cover
Contact Name
Jurnal Perennial
Contact Email
jperennial@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
tasqira@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PERENNIAL
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14127784     EISSN : -     DOI : -
“PERENNIAL” adalah artikel ilmiah hasil penelitian dan review asli dalam bidang teknologi, pengolahan, dan kebijakan pemanfaatan hasil hutan serta belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam proses penelaahan dalam jurnal ilmiah, bulletin, atau bentuk publikasi lainnya. Artikel yang dinyatakan diterima, hak publikasinya menjadi milik penerbit dan penulis tidak dapat mempublikasikan tulisan yang sama dalam jurnal atau bentuk publikasi ilmiah manapun.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2020)" : 6 Documents clear
PENGARUH BAHAN PEREKAT TAPIOAKA DAN SAGU TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG KULIT BUAH NIPAH Heny Anizar; Evi Sribudiani; Sonia Somadona
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.9159

Abstract

Pemanfaatan kulit buah nipah sebagai bahan baku pembuatan briket arang akan mengurangi kebutuhan energi dari bahan bakar fosil. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk membuat briket arang dari kulit buah nipah dengan berbagai bahan perekat sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas briket arang kulit buah nipah dengan pencampuran variasi konsentrasi berbagai jenis perekat serta mengetahui komposisi perekat yang optimal dalam pembuatan briket arang kulit buah nipah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kali ulangan. Buah nipah terlebih dahulu dibelah dua, kemudian daging buah nipah dibuang lalu kulit buah nipah dijemur, kulit buah nipah yang telah kering lalu diarangkan. Selanjutnya arang dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh sampai diperoleh arang halus. Serbuk arang kemudian dicampurkan dengan perekat sesuai konsentrasi sehingga didapatkan adonan briket. Adonan briket dicetak pada cetakan silinder dan ditekan dengan alat press hidrolic. Briket arang yang telah dibuat kemudian dikeringkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa parameter saja yang memenuhi kriteria SNI No. 01/6235/2000 diantaranya kadar air dan nilai kalor, sedangkan parameter yang tidak memenuhi kriteria SNI No. 01/6235/2000 diantaranya adalah kadar zat menguap, kadar abu dan kadar karbon terikat. Komposisi perekat yang optimal dalam pembuatan briket arang kulit buah nipah adalah perlakuan komposisi perekat sagu dengan konsentrasi perekat 20% dari berat campuran bahan baku. Dengan nilai kadar air 7,82%, kadar zat menguap 66,43%, kadar abu 35,44% kadar karbon terikat 17,50% dan nilai kalor 5637,05 Kal/g.
KAJIAN POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DANAU MATANO KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Amran Achmad; Asrianny Asrianny; Astuti Amri; Nida' Sari Achmad; Andi Utami Batari Putri
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.7631

Abstract

The aims of this study is to determine the strategy of tourism development in Matano Lake, East Luwu Regency South Sulawesi Province. The result of this study is expected to become a reference in management and development of ecotourism and empower local communities to improve their living standards. Data collection was carried out by direct observations of bio-physical and other supporting factors for ecotourism potency. In addition, deep interviews using questionnaire was also carried out to know the local people and government perception related to future ecotourism programs that could be applied in Matano Lake. Data analysis showed that there were 7 strategies that can be implemented for the development of ecotourism in Matano Lake, i.e. (1) to develop community-based ecotourism programs, (2) to develop potential of nature tourism in the area, (3) to undertake promotion programme and dissemination of information that are focused on nature-based tourism in Matano Lake for local people, (4) to increase involvement of managers, (5) to establish cooperation between all parties in the management area, (6) to recommend PT.Vale to involve in management area, such as to build infrastructure and equip facilities for eco-tourism and (7) to disseminate the development of ecotourism to the public.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA GANTARANG KABUPATEN SINJAI SULAWESI SELATAN Sri wahyuni Haris; Makkarennu Makkarennu; Ridwan Ridwan
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.9116

Abstract

Non-timber forest products (NTFPs) has a significant role both from the economic aspect as well as the ecological and socio-cultural aspects. Aren (Arrenga pinnata Merr) is one of NTFPs that has high economic value so that it is managed and cultivated by the community, especially for those who live around the forest. However, the management of the palm sugar business is still simple and limited to household businesses for the fulfillment of daily life. This study aims to calculate the income earned by sugar palm processing farmers, especially in one village in Sinjai Regency, South Sulawesi. The data collection method was carried out through direct observation and interviews with 30 respondents for sugar block products and 5 respondents for palm sugar. The data analysis using net income including analysis of total costs and analysis of total revenues on sugar block and palm sugar. The results showed that this palm sugar business contributed to the income of the community, especially palm sugar processing farmers with an average income of Rp.10,864,500 per year for sugar block and Rp.7,555,200 for palm sugar. Palm farmers in Gantarang Village who produce sugar block have a higher income than those producing palm sugar because farmers generally produce sugar block. This is partly due to the amount of production produced, costs incurred, revenues and skills possessed by palm sugar processors.
PENILAIAN INDIKATOR KESEHATAN HUTAN RAKYAT PADA BEBERAPA POLA TANAM (Studi kasus di Desa Buana Sakti, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur) Deya Puspa Ansori; Rahmat Safe’i; Hari Kaskoyo
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.8109

Abstract

Awareness of the importance of community forest health in various cropping patterns in Buana Sakti Village, Batang Hari District, East Lampung Regency is currently lacking, so better forest management is needed. Community forest has a function as a forest that can support community income. This study aims to obtain the value of community forest health indicators on monoculture, polyculture, and agroforestry cropping patterns. This research was conducted in a community forest in Buana Sakti Village, Batang Hari District, East Lampung Regency. This study uses the FHM (Forest Health Monitoring) method. The results showed that the indicators of community forest health used in monoculture planting patterns were productivity, vitality, location quality. In the polyculture planting patterns, namely productivity, vitality, site quality and biodiversity. Indicators used in agroforestry cropping patterns are productivity, vitality, site quality, and biodiversity.
PERAN DAN MANFAAT KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI PELESTARI HUTAN DALAM PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA NIPA-NIPA Anas Nikoyan; Safril Kasim; Zakiah Uslinawaty; Rita Yani
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.8972

Abstract

Kelompok Tani Pelestari Hutan (KTPH) is a community organization of farmers around the forest. KTPH was formed to provide benefits to the community and forests to remain sustainable. This study aims to determine the role and institutional benefits of KTPH in the management of Nipa-Nipa Forest Park (TAHURA). This study used a survey/interview method for all members of the Tahura Nipa-Nipa forest conservation group and analyzed descriptively. The results of the study provide an overview of the institutional benefits of farmer groups for members. These benefits are that members can exchange farming experience, can exchange work skills in managing the Tahura Nipa-Nipa area. At the same time, the institutional role of farmer groups in the management of Nipa-Nipa Forest Park is capable of handling Tahura with the principle of agroforestry. Overall the forest conservation group (KTPH) in Tahura Nipa Nipa has benefits and roles in improving the economics of the members and, at the same time, maintaining the function of the Tahura to remain sustainable.
SIFAT KETERBASAHAN PADA BIDANG TANGENSIAL DAN RADIAL KAYU RAJUMAS Andi Tri Lestari
PERENNIAL Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v16i1.7638

Abstract

Rajumas merupakan tanaman lokal yang menjadi komoditi endemik di Nusa Tenggara Barat yang jarang dimanfaatkan (lesser-used wood species) karena kekuatan dan keawetannya rendah Kualitas kayu rajumas dapat ditingkatkat dengan mengaplikasikan bahan pengawet maupun bahan pelapis pada kayu tersebut. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan aplikasi bahan pengawet maupun bahan pelapis pada kayu adalah keterbasahan kayu itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk menguji keterbasahan kayu rajumas pada masing-masing 3 papan radial dan 3 papan tangensial kayu rajumas. Masing-masing contoh uji diuji keterbasahannya pada 5 titik yang berbeda dengan metode sessile drop. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penampang tangensial memiliki keterbasahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penampang radial. Rerata K-value yang dihasilkan pada penampang radial masing-masing adalah 0.15, 0.15 dan 0.16 sedangkan rerata K-value yang dihasilkan pada penampang tangensial masing-masing adalah 0.36, 0.32 dan 0.30. Meski demikian hasil tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar pola penampang kayu pada kayu rajumas. Rerata K-value dari semua kayu yang diuji lebih besar dari 0 yang mengindikasikan bahwa cairan dapat menyebar dan menembus permukaan kayu yang diuji.

Page 1 of 1 | Total Record : 6