cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018): INOHIM" : 9 Documents clear
Perbandingan Data Pelaporan Rekam Medis Manual dan SIMRS di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Agnes Pinostari Diantika; Adi Widodo
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.595 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.22

Abstract

AbstractIn Permenkes No.1171, it was said that hospital recording and reporting was carried out in order to improve the effectiveness of hospital development and supervision in Indonesia. In this study found differences in data on the number of inpatient visitors in February 2018 at Medika Permata Hijau Hospital on the SIMRS application that was as many as 410 patients and data on the medical record manual report book as many as 404 patients. The purpose of this study is to find out the comparison of medical record reporting data manually and SIMRS at Medika Permata Hijau Hospital. The method used is descriptive analytic, conducted to provide an explanation of the comparison by using interview and observation data collection techniques. From the results of this study was discovered that the data contained in SIMRS amounted to more than the data contained in the medical record manual report book. The difference in data is caused by the data contained in SIMRS is more detailed and SIMRS does not support medical record reports. We recommend that when planning in the development of SIMRS applications in the future, the Director of the hospital involves the Medical Record department to identify information needs that must be in SIMRS, and also must proceed corrective actions by developers, consultants, and related management, so that there are no data differences to help maximize staff performance and facilitate and improve the quality of service.Keywords: data comparison, SIMRS application, manual reporting, medical recordAbstrakPada Permenkes No.1171, dikatakan pencatatan dan pelaporan rumah sakit dilakukan dalam rangka meningkatkan efektifitas pembinaan dan pengawasan rumah sakit di Indonesia. Pada penelitian ini ditemukan adanya perbedaan data jumlah pengunjung pasien rawat inap bulan Februari 2018 di RSMPH pada aplikasi SIMRS yang digunakan yaitu sebanyak 410 pasien  dengan data pada buku laporan  manual rekam medis yaitu sebanyak 404 pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan data pelaporan rekam medis secara manual dan SIMRS di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Metode yang diggunakan deskriptif analitik, dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai perbandingan data pelaporan rekam medis secara manual dan SIMRS dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa data yang terdapat pada SIMRS berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan data yang terdapat pada buku laporan manual rekam medis. Perbedaan data tersebut disebabkan, karena data yang terdapat pada SIMRS lebih terinci dan SIMRS tidak menunjang laporan rekam medis. Sebaiknya pada  saat perencanaan dalam pengembangan aplikasi  SIMRS dimasa mendatang. Direktur rumah sakit melibatkan departemen Medical Record untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi yang harus ada di SIMRS, serta perlu dilakukan tindakan koreksi bersama-sama oleh pengembang, konsultan, dan manajemen terkait agar tidak lagi terdapat perbedaan data untuk membantu memaksimalkan kinerja staf dan memudahkan serta meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan.Kata Kunci: perbandingan data, aplikasi SIMRS, pelaporan manual, rekam medis
Kualitas Pelayanan Medis dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Studi Empiris Kualitas Pelayanan Medis di RSIA Tiara Tangerang Yulia Noor
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.964 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.6

Abstract

AbstractFrom the results of observations and reports on patient visits in the first semester of 2015 concluded that outpatients at the Tiara Mother and Child Hospital in Tangerang Banten were still very low after the hospital operated again, the impact on hospital income was far from expected, action was needed changes to improve patient visits. The purpose of the study was to determine the relationship of the influence of interpersonal-based medical services on service quality, trust and satisfaction of patients. The type of research used is quantitative descriptive with quantitative analysis using primary and secondary data obtained through documentation and questionnaire studies. Measurements using a Likert scale, testing the research hypothesis using SEM (Structural Equation Modeling) analysis; medical services provided well during interpersonal meetings will affect service quality; medical services that are well provided during interpersonal meetings will affect patient satisfaction; the quality of services provided to patients well will affect the patient's trust; and the factor of trust among high patients greatly influences patient satisfaction.Keywords: interpersonal, quality of medical care, trust and patient satisfactionAbstrakDari hasil observasi dan data laporan kunjungan pasien pada semester 1 tahun 2015 terlihat Kunjungan pasien rawat jalan di RSIA Tiara Tangerang masih sangat rendah setelah rumah sakit beroperasional kembali hal ini sangat berdampak pada pemasukan rumah sakit yang jauh dari yang diharapkan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat meningkatkan pelayanan agar kunjungan pasien menjadi lebih baik lagi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengaruh pelayanan medis berbasis interpersonal terhadap mutu pelayanan, kepercayaan dan kepuasan pasien. Jenis penelitian yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif dengan analisa kwantitatif, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan kuesioner. Pengukuran menggunakan skala likert,  Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis SEM(Structural Equation Modelling) yaitu; pelayanan medis yang diberikan dengan baik saat pertemuan interpersonal akan mempengaruhi kualitas layanan; pelayanan medis yang diberikan dengan baik saat pertemuan interpersonal akan mempengaruhi kepuasan pasien; kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien dengan baik akan mempengaruhi kepercayaan pasien; dan faktor kepercayaan dikalangan para pasien yang tinggi sangat mempengaruhi kepuasan pasien.Kata Kunci : interpersonal, kualitas pelayanan kesehatan, kepercayaan dan kepuasan Pasien.
Tinjauan Aspek Keamanan Dan Kerahasiaan Rekam Medis Di Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Bhakti Mulia Annisah Isnaeni; Siswati Siswati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.67 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.23

Abstract

AbstractSecurity is a method of securing information against access to unauthorized changes. Confidentiality is a limitation of the disclosure of certain personal information. The general objective of this study was to determine the security and confidentiality aspects of medical records in the medical record storage room of Bhakti Mulia Hospital, Jakarta. The specific purpose of this study was to identify the SPO security and confidentiality of medical records in the storage room, identify aspects of security and confidentiality of medical records. The research method used was qualitative with a case study approach to describe how the security aspects and confidentiality of medical records in the storage room of Bhakti Mulia Hospital Jakarta. The technique of collecting data is by observation and interview. The results of the study found, the existence of storage space has not been maintained because of the narrow space, the door is not locked, officers from other parts can enter the storage room. This situation resulted in the medical record being easily lost, the contents of the medical record scattered, and the leakage of the confidentiality of medical records by irresponsible parties. The SPO for security and confidentiality has been established but has not been implemented maximally, which has caused the security and confidentiality aspects of the medical record to not be properly maintained. It is recommended that the SPO be reaffirmed in accordance with government regulations.Keywords: Security and confidentiality, medical records, hospital storage roomsAbstrakKeamanan adalah metode pengamanan informasi terhadap akses perubahan yang tidak sah. Kerahasiaan merupakan pembatasan pengungkapan informasi pribadi tertentu. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan rekam medis RS Bhakti Mulia Jakarta. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi SPO keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan, mengidentifikasi aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana aspek keamanan dan kerahasian rekam medis di ruang penyimpanan Rumah Sakit Bhakti Mulia Jakarta. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang ditemukan, adanya ruang penyimpanan belum terjaga keamananya karena  ruang sempit, pintu tidak terkunci,  petugas dari bagian lain dapat masuk ke ruang penyimpanan. Keadaan ini mengakibatkan  rekam medis mudah hilang, isi rekam medis tercecer, dan bocornya kerahasiaan rekam medis oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. SPO keamanan dan kerahasiaan sudah ada dibuat tetapi belum dilaksanakan dengan maksimal, yang mengabkibatkan  aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis belum terjaga dengan baik. Disarankan perlu menegaskan kembali SPO yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundangan pemerintah.Kata Kunci: Keamanan dan kerahasiaan, rekam medis, ruang penyimpanan RS
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Petugas Terhadap Keterlambatan Klaim Biaya Rawat Inap Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X Tahun 2018 Wiwik Viatiningsih
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.025 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.9

Abstract

AbstractDelay is execution of a job is not in accordance with a predetermined time or not on time. The delay is influenced by various factors. Some of them are knowledge, attitudes and behaviors. Delay claims hospitalization costs resulting cash flow of BPJS Kes patiens hospital disrupted so would disrupt hospital operations are likely to impact the delivery of health care to patients. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge, attitudes and behavior towards officials delay hospitalization expenses claims BPJS Kes patiens in RS X. The method used is quantitative approach to the study of observational and cross-sectional design. The population of this study is related to the implementation of the officer claims hospitalization costs BPJS Kes are doctors, cashier, Laboratory, Radiology, Medical Records, and Verification numbering 25 people, while the sample used is saturated sample is the number of the population. Analysis of the data used is univariate and bivariate (chi-square). The results showed that the implementation cost of hospitalization BPJS Kes claim not timely 48%. Knowledge workers on hospitalization expenses claims provisions BPJS Kes 52%. and good officer behavior is 52%. Bivariate test results indicate that there is a significant relationship between knowledge, attitudes and behavior towards hospitalization expenses claims delays BPJS Kes Patiens where P <0.05. The odds ratio for knowledge is 59.813, and behaviors  35.840. Delay claims hospitalization patien BPJS Kes patiens will result in the timely payment of claims that are not necessary for the implementation of quality improvement officers claim not too late. To improve the knowledge, attitudes and behaviors required personnel training, seminars, socialization, motivation, improved work discipline and responsibility towards work.Keywords : knowledge, attitudes, behavior, and delay claims.AbstrakKeterlambatan adalah pelaksanaan suatu pekerjaan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan atau tidak tepat waktu. Keterlambatan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa diantaranya yaitu pengetahuan, dan perilaku. Keterlambatan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kesehatan dapat mengakibatkan cash flow rumah sakit terganggu sehingga akan mengganggu operasional rumah sakit yang akan berdampak pula kepada pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan perilaku petugas terhadap keterlambatan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kesehatan di RS X Cikupa-Tangerang penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional serta disain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah petugas yang terkait dengan pelaksanaan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kesehatan yaitu dokter, bagian Kasir, Laboratorium, Radiologi, Rekam Medis, dan Verifikasi yang berjumlah 25 orang, sedangkan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu jumlah dari seluruh populasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kesehatan tidak tepat waktu 48%. Pengetahuan yang baik petugas tentang ketentuan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kesehatan 52%. dan perilaku petugas yang baik 52%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, dan perilaku terhadap keterlambatan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kes dimana P < 0,05. Odd ratio untuk pengetahuan 59,813, dan perilaku 35,840. Keterlambatan klaim biaya rawat inap pasien BPJS Kes mengakibatkan pembayaran klaim tidak tepat waktu sehingga diperlukan peningkatan kualitas petugas agar pelaksanaan klaim tidak terlambat. Untuk meningkatkan pengetahuan, dan perilaku petugas diperlukan pelatihan, seminar, sosialisasi, pemberian motivasi, peningkatan disiplin kerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.Kata kunci : Pengetahuan, keterlambatan, klaim.
Tinjauan Penerapan Sistem Elektronik Rekam Medis di Rumah Sakit Royal Progress Tahun 2018 Innocentius Probosanjoyo; Joko Asmoro Widhi; Gama Bagus Kuntoadi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.944 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.20

Abstract

AbstractFrom the observations at Royal Progress Hospital, there were problems regarding the application of electronic medical record systems. The current system seems to be the thing that must be used in a hospital. The development of technology makes medical records that were once in the form of paper now begin to switch to electronics. But the application of electronic medical record systems that conform to standards makes it an interesting matter to be reviewed. Therefore on this occasion the writer will examine about it. The purpose of this research is to identify the application of electronic medical record systems. This research is using qualitative descriptive research methods, which is the data collection techniques based on observations and interviews that will be compared with existing theories. Based on the results of research conducted by the writer, it was obtained that the application of electronic medical record systems in Royal Progress Hospital is not all in accordance with the existing theory yet. Therefore the writer suggest to divert the hospital information system that is now used, especially the electronic medical record system into an electronic health record, so that the creation of better health information management.Keywords: Medical record, electronic medical record systems, hospital informationAbstrakDari hasil observasi di Rumah Sakit Royal Progress terdapat masalah tentang penerapan sistem elektronik rekam medis. Sistem tersebut sekarang ini seakan menjadi hal yang wajib digunakan di rumah sakit. Berkembangnya teknologi membuat rekam medis yang dulunya berupa kertas sekarang mulai beralih ke elektronik. Tetapi penerapan sistem elektronik rekam medis yang sesuai standar menjadikan suatu hal yang menarik untuk ditinjau. Maka dari itu pada kesempatan ini penulis akan meneliti tentang hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penerapan sistem elektronik rekam medis di RS. Royal Progress. Di dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana dengan teknik pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara yang akan dibandingkan dengan teori yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis didapat tentang penerapan sistem elektronik rekam medis di RS. Royal Progress belum semuanya sesuai dengan teori yang ada. Oleh karena itu penulis menyarankan untuk mengalihkan sistem informasi rumah sakit yang sekarang digunakan terutama sistem elektronik rekam medis menjadi rekam kesehatan elektronik supaya terciptanya manajemen informasi kesehatan yang lebih baik.Kata Kunci : Rekam medis, sistem rekam medis elektronik, informasi rumah sakit 
Korelasi Kadar Gula Darah Puasa Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Type 2 di Puskesmas Jakarta Barat Tahun 2018 Nanda Aula Rumana; Laras Sitoayu; Mertien Sa&#039;pang
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.485 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.19

Abstract

AbstractDiabetes Mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin or when the body cannot effectively use insulin. The prevalence of diabetes is increasing faster in middle and low income countries. Indonesia, which is a developing country with low incomes, has a high risk as well. If diabetes is not managed properly, it will develop into complications that can threaten health and endanger life. Diseases suffered and the length of the treatment process in diabetic patients can affect physical, psychological, social and welfare functions which are defined as quality of life. This research is a quantitative study which is analytical in nature which studies the correlation of fasting blood sugar levels on the quality of life of patients with type 2 diabetes mellitus. The study design uses cross sectional study design, the variables in this study are fasting blood sugar levels, and quality life measured by the SF-36 questionnaire. The unit of analysis in this study was diabetic patients at West Jakarta Health Centers aged 30-50 years and could read 146 people taken by accidental sampling. The results showed a significant negative correlation between fasting blood sugar and quality of life. It is proven that the higher the blood sugar level, the lower the quality of life. Linear quality linear regression equation = 79,925-0,026 fasting blood sugar level. It is expected that self-management in the management of diabetes mellitus can be improved for each individual because it can reduce the level of GDP so that it can improve the quality of life.Keywords: fasting blood sugar level, diabetes mellitusAbstrakDiabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi saat pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau saat tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin tersebut. Prevalensi diabetes meningkat lebih cepat di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah. Indonesia yang merupakan negara berkembang dengan penghasilan masih rendah memiliki risiko yang cukup tinggi juga. Apabila diabetes tidak dikelola dengan baik, maka akan berkembang menjadi komplikasi yang dapat mengancam kesehatan dan membahayakan kehidupan. Penyakit yang diderita dan panjangnya proses pengobatan pada pasien diabetes dapat mempengaruhi fungsi fisik, psikologis, sosial dan kesejahteraan yang didefinisikan sebagai kualitas hidup (Quality of Life). Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang bersifat analitis dimana studi ini mempelajari pengaruh kadar gula darah puasa terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Rancangan penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional), Variabel dalam penelitian ini adalah kadar gula darah puasa, dan kualitas hidup yang diukur dengan kuesioner SF-36. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pasien diabetes di Puskesmas Se Jakarta Barat usia 30-50 tahun serta dapat membaca berjumlah 146 orang yang diambil secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara gula darah puasa dengan kualitas hidup pasien. Terbukti semakin tinggi kadar gula darahnya, maka semakin rendah kualitas hidupnya. persamaan regresi linier  kualitas hidup=79,925-0,026kadar gula darah puasa. Diharapkan manajemen diri dalam pengelolaan penyakit diabetes mellitus dapat diperbaiki untuk setiap individu karena dapat menurunkan kadar GDP sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.Kata Kunci: kadar gula darah, diabetes mellitus 
Pengaruh Faktor End User Computing Satisfaction (EUCS) Terhadap Manfaat Nyata Pengguna Sistem Informasi Elektronik (E-Puskesmas) di Puskesmas Sawah Besar Jakarta Hera Adrianti; Hosizah Usman
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.629 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.21

Abstract

AbstractEnd User ComputingSatisfaction (EUCS) is a way to carry out an assessment of the satisfaction of an information system covering the content, format, accuracy, timeliness, and ease of use. User satisfaction is crucial to the success of the system as well as the effect on the net benefits. The net benefit was assessed by the effects of the work, efficiency, effectiveness, and reducing errors. Most users are not satisfied due to the implementation of an electronic information system (e-PHC) in Sawah Besar Jakarta Health Center is often an error occurs, the patient visit reports are inconsistent, there is no warning if there is a similarity of patient identity and the process of bridging the BPJS rudimentary application. The purpose of this study to determine the effect End User Computing Satisfaction (EUCS) against net benefit users of Electronic Information System (e-PHC) in Sawah Besar Jakarta Health Center. This study uses a quantitative approach with survey observational and cross-sectional design. The study population is 84 and sample 46 users of e-health center comprising 10 nurses, midwives 9, 10 doctors, 9 PMIK, 5 pharmaceutical and 3 nutritionists. Collecting data using questionnaires, data analysis simple linear regression. Results of simple linear regression test showed that there is significant effect between the factors of End User Computing Satisfaction (EUCS) against the net benefit users of electronic information system (e-PHC) in Sawah Besar Jakarta Health Center (p-value 0.000 <0.05) with a net benefit equation = 4.093 + 0.292 (factor EUCS). The net benefit of  if the factor 4.093EUCS = 0, whereas if there is additional 1 EUCS factor value then the net benefits = 4.093 + 0.292.Keywords: end user computing satisfaction (EUCS), net benefits, e-health center AbstrakEnd User Computing Satisfaction (EUCS) merupakan cara untuk melakukan penilaian atas kepuasan terhadap sebuah sistem informasi meliputi content, format, accuracy, timeliness, dan ease of use. Kepuasan pengguna sangat menentukan dalam keberhasilan sistem serta berpengaruh terhadap manfaat nyata. Manfaat nyata dinilai dengan efek pekerjaan, efisiensi, efektivitas, dan pengurangan kesalahan. Sebagian pengguna merasa tidak puas dikarenakan penerapan sistem informasi elektronik (e-Puskesmas) di Puskesmas  Sawah Besar Jakarta sering terjadi error, laporan kunjungan pasien tidak konsisten, tidak ada warning jika ada kesamaan identitas pasien, dan proses bridging dengan aplikasi BPJS belum sempurna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor End User Computing Satisfaction (EUCS) Terhadap Manfaat nyata pengguna Sistem Informasi Elektronik (e-Puskesmas) di Puskesmas Sawah Besar Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survey observasional, dan desain cross sectional. Populasi penelitian ini 84 dan besar sampel 46 pengguna e-Puskesmas terdiri 10 perawat, 9 bidan, 10 dokter, 9 PMIK, 5 farmasi dan 3 ahli gizi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data regresi linear sederhana. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara faktor End User Computing Satisfaction (EUCS) terhadap manfaat nyata pengguna sistem informasi elektronik (e-Puskesmas) di Puskesmas Sawah Besar Jakarta (p-value 0,000<0,05) dengan persamaan manfaat nyata = 4,093 + 0,292 (Faktor EUCS). Manfaat nyata sebesar 4,093 jika faktor EUCS=0, sedangkan jika terjadi penambahan 1 nilai faktor EUCS maka manfaat nyata = 4,093 + 0,292.Kata Kunci: end user computing satisfaction (EUCS), manfaat nyata, e-puskesmas 
Pengaruh Malaria Pada Ibu Hamil Terhadap Defisiensi Makronutrien Pada Balita Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.975 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.15

Abstract

AbstractThe incidence of Malaria in Indonesia until April 2018 shows a total of 10.7 million people living in medium and high endemic areas of malaria. These areas are the provinces of Papua, West Papua and East Nusa Tenggara. At present, the Indonesian government through the Ministry of Health has stated that it is aggressively undertaking efforts to eliminate malaria in 2030. Women in pregnancy are considered vulnerable to suffer from malaria in these endemic areas. Malaria due to Plasmodium falciparum and or Plasmodium vivax during pregnancy is 88.2 million (70%) of 125.2 million pregnancies in the world. 54.4 million those pregnancy women came from Malaria endemic areas in Asia Pasific. This paper is a literature review by reporting the results of exploration of articles with keywords: pregnancy, malaria and macronutrients deficiency. Macronutrient deficiency in the presence of maternal malaria infection causes fetal growth and could affect both immune-competence and long-term health. Joint efforts by public health professional with interest in nutrition and parasitologist (Malaria experts) are needed to determine the burden and to find its solution.Keywords: malaria, nutrition, infantsAbstrakKejadian Penyakit Malaria di Indonesia, hingga April 2018 menunjukkan  sebesar 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi Malaria. Daerah tersebut adalah provinsi Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. Saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan sedang gencar melakukan upaya-upaya eliminasi Malaria pada tahun 2030. Ibu hamil dianggap rentan menderita Malaria di daerah-daerah endemis tersebut. Kejadian Malaria akibat Plasmodium falciparum dan atau Plasmodium vivax selama kehamilan sebanyak 88,2 juta (70%) dari 125.200.000 kehamilan di dunia. 54.4 juta jiwa ibu hamil yang terjangkit berasal dari kawasan endemik Malaria di Asia-Pasifik. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dengan melaporkan hasil eksplorasi artikel-artikel dengan kata kunci: pregnancy (kehamilan), Malaria dan deficiency macronutrient (kekurangan makronutrien).  Keadaan kekurangan makronutrien dan adanya infeksi maternal malaria menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi terhambat, meningkatkan resiko terkena infeksi dan kematian pada bayi dan balita, juga kesehatannya di masa yang akan datang. Perlunya kerjasama ahli-ahli parasitologi dan kesehatan masyarakat dengan spesialisasi nutrisi untuk menentukan besarnya masalah dan merancang solusinya.Kata Kunci: malaria, nutrisi, bayi
Gambaran Perilaku Hygiene Ibu Dan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Grogol Petamburan Tahun 2018 Nayla Kamilia Fithri; Zelfino Zelfino
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.409 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.24

Abstract

AbstractDiarrheal diseases are still a public health problem in developing countries such as Indonesia, because of their high morbidity and mortality, especially among children under five. This research is aimed to determine the distribution of maternal hygiene and sanitation behavior and the incidence of diarrhea in children aged 1-3 years. This Research uses was descriptive and data collection with primary data using a questionnaire. Sample of this research is mother who have toddler age 1-3 year living In Working Area Health Center Grogol Petamburan, West Jakarta which amounted to 65 respondents. The sampling technique used is Incidental Sampling. As a results of  were obtained from 65 respondents, there were 29 (44.6%) poor hygiene behavior and 39 (55.4%) had good hygiene behavior. Behavior 61.5% of mothers rarely wash hands with soap before breast-feeding and 60% of mothers rarely wash their hands after washing ompol. But 70.85 mothers always cut the nails 2 weeks. As for the incidence of diarrhea, found that 26 (40%) who did not experience diarrhea and 39 (60%) toddlers 1-3 years experienced diarrhea. The conclusion is that most of the mothers in Puskesmas Grogol Petamburan have good hygiene behavior and some of the bad ones. Keywords: Hygiene, Diarrheal, childrenAbstrakPenyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi terutama yang dialami oleh balita. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi perilaku hygiene dan sanitasi ibu dan kejadian diare pada balita usia 1-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas grogol petamburan 2018. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dan pengambilan data dengan data primer menggunakan kuesioner. Sample dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun yang tinggal Di Wilayah Kerja Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat  yang berjumlah 65 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Insidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan dari 65 responden, terdapat 29 (44.6%) berperilaku hygiene yang kurang baik dan 39 (55.4%) berperilaku hygiene yang baik. Perilaku 61.5% ibu jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui dan 60% ibu jarang mencuci tangan setelah mencuci ompol. Tapi 70.85 ibu selalu memotong kuku 2 minggu sekali. Sedangkan untuk kejadian diare, didapatkan hasil bahwa 26 (40%) yang tidak mengalami diare dan 39 (60%) balita 1-3 tahun  mengalami diare. Kesimpulanya adalah sebagian besar ibu Di Wilayah Puskesmas Grogol Petamburan mempunyai perilaku hygiene yang baik da nada beberapa yang berperilaku buruk.Kata Kunci: Hygiene, Diare, Balita 

Page 1 of 1 | Total Record : 9