cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023" : 20 Documents clear
Can the intensity of playing online games affect interest in learning? Siti Nur Faizatul Iqlimah; Hazim Hazim
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11515

Abstract

The different levels of student interest in learning and also the influencing factors, including of playing online games. How often the students spend their time playing online games and whether or not they have high interest in learning. This research aims to determine the relationship between the intensity of playing online games and students interest in learning at MI Darul Fikri Wonoayu. The hypothesis of this research is that there is a relationship between the intensity of playing online games and students interest in learning at MI Darul Fikri Wonoayu. This research uses a quantitative approach with product moment correlation approach. The sample in this research was 31 students and the data was taken by using purposive sampling technique. This research consists of 35 scale items uses an intensity scale for playing online games and a scale for the students learning interest. The results of the research show that there is a significant relationship between the intensity of playing online games and students learning interest in MI DArul Fikri Wonoayu, with a coefficient value of 0,3044. Thus, the hhigher the intensity of the students plaing online games, the lower the students interest in learning. In contrast, the lowerthe intensity of playing online games, the higher the students interest in learning. Tingkatan minat belajar siswa yang berbeda-beda dan juga factor-faktor yang mempengaruhiinya, sebagai contoh intensitas bermain game online. Seberapa sering siswa ini menghabiskan waktunya untuk bermain game online dan seberapa tinggi minat belajar yang dimiliki siswa. Penelitian ini emiliki tujua untuk mengetahui adanya hubungan antara intensitas bermain game online terhadap minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu. Hipotesis penelitian yaitu adanya hubungan antara intensitas bermain game online dengan minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan korelasi product moment. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang siswa, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model skala likert, dengan jumlah 35 butir soal yang menggunakan skala intensitas bermain game online dan skala minat belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubngan signifikan antara intensitas bermain game online dengan minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu, dengan nilai koefisien 0,3044. Maka semakin tinggi intensitas bermain game online maka semakin rendah minat belajar siswa, begitupun sebaliknya semakin rendah intensitas bermain game online maka semakin tinggi minat belajar siswa di MI Darul Fikri Wonoayu.
The Effectiveness of a Combined Intervention Approach for Improving Reading Fluency in Elementary School Students Hasna Pratiwi Kuswardani; Veronika Suprapti; Pramesti Pradna Paramita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11033

Abstract

The ability to read plays a crucial role in the academic success and overall development of elementary school children. Unfortunately, many children in elementary school experience difficulties in reading, including issues with fluency, accuracy, and comprehension. These difficulties can lead to challenges in understanding the curriculum and result in lower academic achievement. To address this issue, a combined intervention approach was implemented, which combined repeated reading, listening while reading, error correction, and performance feedback methods. The aim of this intervention was to improve the accuracy aspect of reading fluency in elementary school children. This study used a single case experimental design with second-grade students as the research subjects. The development of children's reading abilities was measured using the Informal Reading Inventory. The results of the study indicate that the intervention provided was effective in improving the ability and fluency of reading in the research subjects.Kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan akademik dan perkembangan secara keseluruhan pada anak-anak sekolah dasar. Sayangnya, banyak anak di sekolah dasar mengalami kesulitan dalam membaca, termasuk dalam hal kelancaran, akurasi, dan pemahaman bacaan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami kurikulum dan berakibat pada pencapaian akademik yang rendah. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan pendekatan intervensi gabungan dengan menggabungkan metode repeated reading, listening while reading, error correction, dan performance feedback. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk meningkatkan aspek akurasi dari kelancaran membaca pada anak-anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kasus tunggal dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 2 sekolah dasar. Perkembangan kemampuan anak diukur menggunakan Informal Reading Inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kelancaran membaca pada subjek penelitian.
Behavior Modification Intervention with Antecedent Control Technique to Improve Toilet Training in Toilet-Resistant Children Isqi Karimah; Mayke S. Tedjasaputra
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.12018

Abstract

Toilet training represents a crucial yet challenging stage in a child's development of independence (Setiawati & Putriana, 2019). Therefore, intervention becomes essential when a child encounters obstacles in completing toilet training, particularly when the child exhibits significant resistance to using the toilet. This study aims to enhance urination behavior in children resistant to toilet training (e.g., exhibiting tantrums when prompted to use the toilet) and experiencing setbacks in the toilet training process. The research employed a single-subject A-B with follow-up design, involving a sole participant (N=1). The intervention techniques utilized included antecedent control procedures and reinforcement, packaged in the form of games tailored to the child's interests. The intervention spanned 24 days, comprising 3 days for baseline assessment and measurement sessions, 14 days for intervention sessions, and 7 days for follow-up sessions. The study's findings reveal an increase in the frequency of children urinating in the toilet without refusal or tantrums, achieved through behavior modification interventions utilizing antecedent control procedures.Toilet training merupakan tahapan penting sekaligus menantang bagi perkembangan kemandirian anak (Setiawati & Putriana, 2019). Oleh sebab itu, intervensi sangat dibutuhkan jika anak memiliki hambatan dalam menyelesaikan toilet training, khususnya jika anak cukup resisten untuk diajak ke toilet. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku buang air kecil di toilet pada anak yang resisten (misalnya, selalu tantrum saat diajak ke toilet) dan mengalami kemunduran dalam proses toilet training. Penelitian ini menggunakan desain penelitian single subject A-B with follow-up design, yaitu hanya melibatkan satu partisipan (N=1). Teknik intervensi yang digunakan adalah teknik antecedent control procedure dan reinforcement yang dikemas dalam bentuk permainan yang disesuaikan dengan minat anak. Intervensi berlangsung selama 24 hari, yaitu 3 hari untuk sesi asesmen dan pengukuran baseline, 14 hari untuk sesi intervensi, dan 7 hari untuk sesi follow up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan frekuensi anak untuk buang air kecil di toilet tanpa disertai dengan penolakan dan juga tantrum melalui intervensi modifikasi perilaku dengan teknik antecedent control procedure. 
A Challenge for Parents? Understanding The Needs of a Psychoeducational Program for Parents of Children with Autism Spectrum Disorder Nanda Erfani Saputri; Zainal Abidin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11175

Abstract

Autism spectrum disorder (ASD) is a disorder with a high prevalence and continues to increase from time to time. ASD is still considered a taboo and a scourge. Whereas ASD is not a disease, but a disorder characterized by a decrease in the quality of individuals in social interactions, communication skills, and repetitive interests and behaviors. Due to the increasing prevalence of ASD and the lack of available information, this study seeks to explore the need for whether a parental assistance program is needed when dealing with a diagnosis of ASD in their child. The research method used in this research is qualitative. Researchers involved 6 participants consisting of 2 parents of children diagnosed with ASD, 2 parents of children with typical development, and 2 therapists who have treated children with special. The sampling technique used is purposive sampling. The findings in this study indicate that not much is known about ASD by parents. Parents do a lot of searching independently but the information obtained is generally limited. Parents are also often still confused about understanding ASD and what actions can be taken to help their child. One of the main problems parents face when dealing with an ASD diagnosis is acceptance. Autism spectrum disorder (ASD) menjadi gangguan dengan prevalensi yang cukup tinggi dan terus meningkat dari waktu ke waktu. ASD masih dianggap tabu dan menjadi momok. Padahal ASD bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gangguan yang ditandai dengan penurunan kualitas individu dalam interaksi sosial, kemampuan komunikasi, serta minat dan perilaku yang berulang. Dengan prevalensi ASD yang terus meningkat dan kurangnya informasi yang tersedia, penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan apakah suatu program psikoedukasi bagi orang tua dibutuhkan ketika menghadapi diagnosa ASD pada anaknya. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti melibatkan 6 orang partisipan yang terdiri dari 2 orang tua dengan anak terdiagnosa ASD, 2 orang tua dari anak dengan perkembangan tipikal, dan 2 orang terapis yang menangani anak berkebutuhan khusus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai ASD belum banyak diketahui oleh para orang tua. Orang tua banyak melakukan pencarian secara mandiri namun informasi yang didapat umumnya terbatas. Orang tua juga seringkali masih mengalami kebingungan dalam memahami ASD dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak mereka. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi orang tua ketika menghadapi diagnosa ASD adalah penerimaan.
Scoping Review: Involvement of Parents of Children with Special Needs in Home Based Education During the Covid-19 Pandemic Siti Dini Fakhriya; Tsurayya Syarif Zain
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.9334

Abstract

During the Covid-19 pandemic the learning process shifted from school-based education to home-based education, so parents need to be involved in children's learning in schools especially on home-based learning systems. The transition of this learning process involves parents to add roles and involvement especially parents with children with special needs. This study is a literary study using the scooping review method. Scooping reviews are used in this study to find out the involvement of parents with children with special needs in home-based education. A scoping review is structured based on a framework by Arksey and O'Malley (2005) that consists of five stages namely identifying research questions, identifying relevant studies, selecting data mapping studies, compiling, summarizing, and reporting results. The study search was conducted through several databases such as Science Direct, sage publications, and Proquest and 8 articles met the criteria. Eight studies were used, consisting of six qualitative studies, one quantitative study, and one mixed-method study. The study came from several countries such as Indonesia, Filipina, Mexico, Germany, Israel, Zimbabwe, Spain, Turkey, and the USA. The results of the research show that there are three identified themes: as a teacher, as a therapist, and as a search for information. In this case, parents with children with special needs need to work with professionals to maximize learning at school or home.Selama pandemic covid-19 proses pembelajaran beralih dari school-based education menjadi home based education, sehingga orang tua perlu terlibat dalam pembelajaran anak di sekolah terutama pada sistem pembelajaran berbasis rumah. Peralihan proses pembelajaran ini, menutun orang tua untuk menambah peran dan keterlibatan khususnya orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan metode scoping review. Scoping review digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keterlibatan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus dalam home based education. Scoping review disusun berdasarkan kerangka oleh Arksey dan O’Malley (2005) yang terdiri atas 5 tahap yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, identifkasi studi yang revelan, pemilihan studi pemetaan data, menyusun, meringkas dan melaporkan hasil. Pencarian studi dilakukan melalui beberapa database seperti science direct, sage publication dan proquest dan terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria. Adapun 8 studi digunakan yang terdiri dari 6 studi kualitatif, 1 studi kuantitatif dan 1 studi menggunakan mixed method. Studi tersebut berasal dari beberapa negara seperti, Indonesia, Filpina, Mexico, German, Israel, Zimbabwe, Spanyol, Turki dan USA.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 tema yang teridentifikasi yaitu, sebagai pengajar, sebagai therapist dan pencarian informasi. Dalam hal ini orang tua dengan anak berkebutuhan khusus perlu bekerja sama dengan professional untuk dapat memaksimalkan pembelajaran di sekolah atau dirumah.
'Being a Great Speaker' Training to Improve Student Public Speaking Skills Eunike, Prisca
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11778

Abstract

The term “preacher” refers to individuals who serve as religious or belief system speakers. The core of this role is the responsibility to communicate the principles and teachings of faith to the community. To perform this task effectively, speakers must have a comprehensive understanding and comprehension of public speaking, which includes the art of conveying oracles and the broader concepts of communication in public places. In public speaking, understanding oneself, building confidence, and overcoming anxiety are essential skills to master. The training aims to equip students to become skilled and impactful preachers by learning about public speaking, managing anxiety, and developing self-confidence. This study was designed using a quasi-experiment, one-group pretest-posttest design. The participants that accomplished the entire training series were 21 students. The data were analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test by SPSS 16 program. The result showed a significance value of 0,000 (< 0.05) for knowledge and 0.001 (<0.05) for skills. The significance value of 0.001 indicated differences in knowledge and skills of public speaking before and after the training. Public speaking training performed periodically can be a good alternative to help students develop public communication skills. Istilah “pengkotbah” mengacu pada individu yang berfungsi sebagai pembicara dalam sistem agama atau kepercayaan. Inti dari peran ini adalah tanggung jawab untuk mengkomunikasikan prinsip dan ajaram iman kepada umat/jemaat.  Untuk memenuhi tugas ini secara efektif, pengkotbah harus memiliki pemahaman dan keterampulan komprehensif mengenai public speaking, yang mencakup seni menyampaikan kotbah dan konsep komunikasi yang lebih luas di tempat umum. Dalam public speaking, pemahaman akan diri sendiri, membangun rasa percaya diri dan mengatasi cemas juga merupakan aspek yang penting untuk dikuasai. Pelatihan ini dilakukan untuk melatih mahasiswa menjadi pembicara yang baik dan efektif, melalui pembekalan terkait public speaking, kecemasan dan kepercayaan diri. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen melalui one group pretest-posttest design. Subjek penelitian yang mengikuti keseluruhan rangkaian pelatihan ini adalah sebanyak 21 mahasiswa.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test melalui program SPSS 16. Hasil uji beda menunjukkan signifikansi sig. 0.000 (< 0.05) untuk pemahaman dan sig. 0.001 (<0.05) untuk keterampilan. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pemahaman dan keterampilan public speaking setelah dilakukan pelatihan. Maka pelatihan public speaking yang dilakukan secara berkala dapat menjadi alternatif baik untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi di depan umum.
Employee Development in Bank Sector based on Potential Review Assessment with 9 Box Model Talent Management Purbasari, Rafika Nirmala; Syarifah, Dewi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11063

Abstract

This research about potential review assessment is carried out to provide an overview of the competencies possessed by Bank X employees. Potential review is known to provide competency profiles and become the basis of employee development strategies. This assessment is a part of talent management. The existence of the right talent management system within organization can increase employee retention. Researcher has been able to get the information of employee’s KPI score and gave psychological assessment, to be able to do the employee mapping. The two dimensions, potential competencies and KPI score are known to be the basis in determining the nine-box model. The subject in this research is a junior staff financial institution in Bank X. Based on the assessment that has been carried out, she is included in “rising star” category, because he has “moderate” work performance and “high” potential competency profile. The result of this assessment will be used by organization as talent pooling information.Asesmen potential review ini dilakukan untuk memberikan gambaran kompetensi yang dimiliki oleh karyawan Bank X. Potential review diketahui dapat memberikan profil kompetensi karyawan dan menjadi dasar strategi pengembangan karyawan. Adanya penilaian potensi kompetensi pada karyawan dapat membantunya bersiap untuk melakukan pengembangan diri. Asesmen ini termasuk dalam bagian talent management. Adanya pengelolaan talenta yang tepat di dalam organisasi dapat meningkatkan retensi karyawan. Selain memberikan pengukuran psikologis untuk dapat memetakan profil karyawan, organisasi juga perlu memperhatikan penilaian kinerja. Kedua dimensi tersebut, potensi kompetensi serta performansi kerja karyawan secara riil adalah dasar dalam menentukan posisi karyawan melalui model nine-box. Subjek penelitian ini menduduki jabatan junior staff financial institution. Berdasarkan asesmen yang telah dijalankan, ia termasuk ke dalam kategori “rising star”, karena berada pada performansi kerja “moderate” dan profil potensi kompetensi “high”.  Hasil asesmen ini akan digunakan organisasi sebagai dasar talent pooling.
Assertiveness and Its Relation to Dating Violence on Female Victims in Late Adolescence Kumalah, Annisa Nursada; Herdiana, Ike
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11189

Abstract

This study was conducted to determine the relationship between assertiveness and dating violence on female victims in late adolescence. Dating violence in this study refers to the victim’s experience, there are the use of negotiation, psychological aggression, physical assault, sexual coercion, and injury. There where 108 female respondents aged 17-20 years who had experienced dating violence participated in this study. Researchers conducted a survey as a data collection method that had been arranged through an online questionnaire, uses the Assertiveness scale to measure assertiveness and The Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) to measure dating violence. In this study, the entire process of data analysis will be carried out by Jamovi for Windows 2.3.21. The researcher conducted an assumption test and correlation tes between assertiveness and 5 dimensions of dating violence in CTS2. From the results of data analysis, it is known that the assertiveness is negatively correlated with 5 dimensions of dating violence with a significance value <0.05. Thus, the lower the assertiveness, the more it spurs dating violence. Vice versa, the higher the assertiveness, the lower dating violence.Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara asertivitas dengan kekerasan dalam pacaran pada korban perempuan remaja akhir. Kekerasan dalam pacaran pada penelitian ini mengacu pada pengalaman korban, yaitu penggunaan negosiasi, agresi psikologis, serangan fisik, pemaksaan, dan cedera. Sebanyak 108 responden remaja akhir berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 17-20 tahun dan pernah mengalami kekerasan dalam pacaran telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Peneliti melakukan survei sebagai metode pengumpulan data, yaitu dalam bentuk kuesioner daring dengan menggunakan skala Asertivitas untuk mengukur asertivitas dan The Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) untuk mengukur kekerasan dalam pacaran. Pada penelitian ini seluruh proses analisis data akan dilakukan dengan bantuan software Jamovi for Windows 2.3.21. Pada penelitian ini seluruh proses analisis data akan dilakukan dengan software Jamovi for Windows 2.3.21. Peneliti melakukan uji asumsi dan uji korelasi antara variabel asertivitas dan 5 dimensi kekerasan dalam pacaran pada CTS2. Dari hasil analisis data penelitian, diketahui bahwa variabel asertivitas berkorelasi secara negatif dengan 5 dimensi kekerasan dalam pacaran dengan nilai signifikansi <0,05. Artinya, semakin rendah asertivitas individu maka semakin tinggi kekerasan dalam pacaran yang dialami. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi asertivitas individu maka semakin rendah kekerasan dalam pacaran yang dialami.
The Effectiveness of Expressive Art Therapy in Reducing Anxiety in Young Women in Islamic Boarding Schools Murnitamia, Rahmi; Urbayatun, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10097

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood. During this period, growth and development experienced rapid changes both physically and mentally. In this transition period, teenagers are very vulnerable to experiencing anxiety disorders. This research aims to determine the effectiveness of applying expressive arts therapy to reduce anxiety in adolescent girls at the Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses quantitative methods. The subjects in this research were 5 students in grades 7-10, aged 13-15 years who experienced anxiety, residing at Islamic boarding school X Yogyakarta. This research uses the DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale) measuring instrument, to measure anxiety levels. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the analysis show a value of Z= -2.032, with a significance of p= 0.042 (p˂0.05). This shows that there is a significant difference between the anxiety experienced by participants before and after participating in the group therapy process.Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan mengalami perubahan pesat baik secara fisik maupun mental. Dalam masa peralihan ini, remaja sangat rentan mengalami gangguan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan expressive art therapy untuk menurunkan kecemasan pada remaja putri di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah santri-santri kelas 7-10 yang berjumlah 5 orang dengan rentang usia 13-15 yang mengalami kecemasan, bertempat tinggal di pondok pesantren X Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan alat ukur DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale), untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.  Hasil analisis menunjukkan nilai Z= -2.032, dengan signifikansi p= 0,042 (p˂0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kecemasan yang dialami oleh peserta sebelum dan setelah mengikuti proses terapi kelompok.
The Effectiveness of K3S Psychoeducation on Changes Community Habits in Managing Waste Shaviratri, Aninditya Maria; Pramadi, Andrian
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11813

Abstract

Garbage is a biopsychosocial issue faced by most communities in Indonesia. This condition is thought to be caused by the absence of implementing regulations in the community, the lack of awareness and understanding of every member of the community in managing waste. As a result, there is accumulation and burning of waste which triggers further problems such as health problems. This issue has been going on for years, one of which is in the community of residents of RW027, Sumbersari District, Jember Regency. Analyze the causes and provide appropriate interventions to help the community of RW 027 residents in overcoming waste problems. Data was collected using a questionnaire to obtain prevalence related to the level of awareness of waste management and physical complaints arising from burning and/or waste accumulation. Observations and interviews were also carried out with the authorities, waste officials and several residents who were randomly selected to obtain supporting data related to the causes of the problem. The collected data is analyzed using the theory of planned behavior framework. As the researchers suspected, the cause of the waste problem occurred due to the lack of awareness of community members about the waste problem, the lack of knowledge about the impact of poor waste management and the right way to manage waste. A comprehensive psychoeducational intervention entitled K3S Counseling (Health, Awareness and Waste Management) for 15 people from selected community members using the purposive sampling method effectively had an impact on changing waste management behavior. It was shown that there was a change in the level of knowledge (sig 0.00) and attitude (sig 0.00) and behavior which was followed up one week after the counseling.Sampah merupakan isu biopsikososial yang dihadapi mayoritas komunitas di Indonesia. Kondisi ini diduga disebabkan oleh absennya penerapan regulasi di komunitas, minimnya kesadaran dan pemahaman setiap anggota komunitas dalam mengelola sampah. Akibatnya terjadi penumpukan dan pembakaran sampah yang memicu masalah lanjutan seperti masalah kesehatan. Isu ini terjadi bertahun-tahun, salah satunya di komunitas warga RW027 Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Menganalisa penyebab dan memberikan intervensi yang sesuai untuk membantu komunitas warga RW 027 dalam mengatasi masalah sampah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk memperoleh prevalensi terkait tingkat kesadaran pengelolaan sampah dan keluhan fisik yang timbul akibat pembakaran dan/atau penumpukan sampah. Observasi dan wawancara juga dilakukan terhadap pihak otoritas, petugas sampah dan beberapa warga yang terpilih secara acak, untuk mendapatkan data penunjang terkait penyebab masalah. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan kerangka berpikir theory planned behaviour. Sesuai dugaan peneliti, penyebab masalah sampah terjadi karena ketiadaan kesadaran anggota komunitas terhadap masalah sampah, minimnya pengetahuan tentang dampak dari buruknya pengelolaan sampah dan cara yang tepat untuk mengelola sampah. Intervensi psikoedukasi komprehensif berjudul Psikoedukasi K3S (Kesehatan, Kesadaran dan Kelola Sampah) terhadap 15 orang dari anggota komunitas terpilih dengan metode purposive sampling secara efektif berdampak pada perubahan perilaku mengelola sampah. Ditunjukkan adanya perubahan pada level pengetahuan (sig 0.00) dan sikap (sig 0.00) dan perilaku yang di tindaklanjuti satu minggu setelah intervensi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 More Issue