cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Representasi Perempuan Dalam Iklan Rokok Arina Rahmatika
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.1999

Abstract

AbstracCigarette advertisement is one of the ads that has an interesting concept because it is limited by some laws. So inevitably, demand that cigarette’s advertisement thinks harder in their efforts to display a cigarette without displaying the shape and embodiment of its product. So, don’t be surprised if cigarette advertisement can cause many interpretations and even cause contradiction in society. This case of cigarette advertisement A MILD Edition “Mula Mula Malu-Malu, Lama Lama Mau”. Based on the results of research by using analysis of Roland Barthes, then cigarette advertising shows that the advertisement does not apply of the principle of gender equality and woman’s emancipation, even advertising tend to be patriarchy, bend and change the image of woman in accordance with the product offered.  Keyword: Advertisement, cigarette, woman
Komunikasi Keluarga: Konsep Suami Membangun Keharmonisan Pasangan Muslim Alen Manggola
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2832

Abstract

This study aims to determine the description of the form of communication between husbands and wives to build family harmony above understanding. Furthermore, to study, understand and analyze the rights of a wife, this study uses qualitative methods with analysis of literature reviews, documentation studies, and literature studies of relevant previous research results. The results showed that there were three biggest triggers for divorce; 1). Economic factors (material rights), 2). Distance and time factors (non-material rights), 3). Controversy factor (non-material rights). So from the analysis carried out, it can be concluded that the form of communication that must be done by husbands is to provide understanding and motivation of gratitude to their wives for what they have strived for. Because, harmony will be created if mutual understanding, and a husband understands the rights of the wife who are guided by Islamic law.Keywords: Communication, Family, HarmonyAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi bentuk komunikasi suami terhadap isterinya untuk membangun keharmonisan keluarga diatas pengertian. Selanjutnya untuk mengkaji, memahami dan menganalisis hak-hak seorang isteri, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis kajian pustaka, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemicu terbesar dari perceraian ada tiga; 1). Faktor ekonomi (hak materi), 2). Faktor jarak dan waktu (hak nonmateri), 3). Faktor pertengkaran (hak nonmateri). Sehingga dari analisa yang dilakukan di peroleh kesimpulan bahwa bentuk komunikasi yang mesti dilakukan para suami adalah dengan memberikan pemahaman dan motivasi syukur terhadap isterinya atas apa yang telah diupayakan. Sebab, keharmonisan akan tercipta apabila saling pengertian, dan seorang suami memahami hak-hak isteri yang berpedoman pada syari’at Islam.Kata Kunci: Komunikasi, Keluarga, Keharmonisan
Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari Masa Pra Kemerdekaan: Perspektif Gerakan Sosial Muhammad Alifuddin
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.1968

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran analitik tentang Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari  Masa Pra Kemerdekaan di Tinjau dari Perspektif Gerakan Sosial.  Data penelitian ini umumnya bersumber data kepustakaan dan wawancara. Seluruh data yang diperoleh dikaji secara berjenjang dengan menggunakan model analisis sejarah. Data sejarah yang ditemukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah bereksistensi di Kendari pada tahun 1930. Keterlibatan aktif elemen Muhammadiyah dalam membangkitkan semangat nasionalisme pada masa pra kemerdekaan, selain sebagai tanggungjawab sosial warga Muhammadiyah selaku bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia, juga disebabkan kuatnya doktrin persyarikatan yang mengejawantah dalam visi anggota Muhammadiyah, yaitu sebagai subyek penggerak dakwah amar makruf nahi mungkar.  Doktrin inilah yang menjadi fondasi dalam mentransmisikan gagasan kebangkitan nasional di Kendari melalui gerakan dakwah dan tabligh yang terorgansir. Giat mengalirkan semangat Islam dan  nasionalisme oleh aktor-aktor Muhammadiyah pada mulanya dilakukan secara terang-terangan. Namun tokoh utama penggerak Muhammadiyah diberi status persona non grata oleh pihak colonial, maka gerakan dakwah Muhammadiyah selanjutnnya dilakukan secara klendestin (gerakan bawah tanah). Pendekatan terakhir ini ditempuh mengingat ruang struktur politik pada masa pra kemerdekaan  bersifat tertutup dan hegemonik, sehingga kurang kondusif untuk “menularkan” ide-ide nasionalisme kepada masyarakat atau subyek dakwah secara terbuka. Pengakuan atas peran signifikan gerak dakwah Muhammadiyah dalam menanamkan kesadaran Nasionalisme di Kendari secara obyektif tercatat dalam dokumen Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi-Tenggara.
Media Baru Sebagai Media Literasi Agama Bagi Mahasiswa Tuli di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Erna Kurniawati
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2548

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Mahasiswa Tuli di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga yang memanfaatkan media baru sebagai sumber pengetahuan dan pengamalan keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara melalui google form dan dokumentasi.  Analisis dalam penelitian ini dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mahasiswa Tuli yang ada di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga telah memanfaatkan media baru sebagai penunjang atau pendukung untuk mengakses dan mendapatkan pengetahuan Agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan dan kepemilikan teknologi komunikasi yang cukup accessible bagi mereka di antaranya youtube yang memiliki subtitle, google chrome, aplikasi Al-Qur’an digital, instagram, facebook, aplikasi umma, whatsapp, website muslim or.id. Media-media tersebut digunakan untuk mengakses dan mempelajari Agama Islam, di antaranya fiqh, tauhid, salat, bacaan iqra, surah Al-Fatihah, hukum-hukum Islam, cara membaca Al-Qur’an, bacaan salat 5 waktu, surah-surah pendek dalam Al-Qur’an, cara memaksimalkan ilmu Agama Islam, kisah-kisah Nabi Muhammad dan para sahabatnya, sejarah Agama Islam dan non Islam, Al-Qur’an serta Hadis, yang pada akhirnya keilmuan tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Media baru, Literasi Agama, Mahasiswa Tuli.
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Pengajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Dalam Meningkatkan Mutu Hasil Belajar Di Kabupaten Majene Zulfikar Haswin
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.2017

Abstract

This research aims to find out the influence between communication skills of Senior High School Teachers (SMA) in improving student learning outcomes in Majene Regency. This research uses descriptive quantitative method using an instrument that is a questionnaire (written question) sourced from teaching staff at the Senior High School Level in the Majene Regency Area to obtain primary data. Secondary data in this study were obtained from the results of field documentation by researchers. The results showed that the improvement in communication skills of teachers is in line with the increase in the quality of student learning outcomes and has a close significance relationship between the two. Thus, the higher the Knowledge, Skill, and Motivation components of teacher communication skills will be directly proportional to the quality of student learning outcomes and have a positive and strong influence.
Pola Tuturan Negosiasi Penjual Sebagai Upaya Meraih Minat Pembeli Retno Susanto; Gusnawaty Gusnawaty; Asriani Abbas
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pola tuturan interaksi negosiasi penjual dan pembeli di pasar tradisional Kolaka. Metode penelitian ini adalah kualitatif berdasarkan prinsip metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah keseluruhan tuturan-tuturan yang bersumber dari tuturan langsung penjual dan pembeli dalam proses negosiasi jual-beli di pasar tradisional Kolaka.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan Teknik simak catat. Adapun, tahap-tahap analisis yang digunakan, sebagai berikut. (1) mengidentifikasi data, (2) mengklasifikasi data, (3) menganalisis data, (4) menyimpulkan hasil analisis data. Hasil penelitian ini ditemukan empat pola tuturan yang digunakan oleh penjual. Yaitu, pola panggilan-jawaban, pola permintaan infromasi-pemberian informasi, pola permintaan-mempersilakan, pola tawaran-penerimaan, dan  pola tawaran-penolakan.
Dakwah Perempuan: Pemberdayaan Perempuan Muhammadiyah Sulawesi Tenggara Muhammad Yusuf
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.2127

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Perempuan Muhammadiyah Sultra di Kota Kendari. Penelitian ini diangkat berdasarkan observasi awal sebelumnya bahwa belum ada profil tentang Profil  Pemberdayaan Perempuan Muhammadiyah  di Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menemukan Pemberdayaan perempuan Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Hasil penelitian ini adalah dimulai dari priode ibu Tawaningsih yaitu beliau belum membentuk PDA sama sekali karena masih sibuk melaksanakan pengkaderan dan program kerja yang lainnya, walaupun pada priodenya sempat dibentuk TK ABA yang diletakkan di perumahan Pindayani Lepo-lepo karena alasan kesibukan sehingga TK ABA tersebut tidak ditindak lanjuti. Pada periode ibu Fahima banyak mengalami pemberdayaan  diantaranya terbentuklah Pimpinan Daerah diantaranya PD Raha, PD Kota Kendarai, dan PD Kolaka. Selain membentuk PD beliau juga mendirikan amal usaha diantaranya TK ABA I lorong Jati dan TK ABA II di Andounohu. Pada pengurusan ibu Nurseha Gazali beliau juga banyak memberdayakan PWA terutama dipriode kedua beliau yang berhasil membentuk PD yaitu PD Konawe Selatan, PD Bombana, dan PD Bau-Bau. Serta di priode kedua beliu juga sempat mendirikan TK ABA III di Baruga diatas tanah waqaf beliau sendiri. Pada periode, selanjutnya yaitu pada tahun 2010–2015 terpilihlah ibu Marlina Gazali menggantikan Nurseha Gazali  dan dilanjutkan pada periode selanjutnya pada tahun 2015 – 2020. Pada kepemimpinan Marlina Gazali PWA kembali mengalami kemajuan diantaranya membangun Gedung Serba Guna yang dijadikan sebagai pusat kegiatan Aisyiyah, selain itu beliau membentuk kembali Pimpinan Daerah yaitu PD Kolaka Timur, Muna Barat, dan Kolaka Utara. Kemudian PWA juga membangun TK ABA IV Baruga.
Media Sosial sebagai Ruang Kreasi Neologisme Satriani Satriani
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2463

Abstract

Komunikasi dan bahasa memiliki kaitan erat. Bahasa merupakan alat berkomunikasi. Di satu sisi, penggunaan bahasa dalam berkomunikasi mampu mempengaruhi pertumbuhan bahasa. Misalnya, yang terlihat dalam perkembangan media sosial. Proses komunikasi di media sosial melahirkan sebuah fenomena kebahasaan, yaitu munculnya kata-kata baru atau yang disebut dengan neologisme. Kehadiran neologisme dalam berkomunikasi tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan bahasa. Neologisme tersebut juga dapat mempengaruhi proses komunikasi sebab dalam berkomunikasi, partisipan (orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut) harus mampu memahami bahasa yang digunakan dan unsur terkecil dari bahasa tersebut berupa kata. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dengan sudut pandang kebahasaan terkait neologisme yang digunakan dalam berkomunikasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk kreasi neologisme yang digunakan dalam media sosial serta makna kata tersebut dalam kaitannya dengan proses komunikasi. Penelitian ini merupakan studi tentang terapan inovasi leksikal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tampak berbagai kreasi penciptaan neologisme yang umumnya berbentuk kata dasar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi, pengguna bahasa membutuhkan sebuah simbol bahasa yang lebih ringkas untuk menyampaikan suatu pesan. Meski demikian, bentuknya lebih ringkas, terdapat kerumitan khusus dalam bentuk neologisme yang digunakan dalam media sosial. Kerumitan tersebut merupakan ciri khusus yang dapat mengidentifikasi pengguna media sosial dalam suatu budaya popular.Kata Kunci : Komunikasi, Neologisme, Media Sosial
Strategi Komunikasi Radio Fajri 993 FM Bogor dalam Mempertahankan Citra Radio Dakwah Neisya Sabilah; Armawati Arbi
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.1979

Abstract

AbstrakRadio Islam atau radio dakwah biasanya termasuk radio komunitas dan jaringan AM, akan tetapi, radio Fajri 99,3  masuk pada jaringan FM di Bogor, radionya dapat bertahan dengan program Islamnya sebagai radio komersil. Fajri radio terus mengembangkan ITC (information Tehnology, and communication) menjaga identitas radionya sebagai radio dakwah.Bagaimana ia tetap eksis  menjadi radio dakwah tanpa program musik? Teori konstruksi sosial media massa atas realitas sosial menjawab bagaimana mengcnstruksi sebuah program melalui tiga proses yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi untuk menyebar informasi, yang disebut current image. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ditemukan 1) Tahap esternalisasi adalah menerapkan identitas media melalui  ekspresi ide,fakta,dan referensi sebagai strategi komunikasi Framing Radio Fajri 99,3 FM Bogor, 2) Tahap objektivasi dikemas 7 program live dan 32 program tapping melalui berbagai metode dakwah dan komunikasi. Kekuatan kata dan bahasa pada program tersebutditerapkan strategi signing, dan 3) Tahap internalisasi, radio Fajri FM memodifikasi program on air maupun kegiatan off airnya berupa kajian bulanan, publikasi, dan temu pendengar Fajri.Kata-kata Kunci: Strategi komunikasi, radio,Konstruksi Sosial Media Massa, current image. 
Komunikasi Dakwah Gus Miftah di Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta Muslimin Ritonga; Dewi Sartina
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.2051

Abstract

Abstract Da'wah communication is a da'wah activity communicated by the Da'wah communicator to the Da'wah communicant that aims to communicate religious values, and can implement these values in daily actions and behavior. But in reality, the process of delivering da'wah is not an easy activity to carry, many problems and obstacles faced by preachers when carrying out missionary mission. Thus, a mature preacher is needed in carrying out and delivering the message of preaching to the wider community. Like the preaching carried out by Gus Miftah in the Localization of Yogyakarta Flower Market. Preaching in the black area like this, of course, a preacher must have the mentality, courage, readiness and have the right approach, strategy and method so that preaching can be accepted in the middle of the black areaKey Words: Da’wah Comminication, Strategic Da’wah, Localization Of The Flower MarketAbstrak Komunikasi dakwah merupakan suatu aktivitas dakwah yang dikomunikasikan oleh komunikator dakwah kepada komunikan dakwah yang bertujuan untuk mengkomunikasikan nilai-nilai agama, serta dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut pada tindakan dan perilaku sehari-hari. Namun realitasnya, proses penyampaian dakwah bukanlah suatu kegiatan yang mudah untuk diemban, banyak problem dan hambatan yang dihadapi oleh pendakwah saat melakukan misi dakwah. Dengan demikian, dibutuhkan pendakwah yang matang dalam melakukan dan menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat luas. Seperti halnya dakwah yang dilakukan oleh Gus Miftah di Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta. Berdakwah di kawasan hitam seperti ini tentunya seorang da’i harus memiliki mental, keberanian, kesiapan serta memiliki pendekatan, strategi dan metode yang jitu agar dakwah dapat diterima ditengah-tengah kawasan hitam tersebut.Kata Kunci: Komunikasi Dakwah, Strategis Dakwah, Lokalisasi Pasar Kembang