cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
PENGARUH TERAPI BERJALAN TERHADAP TINGKAT STRESS PADA LANSIA DI SEMARANG Sonhaji Sonhaji
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.103

Abstract

Lansia rentang mengalami stress dikarenakan dari faktor lingkungan, pola tidur yang buruk, isolasi sosial. Cara melakukan aktivitas sehari-hari ataupun olahraga ringan seperti berjalan pagi. Berjalan bentuk aktivitas fisik yang memiliki potensi untuk mengurangi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi berjalan terhadap tingkat stress pada lansia di rumah pelayanan sosial lanjut usia di Pucang Gading Semarang. Desain penelitian pre ekperimental design menggunakan one group pre-post test design, dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan stress sampel sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi berjalan nilai rata-rata/mean sebesar 28.200 dan setelah dilakukannya terapi berjalan nilai rata-rata/mean berubah menjadi 19.433. Hasil anilisa data diperoleh hasil p value sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi berjalan terhadap tingkat stress pda lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading, Semarang
PENERAPAN BACK MASSAGE TERHADAP FATIGUE (KELELAHAN) PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI Dyah Restuning P
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.105

Abstract

Kanker payudara ialah penyakit yang tidak terkendali pembelahan selnya dan kemampuan untuk menyerang jaringan biologis baik langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel yang jauh (metastasis). Salah satu penatalaksanaan kanker payudara adalah kemoterapi. Yaitu kemoterapi yang menyebabkan fatigue (kelelahan). Untuk mengurangi fatigue (kelelahan) saat kemoterapi dengan pemberian back massage karena memberikan efek relaksasi secara menyeluruh dan mengurangi kelelahan karena dapat memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan tubuh serta pengeluaran ampas tubuh semakin sempurna dengan pengeluaran racun dalam tubuh. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan dalam pemberian back massage untuk mengurangi kelelahan saat kemoterapi pada pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode studi kasus dalam bentuk rancangan one grup pretest posttest. Subyek dari penelitian ini adalah 2 pasien dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi, dengan skala kelelahan 4-7 (kelelahan sedang), pasien kanker payudara dengan stadium 1-3, pasien yang bersedia menjadi responden. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perubahan tingkat kelelahan yang awalnya kelelahan sedang menjadi kelelahan ringan setelah pemberian back massage selama 3 hari sehingga diharapkan keluarga pasien dapat melakukan tindakan back massage untuk mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kata kunci: kanker payudara, kelelahan, back massage
Penerapan terapi murottal al-quran untuk mengatasi insomnia pada lansia Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.106

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia adalah proses yang akan dialami seluruh manusia, akhir dari kehidupan. Sejalan dengan proses menua, setiap tubuh mengalami perubahan dan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, gangguan sulit tidur (insomnia). Untuk mengurangi tingkat insomnia dapat dilakukan terapi nonfarmakologi terapi murottal al qur’an tanpa menimbulkan efek samping. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan dalam pemberian terapi murottal al qur’an untuk mengatasi insomnia pada lansia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode studi kasus dalam bentuk rancangan one grup pretest posttest. Subjek dari penelitian ini adalah 2 orang klien dengan kriteria lansia usia 60 tahun ke atas, lansia yang mengalami insomnia sedang dengan skor 15-21, mampu mengikuti seluruh kegiatan penelitian dan lansia yang beragama islam. Tindakan yang diberikan kedua responden yaitu terapi murottal Al qur’an selama 6 hari dengan frekuensi pemberian 1x 12 menit setiap jam 21:00. Hasil studi menunjukan klien I mengalami penurunan tingkat insomnia sebelumnya insomnia sedang dengan skor 18 turun menjadi insomnia ringan, dengan skor 12. Sedangkan pada klien II yang awalnya skor 17 insomnia sedang mengalami penurunan menjadi skor 13 insomnia ringan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi murottal al qur’an dapat menurunkan tingkat insomnia pada lansia. Kata Kunci : insomnia, lansia, terapi murottal al-qur’an.
APPLICATION OF SOCIAL GROUP ACTIVITY THERAPY IN SCIZOPHRENIAN PATIENTS WITH SOCIAL ISOLATION IN THE HOSPITAL OF JIWA PROF DR SOEROJO MAGELANG emilia puspitasari sugiyanto
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.107

Abstract

Social isolation is the client's effort to avoid interaction with others. Therapy is given to patients with social isolation by providing social group activity therapy. Social group activity therapy is a group activity therapy with learning activities stages of communication with others to improve the ability to socially relate. The purpose of social group activity therapy is to facilitate the ability of patients with social relationship problems so as to improve the ability and train patients in socializing to minimize the number of patients with mental disorders. The purpose of this case study is to compose a resume of nursing care in the application of social group activity therapy to train patients in reducing the symptoms of social isolation. This type of research is descriptive with a case study method. The subjects of this study were patients with schizophrenia, patients withdrawing, patients who had already gotten the strategy of implementing 2 social isolation. The results of the study showed that there was a change in the decrease in social isolation signs before treatment of social group activity in Patient I by 27 symptoms and in Patient II in 24 symptoms after social group activity therapy in Patient I was 5 symptoms and Patient II was 5 symptom signs after giving social group activity therapy for 7 sessions so that patients are expected to be able to maintain socialization with others
Pengaruh Self Manajement Terhadap Tekanan Darah Ibu Hamil Dengan Hipertensi Di Masa Pandemi Covid 19 Di Wilayah RW 13 Kelurahan Beringin Heny Prasetyo rini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.108

Abstract

Hypertension is a condition when the blood pressure is at a value of 130/80 mmHg or more in the measurement for two or more times with an interval of about 6 hours or more. Hypertension is one of the main causes of death for mothers, fetuses and neonates. Hypertension can occur in 10% of all pregnancy cases. During the COVID-19 pandemic, those in the high risk category for Covid 19 are the elderly, pregnant women, babies, children and people who have decreased immune or immune deficiencies. With these criteria, pregnant women are among those who are vulnerable to covid transmission 19. Objective To determine the characteristics of pregnant women including age, parity, family history, multiple pregnancies, pre-existing medical conditions such as DM type 1, obesity, and urinary resistance and to find out the results of blood pressure in pregnant women during the Covid pandemic before and after being given self management. The results of the study, most pregnant women with hypertension during the Covid pandemic had an average age of 20-35 years, multiple parity, no history of multiple pregnancy, no history of DM, hypertension with grade 1 (140-159 mmHg systole and 90-99 mmHg Diastole. And after being given self-management, namely by providing blood pressure monitoring, hypertension control, medication adherence and activity The average respondent had blood pressure with systole 145.18 to 138.22 the difference was 7.04 and blood pressure with diastole 90, 13 becomes 87.15 the difference is 3.02.
APPLICATION OF JUICE CHAYOTE TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION ELDERLY Siti Juwariyah
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.110

Abstract

Hypertension in the elderly is often not realized (silent disease), this is due to the result of reduced muscle flexibility of the blood vessels which will cause thickening of the arteries and even stiffening, causing the arteries and aorta to lose their adaptive capacity and the walls of these blood vessels to become inelastic and causes the blood that leaves the heart to flow that is not smooth. Treatment for hypertension sufferers can also be done non pharmacologically or using traditional medicine, one of which can use chayote. Chayote can lower blood pressure because chayote contains potassium. Potassium is a mineral that is good for lowering or controlling blood pressure. The aim of this case study was giving chayote juice to reduce blood pressure in hypertensive elderly. This type of research is descriptive with the case study method. The subjects of this study were two hypertensive elderly patients with blood pressure more than 140 - 90 mmHg and able to communicate. The results of the case studies show that there is a change in blood pressure drop from before consuming chayote juice and after consuming chayote juice, so it is hoped that the elderly can consume chayote juice regularly.
The effect of a warm compress of cinnamon on reducing pain in sufferers of arthritis gout maya cobalt
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.111

Abstract

Background: One of the disorders experienced by gout arthritis sufferers is pain in the joints. Joint pain in patients with gouty arthritis occurs due to deposits of monosodiumuric crystals that accumulate in the joints as a result of high levels of gout arthritis in the blood. One of the interventions that can be given to reduce the pain scale in sufferers of gouty arthritis is the administration of warm cinnamon compresses. The essential oil in cinnamon bark contains eugenol, where eugenol has a very hot and spicy taste so it can open the skin's pores. So that pain can be reduced with the warm cinnamon compress. Purpose: The effect of the warm cinnamon compress aims to determine the benefits of the warm cinnamon compress to reduce the pain scale in sufferers of gout arthritis. Methods: This study used a quasi-experimental method with a pre and post control group approach. The sample in this study amounted to 50 respondents, the sample was taken by stratified random. Results: The results of the Wilcoxon test showed that the p value in the control group was 0.850 and the intervention group obtained a p value of 0.000. The results of the Paired T-test showed that the p value in the control group was 0.594 and the intervention group obtained a p value of 0.000. Independent T-test results obtained p value 0.000 <0.05, meaning that there is an effect of warm cinnamon compresses on reducing pain in patients with gout arthritis before and after giving warm cinnamon compresses between the intervention group and the control group. Conclusion: The warm cinnamon compress has an effect on reducing the pain scale in people with gouty arthritis. Keywords: gout arthritis, pain, cinnamon warm compress
FENOMENA INTERVENSI HARAPAN TERHADAP KEBAHAGIAAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR DENGAN HEMODIALISIS Nining Puji Astuti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.112

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis sebagai salah satu metode pengobatan pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir menimbulkan banyak dampak psikologis yang mempengaruhi kebahagiaan pasien. Kondisi tidak bahagia menyebabkan turunnya imunitas, ketidakpatuhan regimen terapeutik dan rendahnya kualitas hidup pasien hemodialisis. Intervensi harapan diperlukan sebagai salah satu metode dalam meningkatkan kebahagiaan pasien hemodialisis. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena intervensi harapan dalam mempengaruhi kebahagiaan pada pasien penyakit ginjal tahap akhir. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pemaparan studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan yakni pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tindakan keperawatan non farmakologis berupa intervensi harapan dilakukan sebanyak 8 sesi dan di ukur menggunakan alat ukur kebahagiaan yaitu Oxford Happiness Questionnaire. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pengukuran awal kebahagiaan menggunakan Oxford Happiness Questionnaire didapatkan hasil bahwa level kebahagiaan pasien adalah 3 (tidak bahagia) dan meningkat menjadi 5 (bahagia) setelah dilakukan intervensi. Kebahagiaan pasien penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisa dipengaruhi oleh kondisi psikologis, status pernikahan, hubungan seksual, tingkat ekonomi, kondisi fisik dan sangat berpengaruh terhadap kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Kesimpulan: Intervensi harapan merupakan intervensi mandiri keperawatan yang dapat dilakukan baik secara mandiri dan berkelompok demi meningkatkan kebahagiaan pasien penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani hemodialisa. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis; Hemodialisis; Intervensi Harapan; Kebahagiaan; Penyakit Ginjal Tahap Akhir.
THE AMOUNT OF BALLOON FIXATION FLUID VOLUME EFFECTSS ON URINE LEAKAGE IN PERMANENT CATHETER INSTALLATION Veronica Ririn marwaningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i1.113

Abstract

THE AMOUNT OF BALLOON FIXATION FLUID VOLUME EFFECTSS ON URINE LEAKAGE IN PERMANENT CATHETER INSTALLATION Ririn Marwaningsih1, Sunarsih2, NikenAstuti 3 1Program studi D III, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang Email : ririn.marwaningsih@yahoo.com 2RS Elisabeth Semarang Email : sunarsihutagalung1@gmail.com ABSTRACT Background: The appropriate volume of balloon fixation still becomes a matter of discussion in the permanent catheter installation. The providing of fixation fluid on varied catheter installation is still found practically. The incidence of urine leakage in patients with permanent catheters is still often found. The amount of fixation fluid volume used needs to be studied to provide input on how much the right fixation volume for the permanent catheter installation. The purpose of this study is to determine the role of the amount of catheter balloon fixation volume on the incidence of permanent catheter leakage. Methods: The design of this research is analytic observational with a cross-sectional approach. The research population was patients in private hospitals in Semarang who had permanent catheters installed. The sample uses total sampling in accordance with the inclusion and exclusion criteria by taking samples from 17-21 January 2019 as many as 53 respondents. Results: 33 (62.3%) respondents had 10 ml fixation volume permanent catheter (62.3%), 13 respondents (24.5%) had permanent 20 ml balloon fixation volume and 7 (13.2%) respondents had permanent 25 ml balloon fixation volume. There were 7 respondents (13.2%) who had urine leakage and 46 respondents (86.8%) did not. The Mann-Whitney test showed a p value of 0.047 (<0.05). Conclusion: the volume of balloon fixation fluid has a role in the incidence of urine leakage in permanent catheter installation. Key words: volume of catheter balloon fixation fluid, catheter balloon, urine leakage, permanent catheter
Penerapan Pijat Kaki Untuk Menurunkan Kelebihan Volume Cairan (Foot Edema) Pasien Congestive Heart Failure Fradika Wulan Sari; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.114

Abstract

Congestive Heart Failur (CHF) merupakan keadaan dimana jantung mengalami kegagalan dalam memompa darah ke seluruh bagian tubuh, sehingga tidak dapat memberikan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Edema kaki karena peningkatan volume ekstraseluler akibat dari perubahan keseimbangan tekanan hidrostatik dan tekanan onkotik. Foot Massage merupakan manipulasi jaringan ikat dengan tehnik pukulan, gosokan atau meremas untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan efek relaksasi. Tujuan penelitian ini untuk menyusun resume asuhan keperawatan pemberian pijat kaki untuk menurunkan kelebihan volume cairan (foot edema) pada pasien CHF (Congestive Heart Failure). Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien CHF yang mengalami foot edema. Intervensi yang diberikan adalah terapi pijat kaki dengan one group pretest posttest. Subjek studi kasus yaitu 2 orang pasien CHF. Pengukuran kaki meliputi lingkar Ankle, lingkar instep, lingkar sendi MP joint (metatarsalphalangs-joint) dengan menngunakan medline. Intervensi pemijatan selama 3 hari dengan durasi ± 20 menit. Hasil penelitian pada responden menunjukkan penurunan edema sampai dengan implementasi hari ke 3, pitting edema derajat 2 menghilang dalam 10 detik dan penurunan edema rata-rata 2-3 mm. Simpulan : Pijat kaki dapat menurunkan kelebihan volume cairan (foot edema) pasien CHF.