital Tasikmalaya in 2011 and 2012.The descriptive research uses secondary data with a retrospective approach, conducted on one variable thatis the use of a bed in the third class care of general hospital Tasikmalaya in 2011 and 2012.The sample is recapitulation of daily hospitalization census data in 2011 and 2012, which is based ontabulations. Collecting data using compurized calculation and presentation of Barber Johnson graphs. Resultsshowed that the BOR in 2011 was 114,31% and the increase accured in the 2012 as much as 121,01%, theAvLOS in 2011 was 4,46 and 4,41 days in 2012, the TOI was -0,37 days in 2011 and in 2012 was -0,48 days,while for values BTO in 2011 was 141,2 and in 2012 was 160,9. The conclusion is the use of a bed in a thirdclass care of general hospital Tasikmalaya in 2011 and 2012 is un-efficient.The key words: Efficient use of beds, BOR, AvLOS, TOI, BTO and Barber Johnson coordinate points
PENILAIAN TEKNOLOGI PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT RAWAT INAP DENGAN METODE TEKNOMETRIK DAN SMART DI RUMAH SAKIT PARU JEMBER M Dana Prihadi; Elma Elviana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.40

Abstract

ABSTRAKRumah Sakit Paru Jember merupakan salah satu rumah sakit yang menerapkan billing system untuk membantudalam proses pembiayaan pasien rawat inap. Penilaian teknologi diperlukan untuk menilai seberapa besarkahkontribusi teknologi yang dimiliki oleh suatu teknologi tertentu dalam suatu sistem pembiayaan pasienrawat inap. Penilaian teknologi ini menggunakan metode Teknometrik dan Simple Multi Attribute RatingTechnique (SMART). Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: Melakukan identifikasi dan penilaian teknologiSistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Paru Jember dengan Teknometrik dan SMART. Hasil penelitian iniyaitu: Kemampuan dan Kandungan teknologi Sistem informasi manajemen rumah sakit (billing system) rawatinap adalah : Komponen Technoware sebesar 0,632; Komponen Humanware sebesar 0.593; dan KomponenInfoware sebesar 0,524 dan Orgaware sebesar 0,579. Kontribusi tersebut dapat diurutkan sebagai berikut:T > H > O > I. Sedangkan koefisien kandungan teknologi yang dihasilkan adalah 0.577. Dapat disimpulkanbahwa teknologi sistem informasi manajemen rumah sakit rawat inap di Rumah Sakit Paru Jember yangmemiliki nilai TCC = 0,577 termasuk dalam klasifikasi semi modern (0,3 < TCC ≤ 0,7). Saran yang dapatdiberikan pada pihak rumah sakit adalah meningkatkan kualitas aplikasi dari sistem informasi manajemenrumah sakit rawat inap, khususnya pada komponen infoware (peragkat informasi) dengan memberikan menutambahan yang disesuaikan dengan rekam medik rawat inap secara manual.Kata kunci: Penilaian Teknologi, Teknometrik, SMART, SIMRS Rawat InapABSTRACTJember Chest Hospital is one of hospitals that implement billing system to assist in the process of financingthe patient’s hospitalization. Technology assessment is required to assess how large will contribute technologythat is owned by a particular technology in a system of financing the patient hospitalization. This technologyassessment using the method Technometric and Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). The aimin this study for identification and assessment of technology management information system of JemberChest Hospital with Teknometrik and SMART. The results of this research are: the capability and technologysystem of hospital management information (billing system) hospitalization is 0,632 Technoware: componentregistration; Humanware component of 0.593; and Infoware Components of 0,524 and Orgaware of 0,579.These contributions can be sorted as follows: T > H > O > I. whereas the content of the resulting technologycoefficients is 0.577. The result of the technology management information system of hospital inpatient carein hospitals that have a value of Jember Lung TCC = 0,577 included in the classification of semi modern (0.7≤ 0.3 < TCC). Advice can be given on the part of the hospital is to improve the quality of the application ofmanagement information system of hospital inpatient care, especially in component infoware must be samewith manual medical records.The key words: Assessment Technology, Technometric, SMART, Management Information System Of HospitalInpatient
DISTRIBUSI TENAGA REKAM MEDIS PADA PUSKESMAS DI KOTA LANGSA,KABUPATEN PIDIE DAN SIMEULUE PROVINSI ACEH TAHUN 2013 Yasida Bella Asri; Bambang Nudji; Muhadi Muhadi; Yustinah Rumiati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.31

Abstract

ABSTRAKKebutuhan terhadap tenaga rekam medis dan informasi kesehatan masih sangat tinggi, data KementerianKesehatan tahun 2012 menjelaskan kebutuhan minimal tenaga Rekam Medis dan Informasi Kesehatanpada tahun 2015 sebesar 18.000, sedangkan yang tersedia sampai saat ini sekitar 5.764 orang, sehinggamasih dibutuhkan kurang lebih 12.236 orang. Hal ini didukung oleh Permenkes nomor: 340 tahun2010menjelaskan tentang kebutuhan tenaga rekam medis diberbagai fasilitas kesehatan dan peraturan pemerintahyang mewajibkan adanya tenaga rekam medis pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Permasalahan yangdihadapi saat ini ialah belum terpenuhinya tenaga rekam medis dan informasi kesehatan yang benar-benarmemiliki kompetensidan rendahnya formasi PNS untuk lulusan rekam medis di daerah. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran distribusi petugas rekam medis pada puskesmas di Kota Langsa, KabupatenPidie dan Simeulue dari aspek; jumlah petugas, latar belakang Pendidikan, status kepegawaian dan riwayatpelatihan yang pernah diikuti. Sampel penelitia adalah seluruh tenaga rekam medis yang ad di puskemaspada tiga wilayah kabupaten kota tersebut, pengumpulan data dilaksakan pada tanggal 2- 19 Agustus 2013dengan tehnik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Untuk Kota Langsa adalah;jumlah petugas rekam medis rata-rata 4 orang disetiap puskesmas.pengelolaan rekam medis sebagian besardilaksanakan oleh lulusanSMA/SMU, dan tidak satupun dari tenaga rekam medis tersebut pernah mengikutipelatihan dalam bidang rekam medis dan informasi kesehatan, lebih dari 30% tenaga rekam medis tersebutberstatus pegawai negeri sipil (PNS). DiKabupaten Pidie ditemukan bahwa dari 149 orang tenaga rekammedis sebanyak 5 orang atau 3,3% berpendidikan D-III rekam medis, sebayak 4 orang atau 2,6% tenaga rekammedis pernah mendapatkan pelatihan,71,5% tenaga rekam medis adalah PNS. Untuk Kabupaten Simeulueditemukan bahwa jumlah tenaga rekam medis pada puskesmas rata-rata 4 orang, dari aspek latar belakangpendidikan, 18,9% dari 37 orang tenaga rekam medis berpendidikan D-III Rekam Medis dan sebanyak 10,8%dari 24 orang tenaga rekam medis tersebut sudah pernah mengikuti pelatihan serta 37,8%. petugas rekammedis sudah menjadi PNS. Kepada pemerintah daerah untuk membuka formasi pengangktan PNS tenagarekam medis dan pengangkatan jabatan fungsional tenaga rekam medis.Kata Kunci : Distribusi, tenaga, rekam medis.
REVIEW FOR EXTERNAL CAUSE CODING OF INJURY CASE ON MEDICAL RECORD INPATIENT OF ORTHOPEDIC SPECIALIST SURGERY IN RSKB BANJARMASIN SIAGA IN 2013 Yuliana, Rina; Hosizah, -; Irmawan, -
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.36

Abstract

ABSTRACTBackgrounds: External cause code is a secondary code is used to encode diagnose the cause of the occurrenceof an injury outside. The code can influence health care cost and morbidity information. Most hospitals arestill not applying external cause code in the process of classification and coding of disease, including theBanjarmasin Siaga Special Surgery Hospital.Objectives: This research aim is to find external cause coding for injury case on medical record inpatient oforthopedic specialist surgery in RSKB Banjarmasin Siaga in 2013.Methods: This research used descriptive method with case study approach. The samples are 92 inpatientorthopedic specialist surgery with injury cases medical records from January to April 2013. Data collectiontechniques that had been used were observation and interviews. The research instruments are check list,interview guides, and observation guideline. This research was analyzed using univariate analysis.Results: There has been no Operational Standard Procedures of external cause coding but OperationalStandard Procedures coding and disease indexing already exist, but not yet appropriate with the implementation.Completeness of external cause diagnosis writing is 82% and 18% did not completely written. External causesinjury to the orthopedic specialist surgery cause by land transportation accidents is 43%, other transportationaccidents is 23%, fell is 20%, and other external causes is 14%. The influence factors of external cause codingare the absence of procedures for external cause coding, the lack on media used, unsuitable human resourcesthat needed, unreadable, incomplete, and unsuitable diagnosis with the rules, and the absence diagnosiscoding audit.Kata kunci: External Cause Coding, Injury, Medical Record Inpatient, Orthopedic
EVALUASI KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYEBAB DASAR KEMATIAN BERDASARKAN ICD-10 DI RS PANTI RAPIH YOGYAKARTA - Nuryati; Trian Hidayat
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.41

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Penentuan kode sebab dasar kematian sangat penting dilaksanakan secara tepat agarlaporan mortalitas dan tindakan pencegahan penyakit mematikan dapat terlaksana secara optimal. Penentuankode diagnosis penyebab dasar kematian sangat ditentukan oleh keahlian staff coding dalam mengkode dankepatuhan dokter dalam mengisi sebab kematian sesuai aturan. Aturan yang digunakan untuk menentukankode diagnosis penyebab dasar kematian adalah berdasarkan ICD-10 dengan dibantu Buku Pedoman PenentuanKode Penyebab Kematian Menurut ICD-10 serta tabel bantu berupa tabel MMDS.Tujuan: Mengetahui pelaksanaan penentuan kode diagnosis penyebab dasar kematian di RS Panti RapihYogyakarta, persentase ketepatan hasil kode diagnosis penyebab dasar kematian, dan faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancanganpenelitian fenomenology. Subjek pada penelitian ini adalah staff coding, dokter, dan Kepala Instalasi RekamMedis, sedangkan objek penelitian ini adalah Laporan Registrasi Kematian RS Panti Rapih Yogyakarta tahun2012. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil: Pelaksanaan pengkodean sebab dasar kematian di RS Panti Rapih Yogyakarta belum sepenuhnya sesuaidengan ICD-10, staff coding sebab kematian hanya mengkode diagnosis yang sudah dituliskan oleh dokter.Urutan penyakit menuju kematian yang tepat memiliki persentase sebesar 69,59% dengan UCoD yang tepatsebesar 97,48% dan UCoD yang tidak tepat 2,52%, sedangkan urutan penyakit menuju kematian yang tidaktepat sebesar 30,41% dengan UCoD yang tepat sebesar 38,46% dan UCoD yang tidak tepat 61,54%. Totalprosenstase ketepatan UCoD sebesar 79,53% dan yang tidak tepat sebesar 20, 47%. Faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian adalah tidak adanya SPO tentang pengkodean sebabdasar kematian, belum digunakannya tabel MMDS sebagai milik rumah sakit yang dijadikan fasilitas untukstaff coding, tidak semua dokter mengisi diagnosis sebab dasar kematian, dan tidak adanya audit coding atauevaluasi ketepatan kode sebab dasar kematian.Kata kunci: Penilaian Teknologi, Teknometrik, SMART, SIMRS Rawat Inap
SISTEM PENCATATAN DATA PASIEN KANKER DI RSUP DR.SARDJITO Savitri Citra Budi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.32

Abstract

ABSTRAKRekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan,pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien (Permenkes nomor 269tahun 2008). Penyakit kanker sebagai salah satu penyebab kematian pasien di rumah sakit. Penyakit inimembutuhkan penanganan yang lama dan berkelanjutan sampai tuntasnya pengobatan. Tujuan penelitianini untuk mengetahui sistem pencatatan data pasien kanker di RSUP Dr. Sardjito. Jenis enelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancaradan studi dokumentasi.Validitas data penelitian dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Sistem pencatatan data pasien kanker di Instalasi Kanker Tulip dilakukan pada berkas rekam medis danregister kanker. Berkas rekam medis di Instalasi Kanker Tulip dikelola terpisah dari Instalasi Catatan MedisRSUP Dr.Sardjito. Instalasi Kanker Tulip belum melakukan kegiatan assembling, coding, dan indeks untukmenjamin kelengkapannya. Registrasi kanker dilakukan pada aplikasi komputer yang bernama SRIKANDI(Sistem Registrasi Pasien Kanker di Indonesia). Pelaksanaan pengumpulan data dengan SRIKANDI belumdapat berjalan secara real-time. Persentase paling tinggi untuk ketidakterisian pada 4 komponen analisiskuantitatif terdapat pada lembar poliklinik dan asuhan keperawatan yang nilainya lebih dari 60%. Hasilanalisis item pada register kanker ditemukan 100% data pada tanggal follow-up tidak terisi. Kendala sistempencatatan data pasien kanker terdapat pada petugas, prosedur, fasilitas, dan sumber data.Kata Kunci : berkas rekam medis, register kanker, pasien kanker, pencatatan data pasien kanker.
SENTRALISASI PENGELOLAAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS BINAAN MIJEN KOTA SEMARANG DALAM MENYONGSONG SJSN DI INDONESIA Retno Astuti S; Arif Kurniadi; Maryani Setyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.37

Abstract

ABSTRACTResearch Program in Mijen Primary Health Center Semarang was based on a variety of problems found inthe field, which is related to the management of medical records that has not been stored in a centralized,thus does not guarantee the continuity of a patient’s medical information. While the continuity of medicalinformation be required to ensure the safety of medical services for the patients. Even the MRD storagesystems applied in inpatient filing system was not purely decentralized filing because a patient’s MRD storedper treatment period, not combined in 1 (one) inpatient MRD folder. In addition, storage management ofinactive and timeless MRD were not orderly. Inactive and timeless MRD are stacked in the warehouse withoutdocumentation and certain procedures.Solutions offered are medical records management training for 10 (ten) employees who worked at the TPPRJ,TPPRI, outpatient filing and inpatient filing of Mijen Primary Health Center. Furthermore, the design andsocialization of fixed procedures (SOPs) in the management of medical records TPPRJ, TPPRI, outpatient filingand inpatient filing, implementation of retention and inactive MRD value, as well as SOPs on implementation ofinactive and timeless MRD storage. In addition, the brief assistance in revamping medical record managementsystem in Mijen Primary Health Center.Research pogramme was carried out for 8 (eight) months. Subjects were interviewed and trained includes 1(one) Head of the Primary Health Center , 4 (four) outpatient filing personnel, 2 (two) inpatient filing personneland 6 (six) patients of Mijen Primary Health Center Semarang. The secondary data sources are outpatient,emergency and inpatient register, medical record management policies, SOP of medical records management,expedition books, as well as MRD borrowing card. Moreover, researchers have carried out observations ofactive medical records management system in outpatient and inpatient filing, inactive and timeless at MijenPrimary Health Center as a basis for preparing SOPs.Results of the devotion to be expected to solve problems in active medical record management system reformin Mijen Primary Health Center which are still established in decentralization to centralization. Anothermethod resulting is to fix the storage of family folder into 1 (one) folder for 1 (one) of a patient’s medical recordnumber. Furthermore, achieve medical record documents (MRD) alignment model which has been implementTerminal Digit Filing (TDF) with six (6) digit medical record number, but still based on 10 (ten) sub region.Thus, retrieval of medical data are expected to be achieved. In addition, result in the retention schedule andinactive and timeless MRD implementation method.Kata kunci: MRD, active, incative, timeless, registration place, filing, outpatient, inpatient

Page 1 of 2 | Total Record : 13