cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Perencanaan Skenario untuk Pembangunan Desa Tertinggal: Sebuah Telaah Kritis Ratnadila, Nila Sylvi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.104

Abstract

Perencanaan skenario adalah salah satu alternatif manajemen strategis yang mempertimbangkan apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan. Pembangunan daerah adalah suatu proses, upaya, dan upaya untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan daerah yang merupakan bagian integral dan bagian dari pembangunan nasional. Kegiatan perencanaan skenario dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, analisis kekuatan pendorong pembangunan desa yang kurang berkembang. Kedua, analisis perencanaan skenario yang mungkin terjadi di masa depan, dan yang terakhir adalah analisis strategi yang dapat diambil untuk setiap skenario yang dapat terjadi di masa depan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengakuan Terhadap Keberadaan dan Fungsi Pemimpin Opini (Kasus Pada Pembudidaya Ikan Kolam Jaring Apung (KJA) di Blok Coklat Waduk Cirata Cianjur Jawa Barat) Abdul Hanan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v5i1.24

Abstract

Kredibiltas, daya tarik dan kemampuan seseorang merupakan karakteristik yang berhubungan dengan diakuinya seseorang sebagai sumber pendapat disuatu masyarakat. Seringnya seseorang dijadikan sumber pendapat baik pada satu aspek atau beberapa aspek inilah yang memunculkan adanya pemuka pendapat (Pemimpin Opini) pada suatu komunitas masyarakat. Diakuinya seseorang sebagai Pemimpin Opini pada bidang perikanan karena fungsi yang dijalankannya antara lain: (1) membantu pelaku utama perikanan dalam mencapai tujuan usahanya; (2) memperlancar komunikasi antar pelaku utama perikanan; (3) meningkatkan motivasi dalam berusaha; (4) membantu memperlancar fasilitas usaha; (5) membantu memecahkan masalah yang dihadapi pelaku utama. Hasil penelitian yang dilakukan di Blok Coklat Waduk Cirata terhadap komunitas pembudidaya ikan di Kolam Jaring Apung (KJA) dengan metode Sosiometri dari 8 (delapan) orang yang merupakan sumber pendapat usaha buddaya ikan KJA, ada 2 (dua) yang merupakan paling banyak dan paling sering dimintai pendapat oleh para pembudidaya ikan KJA untuk menjalankan usahanya. Berdasarkan hasil analisis korelasi Rank Spearmant bahwa terdapat hubungan yang erat dan sangat erat diakuinya seseorang sebagai pemimpin Opini dengan fungsi Pemimpin Opini.
Pengaruh Kedinamisan Suatu Kelompok Terhadap Fungsi Kelompok (Studi Kasus Pada Kelompok Perikanan di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat) Abdul Hanan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.56

Abstract

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa usia kelompok 63,3% pada rata-rata 3,7 tahun, kelas kelompok menunjukkan 43,3% berada pada kelas yang tinggi (utama), namun yang berada di kelas pemula juga persentasenya mencapai 36,6%. Jika dirata-ratakan maka kelas kelompok di Kabupaten bekasi pada kelas madya. Sebanyak 80% dari kelompok perikanan, jumlah anggota dengan rata-rata 25 orang. Unsur dinamika kelompok pada interval 53,4 % - 93,3%. Namun demikian pada unsur “Suasana Kelompok” tidak ada kelompok yang katagorinya baik, dan pada unsur dinamika kelompok “Keberhasilan kelompok tidak ada kelompok dengan katgori rendah. Nilai Korelasi Faktor Internal kelompok dan tiga fiungsi kelompok memperlihatkan unsur “tekanan pada kelompok” berhubungan erat dengan fungsi kelompok sebagai unir produksi (0,378), Sedangkan unsur Keberhasilan kelompok ternyata berhubungan erat dengan berfungsi baiknya kelompok sebagai kelas belajar (0,400) dan berhungan sangat erat pada unit kerjasama (0,771). Nilai Korelasi delapan unsur dinamika kelompok hanya unsur” pengembangan dan pemeliharaan kelompok yang berhubungan erat dengan usia kelompok (0,393). Sedangkan usur dinamika kelompok lainnya tidak begitu erat hubunganya dengan berfungsi atau belum berfungsinya suatu kelompok perikanan.Nilai Korelasi Antar Unsur Dinamika Kelompok memperlihatkan bahwa tujuan kelompok berhubungan sangat erat dengan struktur kelompok (0,378) dan unsur pengembangan dan pemeliharaan kelompok (0,503). Sedangkan unsur pengembangan kelompok berhubungan erat dengan terbentuknya suasana kelompok yang kondusif (0,422) Nilai Korelasi Antar Fungsi Kelompok menunjukkan bahwa bila kelompok sebagai unit usaha bersama berfungsi dengan baik, maka fungsi sebagai kelas belajarpun akan berfungsi dengan baik, dan demikian sebaliknya. Sedangkan fungsi kelompok yang lain tetap masih ada hubungan yang timbal balik namum pada kasusu kelompok perikanan di Kabupoaten bekasi belum memperlihatkan keeratan yang kuat antar fungsi kelompok sebagai kelas belajar dengan sebagai unit produksi.
Peran Kearifan Lokal Suku Bajo dalam Mendukung Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kabupaten Wakatobi Esti Hasrawaty; Pigoselpi Anas; Sugeng Hari Wisudo
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekosistem perairan di Taman Nasional Laut Wakatobi,menganalisis efektivitas implementasi kearifan lokal nelayan Suku Bajo dan perannya dalam pengelolaan sumberdaya perikanan sebagai upaya mendukung pengelolaan kawasan konservasi.Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Konservasi Kabupaten Wakatobi diwakili oleh Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Kecamatan Kaledupa mulai dari bulan Januari-Maret 2016. Lokasi dipilih secara sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan Focus Groups Discustion (FGD). Pengamatan persentase tutupan karang di lokasi pengamatan dilakukan dengan metode transek garis segmen atau Point Intercept Transec (PIT). Pengamatan lamun dilakukan secara langsung pada masing-masing transek pada stasiunnya, kemudian dilakukan identifikasi dan pencatatan terhadap jenis lamun yang ditemukan.Implementasi kearifan lokal nelayan Suku Bajo dapat dikatakan efektif pada beberapa stasiun yang ditujukan dengan kondisi karang yang masih terjaga. Kearifan Lokal Suku Bajo antara lain: tuba dikatutuang larangan penangkapan dalam jumlah besar di area ini dan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Parika merupakan sistem kelembagaan bertindak sebagai penentu waktu penangkapan dan tempat penangkapan.
Sebaran Infeksi Ektoparasit pada Ikan Mas di Jaring Apung Jatiluhur, Cirata, Saguling, Jatigede, Darma, Provinsi Jawa Barat Yuke Eliyani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan infeksi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara di jaring apung Jatiluhur, Cirata, Saguling, Jatigede serta Darma Provinsi Jawa Barat, pada bulan Agustus 2017. Identifikasi dan analisa ektoparasit dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Akuakultur, Institut Pertanian Bogor. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 10 jenis ektoparasit yang ditemukan, yaitu Trichodina sp., Ichthyophthirius multifilis, Epistylis sp., Vorticella sp., Argulus sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp., Diplozoon sp., Heterobothrium sp. Dari 19 ektoparasit ini, terdapat 4 jenis ektoparasit yang ditemukan di semua lokasi penelitian yaitu: Trichodina sp., Diplozoon sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp; dengan kisaran nilai prevalensi (%) 10 – 100; nilai intensitas sebesar 1 – 225,2; dan rentang nilai dominansi % sebesar 0,05 – 93,39.
Telaahan Ulang Ciri-Ciri Manusia Indonesia Andin H Taryoto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.19

Abstract

Secara kontroversial pada tahun 1977 Mochtar Lubis menyebut manusia Indonesia sebagai Munafik, enggan bertangggungjawab atas perbuatannya, feodal, percaya takhyul, artistik, dan lemah karakternya . Setelah waktu berjalan lebih dari 30 tahun, dinilai perlu untuk mengkaji apakah benar ciri-ciri manusia Indonesia adalah seperti itu. Hasil kajian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran ciri-ciri manusia Indonesia, meskipun masih saja mengarah pada disebutkannya ciri-ciri yang lebih bersifat negatif. Munculnya ciri Brutal, sementara ciri Ksatria tidak dipilih oleh satupun responden, menunjukkan bahwa ciri-ciri kehidupan manusia Indonesia cukup memprihatinkan. Diperlukan langkah-langkah khusus untuk mengembalikan citra kesopanan dan kesantunan manusia Indonesia. Pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan penyuluhan perikanan perlu secara baik mengintegrasikan pemahaman tentang ciri-ciri manusia Indonesia didalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Dengan demikian penyuluhan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Persepsi Pelaku Usaha Perikanan Terhadap Kinerja Penyuluh Perikanan Nayu Nurmalia; Ani Leilani; Azam B Zaidy
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.35

Abstract

Penelitian mengenai persepsi pelaku usaha terhadap kinerja penyuluh perikanan dilakukan pada bulan April sampai bulan Mei 2011. Lokasi penelitian di 11 provinsi yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Jumlah responden sebanyak 89 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha perikanan terhadap kinerja penyuluh perikanan. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan penyuluh masih sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha, materi yang dibutuhkan terkait dengan peningkatan produksi usahanya, dan cara yang diinginkan pelaku usaha adalah penyuluh dapat memberi contoh usaha perikanan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Sobariah Sobariah; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.51

Abstract

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja pegawai fungsional pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, terdapat berbagai faktor yang perlu mendapat perhatian, antara lain motivasi dari para pegawai yang bekerja di instansi tersebut maupun mengembangkan karier yang dirasakan oleh pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. akan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Tingginya motivasi dari para pegawai di instansi tersebut akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga berdampak positif dalam lingkungan eksternal instansi yakni peningkatan kepercayaan masyarakat dalam memberikan penyuluhan maupun transfer teknologi di bidang pertanian.umumnya dan perikanan khususnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian mengenai MOTIVASI dan KEPUASAN KERJA PENYULUH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja penyuluh di Badan Ketahanan5) Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, hasil pengolahan data terhadap variabel bebas Motivasi (X1) dan variabel terikat Kepuasan Kerja (Y) dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil uji t variabel Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5,301 dan ttabel sebesar 1,96 pada level significants 0,05 dan probabilitas 0,000. Hal ini berarti thitung = 5,301 > ttabel = 1,96, maka H0 ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan. 2. Koefisien korelasi Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan adalah 0,892 sehingga diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,795 atau 79,5%. Hal ini berarti bahwa faktor-faktor lain di luar yang tidak diteliti namun berpengaruh juga adalah sebesar 20,5%.
Analisis Marjin Tata Niaga Ikan Lemadang dan Ikan Terisi di TPI Mina Fajar Sidik, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i3.78

Abstract

Dari sekian banyak jenis ikan hasil perikanan tangkap di TPI Mina Fajar Sidik, ternyata Ikan Lemadang dan Terisi termasuk jenis ikan yang hasil tangkapannya cukup banyak. Disamping itu, kedua jenis komoditas inipun mempunyai nilai yang cukup ekonomis. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dikaji fungsi-fungsi tataniaga seperti: fungsi pertukaran (exchanged function), fungsi fisik (fhysical function), dan fungsi penunjang (facilitating function) agar kondisi ikan tersebut sampai kepada konsumen dalam kondisi segar dan harga yang sesuai. Penelitian dilakukan di Tempat Pelelangan IKan (TPI) Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Ruang lingkup penelitian di fokuskan kepada kedua jenis ikan tersebut yaitu Ikan Lemadang dan Terisi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis efisiensi tataniaga dilakukan dengan megetahui marjin tataniaga dari kedua jenis ikan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi tataniaga Ikan Lemadang dan Terisi di TPI Mina Fajar Sidik Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tataniaga kedua jenis komoditas ini adalah “tidak efisien”.
Persepsi Nelayan terhadap Larangan Penggunaan Alat Tangkap Dogol di Kelurahan Manggar Baru Kecamatan Balikpapan Timur Lilis Tiani; Elly Purnamasari; Said Abdusysyahid
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i3.94

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap terhadap larangan penggunaan alat menangkap nelaya Dogol (Trawl Hela). Penelitian ini dilakukan selama lima bulan mulai bulan Desember 2016 sampai Juni 2017 di Kabupaten Manggar New Sub Balikpapan Timur. Sampel yang diambil berdasarkan metode proportional random sampling Proportionate ditentukan oleh rumus slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi nelayan terhadap peraturan menteri tentang larangan penggunaan alat tangkap Dogol (Trawl Hela) dan indikator pengetahuan menempati kategori tinggi (skor 424), indikator kesadaran akan kategori tersebut adalah ( skor 327) dan ketertarikan pada indikator kategori rendah (skor 264) dan sikap nelayan mengambil tindakan terhadap peraturan yang melarang penggunaan alat tangkap nelayan Dogol tidak mau beralih ke alat seperti penangkapan lainnya Trammel net Perikanan, Jaring Gill, rawai dan Departemen Kelautan akan menyarankan pengganti alat penangkapan Dogol. Hal ini karena nelayan menganggap alat pengganti alat tangkap ini dianggap sebagai alat tangkapan musiman sehingga membawa hasil jauh lebih bermanfaat untuk menggunakan alat tangkap Dogol.

Page 8 of 24 | Total Record : 234