cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
METODE BOOK TALK UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI EKSPRESIF VERBAL PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN Niko Sudibjo; Lia Ratna Sagita Tondok
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v20i2.251.2019

Abstract

The 21st century learning trends carry several skills that need to be developed, one of which is critical thinking. The purpose of this study was to analyze the use of the Book Talk method in order to foster critical thinking skills and communicate verbally expressive students aged 3-4 years using Indonesian-themed animal books. This Classroom Action Research was conducted in the Nursery class of Rainbow Victory Plus Bekasi school with the number of research subjects as many as 14 students. Data collection was carried out in 3 cycles held in May 2018. The results of this study showed tha Book Talk method was able to increase critical thinking skills and verbal expressive communication of students. However, it was also found that Book Talk was not suitable for certain types of students. Pembelajaran abad ke-21 menuntut keterampilan berpikir kritis dan melakukan komunikasi efektif sebagai syarat keberhasilan. Kemampuan ini perlu dilatih dan diajarkan sejak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan metode Book Talk dalam rangka menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan berkomunikasi ekspresif verbal siswa usia 3-4 tahun dengan menggunakan buku cerita berbahasa Indonesia bertema hewan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di kelas Nursery Rainbow sekolah Victory Plus Bekasi dengan jumlah subjek penelitian 14 siswa. Pengambilan data dilakukan dalam 3 siklus yang dilakukan pada Mei 2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode Book Talk dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan berkomunikasi ekspresif verbal siswa. Meskipun demikian, ditemukan juga bahwa Book Talk kurang cocok untuk beberapa tipe siswa tertentu.
ASPIRASI PENDIDIKAN SISWA UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE JENJANG LEBIH TINGGI KAJIAN DESKRIPTIF TEORITIK SISWA SEKOLAH DASAR X DI KABUPATEN PANDEGLANG, PROPINSI BANTEN Gugun Gunawan
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v20i2.253.2019

Abstract

This study aims to describe the aspirations of elementary school students to continue their education to a higher level and the factors that influence these aspirations. The study was conducted at two elementary schools in the Pandeglang district. Data collection method used is an interview method to describe the perceptions and desires of students continuing education. The respondents were 10 students of grade six, in the 2016/2017 school year. This study concludes that the educational aspirations of the six grade students to continue their studies to the level of SMP/MTs are relatively low due to internal and environmental factors. There are two main factors that influence the family's socioeconomic background, and local cultural traditions. These two factors affect the mindset and preference of parents to send their children to “pesantren” rather than to formal schools (Public Secondari School or Madrasah Tsanawiyah). The aspirations of students to continue their education could be improved by means of a synergistic efforts of school managers, the Office of Education and local informal leaders to broaden parents' horizons and increase parental attention towards children's education for the future. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspirasi siswa sekolah dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi aspirasi tersebut. Penelitian dilakukan pada dua Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Pandeglang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara untuk mendeskripsikan persepsi dan keinginan siswa melanjutkan pendidikan. Responden berjumlah 10 siswa kelas 6 (enam) pada tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspirasi pendidikan siswa kelas 6 (enam) beberapa Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Pandeglang untuk melanjutkan studi ke jenjang SMP/MTs tergolong rendah disebabkan oleh faktor internal dan lingkungan. Terdapat dua faktor utama yang berpengaruh yaitu latar belakang sosial ekonomi keluarga, dan tradisi budaya setempat. Ke dua faktor ini berpengaruh pada pola pikir dan preferensi orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren daripada ke sekolah formal (SMP/MTs). Aspirasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs ini dapat ditingkatkan melalui upaya sinergis pengelola sekolah, Kantor Dinas Pendidikan dan pimpinan informal setempat untuk memperluas wawasan orangtua dan meningkatkan perhatian orangtua terhadap pendidikan anak bagi masa depan.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Yusuf Alamsyah
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v20i2.254.2019

Abstract

In today's student learning model, an innovation strategy is needed to improve student learning achievement, including team games tournaments (TGT) and role-playing models. This study aims to determine the differences in Civics learning outcomes between and Role-Playing models, in Madrasah Ibtidaiyah Ulil Amri's 4th-grade students. The design of the experiment is a randomized design to determine the effect of differences between the two models on student learning outcomes. The results showed that the Civics learning outcomes of students using the Team Games Tournament (TGT) learning method and the Role Playing learning method differed significantly. Based on the average mean TGT learning method has better results or values than the Role-Playing method. Dalam model pembelajaran dewasa ini, diperlukan strategi inovatif untuk peningkatan prestasi belajar siswa, diantaranya dengan model pembelajaran Team games tournament dan role playing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dan Role Playing, pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ulil Amri. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap untuk melihat pengaruh perbedaan antara kedua perlakuan terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PKn siswa yang menggunakan metode pembelajaran TGT dan metode pembelajaran Role Playing berbeda secara signifikan. Dilihat dari rata-rata nilai hasil belajar, metode pembelajaran TGT memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan metode Role Playing.
PENGARUH PEMAHAMAN NILAI DASAR ‘ANEKA’ TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA LATSAR CPNS PADA BALAI DIKLAT KEUANGAN MALANG Achmat Subekan; Azwar Iskandar
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.294 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.224.2019

Abstract

The purpose of this research is to know the effect of the understanding of five fundamental subjects of basic training on attitude of partisipants in conducting their task and function as public servant. The subjects are accountability, nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption (ANEKA). This research also want to know which subject that have biggest effect on participant’s attitude. This research use random sampling technique and multiple regression analysis. Data was collected by questionnaire. This research find that the five subjects of training have positive and significant effect on participant’s attitude simultanously. In partially, each of five subjects have different effect (coefficient). Nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption have positive and significant effect. While subject of accountability has negative effect, but not significant. The subject of commitment to quality gives the strongest effect on building and developing participant’s attitude as public servants. The recommendation, the five subjects are need tougth in basic training. Specially, for subject of accountability have to developed again so give positive and significant effect. The developing are about curriculum, substance of subject, and model or method lecturing used. Moreover, the subject of nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption have to tought regularly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman materi pembelajaran lima nilai dasar (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) terhadap sikap peserta pelatihan dalam mengemban fungsi dan tugas. Selain itu, penelitian ini juga hendak mengetahui pemahaman materi dasar mana yang memberikan pengaruh terbesar terhadap sikap peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS. Dengan menggunakan teknik random sampling dan Regresi Linier Berganda melalui instrumen penelitian berupa kuesioner, penelitian ini menemukan bahwa pemahaman materi nilai dasar (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) secara simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembentukan sikap peserta Latsar. Sementara itu, secara parsial, kelimanya memiliki besaran pengaruh (koefisien) yang berbeda-beda. Di antara kelimanya, hanya pemahaman akan materi akuntabilitas yang memiliki pengaruh negatif, tetapi tidak signifikan, sedangkan empat variabel bebas lainnya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Materi Komitmen Mutu memberikan pengaruh paling besar terhadap pembentukan dan penguatan sikap peserta dalam melaksanakan tugas/fungsi sebagai PNS. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah bahwa mata pelajaran Akuntabilitas perlu dilakukan perbaikan sehingga memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dalam mendukung pembentukan dan penguatan sikap peserta Latsar. Perbaikan tersebut perlu dilakukan baik terhadap kurikulum, substansi materi, maupun model atau metode pembelajaran yang digunakannya. Selain itu, mata pelajaran nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan antikorupsi perlu dipertahankan dan terus dikembangkan model pembelajarannya sehingga dapat memberikan pengaruh yang lebih besar dalam membangun sikap peserta Latsar.
MEMBANGKITKAN KOMPETENSI IR 4.0. PADA GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SINGKAT PEMANFAATAN DIGITAL Astri Dwi Jayanti S.
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.542 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.256.2019

Abstract

The digital age drives change in many sectors of life. In this age, correspondence between two continents happens immediately, and knowledge is exchanged and expended rapidly. Teachers as a focal figure in the realm of instruction are required to redress and even decipher these progressions as a methods for facilitating students to secure the 21st century capabilities. In any case, actually, a large number of teachers are hesitant to connect with these changes, particularly those related with the utilization of innovation in instruction and learning. In some developing countries, for example, Indonesia, a great deal of teachers are frustrated with the digital gap, less expertise in applying technology, limited supporting infrastructure, and students’ age variation. This article investigates the impact of short training on digital technology use in education to 29 primary teachers in Jakarta, Indonesia. The training course includes the introduction of the materials on digital learning, followed by assignment of looking for learning resources on the web, and an essay writing as the assessment to finish of the program. The observations and interviews with 7 respondents showed that the activity of the training improved the teachers’ digital literacy, especially in the utilization of technology in education. Era digital menyebabkan perubahan yang signifikan disetiap lini kehidupan. Pada masa ini komunikasi antar dua benua terjadi seketika, realitas dimodifikasi dan dikonsumsi secara cepat. Guru sebagai sosok sentral dalam dunia pendidikan dituntut untuk mengimbangi bahkan menerjemahkan perubahan tersebut sebagai sarana menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi abad 21. Namun pada kenyataanya banyak guru yang segan bersinggungan dengan perubahan ini, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Di beberapa Negara berkembang seperti Indonesia banyak guru yang frustasi karena adanya jurang digital yakni kurang terampil dalam mangaplikasikan teknologi, terbatasnya sarana-prasarana yang mendukung, dan adanya perbedaan usia dengan para peserta didik. Artikel ini mengeksplorasi implikasi dari pelatihan dan pengembangan keterampilan menggunakan teknologi digital yang diberikan kepada 29 guru sekolah dasar di Jakarta, Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari pada bulan Juni 2019, diawali dengan penyajian materi, praktik mencari sumber pembelajaran melalui internet kemudian dilanjutkan dengan pemberian evaluasi berupa soal uraian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan 7 orang guru diketahui bahwa pelatihan yang diberikan berdayaguna dalam meningkatkan literasi digital guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pendidikan.
ANALISIS PENYELENGGARAAN & LAYANAN MATAKULIAH PRAKTEK UNTUK DAERAH 3T A.A Ketut Budiastra; Hanafi Hanafi; Ade Mardiana
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.279 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.259.2019

Abstract

This qualitative descriptive study aimed to analyze the implementation of Professional Capability Strengthening (PKP) courses for undergraduate student teacher of Universitas Terbuka, living in the outermost, frontier, and disadvantaged (3T) areas in Indonesia. A sample of 65 students was selected using a purposive sampling technique from four regions, namely: Lampung, Serang, Bogor, and Mataram. A total of 8 tutors and 4 program coordinators were interviewed to triangulate the data. The results indicates that in general students are successful to complete PKP courses because they were class teachers. In addition, the support of tutors, peers, school principals, and heads of regional technical implementation units (UPTD) are important factors in facilitating the completion of student teachers’ course assignments. During the learning process students reported some diffculties, such as limited reference books, and lack of skills in making reports and operating computers, which needs to be addressed by the academic administration. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganisis penyelenggaraan dan layanan matakuliah praktek Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) untuk mahasiswa yang berada di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 PGSD UT di wilayah 3T di wilayah UPBJJ-UT Lampung, Serang, Bogor, dan Mataram. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposif sampling sebanyak 65 orang di empat UPBJJ-UT tersebut. Sebagai data pembanding 8 orang tutor dan 4 orang koordinator program diwawancarai secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada umumnya mahasiswa tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti matakuliah PKP karena mereka adalah guru kelas. Di samping itu, dukungan tutor, teman sejawat, kepala sekolah, kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) sangat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahannya. Namun demikian, ada beberapa kendala yang dialami mahasiswa, antara lain terbatasnya buku rujukan yang dimiliki dan kurang terampil dalam membuat laporan dan mengoperasikan komputer. Kendala ini perlu mendapat perhatian dan pemecahan oleh pengelola akademik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6