cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2020)" : 14 Documents clear
PERBEDAAN KADAR INTERLEUKIN-1? CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA AKTIVASI PERANTI ORTODONTI LEPASAN Kori Nia Lia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.918

Abstract

Latar belakang : tekanan mekanis yang ringan pada aktivasi peranti ortodonti lepasan dapat menimbulkan respons inflamasi pada jaringan periodontal. Interleukin-1? merupakan salah satu sitokin inflamasi yang kadarnya meningkat dalam cairan sulkus gingiva di sekitar gigi yang bergerak. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar interleukin-1? pada aktivasi peranti ortodonti lepasan pada waktu 0 jam, 24 jam dan 48 jam setelah aktivasi dengan pemberian tekanan mekanis. Metode : jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Sebanyak 6 pasien yang bersedia ikut dalam penelitian diambil sebagai subjek penelitian dengan kondisi maloklusi gigi insisivus bawah yang berjejal. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu : sebelum pemberian tekanan, serta 24 jam dan 48 jam setelah pemberian tekanan. Cairan sulkus gingiva diambil dengan paper point dari gigi insisivus bawah yang diberi tekanan ringan dengan klamer simpel sebesar 20-26 gr/cm2. Sampel selanjutnya diperiksa dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) dengan reagen Human ELISA kit interleukin-1?. Data yang didapat dianalisis dengan uji t-paired. Hasil : pada penelitian didapat rerata kadar interleukin-1? pada waktu 0 jam, 24 jam dan 48 jam adalah 0,39 pq/ml, 0,93 pq/ml dan 0,69 pq/ml. Hasil uji statistik dengan t-paired menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar interleukin-1? yang signifikan antara 0 jam dengan 24 jam dan antara 24 jam dengan 48 jam, dengan p0,05. Kesimpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekanan mekanis pada aktivasi peranti ortodonti lepasan menimbulkan respon inflamasi akut yang ditandai dengan peningkatan kadar interleukin-1? pada waktu 24 jam dan menurun pada waktu 48 jam.
PERBANDINGAN STABILITAS WARNA BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN RESIN NILON TERMOPLASTIS DALAM LARUTAN COKLAT Fransiska Nuning kusmawati; Lintang Nitya Parathitaputri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.950

Abstract

Latar belakang : bahan yang digunakan untuk  basis gigi tiruan yaitu resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastis. Kedua bahan tersebut memiliki kekurangan yang sama, yaitu penyerapan air yang tinggi sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada bahan basis gigi tiruan. Bahan dasar makanan dan minuman yang sering dikonsumsi manusia adalah coklat. Kandungan tanin dalam coklat dapat mempengaruhi perubahan warna pada basis gigi tiruan. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan stabilitas warna plat basis resin akrilik polimerisasi panas dengan resin nilon termoplastis dalam  larutan coklat. Metode Penelitian : pada penelitian ini digunakan 32 sampel yang terbagi dalam 2 kelompok resin akrilik polimerisasi panas dan resin nilon termoplastis yang direndam dalam 10 ml larutan coklat selama 7 hari. Pengukuran warna dilakukan dengan alat VITA easyshade sebelum dan setelah perendaman.Data yang diperoleh terdiri dari value, chrome, dan hue lalu diolah menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : hasil perbandingan perubahan nilai warna basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastis sebelum dan setelah perendaman dengan larutan coklat selama 7 hari menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan hasil yang signifkan (p 0.05) untuk value senilai 0.008, chroma 0.000 dan hue 0.000. Terdapat penurunan rata-rata nilai value pada kelompok resin akrilik polimerisasi panas lebih besar dari pada resin nilon termoplastis, peningkatan rata-rata nilai chroma pada kelompok resin nilon termoplastis lebih besar dari pada resin akrilik polimerisasi panas, dan peningkatan rata-rata nilai hue pada kelompok resin nilon termoplastis lebih besar dari pada kelompok resin akrilik polimerisasi panas. Kesimpulan : plat resin akrilik polimerisasi panas lebih stabil terhadap perubahan warna dibandingkan dengan nilon termoplastis dalam perendaman larutan coklat selama 7 hari.
THE RELATIONSHIP BETWEEN DENTAL HEALTH PERCEPTION AND DENTAL SERVICE UTILIZATION AMONG SCHOOL CHILDREN IN SOUTH JAKARTA Paulus Januar; Yufitri Mayasari; Mutiara Rina Rahmawati Ruslan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.1016

Abstract

Latar belakang: utilisasi pelayanan kesehatan gigimerupakan faktor penting dalam kesehatangigi. Utilisasi pelayanan kesehatan gigi dipengaruhi persepsi dan pandangan pentingnya kesehatan gigi. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mengenai kesehatan gigi dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Metode: Penelitian kualitatif potong lintang dilakukan pada 120 siswa dari 12 SD di Jakarta Selatan. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan datamengenai persepsi kesehatan gigi dan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Hasil: sebagian besar siswa memandang kesehatan giginya baik dan tidak pernah sakit gigi. Hampir separuh sampel tidak pernah menggunakan pelayanan kesehatan gigi, dan yang menggunakan terutama untuk pencabutan dan penambalan gigi. Uji chi square menunjukkan perbedaan signifikan antara persepsi mengenai terjadinya sakit gigi dengan frekuensi dan pola utilisasi, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi mengenai kesehatan jaringan gigi dan kesehatan jaringan lunak mulut dengan frekuensi dan pola utilisasi pelayanan kesehatan gigi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara persepsi mengenai terjadinya sakit gigi dengan frekuensi dan pola utilisasi. Tidak terdapat hubungan antara persepsi mengenai kesehatan gigi dan jaringan lunak mulut dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi. 
UJI TEKAN POLYETHYLENE FIBER DENGAN FERULLE PADA INSISIVUS PERTAMA MAKSILA Anita Anita; Erna Kurnikasari; Aprilia Adenan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.911

Abstract

Latar belakang : pasak intraradikuler terbukti dapat memberikan dukungan pada restorasi gigi yang telah dirawat endodontik. Fiber reinforced composite memiliki modulus elastisitas mendekati dentin, dimana hal ini baik untuk menyalurkan tekanan kunyah ke akar. Polyethylene fiber merupakan jenis pasak yang banyak berkembang belakangan ini karena memiliki kelebihan mudah dibentuk serta memberikan estetik yang baik. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tekan polyethelene fiber sebagai bahan pasak inti pada gigi insisivus pertama maksila. Metode : sampel sebanyak 7 gigi insisivus pertama maksila yang telah dirawat endodontik, dibuatkan pasak dan inti. Hasil : dilakukan uji tekan pada permukaan palatal inti komposit dengan sudut 135 derajat terhadap sumbu panjang gigi, diperoleh nilai uji tekan paling tinggi sebesar 661,62 N dan paling rendah sebesar 120,27 N. Hasil uji tekan memiliki nilai rata-rata uji tekan sebesar 438,57 N, dengan standar deviasi 177,82. Daya kunyah rata-rata pada insisivus pertama pada pria yaitu 147,17 N, dan pada wanita yaitu 93,88 N. Kesimpulan :  polyethylene fiber dengan akhiran ferulle dapat digunakan sebagai bahan pasak yang mampu menahan daya kunyah pada gigi insisivus pertama maksila.

Page 2 of 2 | Total Record : 14