cover
Contact Name
Chandra Hadi Prasetiya
Contact Email
jurnal@akper-whs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@akper-whs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
ISSN : 23563079     EISSN : 26851946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMAK : Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan. JMAK diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang Manajemen Asuhan Keperawatan kepada para praktisi dan akademisi khususnya di bidang Manajemen Asuhan Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
Jalan Tandem Untuk Mengurangi Risiko Jatuh Pada Lansia Dipanti Wredha Harapan Ibu Zulfa Adilla Mualif; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.116

Abstract

Lanjut usia merupakan masalah yang sering terjadi dan disebabkan karena multi faktor. Banyak yang berperan didalamnya, baik faktor intrinsik maupun dari dalam diri lanjut usia. Seperti gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstermitas bawah, kekakuan sendi, dan sinkope atau pusing. Gangguan keseimbangan merupakan masalah kesehatan yang sering ditemui pada lansia. Jalan tandem merupakan suatu latihan yang dilakukan dengan cara mempersempit luas bidang tumpu, dengan cara berjalan dalam satu garis lurus sejauh 3 meter dalam posisi tumit kaki menyentuh jari kaki yang lainya, latihan ini diharapkan berfungsi meningkatkan keseimbangan postural secara dinamis. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan dalam pemberian jalan tandem untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode studi kasus dalam bentuk rancangan one grup pretest posttest. Subyek dari penelitian ini adalah 2 pasien lansia baik laki- laki maupun perempuan yang berusia lebih dari 59 tahun, bersedia menjadi responden, mampu berjalan sendiri tanpa membutuhkan bantuan orang lain, mengalami mobilitas tidak stabil dan mengalami vertigo. Hasil studi menunjukkan bahwa ada perubahan saat berjalan dengan terkoordinasi, serta meningkatnya keseimbangan berjalan yang diukur menggunakan Breg Balance Scale, dengan interprestasi skor yang didapat 42 yang berarti termasuk risiko jatuh ringan sehingga diharapkan keluarga pasien dapat melakukan tindakan jalan tendem pada lansia.
Upaya Pencegahan Pasien Resiko Jatuh dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Nining Puji Astuti; Olga S C Dos Santos; Ekla Saputri Indah; Erlin Pirena
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.117

Abstract

Latar Belakang: Insiden jatuh merupakan salah satu kejadian yang tidak diharapkan terjadi namun memliki prevalensi yang cukup tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui tindakan pencegahan jatuh yang dilakukan oleh perawat bagi pasien Rawat Inap. Metode: Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode literature review, peneliti mencari, menggabungkan, dan menganalisis artikel-artikel ilmiah secara valid dengan fokus kajian review paper. Hasil: Dalam penanganannya ternyata masih banyak perawat yang belum melakukan tindakan pencegahan sesuai dengan SOP Rumah Sakit. Pengetahuan, tingkat pendidikan, masa kerja, ketersediaan fasilitas, SDM, dan rasa tanggungjawab menjadi faktor-faktor utama perawat tidak melakukan tindakan pencegahan jatuh pada pasien rawat inap. Dalam menangani hal ini, penilaian skor risiko jatuh dapat dimasukkan dalam asuhan keperawatan sehingga dapat diketahui risiko jatuh pada pasien dan perawat dapat memberikan tindakan pencegahan sesuai dengan masalah yang telah diidentifikasi pada asuhan keperawatan. Kesimpulan: Kesadaran akan rasa tanggungjawab juga harus ditingkatkan pada perawat karena keselamatan pasien merupakan hal yang utama.
Perilaku Perawat Dalam Penerapan Manajemen K3RS Selama Pandemi Covid-19 Fida’ Husain; Novilya Meydi Lalintia; Patricia Mayang Ardhaneswari; Winda Febrianti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.118

Abstract

Latar belakang: Konsep dasar dari Kesehatan dan Keselamatan kerja di Rumah Sakit (K3RS) adalah upaya untuk menciptakan lingkungan kerja, tempat kerja maupun fasilitas kesehatan yang sehat, aman dan nyaman bagi seluruh pekerja maupun tenaga kesehatan yang ada di Rumah Sakit, pasien maupun pengunjung/pengantar orang sakit terkhusus selama masa pandemi covid 19. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memanajemen banyaknya potensi resiko kecelakaan kerja pada perawat yang bekerja di Rumah Sakit selama masa pandemi Covid-19. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian literature review, yaitu merupakan metode komprehensif yang mana menganalisis artikel pada database jurnal penelitian dan artikel dengan melalui website. Pencarian database memanfaatkan Google Scholar, Perpusnas, Proquest, SAGE Journals, dan Sciencedirect. Pencarian jurnal menggunakan kata kunci perawat, K3RS, perilaku, keselamatan kerja, kecelakaan kerja. Ditemukan sekitar 28.400 artikel dan hanya 10 artikel yang dianalisis. Hasil: untuk mencari artikel, kelompok kami menggunakan kata kunci yang sudah disusun.. Setelah diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi ditemukan 10 artikel, kemudian 10 artikel tersebut dianalisis. Kesimpulan: K3RS yang dilaksanakan sudah semakin membaik dengan adanya pengawasan dan pelatihan bagi SDM yang ada di Rumah Sakit. K3RS juga berhubungan dengan perilaku, sikap, persepsi, pengetahuan, tindakan, dan keyakinan tenaga kesehatan (perawat) dalam manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.
Efek Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Tipe 2 Yhurike Diah Pitaloka; Siti Juwariyah
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.120

Abstract

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease and is an important public health problem. Diabetes mellitus is a chronic disease in which the pancreas does not produce enough insulin or when the body is ineffective in using it (WHO, 2016). One of the non-pharmacological management of diabetes mellitus is the administration of red dragon fruit. Dragon fruit is rich in antioxidants and contains many substances such as calcium, beta-carotene, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, phosphorus and flavonoid substances so that it can be used as a therapy to reduce blood glucose levels by preventing apoptosis due to oxidative reactions. The purpose of this case study is to compile a resume of nursing care in giving red dragon fruit to reduce blood glucose levels. This type of research is descriptive with a case study method in the form of a one group pretest posttest design. The subject of this study was 1 patient with diabetes mellitus. The results of the study showed that there was a change in the patient's condition after being given red dragon fruit for 10 days. Conclusion Dragon fruit has the effect of lowering blood glucose levels in people with type 2 diabetes mellitus because it contains fiber that is able to bind water in the intestines, and contains antioxidants and bioactive compounds and is able to inhibit free radical compounds. Keywords: diabetes mellitus, adults, red dragon fruit
Hubungan Regulasi Emosi Terhadap Tingkat Kesehatan Mental Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 Durotun Nafisah; Laura Khattrine; Siti Juwariyah
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.121

Abstract

The large number of patients affected by Covid-19 not only causes physical symptoms and diseases, but also has a major impact on mental health with government policies in the form of physical distancing and large scale social restrictions (PSBB) to deal with Covid-19 emotional, depressed to experience stres. Emotion regulation is ability to control and adjust the emotion that appears at the right level of intensity to actieve a goal. Mental health is an important dimensions of life, because of it, life will walk with well and seasonable. Emotion changes that occus at adolescence have big influencein teenagers life. This research has done in Glonggong village RW 002. This research is quantitative that uses cross sectional with apply in inclusion and exclusion criteria. Independent variable in this research is emotion regulation even the dependent variable is health mental level of teenagers. Then for questionnaire has done validity and reliability test. For validity test uses technic of person product moment in valid item if r score count >table r (0,0361) or score sig <5% and reliability test in this research uses cronbach alpha from the result that avolded cronbach alpha score of 0,784, because of the score bigger than >0,6 so we can conclude that questionnaire for variable of emotion regulation is reliable or consistent of using in the research. The result of research shows variable of emotion regulation to health mental level of teenagers in pandemic period of covid-19, emotion regulation to health mental level of teenagers is p value (0,018<0,05). The summary of this research is there is relation between emotion regulation to health mental level of teenagers in pandemic period of covid-19. From this research, we hpe the teenagers can give the knowledge about emotion regulation and the health mental level of teenagers will be better and the teenagers can control their emotion in order they donˈt have mental health. Keywords: Pandemic Of Covid-19, Teenagers, Emotion Regulation, Health Mental Level
Pemberian Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audiovisual Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Kurang Pengetahuan Asi Eksklusif Dipuskesmas Purwoyoso Semarang Indriyas Fitri Widayanti; Heny prasetyorini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v5i2.122

Abstract

Pengetahuan adalah pengenalan dari pengalaman, persepsi yang jelas akan apa yang dipandang sebagai fakta, kebenaran atau informasi dan atau pelajaran yang dipelihara dan diteruskan. Kurang pengetahuan ibu tentang Asi eksklusif dapat mempengaruhi ibu dalam memberikan Asi eksklusif. Untuk meningkatkan kurang pengetahuan ibu perlu diberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media audiovisual lebih efektif, menarik dan mudah diterima oleh sasaran sehingga dapat menambah pengetahuan tentang Asi eksklusif. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menambah pengetahuan ibu tentang Asi eksklusif. Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan bentuk rancangan sebelum dan setelah, subyek yang dijadikan responden pada penelitian ini adalah dua orang pasien dengan kurang pengetahuan, setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada kedua responden mengalami peningkatan dan menunjukan pengetahuan kedua responden dalam kategori baik, yaitu Ny.SC (145) dan Ny. SK (160) dengan rata-rata pengetahuan 14,5. Hasil studi menunjukan bahwa ibu hamil trimester III dengan kurang pengetahuan tentang Asi eksklusif yang awalnya kurang pengetahuan menjadi pengetahuan baik setelah diberi pendidikan kesehatan dengan media audiovisual. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan pemberikan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual pada ibu hamil trimester III tentang Asi eksklusif.
Jalan Kaki Terstruktur Sebagai Alternatif Intervensi Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Nova Nurwinda Sari; Retno Wulandari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v6i1.124

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Keadaan ini mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berdasarkan data Provinsi Lampung, khususnya dilampung selatan, Kecamatan Natar terjadi peningkatan kasus hipertensi terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalan kaki terstruktur berpengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian kuantitatif, metode quasy experimen, pendekatan one group pretest posttes design. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 14 responden. Uji analisis menggunakan uji T. Hasil Penelitian didapatkan p-value 0,001 (p-value < 0,05) yang artinya ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah responden melakukan jalan kaki. Sebaiknya aktivitas jalan kaki terstruktur dilakukan pada penderita hipertensi sebagai salah satu terapi non farmakologi dalam menstabilkan tekanan darah. Kata kunci : Hipertensi, Jalan Kaki Terstruktur
Penerapan Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Ansietas Pada Ibu Hamil Trimester III Dimasa Pandemi COVID-19 Anggi Novita Dwi Yuliyati; Heny prasetyorini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v6i1.125

Abstract

Pregnancy is a time of joy and anticipation. However, it can become anxiety and become a concern. Common problems experienced by women during pregnancy are anxiety and stress. Third trimester of pregnancy is the period of the last three months or the last third of the gestation period. The third trimester is the gestation period from the seventh to the ninth month (28-40 weeks). The gestation period starts from conception to the birth of the fetus. Normal length of pregnancy is 280 days (40 weeks or 9 months 7 days) calculated from the first day of the last menstruation. Anxiety (anxiety/anxiety) is a natural feeling disorder characterized by feelings of fear or worry that are deep and ongoing, do not experience disturbances in assessing reality, personality is still intact (no splitting of personality), behavior can be disrupted but is still in progress. normal limits. One of the management actions to reduce anxiety is deep breathing relaxation therapy. The purpose of this case study is to reduce anxiety in third trimester pregnant women during the COVID-19 pandemic. The case study method is in the form of a one grub pretest posttest design. The subjects of this study were 2 patients with third trimester pregnant women. The results of the study showed that there was a change in the level of anxiety from mild anxiety to no anxiety after being given the Deep Breathing Relaxation intervention for 3 days so it is hoped that the patient and the patient's family can take Deep Breathing Relaxation to reduce anxiety levels in third trimester pregnant women.
Penerapan Pola Diet Dash Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kalikangkung Semarang Mauluda Fitriyana; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v6i1.126

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk diatasi. WHO menyebutkan bahwa penyakit hipertensi sudah menyerang 22% dari penduduk di dunia. Sedangkan angka hipertensi di Jawa Tengah sendiri mencapai angka 36,53% atau sebanyak 8.888.585. Manajemen hipertensi dapat dilakukan salah satunya dengan cara non farmakologi. Salah satu cara untuk mengatur pola makan bagi penderita hipertensi adalah dengan menerapkan metode diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) sebab selama ini yang dilakukan hanya dengan pengaturan garam dan natriumnya saja (diet rendah garam). Metode Penelitian: Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada penelitian yaitu dua warga di Desa Kalikangkung Semarang yang sudah menderita penyakit hipertensi sejak 2-3 tahun yang lalu dan menjalani pengobatan terkontrol yaitu dengan mengkonsumsi obat amplodipin 10 mg yang diminum satu kali dalam sehari. Instrumen yang digunakan adalah panduan menu harian, lembar observasi, serta standar prosedur terapi pemberian diet DASH. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-5 Juni 2021. Pola makan diet DASH ini diberikan 3x dalam sehari, yaitu menu makan pagi, menu makan siang, dan menu makan malam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah serta beberapa perubahan lainnya. Pada subjek I terjadi penurunan tekanan darah dari 156/100 mmHg menjadi 140/95 mmHg, sementara pada subjek II juga terjadi penurunan tekanan darah dari 155/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi pola makan diet DASH dapat menurunkan tekanan darah pada penderi hipertensi. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi pola diet DASH untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Tekanan Darah, Diet DASH.
Pemberian Progressive Muscle Relaxation terhadap stres dan penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Hirza Ainin Nur; Septi Anggraini
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v6i1.127

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat dari penurunan sekresi hormon insulin oleh sel beta yang berada didalam pankreas dan akibat gangguan fungsi insulin. Salah satu faktor risiko penyebab diabetes melitus tipe 2 adalah stres. Stres merupakan suatu respon fisik dan psikologis terhadap tekanan atau stresor dan menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Penatalaksanaan farmakologis dapat diberikan suntikan insulin atau bahkan kombinasi suntikan insulin dan tablet. Penatalaksanaan non famakologis yang dapat dilakukan yaitu melalui progressive muscle relaxation (PMR). PMR merupakan suatu metode relaksasi yang paling sederhana dan mudah dipelajari dengan menegangkan dan merilekskan otot-otot tubuh. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan tindakan pemberian PMR terhadap stres dan penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2. Responden yang digunakan sejumlah 2 orang pasien DM tipe 2. Intervensi PMR dilakukan selama 3 hari dengan durasi 20 – 30 menit pada pagi dan sore hari. Pengukuran kadar gula darah dan stres dilakukan sebelum dan setelah tindakan PMR. Simpulan PMR dapat menurukan kadar gula darah dan tingkat stres pasien DM Tipe 2.