cover
Contact Name
Didik Iswadi
Contact Email
didikiswadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteknikkimia.unpam@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25490699     EISSN : 2685323X     DOI : -
Fokus dan Lingkup Jurnal i lmiah Teknik Kimia yaitu pengolahan limbah, teknologi pangan dan material, proses pemisahan, teknik reaksi kimia, dan nanopartikel. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Universitas Pamulang terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
PENGARUH WAKTU DAN LUAS PERMUKAAN TERHADAP KETEBALAN PRODUK PADA ELEKTROPLATING ACID ZINC Irman .; Budhi .; Faevi .; Iis .
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.061 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v1i1.522

Abstract

This research  using Faraday’s law to analize result of measurements. There are 2  parameters varying  in research, the surface area of specimen  ( 6 x 10 cm², 6 x 5 cm² and 5 x 3  cm²) and time  ( 6, 9 and 12 minutes). The research method was done  by electroplating scheme consists of a cathode, anode, electrolyte, which is coupled with a DC electrical current that is placed on Hull Cell. The purpose of research is to determine impact of extent of time and amount of  surface area of specimen to layer thickness occured from the acid zinc electroplating methods. The result of  research obtained is the greater of surface area  will form specimen mass and layer smaller, and the longer of  electroplating process time will form  speciment mass and layer increasing thickerKeywords : Electroplating, Acid Zinc
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SITRAT PADA PROSES PEREBUSAN DAN PERENDAMAN KEDELAI UNTUK MEMPERCEPAT PROSES FERMENTASI TEMPE Zakki Rosmi Mubarok
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.383 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i1.2596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam organik dalam proses fermentasi tempe. Asam organik yang digunakan adalah asam sitrat yang diharapkan dapat mempercepat proses hidrolisa baik dimulai dari proses perebusan hingga proses perendaman. Adapun konsentrasi asam sitrat yang ditambahkan adalah 10% untuk setiap proses. Penambahan asam sitrat pada proses perendaman 4 jam memerlukan waktu fermentasi optimum 21,33 jam dengan penghematan waktu 55,56%, sedangkan penambahan asam sitrat pada proses perendaman dan perebusan  selama 4 jam memiliki waktu fermentasi optimum 21,75  jam dengan penghematan waktu 54,69%. Selain itu, dilakukan uji kandungan asam sitrat sisa yang terkandung dalam tempe dengan HPLC dan didapatkan nilai  0,1-0,2%. Kata kunci : Kedelai, Tempe, Hidrolisa, Asam Sitrat, Fermentasi
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BRIKET BAHAN BAKAR DARI AMPAS TAHU SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Synthesis and Characterization Fuel Briquettes from Tofu Dregs as Alternative Energy Budhi Indrawijaya; Agung Fathurrohman; Harlatun Nisa
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.806 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i1.1087

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kebutuhan energi serta ketersediaan bahan bakar yang terus berkurang memaksa kita untuk mencari sumber bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui (renewable), ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Salah satu jenis sumber energi alternatif  yang bisa dikembangkan yaitu energi biomassa seperti limbah sisa pengolahan bahan pangan. Dalam penelitian ini limbah ampas tahu dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mengubahnya menjadi briket. Tujuan pembuatan briket dari ampas tahu dengan berbagai macam variabel untuk mengetahui kualitas briket yang baik ditinjau dari analisis proksimat. Proses pembuatan briket diawali dengan cara mengeringkan ampas tahu, kemudian dihaluskan untuk mendapatkan ukuran partikel tertentu, setelah itu sebagian ampas tahu dikarbonisasi dan dicampur dengan perekat tepung kanji setelah itu dicetak dengan briquetting machine. Hasil pengujian analisis proksimat menunjukan  persentase nilai yang bervariasi, dengan nilai moisture content briket ampas tahu sebesar 0,22-0,74%, volatile matter 13,43-22,85%, ash content 2,24-3,53% dan nilai kalor 4435-5191cal/gram. Dimana hanya sampel 4 (briket dari 2 Kg ampas tahu tanpa karbonisasi + 15% perekat + 500 mL air) yang telah memenuhi standar mutu briket (SNI 01-6235-2000).Kata kunci: biomassa, ampas tahu, briket, analisis proksimat.
UJI ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KETAHANAN PRODUK TAHU BERPENGAWET KITOSAN Budhi - Indrawijaya; Arista - Paradiba; Sri Antika Sari
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.788 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v1i2.717

Abstract

ABSTRAK Tahu merupakan makanan berbahan dasar kacang kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun  tahu  merupakan bahan pangan yang high perishable atau cepat rusak, hal ini menyebabkan tahu tidak dapat bertahan lama. Untuk itu diperlukan tindakan pengawetan pada tahu agar umur simpan dan tingkat ketahanan tahu menjadi lebih lama. Dampaknya, banyak produsen yang mengawetkan tahu menggunakan bahan kimia yang tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu cara pengawetan tahu yang dianjurkan adalah dengan mengaplikasikan larutan kitosan, yang merupakan bahan pengawet alami dan aman di cerna oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi atas penggunaan bahan pengawet berbahaya yang sudah menjadi budaya dalam produksi tahu, mengetahui tingkat ketahanan tahu dan tingkat penerimaannya di masyarakat. Metode yang digunakan adalah mengaplikasikan kitosan sebagai campuran  koagulan dan sebagai edible coating dengan variabel yaitu konsentrasi kitosan, waktu penyimpanan, suhu  penyimpanan dan perbandingan metode yang digunakan. Uji organoleptik tingkat  kesukaan yang dilakukan yaitu penampakan produk, tekstur, aroma dan kekenyalan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa secara keseluruhan panelis lebih menyukai produk tahu yang menggunakan metode  edible coating. Penggunaan kitosan sebagai bahan pengawet alami dapat mempertahankan waktu simpan produk tahu selama 14 hari dengan suhu ideal penyimpanan yaitu 4°C terhadap kedua metode perlakuan bahan pengawet kitosan.Kata kunci : edible coating, kitosan,  koagulan, tahu
ISOLASI SELULOSA DARI BAGAS TEBU MELALUI PEMANASAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO Jufrinaldi Jufrinaldi
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.319 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i2.1683

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, bagas tebu berpotensi sebagai sumber alternatif selulosa karena jumlahnya yang melimpah. Bagas tebu merupakan hasil samping dari proses pembuatan gula yang mengandung 40-50% selulosa dan 25-35% hemiselulosa. Selulosa berpotensi dikembangkan menjadi salah satu bahan baku kimia terbarukan. Potensi tersebut ditunjang dengan sifatnya yang biokompatibilitas, dan sifat ramah lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan selulosa melalui proses likuifaksi, delignifikasi dan pemutihan menggunakan pemanas gelombang iradiasi mikro. Isolasi selulosa dari bagas tebu memanfaatkan pemanasan iradiasi gelombang mikro selama 18 menit. Isolat selulosa yang dihasilkan menunjukkan rendemen sebesar 38.57% dengan kadar α-selulosa dan hemiselulosa berturut-turut adalah 78.46% dan 18.65%. Keberhasilan proses isolasi juga dapat dilihat dari spektrum FTIR bagas tebu dan isolat selulosa. Hasil spektrum selulosa menunjukkan pengurangan serapan gugus guasil dam siringil, dan peningkatan serapan gugus β-selulosa. Pencirian isolat selulosa juga dilakukan menggunakan DSC dan SEM yang menunjukkan keberhasilan proses isolasi selulosa. Pemanasan menggunakan gelombang irradiasi mikro dapat mengurangi waktu proses. Hal ini mengindikasikan bahwa gelombang irradiasi mikro dapat diaplikasikan untuk efektivitas waktu proses. Kata kunci : sellulosa, isolasi, gelombang irradiasi mikro, bagas tebu
PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL PADA CAMPURAN GLISEROL-AIR UNTUK PRODUKSI HIDROGEN SECARA FOTOKATALISIS Agus Salim Afrozi
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.657 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i1.1083

Abstract

ABSTRAK Pengaruh konsentrasi gliserol juga diamati dalam pengujian untuk melihat produksi hidrogen. Prekursor yang digunakan adalah TiO2 degussa P-25. Fotokatalis diberi dopan Cu,  dengan metode impregnasi untuk Cu. Hasil analisa XRD menunjukkan, fotokatalis TiO2 termodifikasi berukuran nanometer dengan rentang 16 nm sampai dengan 23 nm, sedangkan analisa DRS menunjukkan TiO2 yang didopan dengan Cu dapat merespon aktif pada sinar tampak. Hasil pengujian menunjukkan fotokatalis TiO2 termodifikasi Cu mampu menghasilkan hidrogen lebih banyak dibanding TiO2 degussa P-25, sebesar 10 kali untuk dopan Cu(5%) dan N. Sampai rentang 50%v, kenaikan produksi hidrogen sebanding dengan kenaikan konsentrasi gliserol.  Kata kunci : Hidrogen, gliserol, fotokatalis, nanokomposit, TiO2, water splitting
STUDI PENDAHULUAN KATALIS BIAYA RENDAH UNTUK PRODUKSI METANOL DENGAN TARGET SEBAGAI PROSES KELANJUTAN DARI MODEL SISTEM GASIFIKASI PADA FLUIDIZED BED BERKATALIS Joni .; Adiarso .; Galuh .; Nurdiah .; Tyas .; Bralin .; Erlan .
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.848 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v1i1.523

Abstract

Utilization of coal as well as its processing as an alternative energy is quite large in Indonesia and absolutely necessary. Especially on coal with low calorific value such as lignite, handling with direct combustion as in conventional coal power plant is an environmentally friendly manner because its emission contains harmful substances NOx and CO. With clean coal technologies (such as gasification), emissions of harmful substances into the environment can be reduced. This gasification process, coal is converted into syngas which is an intermediate product that can be directed into various types of alternative fuels such as methanol.Development of efficient and low cost methanol synthesis from syngas produced from gasification of coal has been our interest, in particular development  of low cost catalyst which is shown by Low Pressure Fixed Bed Reactor. In this research scheme, we develop the catalyst using Co-precipitation method and Copper based catalyst.. In this preliminary study, the synthesis of catalysts based on CuZnAl has been performed and tested in once trough process micromeritic reactor at mild operating condition. The results show that methanol synthesis at 20 bar and 270oC reach a good conversion, i.e. 1.15% of methanol at Molar Ratio (Cu:Zn / CuZn: Al2O3): 4: 3: 1. These results have been compared to commercial catalysts on the same conditions which reached 0.26% of methanol .  Kata Kunci : low rank coal, methanol synthesis, low cost catalyst, low pressure fixed bed reactor
BRIKET BAHAN BAKAR DARI AMPAS TEH DENGAN PEREKAT LEM KANJI Budhi Indrawijaya
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.563 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i1.2597

Abstract

Limbah ampas teh banyak dihasilkan dari perusahaan yang berkembang dalam bidang pengolahan minuman teh ready to drink. Ampas teh yang merupakan hasil dari ekstraksi biasanya hanya dibuang begitu saja, atau paling tidak digunakan untuk pembuatan pupuk organik. Sebenarnya ampas teh dapat dijadikan alternatif lain  salah satunya yakni dapat digunakan sebagai pembuatan bahan bakar dengan cara dibuat menjadi briket bahan bakar. Proses yang dilakukan seperti pengeringan ampas teh dapat dikeringkan di bawah sinar matahari dan juga dibakar di dalam suatu wadah, kemudian digiling dan disaring dan dicampurkan dengan lem kanji. Campuran kemudian dipadatkan secara manual agar proses dapat diaplikasikan dalam keseharian (rumah tangga). Briket ini dikeringkan bisa dengan cara dijemur atau di dalam oven suhu ±1100C selama 1 jam. Penelitian ini menghasilkan briket dengan kadar air yang rendah sebesar 4,69%, kadar abu terendah sebesar 2,1%, dan nilai kalor yang paling mendekati standar sebesar 3960,69 cal/g. Kata kunci: briket, kadar air, kadar abu, bom kalori
STUDI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL Joni Prasetyo
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.181 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i2.1679

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan biodiesel memberikan beberapa manfaat seperti mengurangi pencemaran lingkungan di began air. Karena masyarakat sekarang ini cenderung membuang minyak jelantah dengan kualitas yang sangat rendah. Selain itu, bahan baku minyak jelantah ini sudah bukan lagi dikategorikan sebagai bahan pangan mengingat bentuknya yang hitam dan encer. Pembuatan biodiesel dengan transesterifikasi suasana basa ini bisa dilakukan dengan biaya yang murah dengan mengggunakan NaOH teknis yang banyak dijual dipasar dan ethanol teknis. Optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan parameter jumlah NaOH teknis 2N mulai dari 10, 25, 40, 55 dan 70 ml dan exces ethanol 0, 25, 50, 75 dan 100%. Proses transesterifikasi dilakukan pada suhu 80°C selama tiga jam dalam pengadukan yang homogen. Kondisi optimum didapatkan dengan menggunakan 10 ml NaOH 2M dan 0% exces ethanol sebesar 196.64 gr/200 gr minyak jelantah. Kondisi ini juga mampu meminimalkan volume glycerol yang hanya berjumlah 79.79 ml. Secara keseluruhan FFA biodiesel ini sudah dibawah 0.5% sesuai dengan yang diharapkan. Adapun kualitas biodiesel melalui pengamatan masa jenis yang menunjukan 0.937 gr/ml masih harus dilakukan perlakukan lebih lanjut dari target yang diharapkan 0.900 gr/ml, yaitu dengan melakukan penguapan air dalam oven pada suhu lebih tinggi dan durasi yang lebih panjang. Kata kunci: biodiesel, minyak jelantah, transesterifikasi, Fatty Acid Ethyl Ester (FAEE)
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK LDPE DAN PET MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN PROSES PIROLISIS Didik - Iswadi; Fatmi - Nurisa; Erlina - Liastuti
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.437 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v1i2.718

Abstract

ABSTRAK Pirolisis sampah plastik merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui pemanasan tanpa oksigen. Pada proses pirolisis senyawa hidrokarbon rantai panjang diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek dan dijadikan bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil volume yang diperoleh dari LDPE dan PET, dan mengetahui hasil kualitas bahan bakar minyak yang dihasilkan dari LDPE dan PET. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan umpan yaitu sampah plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) dan sampah plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate). Proses pirolisis dilakukan pada reaktor selama 2 jam dengan suhu 250oC dan tekanan 2 bar dengan umpan sebanyak 1 kg. Hasil minyak pirolisis dari LDPE  diperoleh sebanyak 525 mL sedangkan pada dari PET diperoleh sebanyak 368.47 mL. Densitas minyak hasil pirolisis LDPE dan PET mendekati nilai densitas dari minyak tanah. Viskositas minyak hasil pirolisis dengan bahan LDPE dan PET termasuk ke dalam jenis minyak tanah, Nilai kalor minyak hasil pirolisis dengan bahan LDPE mendekati nilai kalor dari minyak diesel sedangkan nilai kalor minyak hasil pirolisis dengan bahan PET mendekati nilai kalor minyak tanah. Untuk nilai titik nyala tidak bisa dibandingkan dengan standar karena keterbatasan alat dan untuk nilai titik api tidak ada standar baku mutunya.Kata Kunci: pirolisis, LDPE, PET, densitas, viskositas

Page 2 of 13 | Total Record : 122