cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): INOHIM" : 7 Documents clear
Pengaruh Kebiasaan Mencuci Tangan dengan Kejadian Dermatitis pada Pekerja Cleaning Service Jakarta Utara Nayla Kamilia Fithri; Arum Anggita Moyo Dewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.177

Abstract

 Abstract Dermatitis caused by substances or substances attached to the skin. Dermatitis is a common skin problem caused by allergens or irritants substance. The Occurrence of occupational dermatitis due to the second most work after musculoskeletal occurs by about 22%. This research is a quantitative study, using a cross-sectional study. This research was conducted in June 2019 with a total sample of 125 people using total sampling techniques. The variables in this study were handwashing habits and the incidence of contact dermatitis. The aim is to determine the relationship between handwashing habits and dermatitis among cleaning service workers at the North Jakarta Mayor Office in 2019. Data collection uses instruments that contain the doctor's examination sheets and questionnaire sheets. The results of the study showed that workers who did contact dermatitis were 65 workers (52%). Based on the results of the statistical test analysis, it was found that there was a relationship between handwashing habits and contact dermatitis (p = 0,000) and the OR value was 3.129. The conclusion is the habit of washing hands that can overcome the problem of dermatitis in cleaning workers. To minimize the risk of contact dermatitis, it is recommended that workers practice handwashing after work.Keywords: dermatitis, hand wash, cleaning service  AbstrakDermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh bahan atau substansi yang menempel pada kulit. Dermatitis disebabkan oleh faktor-faktor yang berada pada lingkungan kerja seperti bahan kimia dan persona hygiene pekerja terutama kegiatan mencuci tangan setelah bekerja. Kejadian dermatitis dilingkungan kerja sebagai bentuk penyakit akibat kerja terbanyak ke dua setelah gangguan ergonomi terjadi sekitar 22%. Penelitan ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kebiasaan mencuci tangan dan kejadian dermatitis kontak. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian dermatitis pada pekerja cleaning service di Kantor Walikota Jakarta Utara Tahun 2019. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa lembar pemeriksaan dokter dan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami dermatitis kontak sebanyak 65 pekerja (52%). Berdasarkan hasil analisis uji statistik diketahui bahwa ada hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian dermatitis kontak (p=0.000) dan nilai OR adalah 3.129. Kesimpulanya adalah kebiasaan mencuci tangan mempengaruhi terjadinya dermatitis pada pekerja cleaning servis. Untuk meminimalisir risiko terjadinya dermatitis kontak disarankan agar pekerja melakukan kebiasaan cuci tangan setelah bekerja.Kata Kunci: dermatitis, cuci tangan, cleaning servis  
Analisis Determinan Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat Ita La Tho; Fenita Purnama
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.196

Abstract

AbstractIndonesia as a tropical country that has rainfall and high humidity causes the incidence of DHF tends to fluctuate. Reported in 2015, Incidence Rate (IR) with 100,000 population in Indonesia amounted to 50.75 and an increase of up to 78.85 in 2016. Recorded the number of dengue cases from 34 provinces in Indonesia in 2017 as many as 59,047 cases. Although Indonesia has succeeded in reducing the number of DHF cases, DKI Jakarta as the capital of Indonesia still contributes the number of DHF cases by 3,350 cases (IR = 32.29 with 100,000 population) and was included in the top ten provinces with the highest DHF Incidence Rate (IR) in Indonesia. At West Jakarta, the second highest of DHF case was occupied by Cengkareng District with 69 cases. The purpose of the study was to analyze the determinants of knowledge with the Prevention of DHF in the Rawa Buaya Village, Cengkareng District, West Jakarta. This research is an analytic study with cross sectional design. The population is all household heads in Rawa Buaya Sub-district, Cengkareng, West Jakarta. The sample of this research was 210 samples. The result of this research was there was relationship between knowledge with prevention of incident at Rawa Buaya Sub-district, Cengkareng District, West Jakarta with p-value 0.0025, OR value = 3.4738. This means that a good level of knowledge about DHF incidents has a tendency of 3.5 times higher in efforts to prevent DHF incidents.Keywords: Knowledge, DHF incidents, Incidence Rate (IR)AbstrakIndonesia sebagai Negara tropis yang mempunyai curah hujan dan kelembapan tinggi menyebabkan angka kejadian DBD cenderung fluktuatif. Dilaporkan Incidence Rate (IR) per 100.000 penduduk di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 50,75 dan terjadi peningkatan hingga 78,85 di tahun 2016. Tercatat jumlah kasus DBD dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 59.047 kasus. Meskipun Indonesia telah berhasil menurunkan jumlah kasus DBD namun, DKI Jakarta sebagai ibukota Indonesia masih turut menyumbangkan jumlah kasus DBD sebanyak 3.350 kasus (IR = 32,29 per 100.000 penduduk) dan termasuk kedalam sepuluh besar provinsi dengan Incidence Rate (IR) DBD terbanyak di Indonesia. Di Jakarta Barat, kasus DBD tertinggi kedua diduduki Kecamatan Cengkareng dengan 69 kasus. Tujuan Penelitian untuk menganalisis determinan pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala rumah tangga di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 210 sampel. Hasil : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan Kejadian DBD di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan  p-value 0,0025, nilai OR = 3,4738. Artinya tingkat pengetahuan yang baik tentang Kejadian DBD memiliki kecenderungan 3,5 kali lebih tinggi dalam upaya pencegahan Kejadian DBD.Kata Kunci : Pengetahuan, Kejadian DBD, Incidence Rate (IR)
Analisis Faktor Kriteria Klinis Pasien dalam Tahap Terminal di RS Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2018 Resia Perwirani; Hosizah Hosizah
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.195

Abstract

AbstractDr. Moewardi Surakarta Hospital has program to improve quality of patient services in terminal conditions. Based on observations, NDR (Net Death Rate) of 67.43‰ far exceeds the Ministry of Health's efficient number of <25‰. In accordance with Kepmenkes 812 of 2007 and PAP7, PAP7.1 SNARS standards for terminal services, terminal patients must be assessed to take care patient's needs. Good assessment must be based on clinical sign of terminal patients. The purpose of research to determine the clinical sign of terminal patients. The study was conducted at the Medical Record Unit of Dr. Moewardi Hospital on July - August, 2019. This research is quantitative with a cross-sectional approach. The instrument was a checklist based on CriSTAL theory. Sample was selected 344 medical records by random sampling method, processed by a factor analysis method to confirm the CriSTAL theory with a model construct consisting of five observable variables and five latent variables using SmartPLS 3.0. The results of analysis state that it is necessary to modify the model by eliminating factors that do not meet the requirements. Clinical Criteria of Terminal Patients are formed from 3 latent variables, namely Clinical deterioration criteria, Findings of Physical Weakness, and Abnormal ECGs, and 34 observable variables namely patient admission via IGD, Behavioral alteration / disability, history of hospitalization and history of ICU.Keywords: factor analysis, clinical sign of terminal stage patients, CriSTAL AbstrakRS Dr. Moewardi Surakarta mempunyai program kerja meningkatkan kualitas pelayanan pasien dalam kondisi terminal. Berdasarkan hasil observasi, angka NDR (Net Death Rate) sebesar 67,43‰ jauh melampaui angka efisien Kementerian Kesehatan sebesar <25‰. Sesuai Kepmenkes 812 tahun 2007 dan Standar PAP7, PAP7.1 dalam SNARS tentang pelayanan dalam tahap terminal, pasien dalam kondisi terminal wajib dilakukan asesmen yang memperhatikan kebutuhan pasien. Assesment yang baik wajib didasarkan pada kriteria klinis pasien tahap terminal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria klinis pasien dalam tahap terminal di RS Dr. Moewardi Surakarta tahun 2018. Penelitian dilaksanakan di unit Rekam Medis RS Dr Moewardi Surakarta bulan Juli – Agustus 2019. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian berupa checklist yang dibuat berdasarkan teori CriSTAL. Sampel 344 rekam medis diambil secara acak, data diolah dengan metode analisis faktor untuk mengkonfirmasi teori CriSTAL dengan konstruk model terdiri dari lima variabel observable dan lima variabel laten menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil analisis faktor menyatakan perlu modifikasi model dengan mengeliminasi faktor yang tidak memenuhi persyaratan. Kriteria Klinis Pasien Terminal terbentuk dari tiga variabel laten yaitu Kriteria perburukan klinis, Temuan Kelemahan Fisik, dan Abnormal EKG, serta 34 variabel observable yaitu cara masuk pasien melalui IGD, Behavioral alteration/disability, riwayat rawat inap dan riwayat ICU.Kata Kunci : analisis faktor, kriteria klinis pasien terminal, CriSTAL
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Aisyiyah Padang Yuli Mardi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.194

Abstract

AbstractMedical records are very important documents in health care, because the contents contained therein illustrate the patient's disease history, actions, treatment and so on ranging from patients coming to health facilities until patients go home. According to the law, complete medical records must be completed before 24 hours after the completion of outpatient services. To avoid the incompleteness of the contents of the outpatient medical record form, a comprehensive study of the medical record form is carried out. This research was conducted at Aisyiyah Padang General Hospital using a descriptive statistical approach. The object of study was the outpatient medical record form in semester one of 2019. The number of samples studied was 99 forms taken at random from a total of 14,958 forms recorded during the semester. From the results of the research conducted, there were 42 forms or 42.4% incomplete forms. The most incompleteness is found in the signature of the doctor handling the patient, which is 38 forms. From these results, it is expected that later the incompleteness of filling out medical records forms for outpatients in Padang Aisyiyah General Hospital can be minimized.Keyword: medical record, outpatient, descriptive statisticsAbstrakRekam medis merupakan dokumen yang sangat penting dalam asuhan kesehatan, karena isi yang terdapat didalamnya menggambarkan riwayat penyakit pasien, tindakan, pengobatan dan lainnya mulai dari pasien datang ke fasilitas kesehatan hingga pasien pulang. Menurut undang-undang, rekam medis yang lengkap harus selesai diisi sebelum 24 jam sesudah selesainya pelayanan rawat jalan. Untuk menghindari ketidaklengkapan isi formulir rekam medis rawat jalan, dilakukan kajian secara konprehensif terhadap formulir rekam medis tersebut. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit umum Aisyiyah Padang dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Objek yang diteliti adalah formulir rekam medis rawat jalan pada semester satu tahun 2019. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 99 formulir yang diambil secara acak dari total 14.958 formulir yang tercatat pada semester tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat sebanyak 42 formulir atau sebesar 42,4% formulir yang tidak lengkap. Ketidaklengkapan paling banyak terdapat pada bagian tanda tangan dokter yang menangani pasien, yaitu sebanyak 38 formulir. Dari hasil tersebut, diharapkan nantinya ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis pasien rawat jalan di rumah sakit umum Aisyiyah Padang dapat diminimalisir.Kata Kunci: rekam medis, rawat jalan, statistik deskriptif   
Penyusunan Clinical Pathway dan Analisis Biaya Satuan Tindakan Hemodialisis di Rumah Sakit Tebet Tahun 2015 Anggun Nabila
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.180

Abstract

AbstractThe research aimed to describe unit cost and develop clinical pathway of hemodialysis for Chronic Kidney Disease (CKD) patients who used hemodialysis as a therapy at Tebet Hospital in 2015. Research’s method was cross sectional with descriptive analysis. Patients with Chronic Kidney Disease was population of this research and sample was 16 data which CKD patients who used hemodialysis as a treatment in 2015. The result of this research was unit cost that calculated based on hospital perspective. Clinical Pathway was developed based on treatments that patient of Chronic Kidney Disease, from admission until discharge. The admission meant the patient came to hospital and registered themselves to get hemodialysis. After getting registration number, then followed by the other treatments until discharge. Unit cost of single use of hemodialysis was Rp 1.315.644, - Unit cost of hemodialysis for six months with two times a week of hemodialysis was Rp 41.324.355, -. Costs include screening of dialysis indication, single use dialysis, regular medical checkup, and virus marker. There are six type of services on clinical pathway of hemodialysis: Admission, Diagnose, Pre-therapy, Therapy, Follow up, and Discharge. The implication of clinical pathway is needed for quality and cost control.Keyword: unit cost, clinical pathway, chronic kidney disease patients, hemodialysis, hospitalAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya satuan dan menyusun clinical pathway tindakan hemodialisis di Rumah Sakit Tebet tahun 2015. Metode penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal di Rumah Sakit Tebet, sedangkan untuk sampel penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronik yang menggunakan tindakan-tindakan hemodialisis. Pengambilan sampel berdasarkan jumlah kasus penderita gagal ginjal kronik selama tahun 2015 yaitu sebanyak 16 data. Hasil penelitian berupa deskripsi biaya dihitung berdasarkan perspektif rumah sakit, kemudian dilakukan penyusunan clinical pathway tindakan hemodialisis di Rumah Sakit Tebet. Clinical pathway disusun berdasarkan aktivitas pasien hemodialisis dimulai dari datang melakukan pendaftaran sampai dengan pulang. Pendaftaran agar pasien mendapatkan nomor registrasi atau rekam medis. Setelah melakukan pendaftaran, diikuti pula dengan aktivitas pelayanan lainnya. Biaya yang dikeluarkan rumah sakit untuk satu kali pelayanan hemodialisis dengan single use yaitu Rp 1.315.644, - Dengan asumsi frekuensi hemodialisis rutin 2 kali dalam satu minggu maka biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit yaitu Rp 41.324.355, -. Biaya tersebut mencakup skrinning indikasi dialysis, tindakan dialysis (single use), pemeriksaan lanjutan/regular, dan virus marker. Terdapat enam jenis pelayanan untuk clinical pathway: Admission, Diagnosa, Pra-terapi, Terapi, Follow up, dan Discharge. Penerapan clinical pathway diperlukan sebagai alat kendali mutu dan kendali biaya dalam pemberian pelayanan kesehatan.Kata Kunci: biaya satuan, clinical pathway, penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis, rumah sakit
Pelaporan Posyandu Lansia Puskesmas Banguntapan III: Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web Hendra Rohman; Elmy Agnia
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.181

Abstract

AbstractPuskesmas Banguntapan III was the only one that has a working area with one subdistrict that oversees 16 elderly integrated services post. Each integrated services post sends the results of its activities every month to Puskesmas Banguntapan III. Reporting used to use microsoft excel was still found deficiencies, namely inconsistent data, delays in collecting reports, misplaced data, access rights used by all parties, and duplicate data. The aim to design a-based elderly integrated services post reporting information system web at Puskesmas Banguntapan III, especially for elderly patients. The method for developing-based information systems for elderly integrated services post reporting web using the system development life cycle (SDLC). Elderly integrated services post reporting information system displays the patient menu, report printing, graphic printing, backup data, restore data and settings. The results can help organize elderly integrated services post on registration, and make reports as needed sent to the Bantul District Health Office. This information system can facilitate elderly integrated services post cadres in carrying out input data and making reports. Keyword: elderly, integrated services post cadres, electronic medical record AbstrakPuskesmas Banguntapan III merupakan satu-satunya yang memiliki wilayah kerja dengan satu kelurahan yang membawahi 16 posyandu lansia. Setiap posyandu mengirimkan hasil kegiatannya setiap satu bulan ke Puskesmas Banguntapan III. Pelaporan yang digunakan menggunakan microsoft excel yang masih ditemukan kekurangan yaitu data tidak konsisten, keterlambatan pengumpulan pelaporan, salah simpan data, hak akses digunakan semua pihak, dan duplikat data. Tujuannya membuat perancangan sistem informasi pelaporan posyandu lansia berbasis web di Puskesmas Banguntapan III khususnya untuk pasien lansia. Metode pengembangan sistem informasi pelaporan posyandu lansia berbasis web menggunakan system development life cycle (SDLC). Pada sistem informasi pelaporan posyandu lansia ini menampilkan menu pasien, cetak laporan, cetak grafik, backup data, restore data dan pengaturan. Hasilnya dapat membantu penyelenggaraan posyandu lansia pada registerasi, dan pembuatan pelaporan sesuai kebutuhan yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Sistem informasi ini dapat memudahkan kader posyandu lansia dalam melaksanakan input data dan membuat laporan.Kata Kunci: lansia, kader posyandu, rekam medis elektronik 
Analisis Pendayagunaan Tenaga Rekam Medis Di Puskesmas Kota Padang Oktamianiza Oktamianiza; Devid Leonard
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 7, No 2 (2019): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v7i2.193

Abstract

AbstractUtilization of health workers is an effort to equalize, utilize and develop health workers. The initial survey was conducted at five puskesmas in Padang, namely Pemancungan Puskesmas, Padang Pasir Puskesmas, Air Tawar Puskesmas, Rawang Puskesmas and Ambacang Puskesmas. Researchers found that there are still human health (HR) resources that manage medical record units instead of skilled workers graduating from diploma three (D-III) medical records. Puskesmas which have skilled medical records have not been utilized properly due to uneven distribution. The purpose of this study was to analyze the utilization of medical records personnel in the Padang City Health Center. The study was conducted from 18 May to 3 June 2018. This type of qualitative research was a case study approach. There were 11 informants in the study. The study was conducted with in-depth interviews using in-depth interview guidelines and observation. Data processing and analysis consists of transcription, reduction, coding and categorization. The sampling technique is purposive sampling that is people who know, are involved in the topic of the research being conducted. The results of the analysis showed that the distribution of medical recorders and health information was not evenly distributed, the job description was not in accordance with Permenpan No.30 of 2013, there were still medical record personnel who did not have a medical record education background, namely graduates from high school and lack of training or educational development of the record workers. medical and non-medical records. The City Health Office and the Puskesmas should encourage the distribution of medical record personnel through the Regional Public Service Board (BLUD) by specializing in medical background education. Workers with a high school education background can continue their education through the Past Learning Recognition (RPL) program.Keywords: medical record, utilization, first level health facilities (FKTP)AbstrakPendayagunaan tenaga kesehatan adalah upaya pemerataan, pemanfaatan dan pengembangan tenaga kesehatan. Survei awal dilakukan pada lima puskesmas yang ada di Padang yaitu Puskesmas Pemancungan, Puskesmas Padang Pasir, Puskesmas Air Tawar, Puskesmas Rawang dan Puskesmas Ambacang. Peneliti menemukan masih ada sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang mengelola unit rekam medis bukan tenaga terampil lulusan dari diploma tiga (D-III) rekam medis. Puskesmas yang sudah ada tenaga terampil rekam medis belum didayagunakan secara baik karena distribusi yang belum merata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pendayagunaan tenaga rekam medis di Puskesmas Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Mei - 3 Juni 2018. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Informan dalam penelitian berjumlah 11 orang. Penelitian dilakukan dengan indepth interview menggunakan pedoman wawancara mendalam dan observasi. Pengolahan dan analisa data terdiri dari transkripsi, reduksi, koding dan kategorisasi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu orang yang mengetahui, terlibat terkait topik penelitian yang dilakukan. Hasil analisis didapatkan distribusi tenaga perekam medis dan infomasi kesehatan belum merata, uraian tugas tidak sesuai dengan Permenpan No.30 Tahun 2013, masih ditemukan tenaga rekam medis yang tidak berlatar belakang pendidikan rekam medis yaitu tamatan dari SMA dan minimnya pelatihan atau pengembangan pendidikan terhadap tenaga rekam medis dan non rekam medis. Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas sebaiknya mendorong pemerataan distribusi tenaga rekam medis melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan mengkhususkan penerimaan yang berlatar belakang pendidikan rekam medis. Tenaga yang berlatar pendidikan SMA dapat melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).Kata Kunci: rekam medis, pendayagunaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)

Page 1 of 1 | Total Record : 7