cover
Contact Name
Muhammad Anjar Nugraga
Contact Email
muhammadanza23@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.jpg@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU
Published by Universitas Subang
ISSN : 25985930     EISSN : 26154803     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Guru merupakan jurnal di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dalam semua bidang ilmu pendidikan. Jurnal ini difokuskan untuk mewadahi publikasi ilmiah dari hasil penelitian guru baik pada jenjang SD, SMP, ataupun SMA. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Maret dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER SISWA KELAS VII-B SMP NEGERI 1 CIMENYAN Anan Suhana
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1472

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di Siswa di Kelas VII-B SMP Negeri 1 Cimenyan, Kabupaten Bandung pada materi perbandingan melalui model Treffinger. Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah dapat ikut serta dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan. metode peneltiian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengadopsi desain penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil belajar menjadi indikator keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini. Hasil belajar yang dimaksud adalah berupa nilai yang diperoleh setiap siswa setelah dilaksanakan tes. Adapun cara atau teknik-teknik yang digunakan dalam kegiatan pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini adalah Observasi, Tes, Wawancara, dan Dokumentasi kegiatan pembelajaaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, secara keselurhan proses pembelajaran mengalami perubahan dan peningkatan secara berangsur dari tiap tindakan dan siklusnya. Proses pembelajaran pada siklus 1 tindakan 1 menemui banyak kendala dan kekurangan. Berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa model treffinger dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pembelajaran matematika Siswa di Kelas VII-B SMP Negeri 1 Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung pada materi perbandingan. Dalam proses pembelajarannya siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menyelesaikan soal melalui berbagai kegiatan seperti investigasi, diskusi dan presentasi. Dengan adanya peningkatan hasil belajar ini, juga menunjukkan bahwa penelitian yang dilaksanakan dapat dikatakan telah berhasil.
UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DIKELAS MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI SMP NEGERI 2 PACET KABUPATEN BANDUNG Kamal Bustomi
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1473

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kesimpulan bahwa tingkat keterlambatan guru masuk kelas lebih dari 15 menit pada proses kegiatan belajar mengajar masih tinggi yaitu 18 orang atau 47,83%. Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan bahwa keberhasilan tindakan ini adalah 75%, atau bila 75% guru tidak terlambat lebih dari 10 menit. Pada siklus pertama ini guru yang tidak terlambat lebih dari 10 menit baru 21,74%. Hasil rekapitulasi tingkat keterlambatan guru dikelas pada proses pembelajaran diperoleh data, sebanyak 5 orang guru terlambat masuk kelas kurang dari 10 menit, 2 orang guru terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit, dan tidak ada satu orangpun guru yang terlambat masuk kelas lebih dari 15 menit, dengan total guru yang terlambat di siklus kedua sebanyak 7 orang guru atau 17,5%. Dari hasil observasi dan data yang diperoleh, peneliti mengambil kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus kedua dinyatakan berhasil, karena terdapat 78,26% guru yang terlambat kurang dari 10 menit, atau melebihi target yang telah ditentukan sebesar 75%. Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Reward and Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENULISA TEKS PROSEDUR MELALUI PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERSERI DI KELAS IX A SPF SMP NEGERI 1 SERANGPANJANG Idah Sayidah
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur melalui penerapan media gambar berseri pada siswa kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus dengan 3 kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang yang berjumlah 36 siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur dapat dilakukan dengan menerapkan media gambar berseri di kelas IX A SPF SMP Negeri 1 Serangpanjang. Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil tes siswa dari siklus I ke siklus II. Dimana hasil rata-rata tes siklus I mencapai 71,67 dengan ketuntasan 52,78% dan pada siklus II hasil rata-rata tes meningkat menjadi 84,58 dengan ketuntasan 88,89%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI CIRI CIRI MAHLUK HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIRS SHARE (TPS: (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas III SD Negeri Tunas Harapan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022) Walimah Ratna Dewi
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1475

Abstract

Kegiatan pembelajaran Sub Tema Ciri ciri Mahluk Hidup di SD Negeri Tunasharapan Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang mengalami sejumlah permasalahan. Diantaranya adalah perolehan hasil belajar peserta didik yang masih rendah. Jika hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan tujuan pembelajaran IPA tidak akan tercapai. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pairs Share) di SD Negeri Tunasharapan Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan model kooperatif tipe TPS (Think Pairs Share) di SD Negeri Tunasharapan Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Indikator keberhasilan dari penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatnya hasil belajar peserta didik dalam setiap siklusnya. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan tiga pertemuan pada tiap siklusnya. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III SD Negeri Tunasharapan Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I nilai terendahnya 55 dan nilai tertingginya 80, sedangkan pada siklus II nilai terendahnya 65 dan nilai tertingginya 100. Besarnya peningkatan nilai bervariasi, mulai dari 0 sampai 40. Namun, rata-rata peningkatannya adalah 15,25. Berdasarkan hasil angket , terlihat membuat siswa senang dan tertarik terhadap pelajaran IPA, model pembelajaran Think Pairs Share (TPS) memudahkan siswa untuk memahami materi Ciri- ciri Mahluk Hidup, membuat siswa dapat menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari, membuat siswa berani untuk mengungkapkan pendapatnya, Siswa lebih senang pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Think Pairs Share (TPS) dibandingkan pembelajaran biasa (konvensional), dan yang lebih utama siswa lebih termotivasi dan meningkatkan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran Think Pairs Share (TPS).
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN METODE DISKUSI DENGAN SKOR BINTANG PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII B SMP NEGERI 3 SUBANG Yeti Sumiati
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1476

Abstract

Metode Diskusi merupakan salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Metode ini dapat menyebabkan siswa menjadi aktif karena siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat dalam memecahkan sebuah masalah sehingga potensi siswa tergali secara maksimal. Namun seringkali siswa yang aktif hanya orang–orang tertentu saja. Penulis mencoba menerapkan metode pendekatan baru yaitu metode diskusi dengan skor bintang yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam metode pembelajaran ini siswa dituntut untuk aktif mengeluarkan pendapat karena setiap siswa mendapat skor bintang ketika berbicara.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode diskusi dengan skor bintang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi Pencemaran Lingkungan.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas VII B SMPN 3 Subang. Penelitian difokuskan pada pengamatan aktifitas siswa dalam pembelajaran untuk melihat peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan metode diskusi dengan skor bintang pada materi Pencemaran Lingkungan.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah penggunaan Metode Diskusi dengan skor bintang. Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas bisa dikatakan aktif karena skor rata rata aktivitas siswa dalam KBM diatas 3 terutama pada siklus II yang mencapai rata- rata skor 4,11. Dari hasil pengolahan angket, terlihat pada umumnya siswa termotivasi untuk belajar terbukti sebanyak 29,12 % menyatakan sangat setuju dan 67,02 % menyatakan setuju terhadap pernyataan yang sifatnya mendukung pada metode pembelajaran yang diterapkan. Sedangkan dari hasil wawancara, umumnya siswa berpendapat bahwa penggunaan metode ini telah meningkatkan motivasi belajar, karena pembelajaran menjadi tidak membosankan dan menantang. Dengan penggunaan metode ini, motivasi belajar siswa menjadi meningkat. Siswa yang tadinya hanya sebagian kecil saja yang aktif, dengan model ini ternyata hampir seluruhnya ikut aktif dalam pembelajaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI SUB TEMA SUHU DAN KALOR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE : (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022) Enung Sukaesih
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Sub Tema Suhu dan Kalor ternyata jauh dari yang diharapkan. Dari hasil ulangan harian pada materi yang telah dipelajari sebelumnya tersebut masih rendah, ternyata hanya 5 siswa (25,00%) dari 20 siswa yang dinyatakan lulus, dan 15 siswa lainnya (75,00%) dinyatakan belum lulus KKM sekolah sebesar 69, karena siswa belum bisa memanfaatkan hak dan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan benar. Rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan siswa kelas V dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor masih rendah. Dengan demikian : “Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor?”. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SD Negeri Pasir Indah semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor melalui penerapan model pembelajaran Example Non Example. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami Sub Tema Suhu dan Kalor dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Example Non Example. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siswa pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata sebesar 67,50 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 55,00% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 82,50 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi nilai post test siswa mengalami peningkatan sebesar 14.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ALAT UKUR SATUAN PANJANG MELALUI PENERAPAN METODE DEMONTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS: (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas II SD Negeri Pasirluhur Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022) Nana Dana
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Alat Ukur Satuan Panjang melalui penerapan Model Pembelajaran Metode Demontrasi dan Pemberian Tugas pada siswa kelas II SD Negeri Pasirluhur Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang semester Genap tahun pelajaran 2021/2022. Subyek penelitian terdiri dari 18 orang siswa yang heterogen. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus sertiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, pada pertemuan ke 1 dan ke 2 tentang pembahaasan materi pelajaran, sedangkan pertemuan ke 3 dilaksanakan tes formatif. Rata- rata hasil tes formatif siklus 1 adalah 68,61 dan rata- rata hasil tes formatif siklus 2 adalah 80,33. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai rata- rata sebesar 11,72 ( 17,08% ). Dengan demikian pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Metode Demontrasi dan Pemberian Tugas dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI SUB TEMA PERJUANGAN PARA PAHLAWAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE: (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas IV SD Negeri Dayeuhkolot I Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022) Hidayah Hidayah
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v5i2.1488

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas IV SD Negeri Dayeuhkolot I semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 dalam memahami materi Perjuangan Para Pahlawan melalui penerapan model pembelajaran Examlple Non Example. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa dalam memahami materi Perjuangan Para Pahlawan dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Examlple Non Example. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil post test siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil post test siswa pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata sebesar 69,67 pada kategori cukup dengan prosentase kelulusan 50,00% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 84,00 pada kategori baik dengan tingkat prosentase kelulusan 90,00%. Jadi nilai post test siswa mengalami peningkatan sebesar 14,33.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA: (Pelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN Darmaga III Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Tahun 2019/2020) Euis Titin Suhartini
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v6i1.1616

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas III SDN Darmaga III Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang dengan menggunakan media kartu kata. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, yaitu (1) siklus I tema lingkungan, pembelajaran membaca menggunakan media kartu kata, dan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal. (2) siklus II tema budi pekerti, pembelajaran membaca menggunakan media kartu kata dengan pembelajaran dilaksanakan dengan pengorganisasian siswa dalam kelompok kecil (teman sebangku). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Darmaga III Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang dengan jumlah siswa 36 anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penggunaan media kartu kata terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas III SDN Darmaga III Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang, yaitu nilai siswa meningkat dari nilai rata-rata 5,60 menjadi 86,23 yakni meningkat 15%. Sesuai dengan kriteria yang ditentukan maka peningkatan ini tergolong baik. Penggunaan media kartu kata yang didukung media pembelajaran yang relevan juga berdampak pada peningkatan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran.
MENINGKATKAN DISIPLIN GURU DALAM KEHADIRAN MENGAJAR DI KELAS MELALUI REWARD AND PUNISHMENT : (Penerapan di SD Negeri Tenjolaya IV Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang) Juju Juju
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/jpg.v6i1.1617

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar dikelas melalui penerapan Reward and Punishment di SD Negeri Tenjolaya IV Kasomalang Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) sebagai suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan sekolah merupakan penelitian partisipatoris yang menekankan pada tindakan dan refleksi , memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan, memperbaiki situasi dan kondisi sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Reward dan Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin kehadiran guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar, hal itu dibuktikan bahwa setelah diadakan penerapan tindakan berupa Reward dan Punishment, guru yang terlambat pada kegiatan belajar mengajar di SDN Tenjolaya IV, berdasarkan indicator 75%, atau bila 75% guru tidak terlambat lebih dari 10 menit. Siklus pertama guru yang tidak terlambat lebih dari 10 menit baru 21,74%. Sekolah memberi penegasan lebih kuat diberikan, hasil observasi tingkat keterlambatan guru masuk kelas dalam proses belajar mengajar, pada kegiatan upacara bendera. Tingkat keterlambatan guru dikelas pada proses pembelajaran diperoleh data, sebanyak 18 orang guru terlambat masuk kelas kurang dari 10 menit, 5 orang guru terlambat masuk kelas 10 menit sampai dengan 15 menit, dan tidak ada satu orangpun guru yang terlambat masuk kelas lebih dari 15 menit. Hasil observasi pada siklus pertama dan siklus kedua dapat dilihat ada penurunan tingkat keterlambatan guru dikelas pada kegiatan belajar mengajar, atau terdapat peningkatan kehadiran guru dikelas, dan dari hasil refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus kedua tersebut, dari hasil observasi dan data yang diperoleh, peneliti mengambil kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus kedua dinyatakan berhasil, karena terdapat 78,26% guru yang terlambat kurang dari 10 menit, atau melebihi target yang telah ditentukan sebesar 75%.