Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN KLINIK SARAF Ansye Yasinta Wowor; Siswati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.3823

Abstract

Pelayanan yang baik, berkualitas dan tepat waktu adalah suatu harapan dari pasien. Cepat dan lamanya pelayanan rumah sakit sangat berpengaruh pada kunjungan pasien, yang dapat menimbulkan ketidakpuasan dan komplain dari pasien. Tujuan dari penelitian ini Menghitung lama waktu tunggu pasien BPJS di pelayanan rawat jalan klinik saraf dan menghetahui penyebab lama waktu tunggu pasien rawat jalan. Jenis metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif, dengan teknil sampel random sampling. Rerata waktu tunggu pelayanan pasien BPJS Klinik saraf RS. St. Carolus selama 68 menit dan sebagian besar kategori waktu lama (> 60 menit). Penyebab dari lama waktu tunggu dikarenakan jadwal praktek dokter di luar rumah sakit, konsultasi pasien di ruang dokter spesialis dan tidak adanya SPO ketetapan standar waktu tunggu. Lama waktu tunggu untuk pasien di klinik saraf masih terdapat banyak pasien yang harus menunggu dengan waktu yang lama (>60 menit). Sehingga pasien mengalami ketidakpuasan dalam pelayanan. Pelayanan akan baik jika waktu tunggu pasien memenuhi standar (≤60 menit) dan pasien akan mengalami kepuasan dan membuat pasien nyaman jika datang berobat kembali. Untuk terwujudnya pelayanan yang baik dan waktu tunggu memenuhi standar maka rumah sakit harus membuat SPO dan pembaharuan SPO kembali sehingga petugas di bagian klinik saraf dapat memperhatikan waktu tunggu pasien yang datang berobat.  
Perbandingan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Rawat Inap Jaminan BPJS Dan Non BPJS Terhadap Penagihan Biaya di RSUD Kabupaten Karimun Kepulauan Riau Sumiati Sumiati; Siswati Siswati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 3, No 1 (2015): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.212 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v3i1.79

Abstract

AbstrakKelengkapan resume medis merupakan salah satu syarat pemberkasan administrasi penagihan biaya. Jenis jaminan pembayaran pasien yang terdapat di RSUD Kabupaten Karimun Kepulauan Riau terdiri dari jaminan BPJS dan non BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap jaminan BPJS dan non BPJS terhadap penagihan biaya. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik, menggunakan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh resume medis pasien jaminan periode Juli sampai September 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61resume medis untuk jaminan BPJS dan 59 resume medis untuk jaminan non BPJS. Analisa data menggunakan uji chi square dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase kelengkapan pengisian resume medis pasien BPJS 86.31%, standar deviasi 7.79% sedang rata-rata kelengkapan pengisian resume medis pasien jaminan non BPJS 83.45%,standar deviasi 7,36%. Dimana diperoleh hasil bahwa ada perbedaan antara kelengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap jaminan BPJS dengan non BPJS, dari ada perbedaan proporsi penagihan antara jaminan BPJS dan non BPJSKata kunci : Kelengkapan pengisian resume medis, jaminan, penagihan biaya 
Tinjauan Aspek Keamanan Dan Kerahasiaan Rekam Medis Di Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Bhakti Mulia Annisah Isnaeni; Siswati Siswati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 6, No 2 (2018): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.67 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v6i2.23

Abstract

AbstractSecurity is a method of securing information against access to unauthorized changes. Confidentiality is a limitation of the disclosure of certain personal information. The general objective of this study was to determine the security and confidentiality aspects of medical records in the medical record storage room of Bhakti Mulia Hospital, Jakarta. The specific purpose of this study was to identify the SPO security and confidentiality of medical records in the storage room, identify aspects of security and confidentiality of medical records. The research method used was qualitative with a case study approach to describe how the security aspects and confidentiality of medical records in the storage room of Bhakti Mulia Hospital Jakarta. The technique of collecting data is by observation and interview. The results of the study found, the existence of storage space has not been maintained because of the narrow space, the door is not locked, officers from other parts can enter the storage room. This situation resulted in the medical record being easily lost, the contents of the medical record scattered, and the leakage of the confidentiality of medical records by irresponsible parties. The SPO for security and confidentiality has been established but has not been implemented maximally, which has caused the security and confidentiality aspects of the medical record to not be properly maintained. It is recommended that the SPO be reaffirmed in accordance with government regulations.Keywords: Security and confidentiality, medical records, hospital storage roomsAbstrakKeamanan adalah metode pengamanan informasi terhadap akses perubahan yang tidak sah. Kerahasiaan merupakan pembatasan pengungkapan informasi pribadi tertentu. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan rekam medis RS Bhakti Mulia Jakarta. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi SPO keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan, mengidentifikasi aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana aspek keamanan dan kerahasian rekam medis di ruang penyimpanan Rumah Sakit Bhakti Mulia Jakarta. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang ditemukan, adanya ruang penyimpanan belum terjaga keamananya karena  ruang sempit, pintu tidak terkunci,  petugas dari bagian lain dapat masuk ke ruang penyimpanan. Keadaan ini mengakibatkan  rekam medis mudah hilang, isi rekam medis tercecer, dan bocornya kerahasiaan rekam medis oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. SPO keamanan dan kerahasiaan sudah ada dibuat tetapi belum dilaksanakan dengan maksimal, yang mengabkibatkan  aspek keamanan dan kerahasiaan rekam medis belum terjaga dengan baik. Disarankan perlu menegaskan kembali SPO yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundangan pemerintah.Kata Kunci: Keamanan dan kerahasiaan, rekam medis, ruang penyimpanan RS
Hubungan Ketepatan Pemberian Kode Diagnosa Dan Tindakan Terhadap Persetujuan Klaim BPJS Siswati Siswati; Selvy Lindu Pratami
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 3, No 2 (2015): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.14 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v3i2.116

Abstract

AbstractThe accuracy of coding diagnoses and patient action is very important because it is useful to facilitate the presentation of information services mainly as a determinant of patient treatment costs. Implementation of the coding performed by the coder with the ICD-10 and ICD-9. The aim of research to get an idea of the accuracy of the coding relationship diagnosis and action on approval of claims BPJS 2015. This study uses an observational cross-sectional approach, samples taken by way of systemic random sampling with a checklist and using chi square test. Based on the results of research and discussion of the accuracy of coding diagnoses and actions which 47 (54.7%) while the inappropriateness of coding diagnoses and measures a total of 39 (45.3%). BPJS claims received approval 35 (40.7%) whereas there rejected 51 (59.3%). While the results of the chi-square test the accuracy of the coding relationship diagnosis and action on the approval of claims BPJS Hospital Qadr significance values obtained from statistical test results ie, p = 0.0001. The p value <0.05, which means that Ho refused and H1 accepted that there is a relationship between the accuracy of coding diagnoses and action on approval BPJS claims. So that there is a relationship between the accuracy of coding diagnoses and action on approval BPJS claims. Keywords: code provision accuracy diagnosis and action, claims agreement bpjsAbstrakKetepatan pemberian kode diagnosis dan tindakan pasien sangat penting karena berguna untuk memudahkan pelayanan pada penyajian informasi terutama sebagai penentu biaya pengobatan pasien. Pelaksanaan pengkodean dilakukan oleh koder dengan ICD-10 dan ICD-9. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran hubungan ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan terhadap persetujuan klaim BPJS tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional melalui pendekatan observasional, sampel yang di ambil dengan cara systemic ramdom sampling dengan daftar tilik dan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan yaitu 47 (54,7%) sedangkan ketidaktepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan sebanyak 39 (45,3%). Persetujuan klaim BPJS yang diterima 35 (40,7%) sedangkan ditolak ada 51 (59,3%). Sedangkan hasil uji chi-square hubungan ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan terhadap persetujuan klaim BPJS di Rumah Sakit Qadr diperoleh nilai signifikasi dari hasil uji statistik yaitu p = 0,0001. Nilai p tersebut < 0,05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada hubungan antara ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan terhadap persetujuan klaim BPJS. Sehingga ada hubungan antara ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan terhadap persetujuan klaim BPJS.Kata kunci : ketepatan pemberian kode diagnosa dan tindakan, persetujuan klaim bpjs
Tinjauan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Distribusi Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Rara Sabrina Sukma; Siswati Siswati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 5, No 2 (2017): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.508 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v5i2.138

Abstract

AbstractCompliance in the implementation of standard operational procedures of medical record distribution did not work well in RSUD Kota Bekasi. All medical record distribution officers perform their duties but not in accordance with the instructions contained in standard operating procedures.The purpose of this study is to get an idea of the compliance of distribution officers in the implementation of standard operational procedures of medical record distribution by using descriptive method. This research method describes the object of research at present based on factual, the data obtained then compiled, processed, analyzed, and presented in the form of reports.The results of the compliance study of the standard operating procedure of medical record distribution has not been running well. The factors that influence the compliance of officers in the implementation of standard operational procedures are the lack of socialization about the standard of distribution operational procedures, so that officers do not understand the contents of the standard operating procedures of the distribution, the attitude of the less responsible officers, and the average education factor high school graduate.The conclusion of the results of this study is the lack of compliance in the implementation of standard operational procedures distribution that could cause problems such as medical records are missing. The suggestion is the need to socialize the standard of distribution operational procedures to the distribution officer and the need for firmness in cracking down on the officers who work not in accordance with standard operating procedures that have been set.Keywords: Medical records, Standard operational procedures, DistributionAbstrakKepatuhan dalam pelaksanaan standar prosedur operasional distribusi rekam medis tidak terlaksana dengan baik di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. Seluruh petugas distribusi rekam medis melaksanakan tugasnya namun tidak sesuai dengan instruksi yang tertera didalam standar prosedur operasional.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang kepatuhan petugas distribusi dalam pelaksanaan standar prosedur operasional distribusi rekam medis dengan menggunakan metode deskriptif. Metode penelitian ini menggambarkan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan factual, data yang didapatkan kemudian disusun, diolah, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk laporan.Hasil penelitian kepatuhan pelaksanaan standar prosedur operasional distribusi rekam medis belum berjalan dengan baik. Ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugas dalam pelaksanaan standar prosedur operasional yaitu faktor tidak adanya sosialisasi tentang standar prosedur operasional distribusi sehingga membuat petugas tidak memahami isi dari standar prosedur operasional distribusi tersebut, faktor sikap petugas yang kurang bertanggung jawab, dan faktor pendidikan yang rata-rata lulusan SMA.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah belum terciptanya kepatuhan dalam pelaksanaan standar prosedur operasional distribusi yang bisa dapat menimbulkan masalah sepeti rekam medis yang hilang. Sarannya adalah perlunya mensosialisasikan standar prosedur operasional distribusi kepada petugas distribusi serta perlunya ketegasan dalam menindak petugas yang bekerja tidak sesuai dengan standar prosedur operasional yang telah ditetapkan.Kata kunci : Rekam medis, Standar prosedur operasional, Distribusi
TINJAUAN PELAKSANAAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIPUTAT TIMUR TANGERANG SELATAN Aringgi Al Pasya Darwis; Noor Yulia; Siswati; Lily Widjaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.9 KB)

Abstract

Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan.” (Permenkes.RI 2016). Pendaftaran Rawat Jalan merupakan tempat pertama yang dikunjungi pasien atau keluarga pasien sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan rawat jalan para petugas harus cekatan dalam melayani pasien lama maupun pasien baru. Tujuan penelitian Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Rawat Jalan di Puskesmas Ciputat timur Tangerang selatan. Desain penelitian cross sectional dengan metode deskriptif melalui analisis kualitatif yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian adanya suatu hambatan dalam melakukan pendaftaran pasien, seperti koneksi internet yang terputus, pasien sering tidak membawa kartu identitas, dan minimnya SDM pada penyiapan berkas Rekam Medis. Saran sebaiknya ada petugas teknisi yang selalu sigap mengontrol koneksi pada saat jam pelayanan berlangsung dan penambahan petugas dengan kelulusan yang tepat pada pelayanan rawat jalan, terutama rekam medis
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANANDA BEKASI Endang Palupi Ningsih; Siswati Siswati; Noor Yulia; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang penyimpanan rekam medis tekadang menjadi suatu hal yang terabaikan. Banyak unit rekam medis yang kurang memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana ruang penyimpanan rekam medis. Bila kita perhatikan masih banyak unit rekam medis yang memiliki ruang penyimpanan terbatas. Hal ini disebabkan karena kelengkapan ruang yang kurang memadai sehingga menyebabkan ruangan kurang nyaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jumlah rak rekam medis dan luas ruang penyimpanan untuk 5 tahun mendatang. Jenis penelitian ini dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah rak penyimpanan rekam medis yang ada di Rumah Sakit Ananda Bekasi saat ini berjumlah 22 rak dan memiliki luas ruangan 49,31m2. Sebaiknya rekam medis inaktif dialih media, dengan melakukan scanner lembar rekam medis yang penting-penting seperti resume medis, persetujuan operasi, laporan operasi, bukti bayi baru lahir dan lain-lain. Agar rak rekam medis inaktif bisa digunakan untuk penyimpanan rekam medis aktif
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Inaktif di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2021 Hanum Milla Kurnia; Laela Indawati; Nanda Aula Rumana; Siswati Siswati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.712 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i9.443

Abstract

Depreciation is an activity to reduce medical records from storage shelves by moving active medical records to inactive medical records. Depreciation of medical records needs to be done and considered, if the depreciation is not carried out with the addition of medical records that continues to increase, it will cause a buildup of medical record archives. This study aims to determine how the implementation of inactive medical record shrinkage at the Islamic Hospital Jakarta Cempaka Putih. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach consisting of 3 informants, namely 1 head of medical records and 2 medical record officers. Based on the results of the study, it was found that the Islamic Hospital of Jakarta Cempaka Putih already had standard operating procedures related to shrinkage (retention) and destruction. The medical record unit depreciates medical records referring to the existing SOP. In carrying out the depreciation of the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital, there were several things that had not been implemented, such as media transfer and extermination. The obstacle factors that occur in the implementation of depreciation are lack of human resources and there are still many medical records that accumulate because they have not been done entirely. Suggestions for the Islamic Hospital of Jakarta Cempaka Putih to make Standard Operating Procedures regarding the depreciation of inactive medical records, make decisions on medical records based on useful and not useful values, suggestions for Human Resources (HR) in the depreciation implementation section set a schedule so that the depreciation process can conducted.
Tinjauan Lama Waktu Pendistribusian Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Kanker Dharmais Wahyu Darmansyah; Siswati Siswati; Nanda Aula Rumana; Liliy Widjaja
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 12 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.588 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i12.568

Abstract

Latar Belakang : Waktu pendistribusian rekam medis pasien rawat jalan merupakan bagian dari indikator mutu pelayanan rekam medis. Semakin cepat pendistribusian rekam medis sampai ke poliklinik maka semakin cepat pula pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu pendistribusian rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena dengan menggunakan angka yang mewakili karakteristik subjek penelitian. Sampel penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan klinik kandungan berjumlah 105 rekam medis, menggunakan teknik pengambilan sampel (Incidental/Convenience Sampling). Hasil : Hasil dari penelitian dapat diketahui dari 37 (35,23%) rekam medis sudah memenuhi waktu pendistribusain rekam medis yang sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal) ≤ 10 menit, sedangkan 68 (64,76%) rekam medis belum memenuhi SPM, Waktu tercepat dalam pendistribusian rekam medis yaitu 5 menit, sedangkan waktu terlama dalam pendistribusian rekam medis adalah 20 menit. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah Rumah Sakit Kanker Dharmais telah memiliki SPO tentang pendistribusian yang di terbitkan pada 12 november 2019, namun belum menyebutakan standar waktu distribusi rekam medis. Dari 105 rekam medis rawat rawat jalan ditemukan 37 rekam medis tepat waktu, dan 68 rekam medis terlambat dalam melakukan pendistrbusian, Faktor yang paling berpengaruh dalam keterlambatan distribusi rekam adalah rekam medis tidak ditemukan dalam rak penyimpanan.
Tinjauan Kebutuhan Rak dan Ruang Penyimpanan Rekam Medis di Rumkital Marinir Cilandak Jakarta Selatan Wahyudi Prasetyo; Siswati Siswati; Deasy Rosmala Dewi; Puteri Fannya
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i2.688

Abstract

Latar Belakang : Mengacu pada latar belakang permasalahan yang ada maka rumusan masalah adalah menghitung kebutuhan jumlah rak penyimpanan rekam medis dan luas ruang penyimpanan rekam medis.Penelitian dilakukan, pada bulan November 2021 sampai dengan Agustus 2022 dibagian Rekam Medis Rumkital Marinir Cilandak . Berlokasi di Jl. Raya Cilandak KKO Kompl Marinir Cilandak Timur Jakarta selatan,DKI Jakarta. Tujuan : Tujuan khusus yaitu Menghitung jumlah kunjungan pasien rawat jalan, rawat inap dan UGD, menghiyung rata-rata pertumbuuhan rekam medis, mengukur ketebalan rekam medis, menghitung kebtuhan rak penyimpanan rekam medis, dan menghitung luas ruang penyimpanan rekam medis. . Metode : Metode Penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan memperoleh gambaran dan melihat langsung kebutuhan rak rekam medis di Rumkital Marinir CilandakBerdasarkan hasil penelitian tentang Tinjauan Kebutuhan Rak Dan Ruang Penyimpanan Rekam Medis Di Rumkital Marinir Cilandak Jakarta Selatan. Hasil : Hasil penelitian jumlah kunjungan pasien rawat jalan,rawat inap, dan UGD dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 berjumlah 544.915 pasien.dengan jumlah kunjungan pasien sebanyak 544.915,sesuai dengan bertambahnya pasien baru setiap harinya,maka jumlah dan ketebalan rekam medis akan bertambah pula sehingga akan berpengaruh akan kebutuhan rak penyimpanan rekam medis. Kesimpulan: Dapat diambil kesimpulan bahwa kunjungan pasien ditahun 2016 sampai dengan tahun 2021 terjadi ketidak stabilan,diketahui ada penurunan yang signifikan pada 2020,dan mengalami peningkatan kembali ditahun 2021.Rata-rata pertumbuhan rekam medis dalam 3 tahun terakhir minus.akibat penurunan jumlah kunjungan pasien terlebih lagi diperburuk pandemi COVID-19.