cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Analisis Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Budidaya Ikan Lele Sangkuriang pada Kelompok Ranca Kembang di Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Abdul Hanan; Walson H Sinaga; Nayu Nurmalia; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.34

Abstract

Pengalaman usaha bidang perikanan pada responden berhubungan erat sapai pada pada tahap mencoba inovasi, sedangkan tingkat keinovatifan responden berhubungan erat sampai pada tingkat menerapkan inovasi yang dianjurkan. Umur responden. Lama pendidikan, dan tingkat kekosmopolitan tidak berhubungan erat dengan tingkat adopsi inovasi ikan lele sangkuriang.Peranan penyuluh perikanan sangat berhubungan erat sampai tahap mencoba dan berhubungan erat pada tahap menerapkan para responden terkait inovasi yang dianjurkan yaitu budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Sedangkan peranan ketua kelompok sangat berhubungnha erat sampai tahap menilai inovasi yang dianjurkan bagi para responden. Peranan dinas perikanan dan peranan media massa kurang berhubungan erat dengan tingkat adopsi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal. Karakteristik inovasi berupa keuntungan relatif budidaya ikan lele sangkuriang dibandingkan inovasi lainnya (budidaya pertanian), keselarasan dengan kondisi lingkungan responden berhubungan sangat erat sampai pada tahap minat responden pada inovasi tersebut. Budidaya ikan lele sangkuriang dianggap tidak rumit diterapkan/dipraktekan oleh responden sangat berhubungan erat bagi responden untuk berminat dan sampai menghitung untung rugi dari inovasi tersebut (tahap minat). Budidaya ikan lele sangkuriang dengan karakteristik yang mudah diamati hasilnya oleh responden berhubungan erat pada tahap minat pada responden dan berhubungan sangat erat pada tahap mencoba. Namun demikian berdasarkan hasil analisis ciri inovasi teknologi budidaya ikan lele sangkuriang pada kolam terpal dengan ciri yang mudah dan cepat diamati yang berhubungan sangat erat kecepatan adopsi sampai tahap mencoba, sedangkan ciri inovasi lainnya baru sampai rata-rata pada tahap mminat.
Analisis Pengembangan Industri dan Persepsi Kepala Desa di Kawasan Peruntukan Industri: Kasus di Kabupaten Karawang Andin H Taryoto; Kamsiah Kamsiah; Ina Restuwati; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.50

Abstract

Perkembangan perekonomian suatu negara berkembang secara umum diwarnai kecenderungan perubahan dari dominasi sektor pertanian menuju dominasi sektor industri dan jasa. Secara administrasi pemerintahan, kecenderungan ini akan juga terjadi sejak dari tingkat propinsi sampai dengan tingkat desa. Kepala Desa sebagai pimpinan Desa dinilai memiliki peran strategis dalam menyikapi perkembangan tersebut. Analisis dengan demikian ditujukan untuk mengidentifikasi sejauh mana persepsi dan tindakan Kepala Desa desa dalam konteks ini. Kabupaten Karawang dipilih mengingat posisinya sebagai salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai Wilayah Pengembangan Industri di Jawa Barat. Pengembangan industri dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat desa. Namu demikian tidak dipungkiri pula bahwa terdampat sejumlah dampak negatif yang harus dihadapi.
Analisis Pengelolaan Penangkapan Ikan kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) secara Berkelanjutan di Perairan Selat Lombok Bunyamin, Bunyamin; Hadi, Wahono; Hasan, Otie DS
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i3.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa parameter aspek biologi reproduksi ikan kembung, menentukan status keberlanjutan pengelolaan ikan kembung berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan etika serta menentukan strategi pengelolaan ikan kembung.Waktu penelitan mulai dari bulan Januari sampai Maret 2016, dilakukan melalui metode pendekatan survey. Pengambilan sampel ikan dilakukan secara random sampling. sedangkan penentuan respoden nelayan dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menujukkan Pola pertumbuhan ikan kembung lelaki baik yang jantan maupun betina bersifat allometrik negatif. Nisbah kelamin menunjukkan kondisi seimbang dengan perbandingan 1:1.Tingkat kematangan gonadnya yang dominan ditemukan TKG 4 sebanyak 31,66%, TKG III sebanyak 30%, ini diduga bahwa ikan kembung pada bulan tersebut sedang dalam proes pemijahan. Status keberlanjutan pengelolaan ikan kembung hasil MDS- RAPFISH sebesar 52 dengan status cukup berkelanjutan pada skala sustainabilitas 0-100. Nilai indeks keberlanjutan menunjukkan bahwa apabila pegelolaan dan pemanfaatan tetap seperti saat ini maka kegiatan penangkapan ikan kembung akan tetap berkelanjutan.Strategi pengelolaan diantaranya mengatur pembuangan limbah atau sampah pencemaran, mengatur daerah penangkapan, membatasi upaya penangkapan, meningkatkan pendidikan dan pegetahuan nelayan terhadap kelestarian lingkungan, revitalisasi aturan pengelolaan berdasarkan kearifan lokal, dan meningkatkan peranan penyuluhan perikanan.
Hubungan Karakteristik Pembudidaya Ikan terhadap Adopsi Inovasi Pakan Alami Ikan di Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang Darwita, Nisfi; Danapraja, Sopiyan; Leilani, Ani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i3.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keeratan hubungan karakteristik pembudidaya terhadap tingkat adopsi inovasi pakan alami ikan (2) mengetahui tingkat adopsi inovasi berdasarkan kelas kelompok. Penelitian dilakukan di Kelompok Mina Mukti dan Kelompok Cipta Rasa Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, pada bulan Februari sampai Mei 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik pembudidaya seperti umur, pendidikan, lama usaha, luas lahan dan pendapatan berhubungan dengan tingkatadopsi inovasi pakan alami ikan; (2) Tingkat adopsi inovasi pada kelompok madya (Mina Mukti) lebih tinggi dibandingkan kelompok pemula (Cipta Rasa). 
Karakteristik Mutu Dan Pemasaran Ikan Pindang Tongkol di Kota Bogor Sobariah, Sobariah; Suhrawardhan, Hendria; Yudistira, Alvi Nur
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i1.13

Abstract

Pemikiran dasar yang digunakan dalam kajian ini adalah apakah ikan pindang yang selama ini dikonsumsi di wilayah Bogor, masih tergolong ikan pindang yang memiliki mutu baik sesuai karakteristik mutu ikan pindang dan sejauhmana tingkat pemasaran untuk ikan pindang yang ada di dua pasar, yaitu pasar Anyar dan pasar Bogor.ini dapat tergolong ikan pindang yang di pasarkan secara dominan. Pengujian mutu ikan pindang dilakukan dengan uji organoleptik, uji kadar air, uji kadar lemak serta identifikasi pemasaran ikan pindang pada pemasok ikan pindang di wilayah Bogor. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada uji mutu ikan pindang ( uji organoleptik dan uji kadar air) dengan parameter : penampakan diperoleh nilai rata-rata nlai 6,4% fostur tubuh ikan, utuh, besih agak kurang rapih dan agak menarik. Parameter aroma memperoleh nilai rata-rata 7.5% harum, hampir netral, Rasa sangat enak dan gurih dengan rata-rata nilai 7.6 %, Konsistensi dengan nilai 7.8 % untuk daging ikan diperoleh, padat, kompak, lentur, agak lembab. Untuk lendir yang dikeluarkan tubuh ikan agak tipis, tidak jelas, dan tidak berbau dengan nilai 8.3 % sedangkan kapang diperoleh nilai rata-rata 9.0 % untuk ikan pindang yang diuji ternyata kapang tidak ada. Dari hasil identifikasi pemasaran ternyata dipasar Anyar dan Pasar Bogor jumlah ikan pindang tongkol yang diserap konsumen sebanyak 5000 kg(5 ton) perhari dengan jumlah penjual sebanyak 14 orang. Jadi dilihat dari hasil pemasaran ikan pindang tongkol pada pasar yang ada diwilayah Bogor dan sekitar, ikan pindang tongkol sangat dominan atau menduduki pasaran tertinggi dibandingkan ikan pindang lain.
Hubungan Karakteristik Pelaku Utama Perikanan dengan Kebutuhan Materi Penyuluhan Perikanan (Studi Kasus di Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah Abdul Hanan; Walson H Sinaga; Nayu Nurmalia
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v6i1.29

Abstract

Beberapa faktor internal pembudidaya ikan di Kabupaten Purbalingga seperti tingkat kekosmpolitan dan tingkat keinovatifan merupakan karakteristik yang sangat berkorelasi dengan tingkat kebutuhan para pembudidaya terhadap kebutuhan informasi penyuluhan perikanan. Karateristik tersebut yang sangat membantu kreatifitas penyuluh perikanan dalam menyiapkan materi penyuluhan perikanan.  Totok Mardikantoro (1991) membedakan ada tiga macam materi penyuluhan berdasarkan sifatnya yaitu: 1) Yang berisikan pemecahan masalah yang sedang dan akan dihadapi, materi yang berisikan pemecahan masalah merupakan kebutuhan utama yang diperlukan oleh pelaku utama perikanan sebagai sasaran penyuluhan. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan penyuluhan, materi ini harus diutamakan terlebih dahulu sebelum materi-materi yang lainnya; 2) Yang berisikan petunjuk atau rekomendasi, yang harus dilaksanakan materi penyuluhan yang berupa petunjuk/rekomendasi yang harus dilaksanakan, sering kali sangat diharapkan oleh masyarakat sasaran, meskipun kurang memperoleh prioritas dibandingkan materi yang berisi pemecahan masalah. Karena itu materi ini hanya dibatasi pada petunjuk/rekomendasi yang harus segera dilaksanakan; 3) Materi yang bersifat instrumental.  Materi penyuluhan seperti ini tidak harus dikonsumsi dalam waktu cepat, tetapi merupakan materi yang perlu diperhatikan dan mempunyai manfaat jangka panjang.  Apapun materi penyuluhan yang disampaikan oleh seorang penyuluh, pertama-tama harus diingat bahwa materi tersebut harus selalu mengacu kepada kebutuhan yang telah dirasakan oleh masyarakat sasarannya. Keragaman sasaran yang dihadapi menjadi kendala bagi penyuluh dalam menentukan materi penyuluhan.
Kajian Pemasaran Ikan Patin Asap di Kabupaten Bogor Jawa Barat (Studi Kasus Animo Masyarakat Kabupaten Bogor Terhadap Konsumsi Produk Ikan Patin Asap) Suratman, Suratman; Sobariah, Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.45

Abstract

Kajian pemasaran ikan patin asap di Kabupaten Bogor Jawa Barat studi Kasus Animo Masyarakat Kabupaten Bogor terhadap Konsumsi Produk Ikan Patin Asap gambaran tentang konsumen yang sering mengubah – ubah keinginan dan implikasi– implikasi penting dalam keputusan pemasaran, dewasa ini lingkungan pemasaran disadari atau tidak oleh pelaku pasar/bisnis cendrung berubah lebih cepat dan kompleks dibandingkan beberapa dasawarsa sebelumnya. Kondisi ini bisa dipahami karena dunia bisnis selalu berubah secara dinamis sehingga pemasar perlu berada dalam jarak yang dekat dengan konsumen dan mengetahui tingkah laku konsumen yang dilayani. Keadaan ini juga dimotori oleh adanya globalisasi perdagangan dan perkembangan teknologi yang menjadi faktor gerak. Faktor perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang kebutuhan sehari-hari semakin cenderung bervariasi dan berubah dengan cepat. Konsumen dapat dengan mudah beralih ke sumber protein yang diinginkan karena tawaran produk yang semakin banyak, yang tidak hanya berasal dari suatu sumber protein hewani yang bersaing dalam segi harga, kualitas dan kuantitas. Manajer perlu memiliki kemampuan untuk melihat lebih dulu sebelum melangkah atau “look before you leap” Mengkaji pengaruh motivasi konsumen secara individu terhadap daya beli dan konsumsi ikan patina asap di kabupaten Bogor, dengan menganalisis marjin tataniaga dalam penyebarannya pada setiap lembaga perantara yang terlibat pada sistem pemasaran yang dilakukan. Namun perilaku konsumen dapat dimengerti, walau tidak sempurna, maka melalui penelitian ini tetap diusahakan dan didesain yang digunakan dengan tepat dapat menurunkan risiko kegagalan pemasaran secara berarti. Perilaku konsumen yang mempengaruhi indikator dari profitabilitas usaha yaitu investasi usaha berdasarkan data statistik yang diperoleh dari hasil penelitian hanya motivasi yang menunjukkan tingkat signifikan pada taraf nyata 0.1 dengan tingkat kepercayaan 99 %, sedangkan persepsi, gaya hidup dan kelas social menunjukkan ketidak signifikanannya terhadap indikator profitabilitas usaha, namun pada dasarnya dari hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh positif (signifikan) dari perilaku konsumen sebagai indevenden variabel secara individu terhadap jumlah penjualan ikan patina sap di kab, Bogor keempat indikator tersebut saling menunjang dan terkait erat dalam mempengaruhi profitabilitas pejualan ikan patin asap di kab. Bogor
Daya Dukung Perairan Untuk Budidaya Udang Vannamei Sistim Semi Intensif Dalam Pemanfaatan Wilayah Pesisir Kabupaten Pemalang Anas, Pigoselpi; Sudinno, Dinno; Jubaedah, Iis
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i2.61

Abstract

Kajian kesesuaian lahan dan daya dukung perairan untuk budidaya udang vannamei sistem semi intensif dalam rangka pemanfaatan wilayah pesisir Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah telah dilakukanpada bulan Agustus – Oktober 2014 di kabupaten Pemalang yang merupakan salah satu daerah pendukung perikanan di Pantai Utara Jawa, yang memiliki perairan potensi untuk daerah budidaya udang.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesesuaian lahan dan daya dukung kawasan pesisir untuk pengembangan budidaya udang Vanammei di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang.Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan berdasarkan studi kasus yaitu pemanfaatan lahan di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang untuk kegiatan budidaya udang, Analisa Data terdiri dari analisis kesesuaian lahan dan analisis daya dukung kawasam pesisir. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan perhitungan kesesuaian lahan, nilai total kategori kesesuaian lahan pesisir Kabupaten Pemalang adalah 448 dengan kategori Sesuai (S2) untuk pertambakan, sedangkan hasil penghitungan daya dukung kawasan pesisir, luas tambak untuk budidaya udang semi intensif yang dapat digunakan diwilayah pesisir Kabupaten Pemalang seluas 129,6 Ha dengan total produksi maksimum sebanyak 259,2 ton / MT.
Persepsi dan Partisipasi Nelayan terhadap Kawasan Konservasi di Pangandaran, Jawa Barat Danapraja, Sopiyan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i2.72

Abstract

Peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Kabupaten Ciamis ditujukan untuk meyakinkan masyarakat akan manfaat perlindungan kawasan tersebut. Karenanya peran serta masyarakat harus dilibatkan pada perencanaan, pelaksanaan, pemecahan kendala dan berbagai kemungkinan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian mengkaji hubungan karakteristik dengan persepsi dan partisipasi masyarakat, persepsi dan partisipasi dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut (KKL) Kabupaten Ciamis. Metode penelitian adalah survei melalui analisis korelasi dan multivariat. Responden 72% di antaranya memiliki persepsi baik (setuju) terhadap pengelolaan KKLD. Persepsi yang baik ditunjukan terhadap program (64,9%), pelaksanaan (55,8%), pemecahan kendala (55,7%) dan manfaat (62%).
Profil Aktivitas Ekonomi Masyarakat Perikanan sekitar Waduk di Jawa Barat Supena, M Harja
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar waduk. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan Tehnik Purposive Sampling, yaitu sampel dilakukan terhadap pelaku utama perikanan yang ada di 5 waduk (Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata,Waduk Saguling,Waduk Jatigede, dan Waduk Darma). Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang berisi open dan close question. Dalam pengolahan data dilakukan penetapan nilai (skor) terhadap setiap pertanyaan yang berada dalam setiap sub sistem usaha. Hasil penelitian terhadap 5 waduk yang ditinjau dari 5 sub sistem usaha (sarana produksi, produksi, pasca produksi, pemasaran, dan layanan pendukung) diperoleh nilai (skor) sebagai berikut: Waduk Jatiluhur (10,96), Waduk Cirata (9,24), Waduk Saguling (10,86), Waduk Jatigede (9,32), dan Waduk Darma (8,92). Dari hasil penilaian tersebut, maka diperoleh gambaran tentang profil aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar waduk. Semoga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk menambah kepustakaan dan pengembangan pengetahuan tentang profil aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar waduk.

Page 7 of 24 | Total Record : 234