cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA DIABETESI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEBDOSARI SEMARANG Tamrin Tamrin; Tri Sakti Widyaningsih; Windiyastuti Windiyastuti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i1.83

Abstract

Latar Belakang: Adanya pergeseran pola penyakit dari penyakit yang menular menjadi penyakit tidak menular salah satunya adalah diabetes melitus. Di Indonesia diabetes merupakan penyebab kematian tertinggi setelah stroke dan jantung koroner, hampir 85 sampai 90% orang dengan diabetes tipe 2 penyakit yang paling banyak dialami oleh lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap kadar gula darah sewaktu pada lansia diabetesi. Metode: Penelitian quasi experiment dengan desaign pre test dan post-test without control group design. Pengambilan sampel 36 responden, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Sebelum diberikan terapi dzikir rerata kadar gula darah sewaktu pada lansia diabetesi yaitu 176,25 mg/dl, sedangkan setelah diberikan terapi dzikir rerata kadar gula darah sewaktu pada lansia diabetesi 163,55 mg/dl. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada penurunan kadar gula darah secara bermakna. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi dzikir terhadap kadar gula darah pada lansia Diabetesi di Wilayah Kerja Puskesmas Lebdosari Semarang. Setelah mengetahui manfaat terapi dzikir diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan secara mandiri terutama bagi mereka yang terkena diabetes.
PERBEDAAN VOLUME RESIDU LAMBUNG BERDASARKAN METODE PEMBERIAN NUTRISI ENTERAL BOLUS DAN INTERMITTENT PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT ST. ELISABETH SEMARANG Kristiana Prasetia; Elisabeth Erawati; Hersa Donantya
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.89

Abstract

Latar belakang : Prevalensi malnutrisi pada pasien stroke meningkat seiring dengan semakin lamanya pasien dirawat.American Hearth Association (AHA) dan American Stroke Association (ASA) merekomendasikan pemberian nutrisienteral untuk pasien stroke baik dalam keadaan kritis maupun non kritis tanpa menekankan metode pemberiannya.Adanya volume residu lambung mengurangi kebutuhan kalori pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiperbedaan volume residu lambung pada pemberian nutrisi enteral dengan metode bolus dan intermitten pada pasienstroke di RS St. Elisabeth Semarang. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observational analitik kuantitatif denganmenggunakan desain cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik simplerandom sampling, sebanyak 60 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan data rekammedik bulan Agustus 2018 sampai dengan Januari 2019. Alat penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa datadilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil : uji Mann-Whitney, p value =0,001 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada volume residu lambung pada pemberian nutrisienteral metode bolus dan intermittent pada pasien stroke. Kesimpulan : metode intermittent (rerata = 7,50) lebih efektifdibandingkan dengan metode bolus (rerata = 30,50) dalam mencegah residu lambung pada pasien stroke. Pemberiannutrisi enteral pada pasien stroke diharapkan menggunakan metode intermittent.
PENERAPAN MASSASE ABDOMEN UNTUK MENGATASI KONSTIPASI PADA PASIEN STROKE NON HAEMORAGIK DI RSUD ADHYATMA SEMARANG Dewi Meivita; Maulidta Karunianingtyas W
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.90

Abstract

Komplikasi pada sistem gastointesinal adalah kasus yang sering di temukan setelah serangan stroke,komplikasi gastrointestinal seperti konstipasi didapatkan pada 7,9% pasca stroke. Konstipasi diartikan sebagaiakibat penurunan mobilitas kolon sehingga memperpanjang waktu transit feses di kolon dan berakibatkandungan air harus tetap diabsorpsi dari massa feses sehingga feses menjadi kering, keras dan sukardikeluarkan dalam proses defekasi. Salah satu tindakan untuk mengatasi konstipasi yaitu massase abdomen.Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui efektifitas massase abdomen terhadap konstipasi pasienstroke non haemoragik. Metode yang digunakan yaitu one grub pretest posttest. Jumlah sample dalam studikasus ini sebanyak 2 orang pasien stroke non haemoragik. Hasil menunjukkan bahwa pasien belum BAB selama3 hari, dan setelah diberikan intervensi massase abdomen, responden belum dapat BAB dengan lancar.Kesimpulan yang didapat dari kedua responden bahwa massase abdomen belum mampu mengatasi konstipasisecara signifikan.
PEMBERIAN REBUSAN KUNYIT ASAM UNTUK MENGURANGI NYERI PADA KLIEN DISMINORE DI KELUARGA Afriliyani .; Chandra Hadi Prasetya
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.92

Abstract

Menstruasi adalah proses pengeluaran gumpalan darah dari lapisan dari lapisan luar rahim karena adanya prosessomatopsikis yang bersifat kompleks meliputi unsur-unsur hormonal, biokimiawi dan psikososial yang terjadpada setiap bulan, siklus haid ini menyebabkan timbulnya rasa sakit atau nyeri di daerah abdomen yang disebutdisminore. Pada penelitian ini diterapkan pemberian rebusan kunyit asam untuk mengurangi nyeri disminore dikeluarga, diharapkan setelah diberikan rebusan kunyit aam ini klien tidak mengalami nyeri pada saat menstruasi.Hasil penelitian didapatkan dua responden dengan keluhan yang sama yaitu nyeri disminore saat menstruasi daripenelitian tersebut didapatkan hasil yang berbeda pada klien pertama setelah diberikan tindakan rebusan kunyitasam mengalami penurunan pada skala nyerinya yang awalnya 8 menjadi 6 sedangkan pada klien kedua setelahdiberikan tindakan hasil nyeri yang awalnya 6 masih bertahan di skala 6. Dari penelitian tersebut dapatdisimpulkan bahwa pemberian rebusan kunyit asam dapat mengurangi nyeri pada klien pertama dan tidak padaklien kedua, dengan demikian rebusan kunyit asam efektif untuk mengurangi nyeri diminore.
PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN 1 PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH KRONIS Eka Nurfitriyani; Emilia Puspitasari Sugiyanto
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.93

Abstract

Harga diri rendah merupakan perasaan yang negatif terhadap dirinya sendiri, termasuk kehilangan kepercayaan diri,tidak berharga, tidak berguna, pesimis, tidak ada harapan dan putus asa. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahuipenerapan strategi pelaksanaan 1 pada pasien skizofrenia dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah. Jenispenelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalahpasien dengan harga diri rendah, pasien belum penah mendapat strategi pelaksanaan 1 harga diri rendah, belummengenal aspek positif yang dimiliki, pasien dengan skizofrenia. Penelitian ini dilakukan di RSJ Prof.Dr. SoerojoMagelang di Ruang Antasena Hasil studi menunjukkan bahwa klien I ada penurunan dari tanda dan gejala sebanyak 9masalah teratasi atau sebanyak 44% dan dari 4 kemampuan terjadi peningkatan 4 kemampuan atau 100% dalam 3 hari,dan klien II ada penurunan sebanyak 44% atau 7 masalah teratasi dan terjadi peningkatan 4 kemampuan atau sebanyak100%. Rekomendasi perlu konsistensi perawat untuk melakukan tindakan tersebut saat menjumpai pasien gangguankonsep diri: harga diri rendah dengan menerapkan strategi pelaksanaan 1 harga diri rendah.
PENERAPAN KOMPRES DINGIN UNTUK MENGURANGI NYERI PEMASANGAN INFUS ANAK DENGAN TYPOID Sisi Utami Handayani Maruanaya; Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.94

Abstract

Demam typoid ialah penyakit infeksi akut yang mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebihdari satu minggu dan gangguan pada pencernaan. Salah satu penatalaksanaan demam tifoid adalah terapi cairanmelalui infus. Pemasangan infus dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak. Untuk mengurangi nyeri pemasanganinfus pada anak dengan pemberian kompres dingin karena efek analgesik dari kompres dingin yang menurunkankecepatan hantaran syaraf sehingga implus nyeri yang diterima otak lebih sedikit sehingga menurunkan sensasinyeri. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan dalam pemberian kompres dingin untukmengurangi nyeri pemasangan infus pada anak dengan demam tifoid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif denganmetode studi kasus dalam bentuk rancangan one grup pretest posttest. Subyek dari penelitian ini adalah 2 pasienanak dengan demam tifoid yang akan dilakukan pemasangan infus , dengan skala nyeri 7 – 10 (nyeri berat), dapatberkomunikasi secera verbal dan non verbal, usia 6 – 13 tahun, anak yang bersedia menjadi responden. Hasil studimenunjukkan bahwa ada perubahan tingkat nyeri pemasangan infus yang awalnya nyeri berat menjadi nyerisedang setelah pemberian kompres dingin selama 3 hari sehingga diharapkan keluarga pasien dapat melakukantindakan kompres dingin untuk mengurangi nyeri pemasangan infus pada anak.
UPAYA PENINGKATAN NUTRISI DENGAN PIJAT BAYI PADA PASIEN BBLR (BERAT BADAN LAHIR RENDAH) DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG Tantya Syahmanis; Heny Prasetyorini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.95

Abstract

Berat Badan Lahir Rendan (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram, yangdibedakan dalam 2 kategori yaitu : BBLR yang disebabkan karena lahir prematur (usia kandungan kurang dari 37minggu) dan BBLR lahir dengan KMK (Kecil Masa Kehamilan) bayi yang lahir cukup bulan dengan berat badankurang dari normal. Kurangnya berat badan dapat mempengaruhi status nutrisi pada bayi. Kesiapan meningkatkannutrisi (pemberian ASI) adalah pola asupan nutrisi yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik dandapat di tingkatkan. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu peningkatan nutrisi adalah pijatbayi. Pijat Bayi adalah terapi sentuhan yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan. Tujuanstudi kasus ini adalah deskriptif dengan menggunakan bentuk rancangan one grup pretes posttest. Subyek daripenelitian ini adalah 2 responden dengan kriteria pasien dengan BBLR, berat badan (1.500-2.500 gram), Usia 0-1bulan atau 30 hari, Tidak ada gangguan tingkat kesadaran. Hasil studi menunjukan bahwa adanya peningkatannutrisi setelah dilakukan pijat bayi pada BBLR selama 2 x 15 menit selama 2 minggu yang dibuktikan denganpeningkatan berat bdan dan frekuensi menyusu. Rekomendasi terapi pemijatan bayi dapat dilakukan secara rutinsetiap hari sampai usia bayi mencapai 2 tahun
PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 2 PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN Nur Muhammad Abidin; Wahyuningsih Muhammad .
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.98

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi klien, cara berpikir, bahasa,emosi, dan perilaku sosialnya. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana klien mengalamiperubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan ataupengiduan. Klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhankeperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, intervensi, evaluasi) dalam strategi pelaksanaan 2untuk mencegah kekambuhan halusinasi pada klien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran.Subjek studi kasus yaitu dengan 2 klien yang mengalami skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasipendengaran. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Povinsi Jawa Tengah diruang Upi Antasena pada tanggal 26 November 2018 sampai 29 November 2018 dan dilakukan penelitianterhadap klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Hasil studi menunjukanbahwa klien I dari 19 tanda dan gejala terjadi penurunan tanda dan gejala sebanyak 58% masalah teratasi atausebanyak 11 tanda dan gejala, dan klien II menunjukan dari 15 tanda dan gejala yang terdapat pada klien terjadipenurunan tanda dan gejala sebanyak 53% masalah teratasi atau sebanyak 8 tanda dan gejala. Dapat disimpulkanbahwa penerapan strategi pelaksanaan 2 pada klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori : halusinasipendengaran dapat membantu mencegah kekambuhan halusinasi sehingga perawat perlu melakukan tindakantersebut.
PENERAPAN KONSUMSI REBUSAN AIR SELEDRI DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PANTI WREDA HARAPAN IBU SEMARANG Nur Safitri; Wijanarko Heru pramono
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.99

Abstract

Hipertensi adalah kondisi seseorang mengalami peningkatan tekanan darah dalam tubuh, dimana tekanandarah diatas melebihi normal 140/90 mmHg yaitu fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yangsedang dipompa oleh jantung dan diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung.Dari proses tersebut dapat menimbulkan berbagai macam gejala seperti nyeri kepala (pusing). Nyerimerupakan suatu sensori yang tidak menyenangkan dari suatu emosional disertai kerusakan jaringan secaraaktual ataupun potensial atau jaringan yang secara menyeluruh, sedangkan nyeri kepala juga merupakansakit atau nyeri, termasuk rasa tidak nyaman yang menyerang bagian tengkorak (kepala) mulai dari keningkearah atas dan belakang kepala dan bagian wajah. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhankeperawatan (pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi) dalampenerapan konsumsi rebusan air seledri dalam menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Dan studikasus ini dilaksanakan pada tanggal 5-11 Desember 2018 di Panti Wreda Harapan Ibu Semarang. Subjekpenelitian ini adalah 3 klien lansia dengan kriteria inklusi menderita hipertensi dengan nyeri kepala skala4-7, dan usia 60-80 tahun. Klien bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent.Hasil studi menunjukkan ketiga responden didapatkan hasil penurunan intensitas nyeri dengan presentaserata-rata penurunan nyeri 5 setelah diberikan rebusan air seledri. Dapat disimpulkan bahwa rebusan airseledri dapat menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA UNTUK MENGATASI RISIKO KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Fransiska Tiya Pramesti; Niken Sukesi
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.100

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kadar glukosa darah atauhiperglikemia. Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidakdapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh dan atau ketidakmampuan dalam memecah insulin.Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi, sebagai membuka jalan agar glukosa dapatmasuk kedalam sel untuk menghasilkan energy, menekankan produksi gula kehati dan otot, serta mencegahpemecahan lemak sebagai sumber energy sehingga dapat memenuhu kebutuhan nutrisi pada pasien diabetic foot.Tujuan studi kasus ini untuk mengidentifikasi manfaat dari jus buah naga dalam menurunkan kadar glukosa darah.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek penelitian iniadalah dua orang pasien yang mengalami diabetes melitus dengan kriteria yang kooperatif. Hasil studimenunjukkan bahwa ada perubahan dalam kadar gula darah menjadi lebih turunn setelah pemberian jus buah naga.Rekomendasi perlu konsentrasi perawat dalam melakukan tindakan untuk meningkatkan kesehatan pasiennya.