cover
Contact Name
Lukmanul Hakim
Contact Email
lukmanulhakim7419@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmabasan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MABASAN
ISSN : 20859554     EISSN : 26212005     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in MABASAN have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. MABASAN is published by Kantor Bahasa NTB twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan" : 7 Documents clear
LEKSIKAL PENANDA UKURAN WAKTU BAHASA JAWA PADA MASYARAKAT DESA KLOPODUWUR, KECAMATAN BANJAREJO, KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH Siti Raudloh
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.066 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikal penanda ukuran waktu dalam sehari semalam pada masyarakat Desa Klopoduwur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Selanjutnya untuk menganalisis data menggunakan metode padan intraligual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa Jawa sangat kaya akan leksikal-leksikal penanda ukuran waktu yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Kata ‘wayah’ hanya bisa dijajarkan dengan kata yang mempunyai pesan makna ‘melingkar atau berulang’. Penjajaran kata baik yang berupa morfem bebas maupun polimorfemis pada pembentukan leksikal penanda ukuran waktu mempunyai makna gramatikal ’waktu’ dan makna metaforis.
RELASI GENETIS BAHASA-BAHASA TIMOR Halus Mandala
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.985 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.225

Abstract

Penelitian  relasi bahasa ini mengkaji tujuh bahasa di Pulau Timor meliputi bahasa (1) Tokodede  dan (2) Mambae  ditutur masyarakat Timor Leste bagian barat, bahasa (3) Kemak dan (4) Tetun dipakai di NTT menyebar sampai ke wilayah  Timor Leste, bahasa (5) Dawan, (6) Rote, dan (7) Helong berkembang di NTT. Semua bahasa itu dihipotesiskan mempunyai hubungan kekerabatan, meskipun sebagian bahasa-bahasa itu diklasifikasikan sebagai bahasa Non-Austronesia (AN) (Capell, 1945). Data dikumpulkan menggunakan daftar Swadesh dan Holle yang dianalisis dengan metode diakomparatif,  diperoleh bukti akurat keeratan relasi genetis  bahasa-bahasa itu sebagai kelompok bahasa Timor. Berdasarkan bukti kuantitatif dan kualitatif, kelompok bahasa Timor memiliki tiga subkelompok, yakni TKM, DTR, dan  Hl yang dapat disusun dalam bentuk silsilah relasi genetis bahasa Timor dengan pola dwipilah. Inovasi fonologis penyatu kelompok Timor berupa apokope, sinkope, penunggalan bunyi, dan pengedepanan bunyi sentral PAN *¶. Bukti inovasi fonologis pemisah kelompok berupa PT *b menjadi PTKM *h, PDTR *f, dan Hl b. Selain itu, ditemukan pula bukti pemisah kelompok sekaligus penyatu subkelompok masing-masing.  Dalam subkelompok TKM ditemukan bukti inovasi fonologis bersama berupa apokope dan metatesis pada subkelompok DTR. Pada subkelompok Hl ditemukan pula bukti inovasi fonologis bersama berupa metatesis dan paragoge. Di samping itu ditemukan pula exclusively  shared  linguistic  innovation yaitu inovasi leksikal bersama baik untuk leksikal PT, leksikal subkelompok PTKM, leksikal subkelompok PDTR dan leksikal Hl.
TARGET BACA: ALTERNATIF PENUMBUHAN MINAT BACA SASTRA Syaiful Bahri
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.176 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.230

Abstract

Kebekuan pembelajaran sastra tidak terlepas dari faktor lemahnya budaya baca. Artinya, guna memecahkan kebekuan pembelajaran sastra, kegiatan membaca (khususnya sastra) harus dibudayakan.Target baca.Merupakan salah satu alternatif bagi upaya pembudayaan membaca di kalangan siswa.Kegiatan tawaran bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia ini dilaksanakan melalui proses membuat kesepakatan, penyetoran, dan penulisan. Masing-masing proses tersebut akan terlaksana dengan baik jika guru yang bertindak sebagai motivator juga mencintai sastra.
ANALISIS STRUKTURAL CERITA CILINAYE: UPAYA MENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SASAK Muhammad Shubhi
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.598 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.231

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis struktur cerita Cilinaye guna mengungkap kearifan lokal apa saja yang terkandung di dalamnya. Untuk sampai kepada tujuan tersebut, tulisan ini didasarkan pada teori Strukturalisme Levi-Strauss yang melihat bahwa mitos (cerita) memiliki kemiripan dengan bahasa yang merupakan media penyampaian pesan dan memiliki struktur. Hasil analisis menemukan bahwa cerita Cilinaye memiliki struktur yang saling kait-mengait, bagian yang satu menjelaskan bagian yang lain. Dengan memahami struktur cerita Cilinaye tersebut, dapat mempermudah mengungkap kearifan lokal yang ada di dalamnya. Hal itu terlihat dari beberapa sikap dan perbuatan yang ditunjukkan dalam cerita. Ziarah makam, doa, dan nazar merupakan tiga hal yang erat kaitannya. Dalam nazar terdapat juga sebuah motivasi yang kuat untuk meraih apa yangmenjadi harapan. Selain itu, adanya perayaan disertai dengan presean juga merupakan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sasak sebagai perwujudan rasa syukur.
EJAAN BAHASA SASAK Lalu Erwan Husnan
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.709 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.227

Abstract

Bahasa Sasak merupakan salah satu bahasa dengan penutur paling banyak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahasa Sasak digunakan oleh etnis Sasak sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa ini masuk dalam kelompok bahasa Bali-Sasak-Sumbawa. Kajian standardisasi bahasa Sasak termasuk ejaannya menggunakan pertimbangan linguistik dan sosiolinguistik. Hasilnya, dialek aəmemiliki peluang untuk dijadikan ejaan standar. Selain menggunakan pertimbangan linguistik dan sosiolinguistik, dialek ini juga memiliki penutur paling banyak dibandingkan dengan dialek yang lain. Pemilihan ini didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu prinsip kehematan,kejelasan, semangat persatuan, dan integritas sosial. Di lain pihak, unsur-unsur dari dialek lainnya diambil untuk kepentingan standardisasi dan pembelajaran.
BEKAYAT SASAK DI LOMBOK ANTARA KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN Made Suyasa
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.793 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.228

Abstract

Bekayat adalah tradisi sastra masyarakat Sasak di Lombok yang berupa pembacaan hikayat/syair dengan cara menembangkan kemudian diikuti terjemahan dan penafsiran secara bergantian oleh penembang dan pengarti (bujangge).Bekayat merupakan bentuk apresiasi masyarakat Sasak terhadap teks-teks sastra, disitulah teks-teks tulis diterjemahkan, ditafsirkan, dan dikaji secara lisan oleh pelaku bekayat secara lebih dalam, filosofis atau sufistik sehingga teks itu menjadi bermakna bagi kehidupan manusia yang menghasilkan dan yang menggunakannya. Kehadiran bekayat  bukan hanya sebagai media dakwah, namun  mampu menyatu dengan kehidupan ritual adat keagamaan masyarakat suku Sasak dan membangun silaturrahmi dalam bentuk berkesenian. Kelisanan dan keberaksaraan masih tetap berkembang dalam masyarakat Indonesia karena keduanya saling mendukung, hal ini menjadikan kebudayaan khirografik mendapat tempat yang baik sebagai panggung apresiasi  teks-teks tradisional. Bekayat sebagai panggung apresiasi berlangsung sepanjang pertunjukan, mereka berusaha mengangkat isu-isu aktual yang terkait dengan teks baik itu isu sosial, politik, ekonomi, budaya, dan juga praktik-praktik kehidupan yang melnyimpang dari ajaran Islam. Pendekatan dalam praktik apresiasi seperti dalam bekayat  menekankan pada bagaimana teks digunakan dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya.
BENTUK FATIS BAHASA SASAK NFN Hilmiati
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.236 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.226

Abstract

Penelitian ini berjudul Bentuk Fatis dalam Bahasa Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk fatis oleh penutur bahasa Sasak. Penelitian ini menggunakan pendekatan qualitatif dan empiris untuk mengkaji makna bentuk fatis yang digunakan oleh penutur asli bahasa Sasak. Informan dipilih dari penutur bahasa Sasak dialek ngeno-ngene di desa Bagik Papan. Selanjutnya, dalam penelitian ini digunakan metode qualitatif yang meliputi wawancara, transkripsi, dan analisis teks. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk fatis dalam penutur bahasa sasak relevan dan sesuai dengan teori tentang komunikasi fatis oleh Malinowski dan teori fungsi bahasa interpersonal oleh Halliday.   

Page 1 of 1 | Total Record : 7