cover
Contact Name
Basori
Contact Email
tjakbasori@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suarbetangbbkalteng@gmail.com
Editorial Address
http://suarbetang.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/BETANG
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Suar Betang
ISSN : 19075650     EISSN : 26864975     DOI : 10.26499/surbet.v14i1.91
Core Subject : Education,
SUAR BETANG is a journal that publishes articles in the study of literature, linguistics, and language teaching. This journal will be consumed by litterateur, linguists, researchers, university lecturers in language teaching, students in linguistics, language teachers, journalists, and other professionals. All articles in SUAR BETANG have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SUAR BETANG is published by Balai Bahasa Kalimantan Tengah twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020" : 11 Documents clear
Anjay dan Realisasi Pemakaiannya dalam Komentar Netizen di Akun Instagram @narasinewsroom Ai Gumiar
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.196

Abstract

The word anjay became a hot topic of conversation among Indonesians at the end of August 2020. Various reports emerged along with the ban on the use of the word of anjay, including on the Instagram account @narasunewsroom. As an account of news on Instagram, the information on this account is very up to date. The news about the use of the word anjay uploaded to this account. The follower reactions in the comments column are very diverse. The word anjay cannot be separated from the written comments. This paper discusses the speech of warganets that contained the word anjay in Instagram account of @narasinewsroom. The aims are to provide an overview of the use of the word anjay and its characteristics in speech. Qualitative descriptive method with pragmatic study was used to analyze. The methods used in data collection are observation method and note-taking technique. Geez method used to analyze data. The results show that the form of anjay based on its position in the speech can be at the beginning; middle; end; and combinations of beginning and middle, beginning and end, and middle and end. Meanwhile, based on its communicative values, speeches that contain the word anjay can be divided into five, namely (1) declarative speech; (2) interrogative speech; (3) imperative speech; (4) exclamative speech; and (5) empathic speech. AbstrakKata anjay menjadi ramai dibicarakan masyarakat Indonesia pada akhir bulan Agustus 2020. Berbagai pemberitaan muncul seiring dengan munculnya larangan penggunaan kata anjay, termasuk di akun Instagram @narasinewsroom. Sebagai akun berita di Instagram, informasi-informasi yang disampaikan di akun ini sangat kekinian. Pemberitaan mengenai penggunaan kata anjay dan problematikanya pun tidak luput dan diunggah di akun tersebut. Reaksi netizen pengikut akun Instagram tersebut di kolom komentar sangat beragam. Kata anjay tidak lepas dari komentar-komentar yang dituliskan. Makalah ini membahas tuturan netizen yang mengandung kata anjay dalam mengomentari unggahan akun Instagram @narasinewsroom. Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang penggunaan kata anjay serta karakteristiknya di dalam tuturan. Metode deskriptif kualitatif dengan kajian pragmatik digunakan untuk menganalisis tuturan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa wujud tuturan kata anjay berdasarkan posisinya di dalam tuturan dapat berada di awal; tengah; akhir; dan gabungan awal dan tengah, awal dan akhir, serta tengah dan akhir. Sementara itu, berdasarkan nilai komunikatifnya, tuturan yang mengandung kata anjay dapat dibedakan menjadi lima, yaitu (1) tuturan deklaratif; (2) tuturan interogatif; (3) tuturan imperatif; (4) tuturan eksklamatif; dan (5)tuturan empatik.
Relasi Sistem Tanda Verbal dan Tanda Visual pada Iklan Rokok di Youtube Paul Diman; Albertus Purwaka; Ina Nurensia Maleyati
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.208

Abstract

This study discusses the relationship between verbal and visual signs system in cigarette advertisements in Youtube. The purpose of this study is to describe how the visual and verbal signs system are the basic elements of message formation and the meaning relations of connotations that appear in cigarette advertisements in Youtube. This becomes interesting due to the prohibition against showing examples of cigarette products themselves in the mass media. Cigarette advertisements show their own uniqueness, namely that they always show the male figure in their advertisements with various kinds of activities they do. The method used in this research is descriptive qualitative method with data analysis techniques using Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. The data in this study were obtained from downloaded video advertisements in Youtube in the form of six cigarette advertising videos, then playing the video into pieces of images, all of which would be analyzed. The writer the analyze the relationship between the verbal sign system and visual signs, in the form of images and writings on cigarette advertisements on Youtube with the meanings contained therein and provide interpretations of the connotative meaning of the interaction of verb signs and visual signs. Based on the analysis, there are verbal and visual signs that have their own meanings, which try to communicate their message through these signs. Verbal signs in cigarette advertisements on Youtube can be found in the tagline, which contains the meaning that appears in the visual sign of the ad. In this case, verbal signs are an important element in adapting the advertising language used to foster reminders and brand awareness of these cigarette products. Visually, cigarette advertisements on Youtube show the independence of these men, indicating the independent nature of men who are able to solve all their problems alone. The construction of the visualization of the male figure in this advertisement also displays a positive image, namely the loving nature of pets. The ability of men to be able to manipulate is also a new image in the male image.  AbstrakIklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang menjual pesan-pesan secara persuasif dari sponsor. Iklan-iklan rokok yang tayang di youtube selalu unik dan menarik untuk disimak. Hal ini disebabkan oleh adanya larangan untuk menampilkan contoh produk rokok itu sendiri. Untuk tetap bisa beriklan, agency periklanan melakukan strategi dengan menciptakan iklan rokok kreatif.salah satunya dengan menggunakan komunikasi tanda verbal dan tanda visual, yang beroperasi pada dua jenjang, yaitu tanda secara individual dan tanda sebagai sebuah kelompok atau kombinasi. Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan deskripsi, eksplanasi, dan kajian terhadap sistem tanda verbal dan tanda visual serta relasi makna yang terkandung pada  iklan rokok yang ada di youtube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis semiotika komunikasi. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa relasi system tanda visual memunculkan adanya deskripsi berkenaan Relasi sistem tanda verbal dan tanda visual pada iklan rokok U mild memberikan ruang yang cukup luas untuk dipersepsikan dan pesan yang disampaikan. Sebagian besar iklan rokok U mild mengarah pada konstruksi maskulinitas yang dapat dilihat pada penggambaran berbagai aspek seperti segi fisik, ekonomi, sifat, dan aktivitas.. maskulinitas juga sering menampilkan karakter laki-laki yang sukses dan hidup di kalangan kaum menengah keatas. Hal ini dikarenakan kesuksesan juga merupakan salah satu ciri maskulinitas sehingga penggambaran kesuksesan ini mengokohkan konsep maskulinitas yang ada. Konstruksi maskulinitas dalam iklan ini menampilkan juga laki-laki yang penyayang dan mampu melakukan manipulasi.
Konflik Identitas Perempuan dalam Tiga Cerpen Kalimantan Timur Tahun 1980-an Diyan Kurniawati
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.167

Abstract

This paper presents the position of female characters in three East Kalimantan short stories   in the 1980s. The three short stories are "Marriage", "Baby", and "Luka Cinta". In these short stories, women are in patriarchal culture. This condition makes women deal with their condition differently. Women’s resistance creates identity conflicts. Using the theory of feminism, this study analyzes the the forms, causes, and effects of the conflicts and also  the connection between female character and the others, including patriarchal icons and others who support women to fight back. The analysis shows that identity conflicts are caused by patriarchy that continuously make women feel wrong if their struggle is successful and also caused by women's lack of strength in their struggling to choose their identity. East Kalimantan short stories in 1980s show women’s struggle in choosing their identity. AbstrakTulisan ini menampilkan posisi tokoh perempuan pada tiga cerpen karya pengarang Kalimantan Timur pada tahun 1980-an. Ketiga cerpen tersebut berjudul ”Perkawinan”, ”Buah Hati”, dan ”Luka Cinta” . Pada cerpen-cerpen tersebut posisi perempuan berada di tengah-tengah budaya patriarki. Kondisi itu menyebabkan perempuan mengadakan perlawanan dengan pola berbeda-beda. Perlawanan perempuan menimbulkan konflik identitas pada perempuan. Dengan teori feminisme, penelitian ini menganalisis sebab dan akibat tokoh perempuan mengalami konflik identitas.  Bentuk-bentuk konflik identitas yang dialami tokoh perempuan juga akan dianalisis. Relasi tokoh perempuan dengan tokoh-tokoh lain dengan demikian juga akan dianalisis lebih lanjut. Tokoh-tokoh tersebut meliputi tokoh-tokoh yang menjadi ikon patriarki dan tokoh-tokoh yang mendukung tokoh perempuan untuk melakukan perlawanan.  Analisis menunjukkan konflik identitas yang terjadi pada perempuan disebabkan patriarki yang secara terus menerus melakukan upaya agar perempuan merasa melakukan kesalahan apabila perlawanan tersebut berhasil. Analisis juga menunjukkan kondisi tersebut disebabkan pula oleh tidak kuatnya pertahanan perempuan untuk memilih identitasnya. Cerpen-cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an menunjukkan pergulatan perempuan dalam memilih identitasnya.
Keluar dari Zona Nyaman ala Tokoh Suar dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari Selfie Fianti
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.212

Abstract

This study aims to describe the way out of your comfort zone by Suar, a character in the novel Catatan Juang by Fiersa Besari which is a representation of real life. Focus of the study is emphasized on the character of Suar when she finally decides to get out of the comfort zone that shackles of her. To study the character Suar in the novel Catatan Juang, this study used a qualitative descriptive method. This qualitative descriptive method is used with the intention of producing a description in the form of words through observed research with content analysis techniques. This is same with the theory of Bogdan and Taylor who argues that qualitative research a produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. The result of research can be concluded that Suar managed to get away from all the routines that she had been complaining about in order to achieve her dream of becoming a film maker. Her struggle ia not easy, but she kept trying hard and finally proved that stepping out of your comfort zone isn’t a bad thing. This is inseparable from the encouragement and influence of motivational words in a book that she accidentally found on public transportion, with title “Catatan Juang” owned by Juang Astrajingga.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara keluar dari zona nyaman ala tokoh Suar dalam novel Catatan Juang karya Fiersa Besari yang merupakan sebuah representasi kehidupan nyata. Fokus kajian di tekankan pada tokoh Suar ketika akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman yang membelenggunya. Untuk mengkaji mengenai tokoh Suar dalam novel Catatan Juang, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif ini digunakan dengan maksud untuk menghasilkan deskripsi berupa tulisan dari penelitian yang diamati dengan teknik analisis isi. Ini sejalan dengan teori dari Bogdan dan Taylor yang mengemukakan bahwa penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa tokoh Suar berhasil melepaskan dirinya dari segala rutinitas yang selama ini ia keluhkan demi menggapai mimpi menjadi sineas. Perjuangan Suar tidak mudah, akan tetapi Suar terus berusaha keras dan akhirnya membuktikan bahwa keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang buruk. Ini tidak terlepas dari dorongan serta pengaruh kata-kata motivasi pada sebuah buku yang tidak sengaja ia temukan dalam angkutan umum, yaitu buku dengan judul “Catatan Juang” milik Juang Astrajingga.
Fenomena Bilingualisme (Campur-Alih Kode) Bahasa dalam Percakapan Santri di Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten Nurul Yuwana Ning Tyas; Elen Inderasari; Wahyu Oktavia
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.175

Abstract

This study aims to discuss one of the phenomena of bilingualism (code switching) and interference as well as the factors causing the phenomenon of language bilingualism in santri conversations in Islamic boarding schools. The forms of bilingualism and interference include Javanese, Indonesian and Arabic. The approach in this research is descriptive qualitative which describes the state of the object of research based on the facts that appear as they are. The subjects of this study were the students of Al Manshur Popongan Klaten. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The analysis technique during the field uses the model of Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion or verification. The results of the study note that there are 55 conversational data in the Al Manshur Popongan Islamic boarding school classified as follows; internal code 7 data transfer, external code 10 data transfer. Mix codes in linguistic elements that occur namely mixed code insertion of 12 data tangible elements, mixed code 5 data tangible codes, mixed code insertion elements in clause 7 data and mixed code insertion elements in the 5 word repetition element. Factors causing code switching and code mixing are the presence of speakers, interlocutors, prestige, changes in topic of conversation, identification of social roles, the desire to explain, and the habit of speakers.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas salah satu fenomena bilingualisme (campur-alih kode) bahasa serta faktor-faktor penyebab terjadinya fenomena bilingualisme bahasa dalam percakapan santri di Pondok Pesantren Al Manshur, Popongan, Klaten. Wujud bilingualisme meliputi bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang memaparkan keadaan objek penelitian dengan berdasarkan fakta-fakta yang tampil apa adanya. Subjek dari penelitian ini adalah para santri Al Manshur, Popongan, Klaten. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis selama di lapangan menggunakan model Miles and Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 50 data percakapan di Pondok Pesantren Al Manshur, Popongan, Klaten, yang diklasifikasikan menjadi alih kode internal 7 data, alih kode eksternal 11 data, campur kode penyisipan unsur berwujud kata 12 data, campur kode berwujud frasa 5 data, campur kode penyisipan unsur berwujud klausa 7 data, dan campur kode penyisipan unsur berwujud perulangan kata 8 data. Adapun faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode ialah adanya penutur, lawan tutur, gengsi, perubahan topik pembicaraan, identifikasi peranan sosial, keinginan untuk menjelaskan, dan keterbiasaan penutur.
Skemata dalam Wacana Berita Kasus Plagiarisme Rektor Unnes di Surat Kabar Solopos dan Suara Merdeka Endro Nugroho Wasono Aji
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.198

Abstract

The mass media sometimes write different stories to describe the same event. This happened in the case of the Unnes Rector's plagiarism. In this case, the newspaper Solopos made different news from the Suara Merdeka newspaper. This article will discuss the news discourse schemes published in both newspapers. Schemata are structures or elements of discourse that are arranged in a complete text. From this scheme, it can be seen the attitudes or views of the newspaper through the arguments it compiles. Descriptive method was used to study the news discourse schema of the two newspapers. Descriptive method is used to explain the language phenomena contained in the news discourse. The results of the study of the discourse schema of news on plagiarism cases in the newspapers Solopos and Suara Merdeka show different things. It can be seen from the title, lead, and content of the news. In its news content, the Solopos newspaper contains news from two parties, namely from the DK of UGM and the Rector of Unnes, but the portions are not balanced. On the other hand, from the headline and content of Suara Merdeka, the view is that the Rector of Unnes is not proven to have committed plagiarism. Suara Merdeka newspaper contains news from one side only, the Rector of Unnes.Abstrak    Media massa kadang menulis berita yang berbeda untuk menggambarkan peristiwa yang sama. Hal tersebut terjadi pada kasus plagiarisme Rektor Unnes. Pada kasus tersebut surat kabar Solopos membuat berita yang berbeda dengan surat kabar Suara Merdeka. Artikel ini akan membahas skemata wacana berita yang dimuat di kedua surat kabar tersebut. Skemata merupakan struktur atau elemen wacana yang disusun dalam sebuah teks yang utuh. Dari skemata tersebut dapat diketahui sikap atau pandangan surat kabar melalui argumen yang disusunnya. Untuk mengkaji skemata wacana berita kedua surat kabar tersebut digunakan metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan fenomena bahasa yang terdapat di dalam wacana berita tersebut. Hasil dari kajian skemata wacana berita kasus plagiarisme di surat kabar SOLOPOS dan Suara Merdeka menunjukkan hal yang berbeda. Dilihat dari judul, teras, dan isi berita SOLOPOS berpandangan bahwa dalam kasus tersebut Rektor Unnes terbukti melakukan plagiasi. Dalam isi beritanya surat kabar SOLOPOS memuat berita dari dua pihak, yaitu dari sisi DK UGM dan dari sisi Rektor Unnes, tetapi porsinya tidak berimbang. Sebaliknya, dilihat dari judul dan isi berita Suara Merdeka berpandangan bahwa Rektor Unnes tidak terbukti melakukan plagiasi. Surat kabar Suara Merdeka memuat berita dari satu sisi saja, yaitu pihak Rektor Unnes.
Tuturan Makelar Penyebab Konflik pada Transaksi Jasa Angkutan Umum Rissari Yayuk
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.105

Abstract

Comfort communication is undeniable important for the speaker and speaker’s partner in their interaction, but in reality it is not always happened. Impolite broker’s utterance might be the cause of conflict in public transportation. This utterance is interesting to be studied to find out the type of utterance and implicatures of the conflict based on the situation. The problems in this study are what kind of implicatures and the type of broker utterances that cause conflict in the transaction of public transportation. The aim of this study is to describe kind of implicatures and the type of broker utterances that cause conflict in the transaction of public transportation. The method used in this study is descriptive qualitative. Recording, note-taking, and documentation used in collecting the data. The data then analyzed by using pragmatic theory. The data are presented in common words. The data are taken from January 2019 until February 2019 along Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin, Banjarbaru, South Kalimantan. The data resource is the utterances of broker or speaker partner and other speaker in Banjar language that happens in that place. The results are the cause of conflict is signed by the using of rude linguistic, sarkasms and hyperbolic expressions. Broker implicatures utterances as the cause of conflict are disagreement and jokes. Based on the situation, the conclusion is there are violation of politeness utterance in the form of humiliation by the broker towards the speaker partner and its implicature which is uttered. This thing makes the communication in the transaction of public transportation service is not well going.  AbstrakKomunikasi yang lancar dan nyaman sangat diharapkan penutur dan mitra tutur kala berinteraksi. Kenyataannya tidak selalu demikian. Salah satu contohnya terjadi pada tuturan makelar yang kadang  kurang santun sehingga mengakibatkan konflik dengan calon pengguna  jasa angkutan umum. Tuturan makelar ini menarik untuk diteliti dalam rangka mengetahui wujud tuturan dan implikatur penyebab konflik berdasarkan situasi tutur. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana wujud tuturan makelar penyebab konflik dan apa saja implikatur tuturan makelar penyebab konflik pada transaksi jasa angkutan umum. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan wujud tuturan dan implikatur tuturan penyebab konflik pada transaksi jasa angkutan umum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekaman, catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan teori pragmatik. Peneliti menyajikan data dengan menggunakan kata-kata biasa. Pengambilan data dilakukan dari bulan Januari hingga Februari 2019. Data diambil di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin, Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber data penelitian ini ialah tuturan berbahasa Banjar makelar atau mitra tutur dengan peserta tutur lainnya di tempat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa wujud tuturan makelar atau mitra tutur penyebab konflik ditandai dengan menggunakan penanda linguistik sarkasme dan ungkapan yang berlebihan atau hiperbolik. Implikatur tuturan makelar penyebab konflik yaitu ketidaksetujuan dan candaan kepada penutur. Berdasarkan situasi tutur telah terjadi pelanggaran kesantunan berbahasa berupa pengancaman muka oleh makelar terhadap lawan bicaranya melalui wujud kebahasaan dan implikatur yang dituturkannya sehingga komunikasi pada transaksi jasa angkutan umum ini tidak berjalan lancar. 
Analisis Wacana Kritis “Hukuman Salah Alamat” pada Acara Mata Najwa R. Saleh
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.205

Abstract

Mata Najwa is a talkshow program that discusses current issues that occur in Indonesia. One of its episodes was "The Miscarriage of Justice." The research aims at describing Najwa Shihab’s constructed text in the topic. It is a descriptive and qualitative research. The research data were obtained through listening and note taking techniques. The data analysis technique referred to Van Djik's model of Critical Discourse Analysis theory. The results of the research show that, firstly, the macro structure analysis of the interactive dialogue "The Miscarriage of Justice" discussed in outline the case of Baiq Nuril who was became a victim of defamation. Secondly, based on super structure analysis, the dialogue was classified into three parts, namely introduction, content, and conclusion. The introduction was the narration delivered by Shihab to introduce the dialogue, the content was the facts in the form of video recordings and the results of Shihab's interviews with the speakers, and the conclusion was the narration delivered poetically by Shihab to conclude the results of the dialogue and expectations related to the ITE Law. Thirdly, based on the microstructure analysis, it was found that there are several metaphors were used by Shihab. It was used to emphasize the meaning that was on purpose built by Shihab. Furthermore, it was also found that Shihab’s diction was very "sharp". She is very expressive and very firm in expressing opinions or asking questions.AbstrakAcara Mata Najwa adalah salah satu program dialog yang membahas masalah-masalah kekinian yang terjadi di Indonesia. Salah satu topik yang dibahas adalah “Hukuman Salah Alamat.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teks yang dikonstruksi oleh Najwa Shihab pada acara Mata Najwa dengan topik “Hukuman Salah Alamat.” Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui teknik simak dan catat. Teknis analisis data yang dilakukan mengacu pada teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama,  analisis struktur makro dialog interaktif “Hukuman Salah Alamat” secara garis besar membahas tentang kasus Baiq Nuril yang menjadi korban kasus pencemaran nama baik. Kedua, berdasarkan analisis super struktur, dialog tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian pendahuluan merupakan narasi yang disampaikan oleh Shihab (Najwa Shihab) untuk mengantarkan dialog, bagian isi merupakan fakta-fakta berupa rekaman video dan hasil wawancara Shihab dengan narasumber. Bagian penutup merupakan narasi yang disampaikan Shihab secara puitis untuk menyimpulkan hasil dialog dan harapan-harapan terkait dengan UU ITE.  Ketiga, pada analisis struktur mikro, ditemukan bahwa terdapat beberapa metafora yang digunakan Shihab. Fungsi metafora ini adalah untuk mempertegas makna yang sengaja dibangun oleh Shihab. Selain itu, ditemukan bahwa diksi-diksi Shihab sangat “tajam”. Shihab sangat ekspresif dan sangat tegas dalam menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan.
Pengantar Redaksi dan Ucapan Terima kasih Dwiani Septiana
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjodohan dan Resistensi Perempuan dalam Metropop Summer Sky Karya Stephanie Zen Tania Intan
SUAR BETANG Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v15i2.174

Abstract

Matchmaking or marriage arrangement is an unpopular phenomenon in the feminist view since it is considered to be detrimental to women. However, matchmaking still occur in contemporary context as as shown in a number of contemporary Indonesian literary works. The difference is, when compared to female characters who lived in the past such as Siti Nurbaya by Marah Roesli or Midah Si Manis Bergigi Emas by Pramoedya Ananta Toer, women in contemporary literary works such as metropop and chick-lit have had space to show resistance to matchmaking happened to them. This study aims to examine the phenomenon of matchmaking and women's resistance in Stephanie Zen's novel Summer Sky, which is the object of research. The method used is descriptive qualitative method. The analysis was carried out with the sociology of literature approach and feminist literature studies with O'Brien and Randall matchmaking theoretical foundation, as well as Barker's theory of resistance. This study shows that the parents in the novel act as facilitators in finding a partners, while the decision to have a relationship is the decision of each individual as an adult. The matchmaking patterns filfills four stages of interaction, namely physical encounters, awareness of the existence of a potential partner, same emotional state, and marriage as a representation of a common goal. There is no significant resistance from the female protagonist because of compatibility factor with her partner and there is no coercion from parents. Therefore, despite the theme of matchmaking, the novel Summer Sky is presented like a love story in general.AbstrakPerjodohan merupakan fenomena yang tidak populer dalam pandangan feminis karena dianggap cenderung merugikan perempuan. Namun demikian, perjodohan masih saja terjadi dalam konteks kekinian sebagaimana ditampilkan dalam sejumlah karya sastra kontemporer Indonesia. Hal yang membedakan, bila dibandingkan dengan tokoh perempuan yang hidup di masa lampau seperti Siti Nurbayakarya Marah Roesli atau tokoh MidahSi Manis Bergigi Emaskarya Pramoedya Ananta Toer, perempuan modern telah memiliki ruang untuk menunjukkan resistensi atas perjodohan yang menimpanya. Kondisi ini tergambar dalam novel metropop Summer Skykarya Stephanie Zen yang menjadi objek penelitian. Analisis dilakukan dengan pendekatan sosiologi sastra dan kajian sastra feminis. Kajian ini menunjukkan bahwa dalam novel tersebut, orang tua hanya membantu mencarikan pasangan dan keputusan untuk menjalin hubungan merupakan keputusan masing-masing individu sebagai pribadi dewasa. Empat tahap interaksi yang dikemukakan Randall terpenuhi, yaitu pertemuan fisik, saling menyadari keberadaan, berada dalam situasi emosi yang sama, dan adanya simbol yang mewakili fokus bersama.

Page 1 of 2 | Total Record : 11