cover
Contact Name
Yosi Valentina Simorangkir
Contact Email
simorangkir@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
simorangkir@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
Musamus Journal of Architecture
Published by Universitas Musamus
ISSN : 26229161     EISSN : 26229153     DOI : -
Core Subject : Engineering,
The aims of this MJA is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of Architecture published in this journal deals about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial, financing, etc. Review of Architectural Works Other Related Disciplines (will be reviewed by Editors) which may become interdisciplinary discussion and stimulate architecture insight, such as environment planning, economic development, development policy, tourism.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024" : 5 Documents clear
Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke Egi Sugoro; Anton Topan; Biatma Syanjayanta; Maichel Santo W Mita
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6080

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki karakter sebagai kota pesisir, dengan demikian perairannya memiliki peran yang cukup penting. Aspek fisik perairan ini membawa potensi tersendiri khususnya potensi sumberdaya kelautan berupa hasil laut. Kabupaten Merauke memiliki potensi sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup baik jumlah produksi perikanan laut Kabupaten Merauke 5 (lima) tahun terakhir yaitu (2016) 9260,447 ton/tahun, (2017) 10986,417 ton/tahun, (2018) 15433,992 ton/tahun, (2019) 7860,180 ton/tahun dan (2020) 45000,343 ton/tahun, kenaikan sebesar 10% pertahun. Dari kondisi yang ada untuk memenuhi kebutuhan ikan di Kabupaten Merauke, maka diperlukan suatu wadah yang bisa mengkomodir kebutuhan ikan berupa bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Metode yang digunakan adalah metode deskripif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data deng an teknik survey lapangan, studi banding, studi literatur, wawancara dokumentasi langsung terhadap objek penelitian, analisa tapak dan analisa bangunan. dimna data dan analisa yang di peroleh di jadikan acuan dalam mendesain Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke (Pendekatan Arsitektur Post Modern ). Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan suatu wadah. Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke, dirancang berdasarkan aktifitas dan zonanya untuk mempermudah pengunjung ataupun pengelola sehingga sarana dan prasarana di dalam site lebih aksesibel, Penerapan Post Modern Pada Perancangan Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke.
Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring Abil Ditya Tris Saputra; Henry Soleman Raubaba; Yosi Valentina Simorangkir; Saliki Saliki
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6083

Abstract

Salah satu upaya peningkatan terhadap pertanian adalah dengan berdirinya perguruan tinggi /universitas yang berfokus pada hal tersebut, di Merauke terdapat dua Perguruan Tinggi yang memiliki Jurusan/Program Studi Pertanian diantaranya Politeknik Pertanian Yasanto Merauke dan Universitas Musamus Merauke. Namun dari kedua Perguruan tinggi tersebut beberapa jurusan/program studi belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu akan direncanakan Sekolah Tinggi Pertanian dengan fasilitas yang lebih lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara beberapa narasumber diantaranya Kesiswaan SMK Negeri 1 Tanah Miring, Plt. Ka. Biro Akademisi Kemahasiswaan dan Kerjasama, & Ketua Jurusan Teknik Pertanian, Wakil Direktur 1 Politeknik Pertanian Yasanto Merauke. dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data terkait berupa jurnal-jurnal, buku-buku serta situs yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil dari data yang didapat digunakan untuk merancang Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring. Perancangan Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring terbangun di atas lahan seluas 87.276 m2 terletak di jalan Sp 8, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Fasilitas yang dirancang terbagi menjadi 3 bagian yaitu: fasilitas pengelola dan kegiatan utama (Gedung Utama Rektorat, Gedung Jurusan, Perpustakaan, Gedung Pengelola Pertanian), fasilitas pendukung (Asrama, Gedung Serbaguna, Taman, Kebun Percobaan), dan Fasilitas Servis (Kantin, Minimarket, Gedung Genset, Pos Jaga, Dan Musholla). Pendekatan Desain Arsitektur Modern-Tropis akan menerapkan ruang yang efisien dan fungsional, sesuai dengan iklim setempat dan menggabungkan unsur modern pada fasat bangunan.
PADEPOKAN PERGURUAN IKATAN KELUARGA SILAT PUTRA INDONESIA KERA SAKTI Yustian Yhosua Iandhana Giay; Muchlis Muchlis Alahudin; Henry Soleman Raubaba; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6087

Abstract

Pencak silat merupakan seni bela diri asli bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman teknik, manfaat serta nilai-nilai luhur yang patut untuk dilestarikan keberadaannya. Perguruan Kera Sakti, merupakan perguruan seni bela diri yang bernaung di bawah IPSI. Perguruan Kera Sakti berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Kota Madiun. Perguruan Kera Sakti masuk ke Papua pertama kali di Merauke tepatnya di kampung Waninggap Kai (Semangga 3) mulai pada tanggal 5 juli 1989 berkembang terus hingga tahun 1999 memiliki 5 ranting dan saat Jumlah ranting mencapai 16 dan jumlah anggota 1.202 orang. Saat ini Perguruan Kera Sakti belum memiliki pusat pelatihan. Tujuan penelitian adalah Merancang padepokan perguruan Kera Sakti di Merauke dengan menerapkan pendekatan neo-vernakular. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskritif. Pendekatan deskritif merupakan suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sarana dan prasarana yang dibangun pada padepokan Kera Sakti ini meliputi fasilitas gedung olahraga, gedung latihan, hunian atlit, kantor pengelola, mushola, kapel, toko, gedung serbaguna, gedung fitnes dan sauna, peralatan olahraga, cafetaria, ruang genset, serta pos jaga. Perancangan Padepokan Kera Sakti ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernacular dan menggunakan filosofi yang diambil dari lambang Kera Sakti yang dapat terlihat pada site plan.
PUSAT KONSERVASI DAN EDUKASI ANGGREK DI MERAUKE Angga Novikarani; Muchlis Alahudin; Yosi Valentina Simorangkir; Reivandy Christal Joenso
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6214

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki 4 lokasi budidaya tanaman Anggrek, 2 di Kampung Wasur yaitu Kebun Anggrek Nirwana, Taman Anggrek Bualas dan 2 di Semangga 1 yaitu UD. Fairuz dan UD. Nailya Jaya. Penjualan Anggrek di Merauke tidak menentu, karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan dan merawat Anggrek. Maka direncanakannya Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke yang dapat memfasilitasi kegiatan pelestariann, sarana edukatif, dan penelitian mengenai tanaman Anggrek dengan pendekatan Arsitektur Ekologi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data wawancara, kuisioner pada pembudidaya serta dokumentasi terhadap objek penelitian. Hasil dari data yang didapat, digunakan untuk menentukan kebutuhan ruang serta penerapan desain bangunan. Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke dengan pendekatan Arsitekur Ekologi adalah suatu fasilitas yang dirancang diantaranya, fasilitas gedung pengelola, fasilitas pembudidayaan, pelestarian dan perawatan Anggrek seperti gedung laboratorium dan greenhouse aklimatisasi, fasilitas pelatihan dan pembelajaran seperti greenhouse koleksi dan perpustakaan, dan fasilitas penunjang dimana pada bangunan menggunakan material ramah lingkungan khususnya pemanfaatan material ekologis yaitu mudah didapat dari lingkungan sekitar dengan dampak penggunaannya tidak berbahaya bagi lingkungan serta penerapan green roof dan penggunaan panel surya untuk pemanfaatan penghawaan buatan dan penghematan energi listrik.
Perancangan Kawasan Wisata 1000 Musamus Merauke Muhammad Toyib; Anton Topan; Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6277

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yaitu kabupaten Merauke yang terletak paling selatan dan timur di Provinsi papua selatan memiliki kekayaan aset alam dan geografis yang iconic. Taman wisata 1000 musamus merupakan salah satu tempat wisata khas namun belum memiliki sarana dan prasarana aksesibilitas keluar dan kedalam tapak yang mendukung dan memadai sebagai suatu tujuan tempat wisata yang terintregasi berdasarkan Destination management Organization (DMO). Maka tujuan penelitian ini yaitu Merancang kawasan taman wisata 1000 musamus Merauke yang sesuai standar organisasi DMO dengan pendekatan sustainable Architecture serta lokasi site taman wisata 1000 yang aksesible. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara pada pihak pengelola wisata 1000 musamus dan dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti.Sustainable Architecture yang diterapkan diantaranya : Optimalisasi potensi tapak, optimalisasi pengunaan energi, dan pengunaan matrial yang ramah lingkungan seperti pengunaan bambo pada kontruksi atap dan dinding pada gapura serta pengunaan matrial GFRP yang merupakan matrial dari bahan daur ulang sehingga dapat mengurangi pengunaan sumberdaya yang berlabihan. Penerapan DMO (Destination Management Organication) pada perancangan di Taman Wisata 1000 Musamus dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan pengalaman berwisata di Taman Wisata 1000 Musamus yang merupakan indikator pecapaian standar DMO.

Page 1 of 1 | Total Record : 5