cover
Contact Name
Rafles Abdi Kusuma
Contact Email
raflesabdikusuma@iainsasbabel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmawaizh@gmail.com
Editorial Address
Jl.Raya Petaling KM. 13 Mendo Barat BANGKA IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan
ISSN : 22523022     EISSN : 26145820     DOI : https://doi.org/10.32923/maw
Mawai'zh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, ISSN: 2252-3022 (cetak) dan 2614-5812 (elektronik) merupakan jurnal kajian ilmiah pemikiran konseptual maupun penelitian yang berkaitan dengan bidang dakwah dan pengembangan sosial kemanusiaan. Jurnal ini memiliki program yang bertujuan mengembangkan kajian ilmiah yang bercorak interdisipliner, termasuk interseksi antara studi agama dan ilmu-ilmu sosial humaniora. Jurnal Mawa'izh ini terbit 2 (dua) edisi dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Andragogi dan Tujuan Pendidikan Islam: Analisis Konsep dalam Menyempurnakan Kehidupan Manusia Sumar Sumar
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.719

Abstract

Andragogi dan Tujuan Pendidikan Islam, mengandung beberapa definisi yang berusaha menbentuk manusia sempurna. Kemunculan konsep andragogi bermula Sejak 1970-an yaitu Menjelang akhir abad ke-19 dan memasuki abad ke-20 oleh beberapa ahli psikologi di Eropa. Berbeda dengan kemunculan tujuan pendidikan Islam, yang apabila kita kaji lebih mendalam maka akan sampai sejak manusia itu diciptakan. Andragogi memiliki konsep yang bagus untuk manusia dewasa dan sempurna. Namun tidak mempunyai sosok manusia yang pasti untuk menjadi teladan. Berbeda dengan Tujuan pendidikan Islam yang memang memiliki sosok teladan yang paripurna yaitu banginda Nabi Muhammad SAW. Kesempurnaan akhlak, kematangan jiwa dan kedewasaan berpikir, menjadi tolak ukur tercapainya konsep ini.
Hate Speech di Indonesia: Bahaya dan Solusi Irawan Irawan
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.712

Abstract

This article aims to explain hate speech in Indonesia and its solution. The theory used in this article is Critical Race Theory which is initiated by Richard Delgado and Jean Stefancic. This Critical Race Theory is also sustained by an Islamic perspective so as to be found the causes of hate speech and solutions that must be done. This paper concludes that: First, hate speech in Indonesia is verbally and non-verbally done which is delivered both directly and indirectly (social media). Second, hate speech in Indonesia causes social inequality, non-respectful attitudes, and national decline. Third, hate speech does not reflect the character of the Indonesian people who uphold ethics and the values of nationalism. Fourth, hate speech triggers violence and intolerance of religions, ethnicities, races, and groups. Hate speech must be jointly solved by government, religious leaders and society.
Menelisik Kronologi Surah dalam Al-Qur’an Perspektif Neal Robinson Tinggal Purwanto
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 9 No 1 (2018): Mawai'zh Juni
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v9i1.765

Abstract

This paper explored the idea of Neal Robinson in his book, Discovering The Qur'an: A Contemporary Approach To A Veiled Text in order to understand the chronology of surah in the Qur'an. After reading the book, the writer found that there are three strategies to understand the chronology of the surah in the Qur'an; They are investigating the events of occasions of the revelation (asbab an-nuzul), understanding the literature of abrogating and abrogated ayahs (nasikh and mansukh), and categorizing the traditional lists of Meccan and Madinan surahs (Makiyyah and Madaniyyah). By conducting those ways, Robinson proved that asbab an-nuzul should be treated with extreme caution. Then, in some cases, asbab an-nuzul should be limited in order to determine the chronological order of the Qur’an. After that, nasikh and mansukh are used merely for the purpose of determining the chronological order of the Qur’an and did not highlight certain evolution within a period of revelation. Finally, by analyzing Madaniyah and Makiyah surah, it revealed the certainty of the origin and the list of traditional surah in which there were some differences in the determination of the date among the companions. The differences are due to rivalry in the collection of the Qur'an and wrong isnads done by some companions in order to increase their prestige.
Pandangan Anggota Organisasi Dakwah di Kota Pangkalpinang mengenai Relasi antara Dakwah dan Demonstrasi Basri Basri
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.771

Abstract

Tulisan ini difokuskan untuk menjelaskan relasi antara nilai dan aktifitas dakwah dengan kecenderungan demonstrasi sebagai instrumen dalam berdakwah. Adapun permasalahan utama kajian dalam tulisan ini pada dasarnya mengacu pada beberapa permasalahan terkait adanya perubahan paradigma dalam penyampaian pesan-pesan agama (dakwah) serta ’asumsi’ memudarnya rasa kepercayaan kepada sistem hukum dan toleransi atas keragaman dan keberagaman. Kecenderungan dalam bentuk krisis kepercayaan ini dipahami sebagai salah satu potensi masalah yang mengancam keharmonisan hubungan antar umat beragama dan negara. Selanjutnya, dalam konteks perubahan sosial, demonstrasi bermuara dari gejolak sosial yang acapkali berpangkal dari rasa ketidakpuasan sekelompok orang terhadap isu dan persoalan tertentu. Pada tingkatan yang lebih luas dan tinggi, ketidakpuasan ini dapat menyulut protes tidak hanya oleh sekelompok orang dari identitas dan afiliasi yang sama tetapi juga mungkin didukung oleh kelompok berbeda selama isu pemicunya dirasakan sama oleh kelompok-kelompok tersebut. Sejarah dinamika sosial dan peradaban masyarakat dan bangsa banyak ditandai dengan demonstrasi masif yang menggerakkan perubahan.
Konseling Gestalt Berbasis Islam dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Regulasi Diri Santri di Pondok Pesantren Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta Nurviyanti Cholid
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.772

Abstract

This research was motivated by there is an opportunity for the use of Islamic scholarship concepts that serve as material in Islamic guidance and counseling services to improve self-regulation of santri. the final result proposed in this study is guidance and counseling Gestalt-based Islam can improve self-regulation of santri. The purpose of this study is to determine the role of guidance and counseling Gestalt-based Islam to improve the regulation of boarding school boarding school Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta. This type of research is qualitative descriptive research. The population of this study is all students aged 13-14 years. The sample in this research is determined by random assignment technique from a population. The sample in this research is determined by random assignment technique from the population. The total number of samples in this study were 24 santri given intervention in the form of guidance and counseling Gestalt Islam based Data collected by questionnaire, observation, and interview. Gestalt counseling on the basis of Islam is quite effective in improving the self-regulating ability of the students at the boarding school Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta. Therefore, the findings of the research results can be used as a reference in developing Islamic counseling and counseling to develop the potential of an individual.
Pentingnya Penggunaan Bahasa Inggris dalam Komunikasi Dakwah pada Era Global Juriana Juriana
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.773

Abstract

English is a global language that very important in multidiscipline aspects since it was decided to be international language, include used in da’wah communication. Da’wah communication is communication that done between communicator (da’i) dan communicant (mad’u) to give information and massege having sources of Al-Quran and hadith in other to being called of communicant’s heart to Islamic religion to learn, think, and do in daily activities of life. The important of using English in da’wah communication on the global era are: 1) English can make da’wah communication be easy to give the message to the native speaker audience (mad’u), 2) English as mediator language in solving problem like inter-religious conflict, 3) English can be the foundation for a country to compete other countries, and 4) English as important role holder to spread of understanding about Islam religion.
Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Ekologis dalam Program Pengembangan Kampung Wisata Matras Kelurahan Sinar Baru Kabupaten Bangka Ichsan Habibi
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.774

Abstract

Positive contributions and trends in the tourism sector on Bangka Island, especially in the Matras Tourism Village, need to receive appreciation and support from all stakeholders through the management of environmentally friendly and sustainable tourist objects / attractions. To realize this mission, it is necessary to do ecological propaganda (religious values ​​originating from the Qur'an and Hadith) that are in accordance with the sociocultural characteristics of society. This issue is the subject of discussion in this study, especially regarding the values ​​of ecological preaching implemented in the development program of the Mattress Tourism Village. For this reason, a descriptive-qualitative study was conducted by collecting purposive-snowball data from the sample. Furthermore, the collected data was analyzed descriptively-qualitatively so that the values ​​of ecological preaching that had been implemented were identified and the form and process of implementation by the Matras Tourism Village community. The findings show that there are five types of ecological preaching values ​​that have been implemented, namely al-Is (justice), al-Tawazun (balance), al-Intifa 'wa laa al-Fasad (taking benefits without damage), ar-Riayah wa laa al -Israf (nurturing without exaggeration), and al-Tahdits wa al-Istikhlaf (renewal). Unfortunately, the value of al-Tahdits wa al-Istikhlaf is still not optimal due to the quality of science and technology. However, the local community has become more aware and intelligent about the importance of ecological preaching values ​​in the development of Mattress Tourism Village. In the future, besides needing to intensify and harmonize the role of ulama and Umara, it must also be carried out to increase the capacity of religious institutions, knowledge and appropriate technology for program implementers, and to involve community participation in planning, implementing and evaluating the Matras Tourism Village development program.
Impelementasi Kebijakan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Aloi Kamarasyid
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.775

Abstract

The program of government is ruled by an organization which is pointed out to perform as the first target. But there are not programs of government has not been maximumly ruled by the organization which is pointed. The program of guarantee of national health of the board of social guarantee at The Common Hospital of South Bangka Hospital, Regional Hospital of Pangkalpinang, Bhakti Timah Hospital Pangkalpinang hasn’t succeeded maximum. It is caused by the medical workers haven’t been suitable, the sum of doctors are not enough, the facilities haven’t been enough, a few of socialisations about the programs. It is needed the policy of the government to manage the programs so the service of heath can be touched for all people of South Bangka, Pangkalpinang according to the law of Republic of Indonesia number 24 in the year 2011, the regulation of minister of the heath of Republic of Indonesia number 28 in the year 2014. The policy of government is influenced by four of communication factors, human resource, disposition, and bureaucratic structure, whereas the work of civil government officers to give a service of guarantee of national health, the board of social guarantee at The Common Hospital of South Bangka, The Regional Hospital of Pangkalping, and The Bhakti Timah Hospital hasn’t been ability, motivation, and maximum chance. The utility of the writing to see the work of civil government officers in giving a service of national guarantee, the board of social guarantee.
Pengunaan Bahasa Persuasi di Media Sosial dalam Berdakwah pada Akun Facebook ‘Yusuf Mansur (Official)’ Eva Harista
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.778

Abstract

Dari masa ke masa dakwah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dakwah di media sosial yang dimanfaatkan oleh para Ustaz/Ustazah di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari jutawan follower yang mengikuti dan merespon setiap caption yang diunggah. Follower tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga tersebar di seluruh penjuru dunia. Salah satu Ustaz yang terkenal di Indonesia yang memiliki jutaan follower dalam media sosial yaitu Ustaz Yusuf Mansur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini, penulis ambil pada akun Facebook ‘Yusuf Mansur (Official)’ yaitu kiriman yang diunggah pada Bulan Desember 2017 sebanyak 18 caption atau unggahan. Penulis mengkaji bahasa persuasi yang digunakan dalam unggahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustaz Yusuf Mansur menggunakan bahasa persuasi dalam setiap unggahannya. Ia mengajak para komunitasnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan seperti yang diperintahkan Allah dan Rasul. Bahasa persuasi yang digunakan tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah, sehingga terkesan santai dan sederhana, dan mudah dipahami. Bahasa persuasi yang digunakan bertujuan untuk mengajak, membujuk, menghimbau, menyarankan, menasihati, menawarkan, mempromosikan, menyindir, megingatkan, menginformasikan, dan meyakinkan para komunitasnya. Bahasa persuasi dakwah Ustaz Yusuf Mansur dapat mengubah cara berpikir, dapat memberikan manfaat, dapat menyejukkan hati, dapat memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan, dapat mengajak kepada kebaikan, dan memberikan perubahan bagi komunitasnya.
Dakwah melalui Konseling Islam bagi Masyarakat Desa Simpang Yul Bohhori Bohhori
MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN Vol 8 No 2 (2017): Mawai'zh Desember
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/maw.v8i2.779

Abstract

Simpang Yul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, yang masyarakatnya 100% beragama Islam. Agama Islam yang di anut merupakan agama turunan dari nenek moyang pendahulu di Desa tersebut. Namun, keberagamaan masyarakatnya mengalami berbagai problem baik pada individu atau kelompok pemeluk agama. Ajaran Islam yang disampaikan oleh para da’i dirasa belum bisa menjadi penyelamat serta belum mampu menyelsaikan problematika yang terjadi. Dikarenakan, dakwah yang dilakukan pada masyarakat desa Simpang Yul hanya memfokuskan pada penyampaian materi atau isi pesan-pesan dakwah, tanpa memahami kondisi individu atau kelompok yang akan menerima isi pesan-pesan dakwah dan pola yang digunakan sangat minimalis. Berdasarkan hal itu, konseling Islam dilakukan pada masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam berdakwah bagi masyarakatnya. Adapun konseling yang dilakukan dengan cara melakukan identifikasi masalah, untuk mengungkapkan latarbelakang problem yang terjadi kemudian berdasarkan identifikasi masalah menetukan apa masalahnya (diagnosis), dilanjutkan dengan merancang alternatif penyelsaian maslah atas keberagaman bagi inidividu dan kelompok (Prognosis), selanjutnya (Treatmen) melaksanakan pemberian bantuan kepada individu dan kelompok berdasarkan alternatif yang telah dirancang sebelumnya. Dan langkah terahir melakukan evaluasi mengenai proses konseling silam dari tahap identifikasi maslah hingga treatmen dan mengevaluasi hasil yang dicapai dari konseling yang telah dilakukan, sebeagai langkah menentukan apakah masih perlu dilakukan konseling isalam atau tidak.

Page 3 of 13 | Total Record : 122