cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019" : 6 Documents clear
PENGARUH TEMPERATUR TUMBUKAN PADA CAMPURAN AC-BC (ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE) Leni Sriharyani; Masykur Masykur
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.950

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu pemadatan terhadappengujian Marshall untuk campuran AC-BC. Pengambilan data Marshall dilakukansebanyak tiga kali percobaan dari satu benda uji, temperatur pemadatan yang di tinjauyaitu 1650 C, 1600 C, 1550 C, 1500C,1450C dan1250C yang diambil dari temperaturpenghamparan di lapangan sebelum pemadatan. Dari hasil percobaan yang telah dilakukandidapat nilai StabilitasMarshall pada pengujian hasil core drill dan aspal padat memenuhispesifikasi Bina Marga 2010 (revisi 3). Dan secara umum nilai VIM memenuhispesifikkasi Bina Marga 2010 (revisi 3) pada temperatur 1650 C dan 1550 C, 1500 C dan1250C pada aspal adat campuran aspal beton AC-BC.nilai VMA telah memenuhispesifikkasi Bina Marga 2010 (revisi 3)dan nilaiVFA telah memenuhi spesifikkasi BinaMarga 2010 (revisi 3) pada campuran aspal beton AC-BC. Nilai Flowtelah memenuhispesifikkasi Bina Marga 2010 (revisi 3).Dari hasil penelitian temperatur yang baik untuk campuran aspal beton AC-BC adalahpada temperatur 1550 C, sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2010 ( revisi 3).
PENGARUH VARIASI SERBUK KAYU TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT Koilal Alokabel; Agustinus Deka Betan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.951

Abstract

Limbah serbuk kayu pada dasarnya sebagai bahan buangan namun memiliki potensibesar untuk dijadikan material baru. Pada kesempatan ini dilakukan peenelitian denganmevariasikan berbagai limbah serbuk kayu kemiri, jati dan bayam sebagai penguatmaterial komposit dengan fraksi volume 5%, 10%, 15%. Tujuan penelitian inimemanfaatkan limbah serbuk kayu guna mengurangi penggunaan bahan baku baru (kayu)untuk kebutuhan papan. Hasil penelitian diperoleh kekuatan impak semakin meningkatseiring meningkatnya fraksi volume serbuk kayu. Kekuatan impak tertinggi terjadi padaserbuk kayu bayam dengan fraksi volume 15% sebesar 0,115 J/mm².Dari hasil penelitian temperatur yang baik untuk campuran aspal beton AC-BC adalahpada temperatur 1550 C, sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2010 ( revisi 3).
PENGARUH BAHAN TAMBAH BATU BATA MERAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’21 MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PT. AMR DAN AGREGAT HALUS DESA SUNGGUP KOTA BARU Sylvina Permatasari
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.952

Abstract

Penelitian penambahan bata merah dari limbah sebagai substitusi agregat halus.Proses penambahan bata merah yaitu dihancurkan menggunakan mesin los angelessehingga dihasilkan bata merah dengan lolos saringan sebagai substitusi pasir terhadapkuat tekan beton yang direncanakan. Adapun komposisi penambahan bata merah tersebutadalah 0%, 15%, 20% dan 25% dari berat pasir dengan komposisi campuran betonmengacu pada Mix design berdasarkan SNI T15-1990-2003+ACI&ASTM tahun 2016.Kuat tekan tanpa penambahan bata merah sebesar 21,40 MPa, kuat tekan beton yangditambahkan bata merah mengalami peningkatan pada campuran 15% sebesar 21,57 MPa,pada campuran 20% sebesar 21,02 MPa, dan pada campuran 25% sebesar 20,44 MPa.Kuat tekan beton yang direncanakan adalah 21,00 MPa. Artinya pada penambahan batamerah sebesar 15% beton mengalami peningkatan sedangkan pada penambahan batamerah 20% mengalami pengurangan tetapi tetap mencapai dari kuat tekan rencana, dan25% bata merah terhadap campuran beton tidak dapat menambah kuat tekan betonmelainkan menurunkan kuat tekan beton terhadap kuat tekan rencana. Komposisicampuran dalam analisis ini mengacu pada AHSP Bidang Cipta Karya dari KementrianPU tahun 2013 untuk mutu fc’ 21 menggunakan material local Kotabaru (semen TigaRoda, pasir dari Desa Sungup, kerikil dari PT. AMR, dan Bata merah dari pengolahanlokal).
TINJAUAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN CA SERBUK BATU BASALT SEBAGAI BAHAN PENA ORDINARY PORTLAND CEMEN (OPC) Rajiman, Rajiman; Ningrum, Setya
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.954

Abstract

Semakin berkembangnya zaman dan perkembangan populasi penduduk kebutuhanakan insfastruktur terus meningkat. Beton merupakan salah satu bahan bangunan yangterbuat dari campuran semen portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregatkasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat (SNI-03-2847-2002). Beton banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan merupakan salah satualternatif pilihan untuk perkerasan dan pembangunan. Perkerasan dengan menggunakanbeton sedang banyak digunakan karena beton mempunyai banyak keuntungan. Dengansemakin meningkatnya penggunaan beton, maka perlu dilakukan inovasi untukmeningkatkan mutu beton. Meningkatkan mutu beton dapat di uji dengan cara menambahserbuk batu basalt pada campuran beton.Serbuk batu basalt merupakan batuan yang dihaluskan. Batu basalt adalah salah satubatu yang biasa digunakan sebagai bahan konstruksi. Batu basalt Skoria merupakanpotensi sumber daya mareial provinsi Lampung jumlah cadangannya minimal sekitar 338juta m3 (Rajiman,2011). Serbuk batu basalt yang digunakan sudah dipanaskanmenggunakan oven pada suhu 1600°C. Variasi penggunaan serbuk batu basalt sebagaibahan penambah terhadap berat semen adalah 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Benda ujibeton yang dibuat berbentuk silinder dan pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari,dan 28 hari.Dari hasil penelitian diperoleh hasil kuat tekan beton menggunakan serbuk batubasalt lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal. Proses pemanasan serbuk batubasalt juga terbukti menambah kekuatan tekan beton dibandingkan dengan beton dengancampuran serbuk batu basalt yang tidak dioven. Kadar oprimum penambahan serbuk batubaslat sebesar 3% dari berat semen
ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN BRIGJEND SUTIYOSO KOTA METRO Kurniawan, Septyanto; Surandono, Agus
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.955

Abstract

Jalan Brigjend Sutiyoso kecamatan Metro Pusat Kota Metro merupakan ruas jalanyang memiliki status jalan kota yang berfungsi bagi masyarakat Kota Metro sebagai saranatransportasi dan sebagai penghubung dari suatu tempat ke tempat yang lain dikawasanjalan tersebut. Penelitian pada Ruas Jalan Brigjend Sutiyoso ini dilakukan untukmenganalisis tingkat kepadatan volume arus lalulintas dan pengaruh hambatan sampingterhadap parameter-parameter kinerja jalan terhada tingkat pelayanan jalan.Tingkat kepadatan volume arus lalulintas tertinggi selama 1 minggu penelitian diruas jalan Brigjend Sutiyoso Kota Metro, berada pada hari Senin dengan jumlah totalkeseluruhan berdasarkan disaat jam puncak pada setiap simpang yang telah ditentukan,yaitu sebesar 1.125 Smp/Jam. Sedangkan aktifitas hambatan samping disaat jam puncakyaitu 994 Smp/Jam termasuk dalam katagori sangat tinggi, VH (Daerah Komersial;aktivitas pasar sisi jalan). Untuk kapasitas jalan sendiri disaat jam puncak yaitu 2.439,828Smp/Jam, hal tersebut diakibatkan karena banyaknya aktifitas kegiatan arus lalulintas yangmelewati titik lokasi yang diamati tersebut serta sedang terganggu oleh adanya aktifitaskegiatan hambatan samping, derajat kejenuhan disaat jam puncak yaitu 0,4610 disaatterjadinya suatu hambatan pada ruas jalan Brigjend Sutiyoso Kota Metro.Besar tingkat pelayanan pada ruas jalan Brigjend Sutiyoso Kota Metro, selama 12jam selama 1 minggu pengamatan di lapangan pada tiap-tiap simpang jalan yang telahditentukan, disepanjang Ruas Jalan Brigjend Sutiyoso, Kota Metro. Maka dapatdisimpulkan tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan tersebut berada pada katagori E, yaitu(Arus tidak stabil, kecepatan rendah, volume padat atau mendekati kapasitas)
PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PROYEK JALAN TOL TRANS SUMATERA (Studi Kasus : Paket III Kota Baru – Metro Sta102+775 – 103+225) Dewi, Sari Utama; Jaya, Fery Hendi; Masherni, Masherni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i2.1041

Abstract

Proyek Jalan Tol Trans Sumatera mempunyai peranan yang sangat penting dalam kelancaran lalu lintas di Pulau Sumatera. Penelitian ini dilakukan pada jalan Tol Trans Sumatera (Paket III Kota Baru – Metro Sta 102+775 – 103+225) dengan menganalisa perbandingan produktivitas alat berat pada pekerjaan di lapangan dan secara teoritis yaitu waktu siklus, biaya dan volume.Hasil yang diperoleh untuk biaya penggunaaan alat yang dikeluarkan setiap kombinasi yaitu : kombinasi 1 (Rp. 3.356.926.272,86), kombinasi 2 (Rp. 3.356.926.272,86), kombinasi 3 (Rp. 3.641.665.554,94), kombinasi 4 (Rp. 3.656.651.832,94), kombinasi 5 (Rp. 3.671.638.110,95), kombinasi 6 (Rp. 3.686.624.388,95), kombinasi 7 (Rp. 3.671.638.110,95), kombinasi 8 (Rp. 3.716.596.944,96). Sedangkan produktivitas alat berat dilapangan selama 61 hari (4 unit excavator dan 32 unit dump tronton) dan volume/hari 2.355,03 m3. Secara teoritis lebih efisien pada waktu pengerjaan di kombinasi 5 (49 hari dengan 5 unit excavator, 40 unit dump tronton, volume/hari 2.943,79 m3), kombinasi 6 (41 hari dengan 6 unit excavator, 48 unit dump tronton, volume/hari 3.532,55 m3),  kombinasi 7 (35 hari dengan 7 unit excavator, 56 unit dump tronton, volume/hari 4.121,31 m3) kombinasi 8 (31 hari dengan 8 unit excavator, 64 unit dump tronton, volume/hari 4.710,07 m3)

Page 1 of 1 | Total Record : 6