cover
Contact Name
Rafles Abdi Kusuma
Contact Email
raflesabdikusuma@iainsasbabel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmawaizh@gmail.com
Editorial Address
Jl.Raya Petaling KM. 13 Mendo Barat BANGKA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan
ISSN : 22523022     EISSN : 26145820     DOI : https://doi.org/10.32923/maw
Mawai'zh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, ISSN: 2252-3022 (cetak) dan 2614-5812 (elektronik) merupakan jurnal kajian ilmiah pemikiran konseptual maupun penelitian yang berkaitan dengan bidang dakwah dan pengembangan sosial kemanusiaan. Jurnal ini memiliki program yang bertujuan mengembangkan kajian ilmiah yang bercorak interdisipliner, termasuk interseksi antara studi agama dan ilmu-ilmu sosial humaniora. Jurnal Mawa'izh ini terbit 2 (dua) edisi dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Menelisik Sumbangan Islam Bagi Peradaban Modern Wahyudin Noor
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i1.698

Abstract

Islamic contributions to modern civilization, include: first, the contribution of Islam in modern science in a system of belief based on monotheism; secondly, in the political sphere, that Islam and democracy are essentially compatible, viable, and should be seen as a continuation or development of the Islamic "democratic" model; thirdly, for Islamic economics, starting from pioneering thinking to the continued to application of the system as part of the economic development of Islamic contributions to modern civilization; fourth, for social issues divided over human rights and women's status in Islam it opens up a golden opportunity for the Muslim community to radically revise the whole system of traditional thought toward a new system of thought, both in the Islamic horizon and the historical horizon of comparison; comparisons between Islam, Christianity, and Judaism, and specifically the comparison between Islam and modern Western achievements to the present day.
Zikir dan Ketenangan Jiwa: Telaah atas Pemikiran Al-Ghazali Rahmat Ilyas
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i1.699

Abstract

The human soul is the key to the success of a person in achieving his goal. Without a healthy and calm soul it would be difficult for a man to obtain and achieve his purpose in life. This dhikr is aimed at reversing the whole human character and diverting one's main attention from the beloved world to an ever-unrecognized afterlife. By often dhikr either with oral or with the heart will be obtained inner experience which is not every person experience it. With the dhikr of the hijab that is in the heart of the man who always stuck in the material will open and make a man who always and clever thankful for all the blessings, graces and gifts obtained by him, and clean the hearts of human and human souls from the turmoil of defilement and animal behavior.
Optimalisasi Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Masyarakat Musa Musa
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i1.700

Abstract

Pemberdayaan dan debat teoritisnya masih menarik untuk didiskusikan. Banyak definisi dan implementasi pemberdayaan yang berbeda yang dipengaruhi oleh berbagai paradigma membuat diskusi semakin berkembang. Untuk itu tulisan ini akan membahas yang terdiri dari tiga bagian, secara umum berfokus pada analisis teoritis tentang bagaimana perbedaan paradigma mendefinisikan dan mempraktikkan pemberdayaan. Bagian pertama adalah kata pengantar, menggambarkan masalah sosial dan beberapa elemen yang mempraktikkan pemberdayaan yaitu pemerintah, perusahaan, dan masyarakat madani. Bagian kedua mendiskusikan konteks sejarah di mana istilah pemberdayaan terungkap sebagai respon 'pembangunan kembali'. Ini memberi penjelasan tentang bagaimana perkembangan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun tidak memberantas kemiskinan atau menyediakan lapangan kerja dengan kecepatan yang diantisipasi, dan dalam banyak kasus, ketidaksetaraan meningkat. Pada bagian terakhir, pembahasan tentang peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dengan penjelasan bahwa pemerintah berfungsi sebagai regulator, dinamistor, dan fasilitator yang ketiganya harus beriringan tanpa ada yang dipisahkan.
Peran Public Relations dalam Mempertahankan Reputasi Lembaga Penyiaran Sebagai Media Dakwah Kartika Sari
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i1.702

Abstract

Hadirnya lembaga penyiaran dakwah ditengah masyarakat tidaklah hanya berperan sebatas memberikan informasi saja tentang nilai-nilai Islam yang dikemas dengan beragam program acara, namun harapan yang ada adalah bagaimana kehadiran lembaga penyiaran dakwah dapat berimplikasi kepada refleksi perilaku umat muslim yang berperilaku Islami sesuai dengan ajaran Al qur’an dan Hadits. Pihak pengelola lembaga penyiaran harus meyakinkan posisi penting kehadiran mereka di tengah masyarakat (audiensi), yakni dengan memberikan program-program acara yang berkualitas. Tidak sampai di situ saja, hubungan yang baik dengan khalayak dari sebuah lembaga penyiaran pun harus dibina. Hal ini tidak lain agar eksistensi lembaga sebagai media penyampai pesan dakwah tetap didukung keberadaannya agar tetap bertahan di tengah maraknya persaingan. Hubungan ini dapat dibina dengan menjalin komunikasi yang efektif antara lembaga penyiaran dengan khalayak (publik) untuk menghasilkan good image, good will, mutual uderstanding, mutual appreciation, dan tolerance yang dijembatani dengan kehadiran Public Relations (PR)/Humas selaku corong informasi sebuah organisasi penyiaran. Berangkat dari hal tersebut, tulisan ini mengangkat tentang peran Public Relations dalam mempertahankan reputasi lembaga penyiaran sebagai media dakwah.
Signifikansi Sunah dalam Perspektif Said Nursi Bagi Masyarakat Kontemporer Zaprulkhan Zaprulkhan
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 1 (2017): MAWAI'IZH JUNI
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i1.704

Abstract

This article discusses Bediuzzaman Said Nursi’s ideas on significance of the Practices of the Prophet (Sunna) for modern people. In the present day, many modern people deal with some problems such as spiritual crisis (existential vacuum), moral degradation, and so on. On the other hand, according to Said Nursi, Practices of the Prophet are all highly beneficial remedies for sicknesses of the spirit, mind, and heart, and particularly for social sicknesses. Accordingly, Practices of the Prophet could give the best solution for modern people problems, both individual sicknesses and social sicknesses. Before proposing Said Nursi’s perspective about significance of sunna, the paper forwards epistemological questions: How are the meaning and function of sunna according to Said Nursi? How are the urgent problems of modern people? What is the significance of Practices of the Prophet for modern people in the view of Said Nursi? The answer of these questions will determine the significance of the Practices of the Prophet in our era and in the future.
Representasi Nilai Dakwah dalam Iklan Susu Frisian Flag Gold Edisi Ramadhan 2017 Yera Yulista
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.713

Abstract

Komunikasi adalah cara menyampaikan ide, konsep dari pikiran seseorang kepada orang lain untuk menghasilkan pengertian yang sama. Bentuk nyata dari penuangan ide itu sendiri dimunculkan lewat simbol-simbol (tanda) verbal atau non verbal sehingga dapat diterjemahkan maknanya oleh penerima pesan. Begitupun juga dengan tayangan iklan komersil yang merupakan bentuk komunikasi hasil dari konsep pemikiran pengiklan untuk disampaikan kepada penonton sehingga menimbulkan dampak yang diinginkan pengiklan yakni selain produk yang ditawarkan menjadi dikenal namun dapat juga menarik pembelian produk itu sendiri. Agar pembelian produk dapat berhasil maka pengiklan harus merancang pesan dalam iklan seefektif mungkin dengan menuangkan konsep iklan yang kreatif sehingga memiliki posisi tawar diantara sekian banyak pesaing lainnya dengan produk yang sama misalkan dengan cara menampilkan keunggulan produk yang memiliki manfaat di dalam kehidupan manusia, salah satunya lewat Iklan Susu Frisian Flag Gold. Iklan yang ditayangkan pada 2017 ini mencoba mengemas kelebihan produk lewat settingan waktu bulan ramadhan yang sarat dengan nilai dakwah. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk melihat Representasi Nilai Dakwah dalam Iklan Susu Frisian Flag Gold Edisi Ramadhan 2017 melalui pendekatan semiotika.
Peningkatan Keterampilan Berbahasa melalui Teknik Reportase Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Eva Harista
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.714

Abstract

This study aims to improve language skills (listening, reading, speaking, and writing) KPI Study Program students Semester VI 2017/2018 Academic Year, Da'wah and Communication Department, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung through reportage techniques. This type of research is classroom action research (CAR). The design in PTK consists of three cycles in which there are four components in each cycle, namely planning, implementing actions, results of actions, and reflection. In this CAR, researchers used the Elliot model with modifications. This research is the result of learning from the Indonesian Language Discourse course for KPI. The subjects in this study were the sixth semester students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program (KPI) totaling 9 students. The results showed that in the first cycle, the average grade was 74.66 with a fairly good category. In cycle II students' language skills experienced a slight increase. This can be seen from the average grade, which is increased to 79.66 with a good enough category. The increase in the average grade from cycle I to cycle II is 5.00. In cycle III there was a significant increase with 85.77 class average value. Language skills in cycle III can be categorized as good. As for increasing the average grade from cycle II to cycle III, which is 6.11.
Konsep Kepribadian Al-Ghozali Untuk Mencapai Hasil Konseling yang Maksimal Nurviyanti Cholid
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.716

Abstract

Konseling merupakan proses bantuan berkesinambungan yang diberikan oleh konselor kepada konseli untuk memecahkan permasalah psikis atau kejiwaan konseli dengan memperhatikan landasan dan asas konseling. Di dalam melakukan proses konseling seorang konselor perlu memahami dulu teori kepribadian dari berbagai tokoh yang mengupas tentang teori kepribadian seperti al-Ghazali agar hasil yang didapat dari proses konseling dapat tercapai dengan maksimal. Dalam tulisan ini penulis mengurai kan tentang konsep kepribadian al-Ghazali sebagai bahan pertimbangan konselor dalam memahami kepribadian individu untuk mempermudah proses konseling. Konsep kepribadian menurut pemikiran al-Ghazali seperti; hakekat manusia, dorongan dan emosi, struktur jiwa, tipologi kualitas insani, dan metode Perbaikan Akhlak (Konseling). Dari keseluruhan konsep kepribadian al-Ghazali tersebut, yang menjadi perhatian penuh oleh seorang konselor agar hasil konseling maksimal adalah dalam pengaplikasian metode perbaikan akhlak seperti metode taat syariat, metode pengembangan diri dan metode kesufian.
Menyikapi Rahasia di Balik Rasio dan Rasa pada Manusia Aloi Kamarasyid
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.717

Abstract

The sciense of human will not able to solve all of things, according to the words of Allah: “And we are not given a science except a little”, (Q.S 17/ Al-Isra’: 85). Instinct of human must get a direction of Allah who is explained at his book. Unless the instinct will be wrong in its channel. The position of instinct and intelligence at Islam ethics, both are necessary to be used and dropped well by counselling and directing which are settled in Al-Qur’an and the guide of propnet Muhammad SAW. Philosophy of Islam also bases on or follows the healthy intelligence to interpret all of problems of divinity, human and nature, because of necessity of thing is intelligence. It is either a subject or object of thinking. From it exits an active intelligence, because it is the first which is created by Allah. By intelligence we analyze and prove about truthm, to expose the scientific realities, about filling, idealism, ethics, law, aesthetics, extra sensory perception, and purity of heart. Intelligence is a door of science. There are not all of sciences are revealed but there are obliged to be deductive by intelligence through experiment. Allah also gives Islam Religion which is an association of power of God which is given to human (command and prohibition). Islam Religion is a mercy to manage intelligence, feeling, heart and emotion of human. We are obliged to believe, to study so that we know which is comman ded and prohibited, to do and to broadcast the Islam Religion well and truly according to his instruction (Muslim Law).
Keterlibatan Warga Negara (Civic Engagement) dalam Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Setiawan Gusmadi
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.718

Abstract

This paper aims to explore deeply about civic engagement in strengthening environmental cares. Civic engagement refers to the way citizens participate in the life of a community to improve the condition of others or to help shape the future of society. The writing of this paper is supported by literature studies and relevant research journals in the form of national journals and international journals. Civic engagement is expected to strengthen the character of environmental care clean, healthy, comfortable, and cultured environment. Movement to improve the environment of a more effective society must be supported in terms of education that develops responsible, creative and knowledgeable society. Civic engagement becomes important to contribute in a community that moves to manage, preserve and preserve the environment such as the development strategy of the Mangrove Center Foundation.

Page 2 of 13 | Total Record : 122