cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025" : 7 Documents clear
KAJIAN EFEKTIFITAS JALUR SEPEDA DENGAN METODE BICYCLE LEVEL OF SERVICE (BLOS) TAMAN MERDEKA KOTA METRO Kurniawan, Septyanto; Pratama*, Ekki Okta; Sriharyani, Leni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4189

Abstract

Perkembangan transportasi ramah lingkungan seperti bersepeda menuntut tersedianya infrastruktur yang aman dan nyaman. Di Kota Metro, khususnya kawasan Taman Merdeka, jalur sepeda belum optimal dan sering tumpang tindih dengan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pelayanan jalur sepeda menggunakan metode Bicycle Level of Service (BLOS), yang mempertimbangkan faktor volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, persentase kendaraan berat, kondisi perkerasan, dan lebar jalan. Penelitian dilakukan di lima ruas jalan utama sekitar Taman Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar jalur sepeda berada pada peringkat D, mengindikasikan kondisi kurang hingga tidak layak bagi pesepeda. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan, serta kurangnya perlindungan fisik pada jalur sepeda. Kesimpulannya, jalur sepeda di kawasan ini memerlukan perbaikan signifikan agar dapat mendukung transportasi berkelanjutan dan meningkatkan keselamatan pesepeda.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA BATA TAHAN API/FIRE BRICKS UNTUK KONSTRUKSI BERKELANJUTAN Amran, Yusuf; Pramono, Tedy; Oktavia, Chica
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4184

Abstract

Tujuan utama peneliti dalam penelitian ini adalah ingin meningkatkan kualitas bata tahan api/fire bricks dengan menggunakan tambahan bahan berupa limbah batu bara dan serbuk daur ulang kaca. Selain meningkatkan kualitas bata tahan api/fire bricks, peneliti juga ingin mengurangi masalah limbah abu batu bara dan limbah kaca yang dapat menjadi bahaya lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan benar. Pemanfaatan fly ash/limbah batu bara dan limbah kaca secara bijaksana serta penggunaan teknologi pengolahan yang tepat dapat membantu mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh limbah ini dimana nantinya juga mampu menekan biaya produksi yang otomatis juga dapat menghasilkan bata tahan api/fire bricks yang berkualitas, mudah dan murah.Berdasarkan pada hasil pengujian dan penelitian yang telah dilakukan, penambahan fly ash dan glass powder dengan komposisi 25% fly ash + 25% glass powder + 50% tanah lempung mampu menghasilkan bentuk fisik yang baik pada fire bricks berupa permukaan yang halus dan siku dibandingkan dengan bata konvensional. Fire bricks yang dihasilkan pada penelitian ini masih mempunyai kemampuan densitas, porositas dan penyerapan air yang cukup tinggi jika diparameterkan kepada standarisasi yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan yang telah dilakukan penggunaan fly ash dan glass powder  dengan komposisi 25% fly ash dan 25% glass powder serta 50% tanah lempung  mampu mengasilkan nilai kuat tekan rata – rata sebesar 169,267 kg/cm2 setara dengan 20,41 Mpa. Nilai ini sudah memenuhi kategori kelas I pada SNI 15-2094-2000 dimana fire bricks tipe/jenis ini sesuai/cocok untuk penggunaan/penerapan pada area konstruksi yang memerlukan ketahanan panas sedang, seperti dinding pembakaran boiler atau cerobong industri.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan fly ash dan glass powder sesuai dengan komposisi disebutkan diatas mampu meningkatkan daya dukung fire bricks walaupun menggunakan metode produksi yang sangat sederhana/konvensional. Hal ini juga membuktikan bahwa penggunaan fly ash dan glass powder pada komposisi tertentu mampu memberikan dampak perubahan pada karakteristik fire bricks baik karakteristik fisik maupun mekanisnya.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KOTA METRO Putri, Feby Aristia; Raf’i, Lucky Agung
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4191

Abstract

Persimpangan jalan merupakan salah satu tempat terjadinya konflik lalu lintas. Bertambahnya jumlah kendaraan tanpa diiringi oleh peningkatan lebar jalan bisa menyebabkan terjadinya kepadatan lalu lintas dan akumulasi kendaraan di persimpangan jalan, terutama pada waktu jam sibuk. Simpang tak bersinyal sepanjang ruas Jalan Ahmad Yani merupakan lokasi kompleks perkantoran dan rumah sakit serta pull bus dan swalayan, sehingga pada jam tertentu arus lalu lintasnya sangat padat. Kinerja suatu simpang sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi simpang dan parameter yang digunakan untuk menilai kinerja simpang tak bersinyal. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi kinerja simpang tak bersinyal pada ruas Jalan Ahmad Yani serta menyajikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah yang ada di simpang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Nilai derajat kejenuhan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 1,25, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 0,81, dan di sore hari waktu interval 16.00-17.00 jumlah 1,11. Lalu nilai tundaan tertinggi pada pagi hari waktu interval 07.00-08.00 jumlah 25,81, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 25,00, dan di sore hari waktu interval 17.00-18.00 jumlah 27,26. Setelah diterapkannya alternatif menghilangkan hambatan samping dari tinggi ke rendah, dan pelebaran sisi pendekatan simpang. Nilai derajat kejenuhan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 1,09, dan di siang hari waktu interval 12.00-13.00 jumlah 0,70, dan di sore hari waktu interval 16.00-17.00 jumlah 0,97. Lalu nilai tundaan tertinggi pada pagi hari waktu interval 06.00-07.00 jumlah 24,87, dan di siang hari waktu interval 12.00 sampai 13.00 jumlah 28,74, dan di sore hari waktu interval 17.00-18.00 jumlah 21,67.
ANALISI S KUAT TEKAN BETON FC 20 Mpa MENGGUNAKAN CAMPURAN METAKAOLIN DENGAN AGREGAT HALUS DESA KARANG BINTANG DAN AGREGAT KASAR DESA SUNGAI KACIL P, Juliana Ageng; Permatasari, Sylvina
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4185

Abstract

Penelitian terhadap kuat tekan beton dengan menggunakan campuran metakaolin, dengan menambahkan campuran metakaolin bervariasi sebanyak 20% dan 25% dicampur merata dengan bahan beton agregat kasar dari Desa Sungai Kacil dan agregat halus dari Desa Karang Bintang menggunakan semen Tiga Roda Tipe I. Dari hasil penelitian diketahui kuat tekan dengan perhitungan konversi dan tanpa perhitungan konversi pada beton berturut-turut, beton 0% konversi sebesar 22,645 MPa, beton konversi campuran metakaolin 20% sebesar 20,904 MPa, dan konversi beton campuran metakaolin 25% sebesar 24,097 MPa. Sedangkan perhitungan tanpa konversi pada beton berturut-turut, beton 0% tanpa perhitungan konversi sebesar 14,72 MPa, beton campuran metakaolin 20% tanpa perhitungan konversi sebesar 13,587 MPa dan beton campuran metakaolin 25% tanpa perhitungan konversi sebesar 15,663 MPa. Maka presentase kenaikan kuat tekan beton dari mutu yang direncanakan 20 f’c MPa dengan perhitungan konversi dan tanpa perhitungan konversi. Persentase perhitungan konversi beton 0% sebesar 13,225%, beton campuran metakaolin 20% sebesar 4,520% dan beton campuran metakaolin 25% sebesar 20,485%. Sedangkan untuk persentase perhitungan tanpa konversi beton 0% sebesar -26,400%, beton campuran metakaolin 20% sebesar -32,060% dan beton campuran metakaolin 25% sebesar -21,680%
TINGKAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN MENGGUNAKAN PEDESTRIAN RISK INDEX (PRI) DI JALAN AH. NASUTION KOTA METRO Sriharyani, Leni; Kurniawan, Septyanto; Suwandi, Adelia
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4186

Abstract

Ruas Jalan AH Nasution merupakan salah satu ruas jalan yang berada di kota Metro. Jalan ini memiliki tipe 2/2 UD dan merupakan jalan arteri, penghubung antara Kota Metro dengan Kabupetan Lampung Timur dan Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keselamatan penyeberangan pejalan kaki di Jalan AH Nasution Kota Metro dengan menggunakan metode Pedestrian Risk Index (PRI). Survei dilakukan secara langsung selama tujuh hari pada pagi, siang dan sore hari untuk memperoleh data primer seperti waktu tempuh kendaraan dan pejalan kaki, jarak konflik serta jenis penyeberangan. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung terhadap penyeberangan pejalan kaki dan kendaraan yang melintas, dengan membagi waktu (pagi, siang, sore) dan jenis penyeberangan (tunggal dan kelompok). Pengolahan data dilakukan dengan menghitung nilai TTCv (Time to Collision of Vehicle), TTCp (Time to Collision of Pedestrian), Ts (Time to Stop), dan Vimpact (kecepatan tabrakan) sebagai dasar perhitungan PRI. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Pedestrian Risk Index (PRI) tertinggi berdasarkan waktu penyeberangan terjadi pada hari Kamis pagi sebesar 1372.49, siang sebesar 960.30 dan sore sebesar 1085.55. Sementara itu, penyeberangan tunggal tertinggi terjadi pada hari Kamis dengan PRI sebesar 2327.35 dan penyeberangan berkelompok tertinggi juga pada hari Kamis dengan PRI sebesar 529.79. Penyeberangan kelompok jauh lebih aman dibandingkan penyeberangan tunggal
STRATEGI DAN TEKNOLOGI DALAM SMART WATERSHED MANAGEMENT MENUJU DAS BERKELANJUTAN (STUDI LITERATUR) Rolia, Eva; Mufidah, Mufidah; Prawati, Eri; Yanidar, Ramadhani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4187

Abstract

Smart Watershed Management (SWM) merupakan pendekatan inovatif dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang mengintegrasikan teknologi modern, perencanaan strategis, dan partisipasi multipihak. Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematik terhadap berbagai publikasi ilmiah yang membahas strategi dan teknologi dalam SWM selama dekade terakhir. Fokus utama kajian mencakup penggunaan model hidrologi (seperti SWAT dan DML-PMA), pendekatan Total Maximum Daily Load (TMDL), serta perencanaan partisipatif berbasis SWOT dan PESTEL. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan SWM bergantung pada integrasi antara pemanfaatan data spasial, penguatan kapasitas kelembagaan, dan keterlibatan masyarakat lokal. Selain itu, SWM terbukti meningkatkan efektivitas konservasi tanah dan air, menurunkan beban pencemar, serta memperkuat ketahanan sosial-ekologis DAS, khususnya di wilayah dengan tekanan lingkungan tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan peneliti dalam merancang pengelolaan DAS yang adaptif dan berkelanjutan
PERENCANAAN KEBUTUHAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA AREA PASAR KALIREJO LAMPUNG TENGAH Hadijah, Ida; Setiawan, Roni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i2.4188

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman dan inklusif menjadi krusial untuk mendukung kegiatan sehari hari dari berbagai lapisan yang menggunakan area tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data yang langsung diambil dari lokasi penelitian berupa gambaran secara umum meliputi panjang jalan lebar jalan dan kondisi jalan serta data pejalan kaki, volume kendaraan. Sedangkan untuk merencanakan fasilitas pejalan kaki membutuhkan data-data sepreti volume pejalan kaki dan volume kendaraan lalu lintas serta kecapatan pajalan kaki. Pada area pasar Kalirejo ini didapat volume pejalan kaki cukup tinggi, disetiap segmen memiliki arus pejalan kaki yang berbeda beda dan begitu pula dengan keadaan arus lalu lintas. Hasil dari penelitian didapat yaitu pada  segmen A jenis fasilitas penyebrangan menggunakan zebra cross dengan nilai PV² sebesar 1,7 x 10⁸ dan fasilitas pejalan kaki menyusuri dengan lebar trotoar 185 cm. Segmen B jenis fasilitas penyebrangan mengunakan zebra cross dengan nilai PV 1,7 x 10⁸ dan fasilitas pejalan kaki menyusuri yang digunakan selebar 185 cm. Segmen C fasiitas pejalan kaki menyebrang tidak memenuhi syarat dengan nilai 5,8 x 10⁷ yang dimana nilai PV² tidak mencukupi nilai minimal dan fasilitas pejalan kaki menyusuri dengan lebar 185 cm. Segmen Cc jenis fasilitas penyebrangan yang digunakan pedestrian platform dengan nilai PV² sebesar 6,3 x 10⁸ dan lebar fasilitas pejalan kaki menyusuri selebar 185 cm. dan di segmen D jenis fasilitas penyebrangan yang digunakan tidak memenuhi nilai minimal PV² dan lebar fasilitas pejalan kaki menyusuri selebar 185cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 7