cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
SURVEY SANITASI PERUMAHAN DI DESA JUHAR TARIGAN KECAMATAN JUHAR TAHUN 2016 Perangin-Angin, Susanti
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.714 KB)

Abstract

Homes for human beings have the meaning of a place to unwind, rest after tiring to perform daily obligations, as a place to mingle with the family, as a place to protect themselves from danger, as a symbol of social status, a place of wealth. In relation to that, the law of the Republic of Indonesia Number 36 Year 2009 on the Health program states that the highest degree of public health is achieved through the implementation of health development entitled to residence and to have a good and healthy environment. This research is a descriptive research to describe the Condition of Housing Sanitation in Juhar Tarigan village of Juhar Subdistrict Karo District in 2016 where the method of sampling is simple random sampling. For the determination of sample representation of population determined by the sample of 70 KK. The result of this research shows that the most dominant home construction is no house fence as much as 96%, no gate fence as much as 96%, home page is gross as much as 64,3%, less regular plant as much as 35,7%, construction of house building not fulfilled the requirement of 47.1%, the window area fulfills the requirement of 42.9%, the cleanliness of many spider webs as much as 34.3%, the ventilation in the house is about 30%, the number of flies is 3-5 flying by 50% , the number of cockroaches 3 was 67.2%, the number of mosquitoes less than 5 was 67.2%, the number of mice occasional rats was 51.4%, 68.6% was plastered, 57.6% , 1% and kitchen smoke holes as much as 65.7%. The most dominant environment and facilities are the RT wastewater drainage channeled into open riol as much as 61.4%, the garbage collection system is collected and burned by 51.4% the drinking water supply system exists drinking water from outside as much as 51.5%, toilet types are goose neck latrine as much as 64.3% and there is also no toilet as much as 30%. The result of the research concluded that the state of sanitation of housing still lack of health requirement. In this study it is suggested that the community should pay attention to the construction of their houses and their environmentally friendly facilities and facilities so that their home is healthy and will not cause illness if they are aware of the importance of a healthy home  Keywords: sanitation, home, construction, facilities and prasana, environment
HUBUNGAN SUPERVISI KLINIS MANAJERIAL DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Juliana, Juliana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.005 KB)

Abstract

Correct clinical supervision of ward heads can improve work satisfaction of nurse practitioners. The research was an quantitative study with a descriptive correlation design with cross sectional approach which was aimed to analyze the correlation between clinical supervision and nurses’ work satisfaction. It was conducted at Haji Hospital, Medan. The population was 156 nurses, and 140 of them were used as the samples, taken by using total sampling technique. The data were analyzed by using univatriate analysis and bivatriate analysis with Chi-square. The results showed that the clinical supervision of the managerial function in the good category was 54.3% and the nurses stated that the satisfaction was less than 97,1%. Good implementation of clinical supervision will potentially increase nurses’ work satisfaction and the continued existence of clinical supervision needs support from nursing care institution. It is suggested to the head of Imelda Hospital Medan to send the heads of the room to attend training related to the clinical supervision so that in the execution of his duty can give more support and motivate the nurse in carrying out nursing care. Keywords: clinical supervision, work satisfaction, nurse.
PENGARUH FAKTOR IBU HAMIL DENGAN CAKUPAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS NANGGALO PADANG Tarigan, Suci Nanda Resti
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.411 KB)

Abstract

Kemiskinan, ketidaktahuan, kebodohan dan rendahnya status wanita merupakan penyebab utama rendahnya Cakupan Pelayanan Antenatal care dan tingginya angka kematian maternal dan angka kematian prenatal. WHO memperkirakan lebih dari 585 orang ibu pertahunnya yang meninggal saat hamil dan bersalin (Saifuddin, 2000) dan di Indonesia + 390/100.000 kematian maternal dan 560/100.000 kematian prenatal (Ida Bagus Gde, 2001). Tingginya angka kematian ibu hamil disebabkan karena faktor yang komplek, penyebab kesakitan dan kematian ibu ada tiga  (3) kelompok yaitu penyebab langsung, penyebab antara dan penyebab mendasar / konstektual. Tingginya Angka Kematian Ibu juga dikarenakan oleh factor - faktor lain seperti rendahnya pengetahuan dan kesadaran ibu untuk memeriksakan kehamilannya, hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, dimana dari data profil kesehatan 2010, di Sumatera Barat terutama Kota Padang jumlah perempuan yang tamat SD 23,99%, SMP 26,15%, SMU 39,14%, Diploma 4,59%, Universitas 6,13% dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor ibu hamil  dengan cakupan pelayanan antenatal care dan penelitian ini dilakukan di Puskesmas Nanggalo pada bulan Januari 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan desain cross sectional study yang artinya variabel indenpenden dan variabel dependen diambil secara bersamaan dengan sampel 40 orang dan analisa data menggunakan Chi- Square. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dengan kriteria yang telah ditetapkan, diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan cakupan pelayanan ANC lengkap lebih tinggi (82,5%) dari pada cakupan pelayanan ANC tidak lengkap (17,5%). Dari 40 responden tingkat pendidikan tinggi, lebih tinggi (82,5%) dari pada tingkat pendidikan rendah (17,5%), sedangkan tingkat pengetahuan yang tinggi lebih tinggi sedikit (57,5%) dari pada tingkat pengetahuan rendah (42,5%). Setelah dilakukan uji statistic didapatkan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi Cakupan Pelayanan Antenatal Care dan tingkat Pengetahuan ibu yang tinggi mempengaruhi Cakupan Pelayanan Antenatal Care. Dengan demikian diharapkan setiap petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pentingnya Antenatal Care untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan lebih memotivasi ibu hamil untuk melakukan ANC dengan baik, sehingga cakupan pelayanan ANC dapat mencapai target 2020.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2017 Bangun, Henny Arwina
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.195 KB)

Abstract

Stroke adalah salah satu sindrom neurologi yang dapat menimbulkan kecacatan dalam kehidupan manusia. Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke iskemik. Stroke hemoragik yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau pembuluh darah otak bocor. Ini bias terjadi karena tekanan darah ke otak tiba – tiba meninggi, sehingga menekan pembuluh darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui tentang Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stroke Iskemik di RSUD Kota Padangsidimpuan Tahun 2017. Hasil penelitian adalah ada hubungan tekanan darah dengan kejadian stroke iskemik sebanyak 44 orang (62,85%), dari hasil uji chi-square 0,01 yang menunjukkan hubungan antara tekanan darah dengan stroke iskemik. Hubungan kadar gula darah dengan kejadian stroke iskemik yaitu sebanyak 66 orang (94,28%) dari hasil uji chi-square 0,018 yang menunjukkan adanya hubungan kadar gula darah dengan stroke iskemik. Hubungan indeks masa tubuh  dengan kejadian stroke iskemik yaitu sebanyak 61 orang (87,14%) dari hasil uji chi-square 0,011 yang menunjukkan adanya hubungan antara indeks masa tubuh dengan kejadian stroke iskemik. Saran peneliti di harapkan agar dapat menambah wawasan mengenai stroke iskemik dan upaya pencegahannya.
IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DI SAYURAN SELADA YANG TERDAPAT PADA MAKANAN BURGER DI KOTA MEDAN girsang, ermi; Silalahi, Marlinang I.; Khoironissa, Analita
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.894 KB)

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih merupakan endemik di banyak daerah di dunia, terutama di negara yang sedang berkembang dengan sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang sangat kurang. Berdasarkan data dari World Health Organization, lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia terinfeksi STH. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan eksperimental untuk mengetahui identifikasi hasil analisa jenis dan prevalensi telur Soil Transmitted Helminths (STH) di selada yang terdapat pada makanan burger. Dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia Medan. Waktu penelitian pada bulan November tahun 2017. Objek penelitian adalah selada yang terdapat pada makanan burger yang diperoleh dari 11 pedagang burger di Kecamatan Medan Petisah Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 sampel sayur selada yang diperiksa, ditemukan 4 sampel (36,36%) positif mengandung telur Soil Transmitted Helminths (STH). Kontaminasi telur STH pada sayur selada dipengaruhi oleh proses pencucian dan penyimpanan selada. Selada tidak dicuci satu per satu terutama di air mengalir, tetapi hanya direndam saja. Penyimpanan juga ada yang disimpan di dalam lemari pendingin dan ada yang hanya diletakkan di luar lemari pendingin. Jika disimpan di lemari pendingin selada tidak tersimpan dalam wadah yang baik, memungkinkan terjadinya kontaminasi silang dengan bahan pangan lain yang disimpan di lemari pendingin. Untuk itu kepada penjual burger dan masyarakat agar dalam melakukan pencucian sebaiknya dilakukan dengan cara melepaskan satu per satu daun selada dari batangnya dan mencucinya dibawah air yang mengalir agar telur cacing dan kotoran lainnya yang melekat pada sayur selada dapat terbuang bersama aliran air tersebut. Bagi konsumen burger, agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi burger yang menggunakan selada karena selada yang tidak dicuci dengan bersih memungkinkan masih terdapatnya telur cacing di sayur selada sehingga dapat menyebabkan kecacingan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PROMOTIF DI PUSKESMAS SIMALINGKAR TAHUN 2018 Hartono, Hartono -; Ginting, Clara E. P.
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.1 KB)

Abstract

Puskesmas is a health service facility that organizes public health efforts and first-degree individual health efforts, prioritizing promotive and preventif efforts to achieve the highest degree of public health in their working area. Promotive health efforts are efforts aimed at improving health. Promotive services at Simalingkar Community Health Center still have not reached the targets set in each section, namely environmental health, nutrition, health promotion, MCH / family planning, prevention and control of infectious diseases. This study aims to determine the factors that influence the quality of promotive service in Simalingkar Health Center in 2018. The design of this study was an analytical survey with a cross sectional study design. The total population of the study was 25 people. The sampling technique used is total sampling, that is all populations are used as research samples. Data collection techniques through direct interviews using a questionnaire. The method of data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis (fisher test and chi-square test) with a significance level of p-value = 0.05. The results of data analysis obtained p-value of health care performance 0.030 (p-value <0.05), facilities and infrastructure 0.027 (p-value <0.05), and community participation 0.116 (p-value> 0.05). It was concluded that there was a relationship between the performance of health workers and infrastructure on the quality of promotive services while the participation of the community had no relationship to the quality of promotive services. It is hoped that the related government can complete the facilities and infrastructure needed in promotive services and for the Head of the Puskesmas to increase the motivation to improve the performance of officers such as increasing knowledge and skills, collaboration among officers, task resolution, work motivation and personality in order to achieve promotive services quality.
STUDI KEBIJAKAN, PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) MITRA SEJATI MEDAN TAHUN 2018 Purba, Hana Ike Dameria; Girsang, Vierto Irennius; Malay, Ulfa Syahriani
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.47 KB)

Abstract

Rumah sakit sebagai industri jasa yang mempunyai beragam persoalan tenaga kerja yang rumit dengan berbagai risiko terkena penyakit akibat kerja bahkan kecelakan akibat kerja sesuai jenis pekerjaannya, sehingga berkewajiban menerapkan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Namun fenomena banyak ditemukan bahwa kebijakan, perencanaan serta pelaksanaan K3RS tampaknya belum terlaksana secara maksimal sesuai standar, sehingga pekerja rumah sakit banyak mengalami masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan, perencanaan dan pelaksanaan K3RS yang dilaksanakan di RSU Mitra Sejati Medan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mendalam tentang penerapan kebijakan, perencanaan dan pelaksanaan K3RS. Data primer diperoleh dengan triagulasi teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini ada tiga informan yang kompeten perwakilan masing-masing instalasi yakni ketua K3RS, pegawai instalasi kesling dan instalasi keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSU Mitra Sejati Medan telah menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit. Dimana RS telah membuat kebijakan, perencanaan K3RS akan tetapi pelaksanaan K3RS hanya melaksanakan 11 kegiatan dari 25 kegiatan. Rekomendasi untuk pihak Rumah Sakit (RS) untuk meningkatkan pelaksanaan K3RS dari segala pihak yang terlibat di rumah sakit Mitra Sejati, sehingga penerapannya bukan hanya program saja melainkan sebagai budaya K3 di rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan pekerja.
PENGARUH TINGKAT KEJENUHAN TERHADAP KINERJA PERAWAT WANITA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA TAHUN 2018 Ginting, Rapael; Insani, Dzul Akbar; Nasution, Sri Lestari Ramadhani; Erawati, Suci
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.967 KB)

Abstract

One of the factors that influence the success rate of hospitals is the performance of nurses. Efforts to improve nurse performance, on the other hand, are to pay attention to nurse work stress. The purpose of this study was to determine the factors that cause stress on the performance of female nurses in the inpatient room. The type of research used is cross-sectional survey research using the explanatory research method. The population is 41 nurses and the entire nurse is used as the respondent (total sampling). Data were analyzed using Chi-square test and logistic regression to obtain OR (Odds Ratio). The results showed the relationship between communication and performance (p = 0.012) and OR value was 6.708 which means that communication with good communication will improve performance by 6.7 times. Saturation of performance (p = 0.006) and OR value is 6.667 means that nurses with a degree of saturation that are overcome well will improve performance by 6.6 times. Award for performance (p = 0.006) and OR value is 6.667 meaning that nurses with good recognition and recognition will improve performance by 6.6 times. Income to performance (p = 0.004) and OR value is 8.762 means that nurses with good income will increase performance by 8.7 times. However, there is no relationship between performance and performance (p = 0.091) and the OR value is 3.102 and the family for performance (p = 0.380) and OR value is 2,000. It is expected that the hospital will pay more attention to the needs and comfort of nurses in carrying out daily tasks in the hospital.
PENGARUH WAKTU TUNGGU PENGAMBILAN OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM TAHUN 2018 Suherlina, Suherlina -; Nasution, Sri Wahyuni; Silaen, Mangatas; Suyono, Tan; Nasution, Ali Napiah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek lamanya waktu tunggu pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hal penting dan sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh suatu unit pelayanan kesehatan, sekaligus mencerminkan bagaimana pelayanan kesehatan mengelola komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang berorientasi kepada pasien baiknya diperlukan suatu evaluasi melalui umpan balik yang diperlukan suatu evaluasi melalui umpan balik yang diberikan pasien kepada bagian pelayanan untuk melihat tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional untuk melihat pengaruh waktu tunggu terhadap pengambilan obat terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam tahun 2018. Dengan jumlah sampel sebanyak 308 responden yang diambil secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2018, dengan nilai p sebesar 0,000 (<0,05). Untuk itu diharapkan kepada manajemen Puskesmas Lubuk Baja untuk tetap mempertahankan pelayanan kesehatan agar masyarakat yang berkunjung dan membutuhkan pelayanan kesehatan merasa puas. Dengan kepuasan yang didapatkan maka pasien yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan tidak emrasa berat datang ke Puskesmas.
HUBUNGAN LINGKUNGAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI SMA RAKSANA MEDAN TAHUN 2018 Florenly, Florenly -
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.861 KB)

Abstract

Smoking is one of the addictive substances that when used cause harm to the health of individuals. Indonesia is the third country with the largest number of smokers in the world after China and India. The increase in cigarette consumption has an impact on the higher burden of diseases caused by smoking and the increase in the death rate from smoking. One effort to reduce exposure to cigarette smoke, Medan City Government issued a Regional Regulation of Medan City Number 3 of 2014 concerning Non-Smoking Areas. The research problem is how the Analysis of the Effect of Communication,Attitudes and Environment on the Implementation of Non-Smoking Area Policy in Raksana High School Medan. This study aims to determine the implementation of the Non-Smoking Area Policy at the school. The purpose of this study is how to analyze the relationship of communication, attitudes and environment towards the implementation of the No Smoking Area policy in Raksana Medan High School in 2018. This type of research is a cross-sectional survey with an explanatory research method approach. The research data was obtained from the results of giving questionnaires and documentation. Data analysis using SPSS data analysis.The research used cross-sectional survey with an explanatory research method approach method. The data were gathered by conducting questionnaire, observation, and documentation and analyzed by using interactive data analysis by SPSS. The results showed a significant relationship between the influence of communication on the implementation of non-smokeless regional policies in SMA Raksana Medan with p value = 0.01,there was a significant relationship between the influence of attitudes towards the implementation of non-smokeless area policy in SMA Raksana Medan with p value = 0.02 and there is a significant relationship between the influence of the environment on the implementation of non-smoking area policy in SMA Raksana Medan with p value = 0.001. So that the Implementation of the No Smoking Area Policy in SMA Raksana Medan has not run optimally. The conclusion was that the implementation of the policy on KTR would not run well if there were some obstacles such as communication,attitude and environment. It is recommended that personnel and budget be added, socialization medium be provided through promotion video and health promotion regularly about KTR and strict sanction.  Keywords : Communication, Attitude, Environment, Policy, No Smoking Area

Page 2 of 20 | Total Record : 198