cover
Contact Name
Didik Iswadi
Contact Email
didikiswadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteknikkimia.unpam@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25490699     EISSN : 2685323X     DOI : -
Fokus dan Lingkup Jurnal i lmiah Teknik Kimia yaitu pengolahan limbah, teknologi pangan dan material, proses pemisahan, teknik reaksi kimia, dan nanopartikel. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Universitas Pamulang terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
SINTESIS & KARAKTERISASI NANO KALSIUM DARI LIMBAH TULANG AYAM BROILER DENGAN METODE PRESIPITASI Lourenty First; Laura Ryan Dias Septaningrum; Kinanti Pangestuti; Jufrinaldi Jufrinaldi; Rizki Hidayat; Desi Khosilawati
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.54 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3544

Abstract

Di Indonesia tingkat konsumsi ayam broiler sangat tinggi dan limbah tulang ayam yang dihasilkan tidak dimanfaatkan, kandungan kalsium pada tulang ayam sekitar 69% dalam bentuk kalsium fosfat dan dapat dimanfaatkan sebagai Nano kalsium sehingga terabsorbsi dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tulang ayam sebagai sumber kalsium. Tahapan dari penelitian ini dimulai dari tahap preparasi sampel tulang ayam dibersihkan dan dikeringkan dibawah sinar matahari selama 3 hari. Proses dekolagenasi dengan larutan KOH 4% selama 48 jam untuk menghilangkan kolagen, selanjutnya dihancurkan menjadi tepung dan diuji kadar logamnya dengan ICP EOS-AAS. Pada tahap Presipitasi, sampel diekstraksi dengan larutan HCl 1N selama 1, 1,5 dan 2 jam pada suhu 90oC. Larutan ekstraksi difiltrasi dan dipresipitasi dengan NaOH 3N untuk mendapatkan endapan. Endapan didekantasi dan dinetralisasi dengan aquadest untuk mendapatkan endapan. Endapan tersebut dikeringkan dengan oven dan di abukan pada suhu 600oC selama 2 jam untuk mendapatkan serbuk kalsium. Dari penelitian ini diperoleh hasil terbaik pada ekstraksi 2 jam dengan rendemen sebesar 14.97%. Hasil pengukuran dengan alat SEM pada perbesaran 10,000x menunjukkan ukuran partikel sebesar 200-1000nm yang mengindikasikan serbuk sudah menjadi nano. Dari karakterisasi tersebut terlihat bahwa tulang ayam memiliki potensi sebagai sumber kalsium dengan ukuran nano pada waktu ekstraksi 2 jam.
PENGGUNAAN KHITOSAN SEBAGAI PENGGANTI FORMALIN UNTUK PENGAWETAN IKAN TERI The Utilization Of Chitosan for Anchovy Preservation Didik Iswadi
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.558 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i1.1086

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mempelajari penggunaan khitosan, NaCl dan formalin pada proses pengawetan ikan teri selama penyimpanan suhu kamar. Tujuannya adalah   mengetahui konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin yang baik untuk proses pengolahannya. Mengetahui jumlah khitosan dalam pengawetan ikan teri ditinjau dari kadar air, jumlah mikroba. Mengetahui waktu penyimpanan ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin yang baik ditinjau dari kadar air, kandungan mikroba. Mengetahui perbedaan kandungan mikroba dan kadar air dari ikan teri hasil pengawetan dengan khitosan, NaCl dan formalin. Mengetahui kandungan kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri. Metoda penelitian ini faktor pertama menggunakan perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl, formalin dan faktor kedua adalah lama penyimpanan selama delapan minggu. Variabel yang diamati meliputi total bakteri/TPC, kadar air, kadar abu dan kadar Pb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel total bakteri. Sedangkan perlakuan lama penyimpanan menggunakan khitosan, NaCl dan formalin berpengaruh terhadap variabel kadar air dan total bakteri/TPC. Konsentrasi khitosan 0,5% merupakan konsentrasi yang baik untuk menurunkan total bakteri ikan teri kering. Jumlah kadar Pb dan kadar abu pada ikan teri kering yaitu kadar Pb (1,03-1,32) mg/kg dan kadar abu 0,98 %. b/b.Kata kunci : Khitosan, NaCl, Formalin, Ikan Teri.
PEMANFAATAN BULU AYAM SEBAGAI BAHAN ADSORBEN UNTUK PENJERNIHAN LIMBAH TEKSTIL Agus Salim Afrozi; Irwan Azhammy
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.803 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3545

Abstract

Pengolahan limbah pewarna pada industri batik dapat dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya adalah metode adsorbsi. Penggunaan bahan adsorber yang memiliki harga relative tinggi dapat digantikan dengan bahan adsorber lain yang lebih murah. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaatan bulu ayam  sebagai  bahan adsorber. Simulasi limbah dilakukan dengan menggunakan limbah batik sebanyak 500 ml dan ditambahkan bahan adsorber dari bulu ayam dengan variasi berat penambahan 0,8 gram, 2,5 gram dan 4 gram. Hasil pengujian aktivitas adsorber terhadap limbah diperoleh pada penambahan adsorber 4 gram dapat menurunkan harga TDs dengan sangat signifikan yaitu mencapai 99,93% dan menurunkan kandungan warna (PtCo) 93,6% dan menurunkan kandungan logam Cr sebesar 95,7%. Dari hasil ini dapat diperoleh bahwa bulu ayam dapat berfungsi dengan baik sebagai bahan adsorben untuk penjernihan limbah tekstil.
STUDI AWAL PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TIRAM Crassostrea sp SEBAGAI FILLER PADA PEMBUATAN LEM KACA Zakki Rosmi Mubarok; Herdi Sopian; Citra Putri
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.246 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3541

Abstract

Kulit Tiram jenis Crossostrea sp ternyata dapat digunakan sebagai bahan penyusun pembuatan lem kaca dikarenakan kandungan kalsium karbonat yang cukup tinggi. Kalsium karbonat dalam kulit tiram ini digunakan sebagai filler pada lem kaca. Dari penelitian yang dilakukan pada 7 kulit tiram kadar kalsium karbonat yang terkandung dalam kulit tiram rata-rata sebesar 75,01%. Dengan bahan penyusun yang lain seperti gum arabik, kitin, kulit telur dan titanium dapat dibuat lem kaca yang tahan terhadap air kurang lebih 5 jam, air garam kurang lebih 4 jam, dan tahan dalam asam maupun basa kurang lebih 3 jam. Selain itu kulit tiram mengandung beberapa gugus setelah dilakukan uji FTIR. Yakni gugus amina, gugus alkohol dan gugus karbonil.
PENGARUH KONSENTRAT ASAM KLORIDA, KOMPOSISI YEAST DAN WAKTU FERMENTASI DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI AIR LERI Irman Ansari Adlin; Elyzabeth Winda Rusmana; Sheila Fathona
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.5 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3546

Abstract

Beras  merupakan kebutuhan pokok primer sebagian besar masyarakat Indonesia.   Sebelum dikonsumsi, beras  dicuci dengan air dua sampai tiga kali. Air bekas cucian beras ini (Air lira)  dibuang dan menjadi limbah rumah tangga. Pada penelitian ini, air lira dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioethanol. Dalam air lira masih mengandung karbohidrat.Tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan bioetanol yaitu proses hidrolisa dengan menggunakan asam HCl konsentrasi 10 % dan 20 %, proses netralisasi dengan menggunakan basa NaOH 1 N, dan proses fermentasi dengan menambahkan ragi Saccharomyces cerevisiae  dengan variasi 5 gram, 8 gram dan 10 gram, serta   pH fermentasi diatur  sekitar 4-4,5. Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa kadar bioethanol yang terbesar diperoleh dengan kondisi proses hidrolisa pada konsentrasi asam 20 %, penggunaan ragi sebesar 10 gram dan waktu fermentasi 4 hari menghasilkan kadar bioethanol 2,91 %. Kesimpulan dari penelitian ini, semakin besar konsentrasi asam, semakin banyak ragi digunakan dan waktu fermentasi semakin lama menghasilkan kadar bioethanol yang lebih banyak.
MODIFIKASI PATI TALAS KIMPUL (XANTHOSOMA SAGITTIFOLIUM) UNTUK BAHAN PENGENTAL MAKANAN Didik Iswadi; Ahmad Wibisana; Jufrinaldi Jufrinaldi
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.052 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3542

Abstract

Pati  alami memiliki  kelemahan untuk dapat diaplikasikan  di industri. Maka dari itu dibutuhkan modifikasi dalam upaya mempertinggi pemakaian dari  pati  tersebut,  langkah yang dilakukan dengan  membuat modifikasi untuk  struktur  pati. Penelitian yang dilakukan ini mempunyai tujuan  dalam  mendapatkan pati termodifikasi  dengan kata lain pati  ikat  silang  fosfat.  Pati dengan ikat silang fosfat dibuat dengan mereaksikan pati talas kimpul dengan monosodium fosfat. Untuk memperoleh kondisi proses yang optimal maka pada penelitian ini dilakukan optimasi terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap karakteristik pati termodifikasi yang dihasilkan. Rancangan percobaan menggunakan metode one factor at a time dengan variabel yang digunakan meliputi:  konsentrasi monosodium fosfat 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5% ; lama reaksi (20, 30, 40, 50 dan 60 menit). Karakterisasi sifat fisikokimia dari pati monosodium fosfat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 20% dan lama reaksi pada pati monosodium fosfat yang terbaik yaitu 60 menit yang mempunyai nilai kadar pati 32,17%, kadar air 9,42%, kejernihan pasta 2,39%, nilai solubility 4,03%  dan nilai swelling power sebesar 2,45%, kejernihan pasta 13,23% dan freeze-thaw stability 0,70%.
PENENTUAN KADAR LOGAM BERAT (As, Ba, Cd, Cr, Hg, Pb, Sb, Se) PADA MAINAN ANAK DENGAN METODE SNI ISO 8124-3:2010 MENGGUNAKAN ICP-OES Budhi Indrawijaya; Henny Octavia; Wilda Eka Cahyani
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.828 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3547

Abstract

Keamanan mainan anak merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah dengan melihat ada atau tidaknya kandungan logam berat seperti Arsenik, Barium, Kadmium, Kromium, Merkuri, Timbal, Antimoni dan Selenium pada mainan tersebut. Logam berat bersifat karsinogenik dan menjadi penyebab berbagai penyakit maupun keracunan. Analisa kandungan logam berat dapat dilakukan dengan metode yang telah terverifikasi yaitu SNI ISO 8124-3 : 2010. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi basah yang berfungsi mendekomposisi padatan dari analit. Variasi jenis bahan mainan juga perlu dilakukan untuk melihat perbedaan hasil analisa. Sedangkan ukuran partikel sampel juga dapat berpengaruh pada hasil analisa. Instrumen ICP-OES (Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spektrofotometry) dipilih karena memiliki batas deteksi yang rendah untuk hampir seluruh elemen, selektifitasnya sangat tinggi, ketepatan presisi dan akurasi, serta waktu pengukuran yang relatif singkat. Sistem instrumen menggunakan plasma sebagai pengionisasi dan Argon sebagai gas pembawa. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa dalam sampel mainan yang diuji, tidak terdapat kandungan logam Ba, Cd, Cr, Se. Sedangkan untuk logam As, Hg, Pb, Sb menunjukan adanya kandungan logam tersebut di dalam mainan yang diuji,  yaitu berada pada kisaran 0,6 - 6,4 mg/kg. Angka  masih berada di bawah ambang batas maksimal yang diperbolehkan dalam SNI ISO 8124-3 : 2010.
FORMULASI EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG SEBAGAI BIOPESTISIDA UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK PADA TANAMAN BAWANG MERAH Budhi Indrawijaya; Lutfi Dintya Susanti; Desi Emiliawati
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.611 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v3i2.3543

Abstract

Salah satu program pemerintah terkait bidang pertanian adalah meningkatkan produksi tanaman.  Produktivitas tanaman yang dihasilkan sebaiknya memiliki mutu yang baik. Untuk menjaga mutu tersebut maka tanaman dijaga dari gangguan hama perusak dan penyakit tanaman. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut yaitu dengan menggunakan pestisida. Selama ini pestisida yang digunakan berasal dari bahan kimia yang berbahaya, sehingga perlu upaya untuk menggantikan pestisida jenis ini dengan pestisida alami. Jenis pestisida ini dinamakan dengan pestisida nabati.Salah satu hama/hewan perusak tanaman yang merugikan bagi petani adalah jenis ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat grayak ini dapat menghabiskan daun hanya dalam waktu satu malam saja. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari alternatif tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati yaitu salah satunya adalah tanaman pepaya jepang (Carica papaya) yang digunakan sebagai pestisida nabati untuk pengendalian hama pada tanaman bawang merah.Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang meliputi 4 perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya Jepang yaitu 55%, 65% ,75% dan  85%. Sampel hasil ekstrak penelitian ini menggunakan 4 sampel  yang diujikan pada masing-masing konsentrasi sebanyak 10 ulat grayak (Spodoptera litura) untuk melihat tingkat mortalitasnya. Hasil penelitian ini didapatkan ulat yang mati pada hari ke-14 dengan konsentrasi 55% ekstrak daun pepaya Jepang, dari hasil pengamatan ulat grayak yang mati sebanyak 6 ekor (tingkat mortalitasnya 60%), pada konsentrasi 65% ekstrak daun pepaya Jepang, hasil pengamatan ulat grayak  yang mati sebanyak 6 ekor (tingkat mortalitasnya  60%),  pada konsentrasi 75% ekstrak daun pepaya Jepang, hasil pengamatan ulat grayak yang mati sebanyak 7 ekor ( tingkat mortalitasnya 70%) dan pada  perlakuan konsentrasi 85% ekstrak daun pepaya Jepang, hasil pengamatan ulat grayak  yang mati sebanyak 8 ekor (tingkat mortalitasnya mencapai 80%).
Perbandingn Hidrolisis Ubi Nagara (Ipomea batatas L) Menggunakan Metode Asam-Enzim Dan Enzim-Enzim dessy maulidya maharani; Noor Khamidah
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v4i1.3797

Abstract

Abstak. Ubi nagara (Ipomea batatas L) merupakan tanaman lokal yang mengandung pati sebesar 45 sampai 70 % dan serat. Oleh karenanya cocok digunakan untuk bahan baku bioetanol. Untuk membuatnya ubi tersebut harus dihidrolisis terlebih dahulu. Hidrolisis tersebut dapat dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan enzim. Permasalahan nya adalah belum diketahui Perbandingan proses hidrolisis menggunakan Metode Asam-Enzim dan Enzim-enzima. Untuk itu perlu dilakukan perbandingan dua metode tersebut dalam menghidrolisis ubi nagara. Lingkup penelitian dimulai dari karakterisasi ubi dan hidrolisat yang dihasilkan. Pada penelitian ini dua klon ubi nagara berkulit kuning dan merah telah dikarakterisasi. Pada proses tersebut didapat hasil kadar air, selulosa, hemiselulosa, lignin dan pati ubi kulit kuning berturut-turut sebesar  63,45 % ± 0,69 %, 6,90 %, 5,71 %, 0,85 % dan 56,07 % ± 0,06. Pada ubi kulit merah sebesar 59,04 % ± 0,29, 3,45 %, 3,82 %, 0,85 % dan 53,33 % ± 0,19. Klon yang memiliki kadar pati tertinggi digunakan untuk bahan baku proses hidrolisis. Proses hidrolisis yang digunakan adalah hidrolisis asam-enzim dan hidrolisis enzim-enzim. Hidrolisis asam-enzim menunjukkan hasil terbaik dengan kadar gula sebesar 19,75 % ± 1,06,  pH saat liquifikasi 4,47 ± 0,028 dan rendemen filtrat sebesar 70,40 % ± 0,06 Abstract. Nagara sweet potatoes (Ipomea batatas L)as a local plant has variety clone. These plants contain 45 % to 70 % starch and fiber. Therefor this plant suitable as Bioethanol material. Hydrolysis process needed to transform this material. This process used Enzyme method and Acid method or mixed. The problem is unknowing of best hydrolysis method. The scope of research is the characterization of sweet potato and hydrolyzate produced. There for necessary to determine the water contain, cellulose, hemicellulose, lignin and starch contain of this plant. The result of Characterization showed that the sweet potatoes yellow peel containing 63,45 % ± 0,69 water, 6,90% cellulose, 5,71 % Hemicellulos, 0,85% Lignin and  56,07 % ± 0,06 starch. Sweet potatoes red peel containing 59,04 % ± 0,29 water, 3,45 % cellulose, 3,82 % hemicellulose, 0,85 % lignin and 53,33 % ± 0,19 starch. The highest result of starch used as material of hydrolysis. This research used acid-enzyme and enzyme-enzyme hydrolysis. Acid-enzyme hydrolysate showed the best result which are containing 19,75 %± 1,06 sugar with 4,47 ± 0,028 liquefication pH and 70,40 % ± 0,06 filtrate yield. 
UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK JAHE MERAH PADA SABUN PADAT Apriliana Dwijayanti
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v4i1.3799

Abstract

Sabun transparan merupakan salah satu jenis sabun padat. Dengan penambahan ekstrak Jahe Merah diharapkan dapat meningkatkan manfaat dari sabun transparan. Kandungan senyawa pada jahe merah diketahui dapat memberikan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses serta formulasi pembuatan sabun padat transparan menggunakan basis minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) dengan penambahan ekstrak Jahe merah dan pengaruhnya terhadap karakteristik sabun. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan ekstrak jahe merah sebesar A= 0 % B = 1 % C = 2 % dan D = 3%. (wt/wt) Dari total basis sabun. Parameter yang diamati diantaranya adalah Transparansi, kadar air, pH dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia Coli. Hasil pengujian transparansi sabun menunjukkan sabun tanpa penambahan ekstrak jahe lebih transparan dengan kadar air paling kecil yaitu 10,1895 %. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan perbedaan yang signifikan dari zona hambat yang terbentuk dari kedua bakteri, Zona hambat sabun A, B, C ,D  terhadap bakteri S. aureus yaitu 14mm, 16mm, 19mm, (Daya hambat kuat) dan 22mm (Daya hambat sangat kuat), dan terhadap E. Coli yaitu 13mm, 14mm, 16mm, dan 18mm (Daya hambat kuat).

Page 4 of 13 | Total Record : 122