cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD ISLAM TERPADU WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR Mahmud Borahimah
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i1.1667

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Strategi Komunikasi Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Di Kelas V SD Islam Terpadu Wahdah Islamiyah 01 Makassar. penelitian ini ditulis oleh Mahmud Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Cokroaminoto Makassar.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Penerapan Strategi Komunikasi Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran IPA di kelas V SD Islam Terpadu Wahdah Islamiyah 01 Makassar. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, Focus Group Disscussion (FGD), dan wawancara mendalam.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pembelajaran kontekstual di SD Islam Terpadu Wahdah Islamiyah 01 Makassar sudah berjalan dengan baik dimana guru telah menerapkan komponen-komponen pembelajaran kontekstual yang terdiri dari kontruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menyelidiki (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian autentik (authentic assessment) dalam proses pembelajaran di kelas.
DAKWAH YANG MENGGEMBIRAKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TERHADAP QS. AN-NAHL AYAT 125) Muhammad Syahrul Mubarak; Yusyrifah Halid
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i1.1823

Abstract

Tulisan ini melakukan kajian terhadap salah satu ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an yaitu QS. An-Nahl [16]: 125. Dalam penafsirannya, ayat ini dijadikan sebagai landasan dalam memahami dan mengimplementasikan dakwah perspektif Al-Qur’an. Dakwah sebagai sebuah kegiatan yang hadir dalam rutinitas kehidupan umat beragama utamanya dalam hal ini umat Muslim, harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat. Penulis mencoba menjabarkan dakwah yang menggembirakan dengan cara melakukan pengkajian terhadap QS. An-Nahl ayat 125. Dalam kajian ini, didapatkan bahwa ada dua hal yang mampu menggembirakan dakwah, pertama ialah pendakwah itu sendiri, dimana dirinya harus memiliki kompetensi yaitu: good will, good ethos, dan good moral character. Sedangkan yang kedua adalah metode yang digunakan. Ada tiga metode dakwah berdasarkan dalil diatas bil Hikmah, Maizah Hasanah, dan Jadilhum bi al-Lati Hiya Ahsan, yang kemudian dijabarkan agar ketiga metode tersebut mampu diterapkan dalam rangka mewujudkan dakwah yang menggembirakan yang tetap berada dalam koridor esensi dakwah berdasarkan tuntunan kitab suci Al-Qur’an.Kata Kunci: An-Nahl [16]:125, bil Hikmah, Maizah Hasanah, Jadilhum bi al-Lati Hiya Ahsan, Dakwah yang Menggembirakan.
POSISI SIGNIFICANT OTHERS TERHADAP PEMBENTUKAN KONSEP DIRI ANAK USIA DINI DI DESA LATIMOJONG ENREKANG SULAWESI SELATAN Nurhakki Anshar; Muhammad Jufri; Syarifah Halifah
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i1.1975

Abstract

Abstrak Posisi Significant Others terhadap Pembentukan Konsep diri Anak Usia Dini di Desa Latimojong, bertujuan untuk mengkaji bagaimana posisi significant others dalam membangun konsep diri anak. Kedua mengkaji Bagaimana pengembangan komunikasi pengasuhan terhadap pembentukan konsep diri positif pada anak usia dini. Significant others yang dijadikan partisipan dalam peneltian ini adalah ibu dan guru PAUD. Adapun Hasil penelitian pertama, Ibu sebagai significant others utama sebab anak paling banyak berhubungan dengan ibunya. Ibu dalam membentuk persepsi identitas diri anak dominan positif pada identitas nama dengan tidak memberikan julukan pada nama dengan penggunaan pelabelan negatif. Pembentuk identitas tubuh dominan negatif dimana Ibu lebih fokus memersepsi hal-hal yang menjadi kelemahan fisik anak dibanding keunggulan postif. Persepsi rasa aman dengan pola mendekat-menghindar. Ibu sebagai pendorong prestasi bersifat anak melewati batas pencapaian prestasi diatas kemampuannya (overerachiever) dan apabila bila anak tidak dapat mencapainya mereka akan diganjar dengan hukuman berupa celaan dan umpan balik tersebut membentuk persepsi diri anak sebagai anak bodoh. Ibu dengan umpan balik negatif sehingga anak mengalami indikasi konsep diri negatif yang ditunjukkan dengan kecemasan mempertahankan diri melalui pengoperasian rasa aman (security operation) untuk mengurangi perasaan kecemasan yang dapat diobservasi melalui perilaku sulit adaptasi dengan orang baru, malu berdekatan dengan orang baru, gagap bicara, tidak responsif terhadap stimulus yang diberikan. Adapun Posisi guru PAUD belum signifikansi sebab model pembelajaran pada PAUD dan taman kanak-kanak langsung pada kelas baca tulis dan belum mengembangkan ketode pengelolaan kelas mulai dari membuka sampai menutup kelas yang melibatkan anak didik secara aktif. Key Word: Konsep Diri, significant others, anak
EKSISTENSI BUDAYA LOKAL DI ERA MILLENIAL (Study Kasus Bahasa Korea di Masyarakat Cia-cia) Rif'atul Khoiriah Malik
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i1.1729

Abstract

Perkembangan zaman yang kian ekstream saat ini, sebagaimana kita kenal dengan era Millenial. Memicu beberapa problem di masyarakat. Dari segi ekonomi, akses internasional, informasi, bahkan budaya. Dalam hal ini, penulis mengkaji dari segi kebudayaan khususnya di masyarakat Cia-cia. Sehingga di sini penulis mempertanyakan bagaimana eksistensi budaya lokal di sana? Bagaimana solusi untuk mempertahankan budaya, agar tidak terkikis oleh budaya asing? Untuk menjawab pertanyaan di atas, penulis menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dilanjutkan dengan metode observasi nonpartisipasi yang mana penulis tidak ikut berpartisipasi, hanya sebagai pengamat dari luar. Karena kekhawatiran ini, penulis melihat bahwa eksistensi budaya saat ini mulai meredup. Meski terdapat beberapa dampak positif, tidak dapat dipungkiri nilai-nilai negatif juga ikut serta di dalamnya. Oleh sebab itu tulisan ini akan mengulas pentingnya mempertahankan kebudayaan yang ada. Disertai dengan study kasus kebudayaan Korea yang masuk di masyarakat Cia-cia Buton Sulawesi Tenggara sebagai contoh. Dari kasus itu akan terlihat, bahwa kebudayaan adalah bagian yang tidak boleh disepelekan dengan dalih kapitalisme. Sehingga apa yang telah menjadi bagian dari kebudayaan lokal adalah sebuah kenicayaan yang wajib dilestarikan.
AL-FARABI DALAM SUMBANGAN KEPADA PERKEMBANGAN ILMU FALSAFAH ISLAM Ahmad Firdaus Bin Mohd Noor
Al-MUNZIR Vol 13, No 1 (2020): Edisi Mei 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i1.1734

Abstract

Falsafah merupakan satu usaha untuk mencari kebenaran, dan kebenaran itu sebenarnya hanya Allah.  Kalau kita cuba mencari erti hakikat hidup, maka ini adalah falsafah.  Hakikat hidup yang sebenar hanya Allah sahaja yang mengetahuinya.  Segala perkara yang kita ketahui berdasarkan apa yang diberitahu oleh Allah, maka itulah yang benar dan mutlak.  Apa sahaja yang kita fikirkan sendiri akan menjadi falsafah kita dan tidak bersandarkan kepada kitab Allah, maka itu tidaklah benar dan ia tidak mutlak. Maka sebab itu bermacam-macam falsafah timbul hasil pemikiran manusia. Falsafah Islam ialah falsafah yang berteraskan wahyu, iaitu al-Quran dan as-Sunnah. Jadi apabila seseorang Islam yang faham Islam membincangkan mengenai falsafah, tidak kira sama ada falsafah hidup atau falsafah pendidikan atau pun yang lain-lain, perbincangannya tidak akan lari daripada prinsip dan matlamat Islam. Maka Falsafah Islam telah melahirkan ramai tokoh-tokoh Islam yang hebat. Lahirnya ilmuan-ilmuan hebat seperti Ibnu Sina, al-Khawarizmi, Ar-Razi, al-Farabi, Ibnu Khaldun dan ramai lagi adalah sebilangan produk-produk Islam yang sangat berharga yang berjaya dilahirkan. Kertas kerja ini bertujuan untuk mengkaji seorang tokoh yang hebat dari segi sumbangannya dalam Ilmu Falsafah Islam.
Dampak Kebijakan Menteri Agama terhadap Pembinaan Penyuluhan Keagamaan: Kasus di Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah Akhmad Sukardi; Mansur Mansur
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.1880

Abstract

Penelitian ini fokus mendeskripsikan system rekruitmen penyuluh keagamaan khususnya penyuluh agama Islam di Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah, berdasarkan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia nomor. DJ.III/432 Tahun 2016 melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Dampak kebijakan system rekruitmen tenaga penyuluh non PNS berdasarkan kebijakan Kementerian Agama RI nomor DJ.III/432 Tahun 2016. Fokus penelitian menelusuri tentang dampak Kebijakan Kementerian agama Republik Indonesia terhadap pola rekruitmen penyuluh keagamaan non PNS terhadap kinerja para penyuluh pada masyarakat Kecamatan Talaga Raya. Dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme rekruitmen penyuluh agama non PNS di kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah tidak ditemukan adanya penyimpangan dalam arti berjalan sesuai petunjuk teknis pengangkatan penyuluh agama Islam non PNS. Dampak kebijakan system rekruitmen penyuluh agama ada dua yaitu (1) Kinerja Penyuluh agama Islam non PNS tidak maksimal penyebabnya adalah tenaga yang direkrut tidak memiliki kompetensi kepenyuluhan, tenaga yang direkrut tidak sesuai latar belakang pendidikan sebagai penyuluh. Selain itu, rendahnya insentif para penyuluh honorer menjadikan kinerja para penyuluh tidak maksimal. (2) Mematikan Beberapa Taman Pendidikan Alquran karena perekrutan penyuluh agama tidak berbasis desa sehingga sebahagian desa tidak memiliki tenaga penyuluh. Pembinaan penyuluh agama tidak efektif karena rasio penyuluh dengan kelompok binaannya tidak seimbang.Kata kunci: Syistem Rekrutmen, Penyuluh Agama Islam.
Frame Berita Kasus Dugaan Penistaan Agama Ahok di Website FPI Siti Mariyam
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2465

Abstract

Kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok memunculkan reaksi umat Islam dari berbagai kalangan. Respons paling intens disinyalir berasal dari kelompok Front Pembela Islam (FPI). Hal tersebut ditandai dengan intensitasnya mengawal perkembangan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, menginisiasi lahirnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), aktif terlibat dalam aksi lapangan, bahkan menjadi komando lahirnya Aksi Bela al-Qur'an yang berjilid-jilid. Selain banyak terlibat dalam aksi lapangan, FPI juga banyak memperlihatkan responnya melaui pemberitaan kasus Ahok di websitenya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan berikut; bagaimana website FPI membingkai kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok dalam pemberitaannya?, dan wacana apa yang hendak dibangun dalam bingkai berita kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok di website FPI?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif pada level teks media dengan pendekatan konstruksionis. Data penelitian dianalisis dengan merujuk pada teori  framing media model Robert N. Entman yang menekankan pada dua dimensi besar: seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu dari realitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website FPI menggunakan perspektif hukum sebagai bingkai yang utama dalam memberitakan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok (define problem), namun berita sengaja dipilah-pilah untuk menciptakan efek tertentu; merugikan pihak Ahok dan pemerintah, sebaliknya menguntungkan pihak kelompok FPI. Pada titik ini website FPI tampak melakukan politik kepentingan dengan selubung hukum. Artinya, perspektif hukum yang digunakan sebagai bingkai utama dalam pemberitaan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok di website FPI, hanya dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok.
Analisis Wacana Kritis Atas Nyanyian Bugis Seddi Juta Tellu Ratu Karya Ansar S. (Model Teun A Van Dijk) Andi Filsah Muslimat
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2208

Abstract

The main objective of this research is to describe the structure, social cognition and social context contained in the Bugis song Seddi juta tellu ratu song from the work of Ansar S.Therefore, the description of the three dimensions of Van Dijk's model can make the community, especially Bugis singing lovers understand and enjoy the meaning contained and the linguistic aspects the creator wants to convey. The method used in this research is descriptive qualitative approach to critical discourse analysis. The results of this study indicate that there is a macro structure that includes a theme and a general description of injustice, a superstructure that includes an opening, a content and a closing so that it forms a complete frame structure, and a micro structure that includes semantics supported by background and metaphor. Dimensions of social cognition that are inspired by the social life of the text maker and the social context that influence it are the phenomena of promiscuity and uang panai.
Teknologi Informasi Dan Komunikasi Sebagai Media Baru Dalam Komponen Pembelajaran Subria Mamis
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.2049

Abstract

AbstrakTulisan ini dimaksud untuk mendeskripsikan media baru, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebagai wahana evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk melihat sejauh mana teknologi informasi dan komunikasi merambah kedunia pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pihak terkait, observasi dan juga dokumentasi. Hasil-hasil temuan saintifik yang diperoleh adalah bahwa Media Baru secara kualitas memberikan evaluasi yang unggul dengan menampilkan sifatnya yang memberikan efisiensi biaya, bahan, dan waktu penyelenggaranan ujian. Dengan media baru jangkauan wilayah yang luas dapat dicapai. Selain itu, sifat transparansinya dalam mekanisme penyajian soal dan juga dalam keamanan naskah menjadi akibat hadirnya new media di ranah pendidikan. Tulisan ini dikaji dengan pendekatan teori New Media yang merefleksikan media evaluasi belajar siswa yang ditandai dengan penggunaan jaringan internet, Teori Determinisme Teknologi yang mengimplikaskan penggunaan teknologi sebagai faktor dominan yang berpengaruh dalam media evaluasi belajar, Teori Konstruktivisme pendidikan yang megindikasikan siswa belajar aktif dengan kehadiran new media dalam evaluasi belajar dan juga Teori  Difusi Inovasi yang merepresentasikan inovasi kebijakan pemerintah yang didiseminasikan kepada sekolah-sekolah penyelenggara ujian berbasis komputer. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa presensi new media mengubah perubahan perilaku dari satu sisi evaluasi pembelajaran.Kata Kunci : Media baru, Evaluasi Pembelajaran, Ujian Nasional   Berbasis KomputerAbstractThis article is intended to describe the new media for the Computer-Based National Examination (UNBK) as a vehicle for evaluating learning that aims to see the extent to which information and communication technology has penetrated the world of education. Data collection was carried out by in-depth interviews with related parties, observation and even documentation. The scientific findings obtained are that New Media gives a superior evaluation quality by displaying its properties that provide cost efficiency, materials, and test execution time. With new media a wide area coverage can be achieved. In addition, the transparency in the mechanism for presenting questions and also in safeguarding texts is the result of the presence of new media in the field of education. This paper discusses the New Media theory approach which reflects the media for evaluating student learning characterized by the use of internet networks; The theory of technological determinism; which implies the use of technology as the dominant influencing factor in learning evaluation media, the theory of educational constructivism; which indicates students learn actively with the presence of new media in learning evaluation, and also the Innovation Diffusion Theory; which represents government policy innovation disseminated to school administrators computer based exam. So, it can be concluded that the presence of new media changes behavior change from one side of learning evaluation.Keywords: New Media, Learning Evaluation, Computer-Based National Examination
Analisis Wacana Berita Pelecehan Seksual Artis Soraya Larasati Miftah - Fadhil
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2479

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan seperti apa Soraya Larasati selaku korban pelecehan diposisikan dalam teks sebagai subjek maupun objek yang diberitakan. Serta seperti apa kehendak penulis dalam membentuk teks dan bagaimana kemudian pembaca diposisikan dalam menangkap pesan teks sesuai gambaran yang telah dibentuk oleh si penulis (pembuat teks). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Sebagai subjek Soraya Larasati cukup diberi ruang dan porsi yang pas di dalam teks dalam menampilkan dirinya sendiri melalui kutipan pandangan-pandangan pribadinya yang dimuat ke dalam teks. Namun, sebagai objek yang diberitakan, kutipan pandangan-pandangannya tersebut baik disengaja ataupun tidak, cenderung  mengarah pada narasi tertentu terkait bagaimana perempuan yang ideal dalam menempatkan dirinya di area publik khususnya dalam konteks menghindarkan diri dari tindak kejahatan seksual.  (2) Penulis hendak membangun sebuah narasi tentang perempuan atau muslimah yang ideal dengan menjadikan Soraya Larasati sebagai contoh publik figure sekaligus muslimah yang baik yang mampu mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi masalah pelecehan seksual. Pembaca yang telah menangkap dan menerima pesan tersebut selanjutnya akan mempunyai gambaran tertentu tentang perempuan/muslimah yang ideal sesuai versi yang dikehendaki teks dan pada akhirnya  akan mulai mengkategorikan mana perempuan/muslimah baik-baik dan  mana yang tidak/kurang baik sesuai dengan gambaran yang mereka dapatkan melalui teks berita tersebut.Kata Kunci : Pelecehan seksual, Soraya Larasati, Feminisme.