cover
Contact Name
La Ode M. Firman
Contact Email
teknobiz@univpancasila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobiz@univpancasila.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 20885784     EISSN : 26209675     DOI : -
Jurnal Teknobiz dipublikasikan sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu pada bulan Maret, Juli dan November. Lingkup Jurnal Teknobiz meliputi bidang energi baru terbarukan, dan manufaktur. Bidang energi baru terbarukan yang dibahas mengenai sistem dan alat teknologi konversi yang mampu mengkonversi sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, biomassa, dam lain-lain untuk dapat dimanfaatkan energinya ke bidang sektor yang lain. Bidang manufaktur yang dibahas meliputi bidang material, tribologi, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Perancangan dan Optimasi Desain Turbin Francis Pada Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro di Bendungan Jatibarang Kota Semarang Dibyo Rustandi; La Ode M. Firman; Sorimuda Harahap
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1152

Abstract

ABSTRAK Bendungan Jatibarang adalah satu-satunya Bendungan yang berada di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, ketersediaan air pada Bendungan memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro. Tujuan penelitian ini melakukan perancangan turbin dan optimasi desainnya. Pelaksanaan penelitian meliputi: analisa desain debit, analisa tinggi jatuh air, mendesain turbin francis, serta mengoptimasi dengan pendekatan uji performansi bukaan sudu pengarah yang berbasis analisa segitiga kecepatan. Hasil perancangan diperoleh debit desain sebesar 0,75m3/detik, tinggi jatuh efektif 65,95 m, diameter pipa pesat Ø 0,645 m, daya turbin rencana 434,278 kW, kecepatan spesifik 280 rpm, putaran turbin 2526,18 rpm, diameter luar turbin Ø0,271 m, diameter dalam turbin Ø0,199 m, lebar turbin 0,074m, jumlah sudu turbin 11 buah, jumlah sudu pengarah 10 buah, diameter peletakan sudu pengarah berada padaØ329,22 m dari titik pusat rotasi turbin, panjang sudu pengarah 0,104 m, diameter poros Ø0,020m, torsi rencana pada poros 1.4782N.m, diameter masuk pipa pesat ke spiral case Ø 0,306 m, diameter masuk spiral case ke sudu turbin Ø 0,163 m, dimensi keluar draft tube air ke kolam penenang 0,433 m x 0,349 m, hasil analisa berbasis segitiga kecepatan diperoleh sudut α1 37,18º, β1 101,49º, β2 47,20º, selanjutnya untuk meningkatkan gaya, torsi, daya dan efisiensi maka diperlukan optimasi desain turbin francis dengan cara perhitungan matematis uji coba bukaan mulai dari sudut α1 32,18º hingga 40,18º, sebagai perbandingan hasil dilakukan kembali optimasi full factorial dengan variabel 3 pangkat 3 sehingga diperoleh 27 kondisi desain sudut α1 (32,18°, 36,18°, 40,18°) sudut β1 (42,70°, 50,63°, 54,07°) dan sudut β2 (101,99°, 104,76°, 107,74°). Hasil yang diperoleh antara metode bukaan sudu pengarah dan full factorial menunjukkan hasil yang sama dimana sudut optimum berada pada sudut α1 32,18º, β1 105,49º, β2 47,20º, dengan hasil gaya F 7,53 N.m, torsi T 1.61 Kg.m, daya P 424,83 kW, efisiensi ηo 0,88, sehingga optimasi yang dilakukan dapat meningkatkan performa sebesar 11%.
Analisis Performansi Air Conditioning 1 PK Dengan 3 Fluida Kerja Dini Rosmayanti
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1154

Abstract

ABSTRAK Air Conditioning (AC) merupakan salah satu sistem refrigerasi kompresi uap yang digunakan untuk mendinginkan suatu ruangan dan memberikan kenyamanan kepada penghuni ruangan tersebut.Saat ini masih banyak AC yang menggunakan refrigeran CFC maupun HCFC yang tidak ramah lingkungan dan membutuhkan konsumsi energi yang lebih besar. Dari hasil analisis diperoleh bahwa sistem refrigerasi yang di-retrofitting dengan MC-22 dengan konsentrasi massa sebesar 30% adalah yang terbaik. Sistem ini menggunakan refrigeran yang ramah lingkungan, yang memiliki nilai effisiensi lebih besar 110 % dan dapat menghemat energi listrik sebanyak 20% bila dibandingkan dengan R22 dan R290.
Analisis Desain Disc Brake Rotor Pada Kendaraan Roda Empat A.L Andriana Syarip; Amin Suhadi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1155

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan ruas jalan, berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, setiap tahun di Indonesia tercatat hampir 3000 kejadian kecelakaan. Sebanyak 9,78% nya kejadian kecelakaan disebabkan karena faktor kendaraan, 59,03% faktor kendaraan yang dominan menimbulkan kecelakaan adalah karena rem [1]. Dari data Korlantas Mabes Polri menyebutkan bahwa 65,67% faktor penyebab kecelakaan adalah karena faktor kelalaian manusia dan kendaraan [2]. Lima aspek dari kendaraan pemicu kecelakaan lalu lintas sebesar 59,03% disebabkan karena rem yang kurang berfungsi [3].Kasus panas memiliki efek yang besar terhadap pengereman, selain dapat memacetkan gerakan piston pendorong kampas rem, panas juga akan menurunkan koefisien gesek kampas rem secara drastis [4]. Sehingga, untuk mendapatkan pengereman yang efektif pada kondisi panas lebih, memerlukan gaya pengereman yang lebih besar. Keadaan ini berpotensi merusak seal atau selang minyak rem sehingga rem gagal berfungsi (blong). Penelitian ini menghasilkan tipe disc brake rotor yang optimal melepas panas untuk kendaraan pada penelitian ini adalah tipe drilled disc rotor, yaitu model desain 7. Dengan jumlah lubang pada rotornya sebanyak 70 buah dengan diameter 5 mm. Desain disc brake rotor nya dibuat adanya alur melingkar antara piringannya dan dudukan ke porosnya.Dari hasil simulasi dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Ansys menunjukkan hasil analisis equivalent elastic strain disc brake untuk simulasi tipe static structural, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa equivalent elastic strain terbesar yaitu sebesar sebesar 1.6711e-5 mm. Selanjutnya untuk hasil analisisequivalent stress disc brake untuk simulasi tipe equivalent (von-Mises) stress, maka dapat ditarik kesimulan bahwa equivalent stress terbesar yaitu sebesar sebesar 3.2985 MPa. Pada hasil analisis total deformation disc brake untuk simulasi tipe static structural, maka dapat ditarik kesimulan bahwa deformasi terbesar berada pada diameter terluar sebesar 0.00068122 mm.
Desain Alat Penghalus Permukaan Menggunakan Sistem Ball Burnishing Dengan Pendekatan Sistematik Joko Riyanto; Djoko W. Karmiadji; Susanto Sudiro
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1156

Abstract

ABSTRAK Dana, mesin maupun peralatan yang dimiliki workshop yang terbatas. Sementara workshop dituntut untuk mampu memenuhi persyaratan pelanggan dalam hal kualitas kehalusan permukaan produk yang membutuhkan ketelitian tinggi yang dihasilkan dari proses gerinda silinder, dimana selama ini proses tersebut di sub-kontrakkan ke pihak ke tiga yang memiliki fasilitas yang memadai. Jika proses tersebut dapat dikerjakan didalam workshop sendiri akan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi, begitu sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka untuk membantu permasalahan yang dialami workshop yaitu dengan memaksimalkan fungsi dari mesin bubut silinder dengan membuat alat bantu penghalus permukaan menggunakan sistem Ball Burnishing yang dipasang pada tool post mesin bubut yang ia miliki, dengan ditambahkannya alat bantu penghalus permukaan menggunakan sistem Ball Burnishing, makaworkshop dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami selama ini, dengan hanya mengeluarkan kisaran dana sekitar Rp. 20.000.000.00 ~ Rp. 35.000.000.00 workshop bisa meningkatkan kehalusan permukaan dan ketelitian produk yang dihasilkan sesuai yang diharapkan.
Desain Sistem Pengangkat Hidrolik Otomatis Kapasitas 2 Ton Untuk Kendaraan Ringan Yondry Manuhutu; Budhi M. Suyitno
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 9 No. 3 (2019): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v9i3.1157

Abstract

Abstrak Banyak kendaraan membutuhkan seri perawatan reguler. Dalam perawatan, kendaraan yang akan diangkat menggunakan dongkrak. Dongkrak mekanis yang biasa digunakan kurang praktis dan dalam operasi manual. Desain sistem pengangkat hidrolik direncanakan untuk peralatan pengangkat yang bekerja secara otomatis. Beberapa kegiatan telah dilakukan dengan menggunakan karya padat. Desain sistem pengangkat hidrolik menggunakan beberapa komponen seperti motor listrik, wadah tangki, katup pelepas, filter fluida, selang hidrolik, katup kontrol, katup periksa, silinder hidrolik. Hasil dari peralatan pengangkat otomatis dirancang untuk beban maksimum 2 ton dan tinggi pengangkatan maksimum 300 mm. Alat angkat otomatis memiliki panjang 500 mm dan lebar 85 mm. Analisis hasil alat pengangkat otomatis memiliki tekanan 999,5 N/cm3 dan aliran fluida di dalam silinder 129,871 m /s untuk mengangkat mobil.
Analisis Material Berbasis Polyurethane Foam Infill (PUF) Untuk Head Lining Atap Kendaraan. ALIMUDIN; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1354

Abstract

Headlining yang semula hanya terbuat dari kain, kemudian bergeser terbuat dari vinil maupun plastik yang lebih menarik bentuknya dan mudah dibersihkan. Proses pemasangannya pun relatif mudah dengan hanya menggunakan adhesive (lem). Headlining seharusnya mempunyai karakter dengan sifat isolasi terhadap suhu tinggi serta kedap suara yang tinggi. Studi dan prediksi dari kemampuan material dalam hal sound insulation dan absorption, yang meliputi karpet, headliner trims, heavy insulation layers dan films, telah menjadi item yang sangat menarik bagi para konsultan akustik, yang terlibat pada proses desain akustik kendaraan. Penelitian ini membahas susunan material yang dihasilkan untuk headlining mampu memenuhi standar performansi sesuai dengan Standar TSL0600G dari target berat dan ketebalan yang telah ditetapkan dan akan digunakan pada salah satu model kendaraan passenger car. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu susunan atau lapisan material headlining dalam kendaraan memenuhi target standar TSL0600G yaitu tebal substrate 5 mm, skin 1 mm, berat substrate 465 gsm dan skin 180 gsm tanpa mengurangi performance material atau standar koefisien penyerapannya. Pengaruh porositas material akustik pada pengujian sampel headlining adalah dapat meningkatkan nilai koefisien serapan sampel pada range frekuensi <1000 Hz yang nilai koefisien serapannya dapat meningkat sampai 0,26%. Pada range frekuensi >1000-2500 Hz yang nilai koefisien serapannya dapat meningkat sampai 0,85%, Pada range frekuensi >2500-6300Hz yang nilai koefisien serapannya dapat meningkat sampai 0,95%. Material Headlining yang mampu memenuhi target substrate tebal dan berat seperti yang disyaratkan pada TSL3616G-1, yaitu target tebal adalah 5 mm dan target berat sebesar 465 g/m2. Material Headlining yang mampu memenuhi target skin tebal dan berat seperti yang disyaratkan pada TSL3610G-4, yaitu target tebal adalah 1 mm dan target berat sebesar 180 g/m2
ANALISA PEMANFAATAN SAMPAH PERKOTAAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DI TPA CINIRU KABUPATEN KUNINGAN Uu Surma; Sorimuda Harahap; Laode Firman
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1355

Abstract

Sampah merupakan hal yang tidak asing di telinga kita karena di manapun dan kapanpun sampah setiap harinya dapat kita lihat, rasakan dan diraba. Sampah menjadi isu serius yang harus segera ditangani tidak hanya karena merusak lingkungan, sampah juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan merugikan lingkungan. Sampah dapat menimbulkan dampak negatif apabila kita biarkan dan berdampak posistif/ bahkan menghasilkan uang apabila kita dapat memanfaatkannya. Kabupaten Kuningan merupakan wilayah dari Provinsi Jawa Barat, dengan luas administrative 1195.7 km2, Jumlah penduduk sebesar 1.068.201 jiwa, memiliki luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 5.8 Ha, luas lahan yang telah terpakai sebesar 3.5 Ha. Lokasi TPSA Ciniru berada dari jarak perumahan sekitar 2 km.Solusi yang ditawarkan dalam mengurangi sampah adalah dengan mengolah sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah dengan dua metode yaitu: pemanfaatan energi dengan metode konversi termokimia dan konversi biologi. Pada metode konversi termokimia, sampah dari TPSA memiliki sampah yang bersifat basah dan kering, dimana untuk basah dari sisa makanan akan di proses kembali dengan metode biologi. Adapun sampah yang bersifat kering, dapat dipergunakan untuk RDF (Refuse Derived Feul) sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah dengan siklus tenaga uap (PLTU). Dengan hasil perhitungan proses termokimia dan biokimia, maka daya yang dapat dihasilkan adalah 154 MW (termokimia) dan 1,4 MW (gas metan). Total energi potensi daya listrik yang dapat dibangkitkan sebesar 155,4 MW. Untuk potensi secara biologi dapat mempergunakan biodigeseter sebagai proses pemanfaatan energi daya yang didapat adalah 2,1 MW
OPTIMASI DESAIN ALAT PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE PADA PROSES PRODUKSI CHILI SAUCE Agus Subeno; Yogi Sirodz Gaos
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1356

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan chilli sauce yang terus meningkat, diperlukan penambahan alat penukar kalor untuk memproduksinya. Perancangan alat penukar kalor yang baru ini dilakukan terlebih dahulu untuk mengurangi biaya produksi dibandingkan lansung membeli alat penukar kalor yang sudah jadi. Optimasi desain APK shell and tube ini dilakukan dengan metode full factorial menggunakan empat variable bebas dan tiga level eksperimen, sehingga diperoleh 81 kali hitungan eksperimen. Pada tahap selajutnya hasil hitungan manual yang optimum dilakukan validasi dengan software HTRI versi 7 berlisensi. Hasil optimasi full factorial didapatkan nilai koefisien perpindahan kalor bersih (Uc) dan desain (Ud) tertinggi masing-masing sebesar 44,93 W/m2K dan 55.45 W/m2K dengan luas permukaan APK sebesar 4.25 m2, diameter luar pipa 0,0127 m, susunan pipa 45o, jarak antara pipa PR adalah 2.4 dan panjang pipa 2,6 m. Alat penukar kalor shell and tube ini memiliki kapasitas maksimum memindahkan panas sebesar 13.77 kW dengan laju aliran massa chilli sauce sebesar 0,167 kg/detik dengan batasan overdesign sebesar 25%. Hasil validasi HTRI diperoleh penyimpangan kontruksi dengan luas area perpindahan panas sebesar 11,05% dan koefisien perpindahan panas sebesar 14,8-22,8% lebih rendah dari data hitungan manual.
FILTERISASI AIR KRAN / AIR SUMUR LANGSUNG MINUM Bambang Sulaksono; Eko Prasetyo
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1357

Abstract

Air sumur merupakan kebutuhan yang sangat vital dan merupakan sumber utama kehidupan masyarakat sahari-hari. Untuk menjaga kesehatan maka air minum harus hegines, keberadan air sekarang sudah tercemar sudah bercampur dari beberapa usur, sehingga dibutuhkan penanganan lebih serius dengan mengatur kandungan yg terdapat dalam air antara lain , Fe, Mangan, bakteri, timbal, tembaga dan bahan kimia yang berbahaya pestisida arsenik serta kimia lainnya. Zat yang terkandung dalam Air tanah diantaranya kadar besi (Fe) dan Mangan (Mn), jika kita ukur menggunakan TDS meter nilai yang dicapai berkisar antara 220 hingga 280 mg/l tergantung lingkungan atau sumber air tersebut. Termatup Dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 20 Tahun 1990 bahwa zat (Fe) yang dibolehkan dalam air minum maksimum 0,3 mg / l, dan kadar Zat Mangan (Mn) 0.1 mg / l. Untuk mengatur kadar campuran, perlu adanya system filterisasi dari beberapa komposisi bahan sebagai media penyaringnya diantara lain : tangki reaktor dengan kandungan chlorine/kaporit, pasir silika, krikil, filter mangan zeolite, butiran karbon aktif, filter cartridge, dan penyinaran ultra violet serta ozon generator.
OptimasiParameter ProsesHeating dan PressingQuenchingCakram Rem Berbahan S410 hari Iswanto; Syahbuddin Syahbuddin
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2020): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v10i1.1358

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap komponen otomotif yaitu cakram rem yang menggunakan material logam yaitu S 410. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan parameter yang optimal pada waktu melakukan perbaikan proses untuk menaikkan kapasitas proses heating dan Press Quenching (HPQ) dengan melakukan perubahan metode dari satu kaviti menjadi dua kaviti setiap proses sehingga kapasitas proses mengalami peningkatan. Dari aspek kualitas maka kekerasan dan kerataan produk harus tercapai dengan HRC 32 – 38 serta kerataan maksimal 0,1 mm. Optimasi menggunakan metode taguchi dengan mengacu pada table orthogonal array. Parameter yang digunakan ada 4 dengan masing-masing 3 level yaitu :Waktu Pemanasan 25; 30 dan 35 s, Tekanan Mesin 60; 90; 150 Mpa, Waktu Squeeze 8; 10; 15 s dan Waktu Shower 8; 10; 12 s. Hasil optimasi menunjukkan bahwa parameter optimal untuk proses baru yaitu dua kaviti adalah Waktu pemanasan (A)35 s, Tekanan Mesin (B)90Mpa, Waktu Press (C)10 s, Waktu shower (B)12 s. Parameter hasil penelitian kemudian diuji dengan control chart dengan mengambil 100 data sampel menunjukkan masih dalam standard. Dengan perubahan menjadi 2 kaviti maka proses mengalami peningkatan 100 pcs menjadi 138 pcs atau mengalami peningkatan kurang lebih 38 %.