cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Kondisi Perairan dan Struktur Komunitas Plankton di Waduk Jatigede Iin Siti Djunaidah; Lilis Supenti; Dinno Sudinno; Hendria Suhrawardhan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i2.87

Abstract

Penelitian tentang kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede. Sampel diambil dari tiga stasiun pengamatan. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan menggunakan plankton net. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium. Hasil penelitian didapatkan, Genera fitoplankton yang ditemukan di Waduk Jatigede sebanyak 23-26 genera yang mewakili 4 kelas yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, dan Dinophyceae. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 1,284 – 1,673. Hal ini menunjukkan bahwa waduk jatigede memiliki tingkat keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman berkisar 0,436 – 0,607. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1,289 – 2,020.
Manajemen Usaha Pengolahan Abon Ikan Lele (Clarias gariepinus) di P2MKP Jaya Mandiri Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung Indri Tri Setiawati; Sri Ningsih
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.103

Abstract

Abon merupakan makanan tradisional yang biasanya digunakan untuk lauk karena rasanya yang gurih. Abon ikan lele diolah dari daging ikan lele yang berukuran besar (>1 kg) sehingga abon yang diperoleh mempunyai serat seperti abon dari daging sapi. Usaha pengolahan abon ikan lele mempunyai prospek yang besar karena daging ikan lele yang mudah didapat dan orang mulai bergeser mengkonsumsi ikan daripada daging merah seperti sapi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari manajemen usaha pengolahan abon ikan lele. Penelitian dilaksanakan selama selama 21 hari dengan metode magang pada P2MKP Jaya Mandiri Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Data yang diambil adalah data primer yang diambil secara langsung yaitu observasi langsung di lapangan serta melakukan wawancara manajemen usaha pengolahan Abon Ikan Lele di P2MKP Jaya Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan manajemen usaha pengolahan ikan lele tersebut terlaksana dengan baik dimulai dari input produksi, proses produksi, pasca produksi hingga pemasaran. Dari segi analisa usaha yang membuktikan bahwa P2MKP Jaya Mandiri adalah sebuah usaha pengolahan yang layak untuk dijalankan dan dapat menjadi sumber inovasi dan contoh dalam bidang usaha perikanan. Hasil analisa usaha ini bisa dikatakan layak dan dapat dilanjutkan karena dalam produk abon ikan lele ini mendapatkan nilai R/C sebesar 1,29, artinya bahwa setiap pengeluaran biaya sebesar Rp 1,000 maka akan di peroleh tambahan penerimaan sebesar Rp 1,290. Hasil perhitungan secara normal maka usaha ini layak untuk dilanjutkan.
Peranan Pemimpin Informal Terhadap Partisipasi Anggota Peserta Program PEMP di Provinsi Sumatera Barat Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v3i2.10

Abstract

Penelitian tentang peranan pemimpin informal terhadap partisipasi anggota peserta program PEMP dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2008 di tiga Kabupaten Provinsi Sumatera Barat, dengan jumlah responden 33 orang. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi corak peranan yng ditampilkan pemimpin informal, (2) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penampilan peranan pemimpin informal, (3) mendapatkan gambaran pengaruh penampilan pemimpin informal terhadap partisipasi masyarakat mengikuti program, (4) mendapatkan gambaran pengaruh dari partisipasi pada hasil pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat lima karakteristik partisipasi peserta program PEMP tergolong kategori sedang yaitu: pengambil keputusan, pelaksana kegiatan, pengawasan kegiatan, pengembangan kegiatan sosial, dan peningkatan ekonomi masyarakat, sedangkan sebagai penyusun rencana tergolong rendah, dan Partisipasi dalam menikmati hasil kegiatan tergolong tinggi ini menunjukkan bahwa program PEMP memberikan input/hasil yang baik kepada anggota kelompok baik dari segi bantuannya maupun pendampingannya, 2) peranan pemimpin informal dari 7 karakteristik yang dipilih sebagian besar (5 karakteristik) berada pada kategori sedang yaitu: penyadar masalah pemotivasi , pengarah kegiatan , pembina kerjasama , dan penghubung antar system . Sedangkan 2 karakteristik berada pada kategori tinggi diantaranya: pemberi informasi dan pemberi ganjaran , 3) sebagian besar karakteristik pribadi pemimpin informal yaitu: umur, pendidikan formal, lama memimpin, dan empaty berhubungan sangat nyata dengan partisipasi anggota dalam mengikuti program PEMP, hanya satu karakterstik yang menunjukkan tidak berhubungan nyata yaitu asal ketokohan,hal ini disebabkan oleh karena hampir seluruh responden adalah ketua kelompok pembudidaya yang merupakan tokoh informal yang berada pada garis depan pembangunan masyarakat dan merupakan panutan bagi anggota, dan 4) semua karakteristik pada peran pemimpin informal berhubungan sangat nyata dengan partisipasi anggota dalam mengikuti kegiatan PEMP. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemimpin informal dapat menunjukkan perannya secara optimal sehingga tujuan dari program pemberdayaan masyarakat pesisir dapat terealisasi seperti meningkatkan kesejahteraan antara lain dengan cara penguatan modal pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM), pengembangan kultur kewirausahaan (Pedum PEMP 2007).
Kajian Ekonomi Penggunaan Additive Makanan Dalam Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Asep Ahmad Subagio
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.23

Abstract

Pelaksanaan kajian ekonomi penggunaan additive makanan dalam usaha pembesaran ikan nila dilakukan di waduk Cirata, Cianjur dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2010 Kajian ini bertujuan untuk menghitung kelayakan usaha pembesaran ikan nila setelah mengalami perubahan teknologi dengan menambah additive pada pelet yang diberikan pada ikan. Pengkajian ini dilakukan menggunakan rancangan kajian sederhana. Perlakuan yang dilaksanakan pada pengkajian ini adalah menambah additive makanan pada pakan/pelet. Dosis additive yang ditambahkan yaitu 2.5 cc/Kg pelet. selama pengkajian dilakukan sampling sebanyak 5 kali dengan penggunaan sample sebanyak 3 kg, dimana setiap kilogramnya ditimbang berat Biomasanya dan dihitung berat Biomasanya untuk mengetahui berat rata-rat perekor dengan perhitungan berat biomasa dibagi jumlah Biomasa. Sampling dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan ikan yang selanjutnya dihubungkan dengan tingkat efisiensi pakan yang terserap oleh ikan. Analisa ekonomi yang dilakukan meliputi R/C ratio dan B/C ratio yaitu untuk mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan nila dalam KJA dengan perubahan tehknologi berupa penambahan Additive pada pellet. Selama pengkajian diukur laju pertumbuhan ikan dengan hasil menunjukkan bahwa ikan-ikan yang mendapat perlakuan penambahan additive makanan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dengan perbedaan angka laju pertumbuhan mencapai rata-rata sebesar 15,8 gram. Selanjutnya dari sisi analisa R/C ratio dan B/C ratio menunjukan angka yang lebih baik yaitu 1,78 dan 14,45 yang berarti bahwa perubahan teknologi penggunaan additive dapat dijadikan sebagai metoda yang layak digunakan dalam budidaya pembesaran ikan nila.
Analisis Keberadaan dan Kemanfaatan Situ di Jabodetabek Andin H Taryoto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.39

Abstract

Sebagai salah satu potensi wadah sumberdaya air, Situ memiliki peran penting didalam upaya pemanfaatan dan konservasi sumberdaya air. Terdapat indikasi bahwa keberadaan situ saat ini mengalami penurunan fungsi yang sangat drastis. Analisis ini kemudian ditujukan untuk melakukan pengkajian awal terhadap keberadaan dan kemanfaatan situ di wilayah Jabodetabek. Analisis dilakukan dengan telaahan dokumen dan peraturan perundangan yang berlaku. Ditemukan bahwa diperlukan upaya khusus untuk dapat merevitalisasi fungsi dan keberadaan situ dalam konteks konservasi sumberdaya air secara luas.
Kualitas Air dan Komunitas Plankton Pada Tambak Pesisir Kabupaten Subang Jawa Barat Dinno Sudinno; Iis Jubaedah; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.55

Abstract

Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah pesisir dengan luas 333,57 km2 atau sekitar 16% dari luas seluruh Kabupaten Subang, memiliki hutan mangrove dan sangat potensial untuk pengembangan usaha budidaya. Telah dilakukan penelitian di tambak silvofishery kawasan pesisir Kabupaten Subang pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Kualitas air pada Tambak Silvofishery dan bagaimana komunitas plankton pada Tambak Silvofishery Pesisir Kabupaten Subang Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengamatan dilakukan pada 6 (Enam) stasiun pengamatan di Kecamatan Blanakan. Analisa Data terdiri dari analisis kualitas air dan indeks diversitas plankton. Hasil penelitian menunjukan Parameter kualitas air suhu, salinitas, pH, kecerahan, TSS, NO2, NO3, PO4 , DO, BOD dan COD nilainya di semua stasiun memenuhi nilai baku mutunya masing-masing. Sedangkan parameter NH3 dan NO3 di semua stasiun telah melebihi nilai baku mutunya masing masing. Komunitas plankton pada 6 (enam) stasiun pengambilan contoh di tambak Subang mendapatkan data plankton secara keseluruhan berjumlah 13 jenis, terdiri dari 10 jenis fitoplankton dan 3 jenis zooplankton. Pada masing-masing stasiun menunjukkan bahwa jumlah taksa berkisar antara 6 hingga 13 jenis, dengan kelimpahan total berkisar antara 400 hingga 2020 individu/liter. Hasil penghitungan indeks diversitas menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman komunitas plankton pada tambak yang bermangrove secara keseluruhan tergolong rendah yakni dari 1,2299 sampai 1,2731. Sedangkan pada tambak yang tidak bermangrove secara keseluruhan tergolong sangat rendah yakni dari 0,3509 sampai 0,7374. dan Fitoplankton yang mendominasi adalah divisi Chrysophyta.
Margin Tata Niaga Cumi-Cumi di Koperasi Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Paidi Paidi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar, margin dan efisiensi tataniaga ikan cumicumi di TPI KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Kecamatan Belanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif serta dilakukan dengan studi kasus, dari bulan juni-juli 2014. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Sasaran diambil secara porposional yang terdiri dari TPI KUD Mandiri mina fajar sidik (saluran I), pedagang pengumpul, (saluran II) dan pedagang pengecer (saluran III). Pengolahan data dilakukan dengan kuantitatif maupun pendekatan kualitatif. Struktur pasar berupa pasar heterogen, dalam hal ini KUD Mandiri sebagai penentu harga paling kuat. Hal ini berdampak pada besarnya margin yang berbeda-beda, akibat dari struktur dan perilaku pasar, sehingga berakibat keuntungan yang tidak merata atau tidak efisien.
Tingkat Konsumsi Ikan di Indonesia: Ironi di Negeri Bahari Iin Siti Djunaidah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.82

Abstract

Ikan sebagai bahan pangan di Indonesia memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: sebagai sumber nutrisi esensial, white meat, bersifat universal, harga relatif murah, proses produksi relatif singkat, serta suppy lokal. Tingkat konsumsi ikan di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan potensi sumber daya perikanan yang dimiliki. Angka konsumsi ikan pada tahun 2010 sebesar 30,48 kg/kap/th, meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 38,1 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,78%. Penyediaan ikan pada tahun 2010 sebesar 38,39 kg/kap/th dan meningkat menjadi 51,8 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,85%. Penyebab rendahnya konsumsi ikan diantaranya adalah kurangnya pemahamn masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi ikan, kurang lancarnya distribusi ikan, belum optimalnya sarana dan prasarana serta mitos yang berkembang di masyarakat. Regulasi perikanan diantaranya UU No 31 thn 2004 tentang Perikan jo UU No 45 th 2009 , UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan serta INPRES No. 1 tahun 20 17 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Determinasi Peran dan Strategi Pengembangan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan di Kalimantan Selatan Fahrur Razi; Ainun Mardiyah; Adang Kasmawijaya
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.98

Abstract

Pengkajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain eksploratori dalam penentuan prioritas terhadap peran dan alternatif strategi pengembangan P2MKP didasarkan atas bobot prioritas atau kepentingannya dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Keterpaduan antara program pelatihan P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan” merupakan strategi yang paling diprioritaskan dalam membangun sinergitas P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan perikanan, dengan bobot 31,52%, kemudian strategi “pengikutsertaan koordinator penyuluh daerah sebagai pembina P2MKP”, dengan bobot 28,56% sebagai prioritas kedua, dan strategi “sebagian instruktur berasal dari penyuluh perikanan” dengan bobot 24,17% sebagai strategi prioritas ketiga dalam membangun sinergitas P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Dari beberapa strategi pengembangan P2MKP yang dapat dilakukan dalam rangka mendukung proses peningkatan kompetensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan: Strategi “pengikutsertaan/ peningkatan peran penyuluh perikanan” merupakan strategi pengembangan P2MKP yang paling diprioritaskan, kemudian strategi “optimalisasi penyelenggaraan pelatihan” sebagai prioritas kedua, dan strategi “pembangunan kemitraan strategis” sebagai strategi prioritas ketiga.
Pengaruh Pendekatan Kelompok Terhadap Keberdayaan Pembudidaya (Kasus di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ani Leilani; Aan Hermawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.18

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pendekatan kelompok terhadap keberdayaanpembudidaya dilakukan pada Bulan Juli sampai dengan September 2010 di KabupatenSleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah responden 38 orang.Penelitian ini bertujuan : 1) Menentukan distribusi kelompok pembudidaya diKabupaten Sleman pada sejumlah karakteristik yang diamati; dan 2) Menentukanhubungan antara karakteristik kelompok pembudidaya dan pendekatan kelompokdengan keberdayaan pembudidaya di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa : 1) Kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman dalam menjalankanfungsinya masih dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan fungsi kelompok sebagaiwadah belajar mengajar, produksi dan wahana kerjasama belum dapat dijalankan secaraoptimal. Intensitas kunjungan penyuluh ke lapangan dan kelompok pembudidaya jugabelum secara intens dilakukan; 2) Keberdayaan pembudidaya melalui pendekatankelompok yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan dansikap; Peningkatan produksi; dan Kemandirian pembudidaya dalam pengambilankeputusan termasuk dalam kategori sedang; 3) Karakteristik pembudidaya (umur,pendidikan formal, pendidikan non formal, pekerjaan, luas lahan yang dikelola,pengalaman usaha, tingkat pendapatan, status sosial pembudidaya dan motivasi sertapartisipasinya dalam kegiatan penyuluhan) menunjukkan tidak berpengaruh nyataterhadap keberdayaan pembudidaya; 4) Pendekatan kelompok memiliki pengaruh yangsangat nyata terhadap keberdayaan pembudidaya terutama dalam peningkatanpengetahuan keterampilan sikap pembudidaya, peningkatan produksi dan kemandirianpembudidaya dalam pengambilan keputusan.

Page 6 of 24 | Total Record : 234