cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2012): Juni" : 15 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ISLAMI DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA Innayati, Early Maghfiroh
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.963 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

This research was aimed to determining the relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity and the different self identity between boys and girls. Several hypothesis were set as follow was : (1) there is a relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity, (2) there is a difference between boys and girls in terms of self identity.The subject involved 200 adolescent ; 110 boys and 90 girls, using purposive random sampling. The data were obtained by using Islamic adolescent rearing ractices scale (SPI) and self identity scale (SID). Data analysis used product moment and t-test.The first hypothesis was analysis using product moment. The result shows that Islamic adolescent rearing practices influenced self identity (r=0,549 ; =0,000). The second analysis showed that there was not a significant differences of self identity between boys and girls (t=-0,497 ; p=0,620), although mean value self identity of girls (210,25) was higher than boys (208,26).
MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.927 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagaiabdullhatau hamba Allah SWT, dan sebagaikhalfahatau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan, kekecilan, keterbatasan, dan ketergantungan manusia kepada yang lain, sehingga setiap manusia berpotensi untuk mempunyai masalah. Predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia dan sekaligus besarnya tanggungjawab dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Kedua predikat yang melekat pada diri manusia mensiratkan tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam setiap langkah kehidupannya. Realitas kehidupan dalam konteks sebagai makhluk yang lemah (abdun), manusia akan menjalani kehidupan yang manis, lapang dan kemudahan dan sebaliknya akan mengalami kehidupan yang pahit, sempit, dan berat. Realita manusia dalam kondisi diri yang tak berdaya, maka orang membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya membutuhkan dokter dalam memulihkan kondisi kesehatan dan membutuhkan konselor, psikolog atau bahkan psikiater dalam kondisi mental yang kacau (gangguan jiwa). Upaya memperoleh bantuan dari konselor, psikolog atau psikiater bertujuan untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berpikir, berpandangan secara realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya, dan mampu mengatasi problema dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Terdapat empat dasar filosofis dalam konteks bimbingan dan konseling dalam perspektif keilmuan maupun ajaran Islam. Pertama, bahwa kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis. Kedua, gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat. Ketiga, meski manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat, sehingga motif kepada keburukan akan lebih cepat merespon stimulus keburukan dan mendahului respon motif kepada kebaikan. Keempat, keyakinan bahwa agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan.
EFEKTIFITAS PENJARA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOSIAL Jaya, Pajar Hatma Indra
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.133 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Penjara merupakan institusi yang diharapkan berperan untuk melakukan transformasi seorang kriminal menjadi warga negara yang baik. Namun ternyata banyak narapidana melakukan kejahatan kembali setelah keluar dari penjara. Bahkan tidak jarang penjara berfungsi menambah ilmu kejahatan bagi para narapidana. Tulisan ini memberikan analisis tentang kekuranganpenjara di Indonesia yang menyebabkan ketidakefektifan lembaga tersebut untuk memutus rantai kejahatan dan masalah sosial. Untuk itu intervensi yang diberikan lapas kepada para narapidana tidak bisa parsial, namun multidisiplin. Keterampilan dan pendidikan diberikan kepada narapidana agar mereka mempunyai bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan uang yang halal. Bimbingan dan konseling diberikan agar seorang narapidana menemukan rasa ketuhanan dan keagamaan sehingga menjadi pribadi yang religious. Selain intervensi di dalam penjara dibutuhkan intervensi sosiologi di luar penjara dalam tahap terminasi, berupa penyaluran dan garansi untuk melunturkan label atau steriotip negatif yang melekat dalam diri mereka sebagai mantan narapidana.
COPING SEBAGAI STRATEGI MENGATASI DAN MEMECAHKAN MASALAH DALAM KONTEKS BIMBINGAN KONSELING ISLAM Slamet, Slamet
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.169 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Dalam kehidupan individu ada berbagai cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, secara umum ada 3 strategi, yaitu (1) emotion-focused coping, (2)problem-focused coping, dan (3) avoidance coping. Sementara itu, agama memberikan peran bagi individu dalam proses coping yaitu (a) menawarkan maknakehidupan, (b) memberikan sense of control terbesar dalam mengatasi situasi, dan (c) membangun self esteem.
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSULTASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Susilowati, Any
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.108 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar peserta didik, semakinbaik usaha belajar yang dilakukan, maka akan semakin baik pula prestasi belajarnya. Keberhasilan prestasi belajar, selain dipengaruhi faktor internal dari dalam diri peserta didik, juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dari luar diri peserta didik. Salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh adalah faktor lingkungan sosial. Faktor lingkungan sosial ini dapat berupa dukungan dari orang-orang di sekitar peserta didik yang perduli dan bertangungjawab terhadap perkembangan peserta didik (misalnya orang tua, guru, teman, dan keluarga lainnya). Agar lingkungan sosial peserta didik dapat memberikan dukungan yang memadai bagi perkembangan diri, termasuk dalam meraih prestasi belajarnya. Maka, perlu adanya media yang dapat mengakomodir berbagai hal terkait dengan penanganan permasalahan peserta didik melalui bantuan orang-orang di sekitarnya. Salah satu media yang ditawarkan Bimbingan dan Konseling adalah Layanan Konsultasi. Layanan ini merupakan layanan bimbingan dan konseling oleh konselor sekolah atau guru pembimbing terhadap konsulti (orang-orang terkait dengan peserta didik) yang emungkinkan konsulti memperoleh wawasan, pemahaman dan cara yang perlu dilaksanakan untuk menangani masalah pihak ketiga (peserta didik). Melalui layanan inilah, peserta didik dapat memperoleh bantuan dan dukungan dari lingkungan sosialnya, sehingga dengan bantuan dan dukungan yang memadai dari lingkungan sosial ini, peserta didik dapat mengembangkan dirinya secara maksimal, termasuk meningkatkan prestasi belajarnya.
PEMAHAMAN AKTIVITAS PSIKIS MANUSIA SEBAGAI MODALITAS KONSELOR Basri, A. Said Hasan
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.566 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Manusia sebagai makhluk Allah SWT yang paling sempurna di muka bumi ini memiliki kompleksitas dinamika psikologis yang tidak mudah dipahami begitu saja.Untuk mencapai pemahaman yang holistik diperlukan berbagai pendekatan, dan salah satunya adalah Ilmu Psikologi, yang kajian utamanya selain sikap dan perilaku, juga aktivitas psikis manusia. Pemahaman yang holistik tentang aktivitaspsikis manusia ini terkait dengan tiga hal, yaitu aktivitas kognitis, konatif dan aktivitas afektif. Hal ini karena menjadi bagian dari tuntutan kompetensi akademikdan profesionalisme konselor. Oleh sebab itu, dengan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang aktivitas psikis manusia ini, seorang konselor diharapkan lebih dapat dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik dalam membantumanusia keluar dari permasalahannya, khususnya dalam pelayanan bimbingan dankonseling.
MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.678 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

-
MERUNUT KIAT AL-QUR AN DAN AL-HADIS TENTANG CARA HIDUP SEHAT: MODUL BAGI PARA KONSELOR MUSLIM Munawir, M. Fajrul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.959 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Al-Qur an dan al-Hadis adalah kitab suci umat Islam yang berisi di dalamnya petunjuk hidup umat Islam. Salah satu petunjuknya adalah tuntunan menjalani hidup secara sehat baik fisik maupun psikis. Tetapi petunjuk tersebut saat ini seolah terabaikan dan terpinggirkan di mata umat Islam. Deskripsi tentang ayat-ayat dan Hadis-hadis tentang bagaimana menghadapi dan menyelesaikan soal kesehatan fisik dan psikis dalam paparan ini memberikan rangsangan kembali kepada umat Islam untuk kembali ke rumah besarnya yaitu al -Qur an dan al-Hadis sekaligus memberikan tugas khusus bagi para konselor muslim untuk ikut mempopulerkan kembali khazanah umat Islam yang selama ini terdiam dan terpendam di dalam tumpukan almari dan rak perpustakaan.
MERUNUT KIAT AL-QUR AN DAN AL-HADIS TENTANG CARA HIDUP SEHAT: MODUL BAGI PARA KONSELOR MUSLIM M. Fajrul Munawir
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.959 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-08

Abstract

Al-Qur an dan al-Hadis adalah kitab suci umat Islam yang berisi di dalamnya petunjuk hidup umat Islam. Salah satu petunjuknya adalah tuntunan menjalani hidup secara sehat baik fisik maupun psikis. Tetapi petunjuk tersebut saat ini seolah terabaikan dan terpinggirkan di mata umat Islam. Deskripsi tentang ayat-ayat dan Hadis-hadis tentang bagaimana menghadapi dan menyelesaikan soal kesehatan fisik dan psikis dalam paparan ini memberikan rangsangan kembali kepada umat Islam untuk kembali ke rumah besarnya yaitu al -Qur an dan al-Hadis sekaligus memberikan tugas khusus bagi para konselor muslim untuk ikut mempopulerkan kembali khazanah umat Islam yang selama ini terdiam dan terpendam di dalam tumpukan almari dan rak perpustakaan.
HUBUNGAN ANTARA PENGASUHAN ISLAMI DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA Early Maghfiroh Innayati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.963 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.091-05

Abstract

This research was aimed to determining the relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity and the different self identity between boys and girls. Several hypothesis were set as follow was : (1) there is a relationship between Islamic adolescent rearing practices with self identity, (2) there is a difference between boys and girls in terms of self identity.The subject involved 200 adolescent ; 110 boys and 90 girls, using purposive random sampling. The data were obtained by using Islamic adolescent rearing ractices scale (SPI) and self identity scale (SID). Data analysis used product moment and t-test.The first hypothesis was analysis using product moment. The result shows that Islamic adolescent rearing practices influenced self identity (r=0,549 ; =0,000). The second analysis showed that there was not a significant differences of self identity between boys and girls (t=-0,497 ; p=0,620), although mean value self identity of girls (210,25) was higher than boys (208,26).

Page 1 of 2 | Total Record : 15