cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
heme@unbrah.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Jalan Raya By Pass Km 15 Aie Pacah Padang – Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Health and Medical Journal
ISSN : 26852772     EISSN : 2685404X     DOI : https://doi.org/10.33854/heme
Core Subject : Health, Science,
Health & Medical Journal with registered number pISSN: 2685-2772 and eISSN: 2685-404X is a peer-review journal published by Medical Faculty of Universitas Baiturrahmah. The frequency of publishing is two issues in a year. The topics covered include the fields of Allergy and Immunology, Anesthesiology, Cancer and stem cells, Cardiovascular, Cell and Molecular Biology, Children's Health, Dermato-venereology, Geriatrics, Histopathology, Internal Medicine, Neuro-psychiatric treatment, Ophthalmology, Otorhinolaryngology, Physical medicine and rehabilitation, Physio-pharmacology, Pulmonology, Radiology, Surgery includes orthopedics and urology, Obstetrics and Gynecology, Science of nutrition, Clinical Pathology, Anatomy Pathology, Parasitology, Microbiology, Public Health and Medical Education. Submissions are welcome from other clinically relevant areas. However, the Journal emphasizes publishing high-quality and novel research.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Profil Penderita Hemoroid di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Sumatera Barat Periode 2016-2017 Sindy Sekarlina; M Nurhuda; Sriwahyuni Sriwahyuni
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.351 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i2.455

Abstract

Latar belakang: Hemoroid (wasir) merupakan pelebaran pleksus vaskular arteri vena yang mengelilingi bagian distal rectum dan kanal anal. Namun, kebanyakan  masyarakat kurang tahu mengenai gejala-gejalanya. Data RSUP Dr. M. Djamil Padang menyatakan penderita penyakit Hemoroid pada tahun 2009 sebanyak 244 orang, tahun 2015 sampai 2016 meningkat dari 75 menjadi 109 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita hemoroid di rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang periode 2016 – 2017. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis dan data primer dari wawancara pasien. Sampel dari penelitian ini diambil dari data rekam medis RSI Siti Rahmah Padang dari November 2018 – Februari 2019, dengan jumlah sampel 45 kasus. Data diambil dengan menggunakan metode “Simple Random Sampling”. Hasil: penelitian menunjukan bahwa kelompok usia tertinggi adalah kelompok usia 15-44 tahun (60%), jenis kelamin terbanyak laki laki (57,8%), klasifikasi hemoroid interna (88,9%), derajat III dan IV yang masing-masingnya (32,2%), keluhan nyeri (100%) diikuti benjolan (97,77%), posisi defekasi duduk (55,5%), riwayat konstipasi (95,6%). Kesimpulan: Pasien hemoroid tertinggi terjadi pada usia dewasa muda dengan jenis kelamin laki-laki, klasifikasi hemoroid interna pada derajat III dan IV, memiliki keluhan nyeri, posisi defekasi yaitu posisi duduk, dan mengalami konstipasi.
Profil Pasien Katarak Senilis Pada Usia 40 Tahun Keatas di RSI Siti Rahmah Tahun 2017 Rada Puspita; Haves Ashan; Fidiariani Sjaaf
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.142 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i1.214

Abstract

Latar Belakang: Gangguan penglihatan diperkirakan diderita oleh 285 juta orang di dunia, dimana 16-20% mengalami kebutaan, dari jumalah kebutaan yang diderita pada usia 40-50 tahun. Katarak seninis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut yaitu diatas 40 tahun. Tujuan mengidentifikasi dan mengumpulkan data frekuensi  Profil Pasien katarak Senilis pada usia 40 tahun keatas di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2017. Metode Penelitian adalah Jenis penelitian deskritif, penelitian ini data yang diambil adalah data sekunder, Pada penelitian ini data diambil dari pemeriksaan Rekam Medis di RSI Siti Rahmah Padang. Waktu penelitian dilakukan bulan Februari-Agustus 2018, Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien katarak pada usia 40 tahun keatas di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2017 dengan 80 sampel. Analisa data adalah univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Hasil Dari 80 responden sebanyak 40 orang (50%) berada pada rentang usia 60-69 tahun, sebanyak 42 orang (52,5%) pasien adalah laki-laki, sebanyak 31 orang (38,8%) pasien dengan pendidikan SMA dan sebanyak 35 orang (43,8%) pasien bekerja sebagai swasta. Kesimpulan Secara umum pasien paling banyak berada pada usia 60-69 tahun, jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki, pendidikan paling banyak SMA dan paling banyak pasien adalah swasta.
Korelasi Lingkar Pinggang dengan Kadar Gula Darah Puasa, Kadar Trigliserida, dan Tekanan Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Ervina Julien Sitanggang
Health and Medical Journal Vol 3, No 2 (2021): HEME July 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.62 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i2.583

Abstract

Introduction: Cardiovascular disease is the number one cause of death globally with an incidence of adolescents and young adults in Indonesia as many as 153.705 cases. Central obesity is associated with the risk of cardiovascular disease due to increase in fasting blood glucose levels, cholesterol and triglyceride levels, and blood pressure. Aims: to determine the correlation between waist circumference and fasting blood glucose levels, triglyceride levels, and blood pressure in young adults. Method: This analytic study with a cross-sectional approach involved 53 young adult subjects (18-25 years old). Waist circumference is measured using a tape measure. Blood sugar and triglyceride levels were measured using Cobas® 6000 analyzer machine from blood samples of subjects after fasting for 8-12 hours. Blood pressure data are obtained by measurement using aneroid sphygmomanometer. Results: In this study, the mean waist circumference of the research subjects was 77,4 cm. No correlation was found between waist circumference and fasting blood sugar levels (p = 0,159). However, a positive correlation was found between waist circumference and triglyceride levels (p = 0,008; r = 0,332), between waist circumference and systolic blood pressure (p = 0,049; r = 0,230), and between waist circumference and diastolic blood pressure (p = 0,017; r = 0,293). Conclusion: waist circumference is positively correlated with triglyceride levels and blood pressure, but does not correlate with fasting blood sugar levels.
Juvenile Xanthogranuloma Irma Primawati
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.204 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i1.298

Abstract

Latar Belakang: Xantogranuloma juvenil adalah bentuk histiocytosis non-sel-Langerhans atau histiocytosis non-X yang paling sering dijumpai. Sering mengenai bayi dan balita.Laporan kasus: Suatu kasus xantogranuloma juvenil pada anak laki-laki usia 3 bulan telah dilaporkan. Terdapat nodul berwarna merah kecoklatan, kenyal, multipel, bulat dan oval, berbatas tegas, dengan diameter 0,5-2 cm, tersebar di kulit kepala, wajah, badan, ekstremitas dan genitalia. Sebagian mengalami ulserasi. Tidak ada keterlibatan membran  mukosa dan sistemik. Hasil pemeriksaan histopatologik ditemukan sel datia Touton yang khas untuk xantogranuloma juvenil.Conclusion :Dalam beberapa tahun, lesi dapat mengalami regresi spontan dan meninggalkan area berupa pigmentasi atau skar atrofik.
Clinical, Dermoscopic and Histhopatological Findings in Diagnosis of Nevus Spilus Amillia Risa; Ennesta Asri; Irdawaty Izrul; Alimudin Tofrizal
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.043 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i1.570

Abstract

Introduction: Nevus spilus (NS) are seen in 0.2% to 2.3% of the population and have 0,13% to 0,2% risk for malignant transformation. Clinical, dermoscopic, and histhopatological features were describe in this case report in order to be easily recognize NS. Although NS is a benign cutaneous anomaly it has potential malignant transformation and requires regular follow up. Case Report: A case of nevus spilus in 23 years-old female was reported. There were multiple asymptomatic brownish pigmented spots over brownish patch on left cheek which gradually increased in number and size since 1 year ago. Dermatologic state: brown macules and dark brown papules in a speckled, overlying background café au lait macule. Dermoscopy revealed reticular pattern in background light brown and dark reticuloglobular pattern in dark speckled. Histopathology showed elongation of rete ridges with grouping of melanocyte cells at the tip, and proliferation of nevus cells. Conclution: Patient was planned to treat with Nd-Yag laser.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kecamatan Sepuluh Koto, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar Dessy Abdullah; Mutiara Anissa; Nadia Purnama Dewi
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.875 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i2.239

Abstract

Latar belakang : Obat generik adalah jenis obat yang memiliki kesamaan kandungan bahan aktif dengan obat paten, juga dalam hal kegunaan maupun formulasinya. Kesamaan lainnya mencakup kekuatan, dosis, kualitas, dan keamanan produk bagi pemakainya. Obat generik pun sebenarnya terbagi menjadi menjadi 2 jenis yang berbeda. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo. Obat generik juga memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama dengan obat paten. Obat generik sendiri sebenarnya merupakan obat yang sudah habis masa patennya. karena kondisinya tersebut, obat generik dapat dijual dengan kisaran harga yang jauh lebih murah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuisioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang.Hasil: Masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan kategori rendah adalah 56 orang (93,3 %) dan kategori tinggi adalah 4 orang (6,7%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik tergolong rendah yaitu 93,3 % .
Dilated Cardiomyopathy Concomitant with Acute Rheumatic Fever and Sporadic Hereditary Spherocytosis Fitrisia Amelin; Didik Hariyanto; Amizah Zatil Izzah
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.324 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i2.460

Abstract

Background: Dilated cardiomyopathy (DCM) is a heart muscle disorder defined by the presence of a dilated and poorly functioning left ventricle in the absence of abnormal loading conditions (hypertension, valve disease) or ischaemic heart disease sufficient to cause global systolic impairment. Case report: A 5 years old and 6 months old girl with unremarkable cardiac history hospitalized for congestive heart failure due to dilated cardiomyopathy concomitant with acute rheumatic fever and sporadic hereditary spherocytosis. Acute rheumatic fever diagnosed based on the presentation of carditis, fever, high erythrocyte sedimentation rate, C-Reactive Protein (+), and antistreptolysin titer O (+). DCM was diagnosed after echocardiography. Sporadic hereditary spherocytosis was diagnosed based on anamnesis of pale and jaundice, splenomegaly on physical examination, hemolytic anemia, reticulocytosis, spherosit (+). Both parents reveals normal hematologic finding and the osmotic resistance test showed increasing of osmotic fragility. Conclusion: Prognosis of this patient remains worse because of inadequate left ventricle-right ventricle (LV-RV) function and highly increasing The N-terminal prohormone of brain natriuretic peptide (NT-proBNP) level.
Prevalensi Otitis Media Akut di RS Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2017 Delpi Yuniarti; Seres Triola; Betty Fitriyasti
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.376 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i1.220

Abstract

Latar Belakang: Otitis Media Akut (OMA) adalah peradangan akut pada telinga tengah yang berlangsung kurang dari tiga minggu. Otitis Media Akut merupakan penyakit infeksi yang umum pada usia dini dan merupakan alasan umum untuk berobat. Penyakit infeksi ini dapat disebakan oleh banyak faktor.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prevalensi otitis media akut di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Penelitian dilakukan dari bulan Juli 2018 – Januari 2019 di bagian THT Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Hasil:Subjek penelitian berjumlah 63 pasien Otitis Media Akut. Penelitian ini melaporkan distribusi frekuensi dari karakteristik penelitian seperti usia, jenis kelamin, stadium, dan telinga yang terinfeksi. Hasil Penelitian ini melaporkan prevalensi dari 63 pasien dengan Otitis Media Akut. Berdasarkan usia, terbanyak diderita pada usia balita sebanyak 12 kasus (19%). Berdasarkan jenis kelamin, terbanyak diderita oleh perempuan sebanyak 35 kasus (55.6%). Berdasarkan stadium, kasus terbanyak pada stadium hiperemis 31 kasus (49.2%). Berdasarkan telinga yang terinfeksi, kasus terbanyak terjadi pada unilateral sebanyak 61 kasus (96.8%). Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan prevalensi otitis media akut pada pasien yang berusia 0-5 tahun, jenis kelamin perempuan, stadium hiperemis dan telinga terinfeksi pada unilateral.
Karakteristik Ketebalan Makula Sentral Sebelum dan Sesudah Injeksi Intravitreal Bevacizumab di RSKM Padang Eye Center Periode Januari 2018 – Januari 2019 Haves Ashan
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.377 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i2.451

Abstract

Latar belakang: Edema makula merupakan penyebab umum terjadinya penurunan tajam penglihatan. Akumulasi cairan di dalam retina dan peningkatan ketebalan retina menyebabkan rusaknya blood retinal barrier. Injeksi intravitreal anti-VEGF (bevacizumab) bertujuan untuk mengurangi aktivitas VEGF, dimana oklusi vena pada retina (Retinal Vein Occlusion/ RVO) menginduksi peningkatan kadar VEGF yang menyebabkan peningkatan permeabilitas vaskular dan menimbulkan edema makula. Tujuan: Mengetahui ketebalan makula sentral sebelum dan sesudah injeksi intravitreal bevacizumab pada pasien oklusi vena retina sentral dan oklusi vena retina cabang melalui pengamatan hasil pemeriksaan OCT (Optical Coherence Tomography). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif berdasarkan hasil penelusuran rekam medis terhadap 8 pasien RVO di RSKM Padang Eye Center periode Januari 2018 sampai Januari 2019. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2020. Hasil: Subyek penelitian sebanyak 8 orang (8 mata) terdiri dari 2 laki-laki (25,0%) dan 6 perempuan (75,0%). Rentang usia berkisar antara 41-80 tahun. Ketebalan makula sentral saat awal didapatkan mayoritas > 300 µm yaitu sebanyak 7 orang (87,5%), sedangkan ≤ 300 µm sebanyak 1 orang (12,5%). Satu bulan pasca injeksi didapatkan mayoritas ketebalan makula sentral ≤ 300 µm sebanyak 5 orang (62,5%), sedangkan    > 300 µm yaitu sebanyak 3 orang (37,5%). semua pasien mengalami penurunan ketebalan makula sentral yaitu sebanyak 8 subjek (100%). Kesimpulan: Semua pasien mengalami penurunan ketebalan makula sentral 1 bulan pasca injeksi intravitreal bevacizumab
Perilaku Waspada Stroke Pengidap Hipertensi Merry Lusiana; Tati Nuryati; Toha Muhaimin; Rizki Edmi Edison
Health and Medical Journal Vol 3, No 2 (2021): HEME July 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.153 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i2.680

Abstract

Introduction: Non infectious disease is a major health problem especially in developing countries. Among those, stroke always be the leading one that occurs followed by health burden.  Some factors in increasing of mortality and disability due to stroke are lack of understanding of risk factors and awareness to early signs especially among people with hypertension. If the factors those influence the knowledge, awareness, and others stroke alert behaviors are known, promotive or prevention acts could be done by health workers. Aims: The aim of this study is to find out the stroke alert behavior among them that conducted at Puskesmas Cengkareng of West Jakarta on July and August 2020. Method: 116 patients were participated to fill the questionnaire and analyzed with cross-sectional design. Results: Our study revealed that knowledge, perception of utility, and perception to level of disease severity is the most influenced factor to stroke alert behavior.   

Page 4 of 19 | Total Record : 190