cover
Contact Name
Diah Andika Sari
Contact Email
diah_mursil@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
diah_mursil@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 26850281     DOI : -
Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENINGKATAN KECERDASAN NATURALIS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DI SENTRA BAHAN ALAM Sri Asih; Ahmad Susanto
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.1.1.33-38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kecerdasan naturalis melalui model pembelajaran sentra bahan alam pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Bina Prestasi Kependidikan Bersama Kebon Jeruk Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah anak kelompok B2 Taman Kanak-kanak BPKB Jakarta Barat yang terdiri dari 14 anak. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah observasi partisipan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu suatu analisis data yang bersifat mengambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model pembelajaran sentra bahan alam dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 5-6 tahun. Hal ini dapat terlihat hasil kemampuan anak pada tahap pra siklus sebesar 55%, pada siklusI sebesar 70%, sedangkan pada siklus II mencapai 83%.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS MELALUI PERMAINAN LOGICO Munifah Bahfen
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018): Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.2.29-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara  meningkatkan keterampilan berpikir logis matematis anak usia 5 – 6 tahun di Taman Kanak-Kanak Labschool FIP UMJ, dengan menggunakan permainan logico. Metode dalam penelitian ini  adalah dengan penelitian tindakan kelas (PTK), teknik pengumpulan data dilakukan dengan instrument observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus. Hasil yang dicapai dari rata-rata pda  pra siklus adalah 47 % , meningkat pada silus 1 menjadi 67 % dan semakin meningkat pada siklus kedua yaitu 82 %. Permainan logico membuat anak-anak asyik bermain dan betah sekaligus mengembangkan imajinasi, mengembangkan keterampilan berpikir logis matematis, mengembangkan keterampilan motorik serta sebagai wahana untuk berkomunikasi.
PENINGKATAN PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA FAUNA PANTAI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Enny Siti Rohaeni; Andi Gunadi
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.1.19-26

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan kognitif anak belum berkembang secara merata. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti tentang  peningkatan pengenalan konsep bilangan anak usia 4-5 tahun melalui media fauna pantai. Metode penelitian yang dipakai menggunakan metode PTK model kemmis dan Taggart. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, Pemantauan/observasi dan refleksi sebagai dasar untuk membuat perencanaan ulang pada siklus berikutnya. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui media fauna pantai dapat meningkatkan pengenalan konsep bilangan pada anak usia 4-5 tahun Hal ini terbukti dari hasil pengamatan menunjukkan peningkatan mampu mencapai target yang diharapkan yaitu 80%, Hasil observasi mendapatkan prosentase sebesar 93,82%, meningkat sebesar 26,17% dari siklus I, sehingga diperoleh hasil bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II ini mencapai hasil sesuai dengan target yang diharapkan.
PERSEPSI ORANG TUA MENGENAI PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI Wahyuni Nadar
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2017): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.1.2.77-90

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai Persepsi Orang Tua tentang Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini di KB & TK Bunga Bangsa Islamic School, Jl. Kh. Agus Salim Nomor 206, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survey. Responden penelitian yaitu orang tua murid KB & TK Bunga Bangsa Islamic School sebanyak 50 Orang Tua dari Kelompok Bermain, Kelompok A dan B. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuisioner (angket) dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan persepsi orang tua tentang pendidikan seks untuk anak usia dini di KB & TK Bunga Bangsa Islamic School masih terlalu sempit. Walau pun kesadaran akan pentingnya pendidikan seks ini sudah tinggi yaitu 67,36%. Orang tua sudah memiliki pengetahuan tentang tujuan pendidikan seks untuk anak usia dini dengan prosentase sebesar 76,4%, akan tetapi belum memeilki pemahaman yang baik tentang cara memberikan pendidikan seks. Hal itu mempengaruhi pelaksanaan pendidikan seks di rumah. Salah satu kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pendidikan seks yaitu mengetahui tahapan psikoseksual anak. Oleh karena itu, masih banyak orang tua yang belum memahami metode apa yang sesuai dengan usia perkembangan anak – anak. Tetapi secara umum para orang tua melakukan metode pengawasan dan ketauladanan. Hal yang menarik yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurang berimbangnya kesadaran orang tua dengan usaha untuk mencurahkan kesadaran tersebut.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN PLASTISIN (Penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-kanak Al-Faruqiyah Cipondoh Tangerang) Ati Kusumawati; Sunaria Sunaria
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.1.1.7-12

Abstract

Kemampuan menulis permulaan dapat dikembangkan pada anak sejak memasuki masa usia dini. Dengan ini penulis tertarik mengkaji judul di atas karena melihat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terjadi di TK Al-Faruqiyah yaitu kemampuan menulis permulaan anakbelum berkembang dengan baik, sedangkan pada anak usia 5-6 tahun seharusnya anak sudah mampu menulis dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis permulaan pada anak usia 5-6 tahun melalui permainan plastisin di TK AlFaruqiyah. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai wahana pengetahuan dalam peningkatan kemampuan menulis permulaan anak melalui permainan plastisin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Al-Faruqiyah yang terdiri dari 15 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu suatu analisis data yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis permulaan dapat ditingkatkan melalui permainan plastisinpada anak usia 5-6 tahun. Hal ini dapat dilihat pada hasil kemampuan anak pada tahap pra siklus sebesar 57%, meningkat sebesar 17% pada siklus I mencapai 74%, dan meningkat sebesar 19%, pada siklus II mencapai 93%.
DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 2-4 TAHUN DI PAUD AL-HIDAYAH Nursalim Nursalim
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.1.1-10

Abstract

Tulisan didasari temuan peneliti saat observasi pendahuluan dimana para pendidik di PAUD Al-Hidayah memiliki keterbatasan kemampuan dalam mengukur dan mendeteksi tumbuh kembang anak usia 2-4 tahun. Karena itu tulisan ini bertujuan mengedukasi para pendidik di PAUD Al-Hidayah dalam mendeteksi tumbuh kembang anak usia 2-4 tahun sekaligus melaksanakan praktik deteksi tumbuh kembang anak usia 2-4 tahun di PAUD Al-Hidayah. Hasil dari praktik deteksi diperoleh informasi bahwa pada anak usia 2 tahun, dari lima sampel uji, seluruh anak mampu melakukan gerakan halus dan gerakan kasar dengan baik; pada indikator pengamatan ada dua anak hanya mampu menyebut tiga bagian tubuh; pada indikator bicara ada satu anak yang tidak menjawab pertanyaan dan ada dua anak yang menjawab pertanyaan dengan satu kata; dan pada indikator sosialisasi ada satu anak memilih asyik bermain dari pada meniru kegiatan orang dewasa. Pada anak usia 3 tahun, dari delapan sampel uji, semua anak mampu memenuhi indikator gerakan kasar dan sosialisasi; pada indikator gerakan halus ada dua anak kesulitan membuat lingkaran; pada indikator pengamatan ada tiga anak kesulitan menyebutkan warna terong dan wortel; pada indikator bicara ada dua anak yang tidak menjawab pertanyaan dan memilih cuek. Pada anak usia 4 tahun, dari tujuh sampel uji, semua anak lulus uji sesuai kriteria yang ditetapkan.
MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI EKSPLORASI TANAMAN Dwi Anggraini
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2017): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.1.2.137-146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kecerdasan naturalis anak pada usia 5-6 tahun bahwa kegiatan eksplorasi tanaman dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia  5-6 tahun di PAUD An-Najah Bojongsari Depok. Sesuai hasil data yang diperoleh pada penelitian yang dilaksanakan di PAUD An-Najah Bojongsari Depok persentase kecerdasan naturalis anak di PAUD An-Najah Bojongsari Depok sebelum dilakukan tindakan yaitu sebesar 42,3%. Berdasarkan hasil yang diperoleh masih sangat jauh dari yang dinginkan maka perlu dilakukan tindakan siklus I. Setelah dilaksanakan tindakan menunjukkan peningkatan pada siklus 1 jika dibandingkan dengan pra siklus yaitu sebesar 69,9%. Namun, karena hasil yang didapat belum sesuai dengan target makan dilaksanakan siklus II dan hasilnya mengalami peningkatan sebesar yaitu 95,5%. Sehingga penelitian ini dapat dinyatakan berhasil, karena hasil sesuai dengan target yang ditentukan oleh peneliti yaitu 80%. Hasil tersebut menunjukkan kesesuaian dengan hipotesis tindakan yaitu kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun di PAUD An-Najah Bojongsari Depok dapat ditingkatkan melalui eksplorasi tanaman.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Dwi Anggraini
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.1.1.39-46

Abstract

Pembelajaran kontekstual merupakan suatu metode pembelajaran yang berpusat padaanak. Pembelajaran kontekstual mengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman atau dunia nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, kreatif, memecahkan masalah,siswa belajar menyenangkan, mengasyikkan, tidak membosankan, dan menggunakan berbagai sumber belajar. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam  pembelajaran kontekstual.Pembelajaran kontekstual memiliki delapan ciri utama, yaitu Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna, melakukan pekerjaan yang berarti, melakukan pembelajaran yang diatur sendiri, bekerjasama, berpikir kritis dan kreatif, membantu individu untuk tumbuh dan berkembang, mencapai standar yang tinggi dan menggunakan penilaian autentik.Di masa yang akan datang, diharapkan sistem pembelajaran terutama dalam pendidikan anak usia dini agar lebih difokuskan lagi terhadap kehidupan nyata anak sehingga membantu anak menemukan makna dari pembelajaran.Perkembangan pembelajaran di dunia global semakin pesat, oleh karena itu guru kelas diwajibkan untuk memiliki kompetensi khusus dalam membuat kegiatan yang kreatif dan inovati agar suasana belajar menjadi menyenangkan, efektif dan efisien dapat terlaksana dengan baik.
PENGARUH INTERAKSI GURU-SISWA DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Ista Laoria Alfionita; I Wayan Karta; I Made Suwasa Astawa
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018): Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.2.41-48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi guru-siswa dalam pembelajaran terhadap kecerdasan interpersonal anak. Penelitian di lakukan dengan menggunakan pendekatan expost facto, dan dengan metode penelitian kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik berusia 5-6 tahun di PAUD Mutiara Hati. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan yaitu sampling purposive, dengan mempertimbangkan peserta didik berusia 5-6 tahun sehingga diperoleh sebanyak 30 peserta didik. Tehnik pengumpulan data diperoleh dengan instrumen berpedoman observasi. Uji coba instrumen terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat analisis yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan rumus chi kuadrad serta uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan uji koefisien determinasi untuk mengetahui besar kontribusi interaksi guru-siswa dakam pembelajaran terhadap kecerdasan interersonal anak. Hasil uji hipotesis menujukkan harga rxy hitung = 0,864 sedangkan rxy tabel dengan N = 30 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,361 sehingga rxy hitung > rxy tabel (0,864 > 0,361), Ho di tolak. Dapat di simpulkan, ada pengaruh positif interaksi guru-siswa dalam pembelajaran terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di PAUD Mutiara Hati tahun ajaran 2016/2017 dengan koefisien determinasi sebesar 0,746 atau setara dengan 74.6%. Saran dari penelitian ini, salah satu cara untuk mengoptimalkan kecerdasan interpersonal anak dapat dilakukan dengan meningkatkan interaksi guru-siswa dalam pembelajaran.
FATHERHOOD DALAM PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Vivi Anggraini
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.1.37-48

Abstract

Orang tua merupakan panutan sekaligus contoh bagi anak-anak. Mereka akan mengikuti apa yang orang tuanya lakukan Peran kedua orang tua sangat berarti bagi mereka. Peran seorang ayah sangat penting karena tanpa keseimbangan peran ibu dan ayah maka dikhawatirkan anak akan tumbuh tidak sesuai dengan harapan kita. Peran ayah memang sebegitu krusialnya bagi pertumbuhan seorang anak mengingat ada banyak sekali ayah yang tidak ingin terlibat dan menganggap urusan anak adalah urusan seorang ibu. Dalam islam, hubungan antara ayah dan anak bahkan mendapat perhatian yang begitu indah. Dalam al-qur’an, nama seorang ayah dicantumkan sebagai nama salah satu surat, Luqman. Sosok ayah yang dicantumkan dalam kitab suci karena kepiawaiannya mendidik anak. Dengan mengetahui peran ayah maka orang tua dapat menjalankan peranan dengan semestinya demi perkembangan dan pendidikan anak usia dini.

Page 2 of 15 | Total Record : 147