cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
heme@unbrah.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Jalan Raya By Pass Km 15 Aie Pacah Padang – Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Health and Medical Journal
ISSN : 26852772     EISSN : 2685404X     DOI : https://doi.org/10.33854/heme
Core Subject : Health, Science,
Health & Medical Journal with registered number pISSN: 2685-2772 and eISSN: 2685-404X is a peer-review journal published by Medical Faculty of Universitas Baiturrahmah. The frequency of publishing is two issues in a year. The topics covered include the fields of Allergy and Immunology, Anesthesiology, Cancer and stem cells, Cardiovascular, Cell and Molecular Biology, Children's Health, Dermato-venereology, Geriatrics, Histopathology, Internal Medicine, Neuro-psychiatric treatment, Ophthalmology, Otorhinolaryngology, Physical medicine and rehabilitation, Physio-pharmacology, Pulmonology, Radiology, Surgery includes orthopedics and urology, Obstetrics and Gynecology, Science of nutrition, Clinical Pathology, Anatomy Pathology, Parasitology, Microbiology, Public Health and Medical Education. Submissions are welcome from other clinically relevant areas. However, the Journal emphasizes publishing high-quality and novel research.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Ischemic Stroke In infant With Tetralogy of Fallot Dian Ayu Hamama Pitra; Lydia Susanti
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.13 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i1.221

Abstract

Objectives: Although stroke is often viewed as occurring primarily in the elderly, it also strikes infants, children, young adults. Stroke in children are rare but increasingly important conditions due to the severity of their complications and diverse diagnostic differentials. It is not yet clearly understood and with multifactorial etiologies. When it comes to stroke, children are not just little adults. Stroke risk factors, symptoms, prevention efforts, and treatment are often different in children than in adults. Up to 80 % of children with ischemic stroke have cardiovascular disease. Case report: RS, An infant, aged two and half years old was admitted to DR. M. Djamil hospital Padang, with right hemiplegy and developed aphasia after activity. One year ago, he had history of cyanotic skin but neglected by his parents and never sought medical treatment. Physical findings on this patient are cyanosis and clubbing fingers. Cardiac auscultation revealed a pansystolic murmur grade III-IV best heard at the upper left sternal border. Chest radiograph showed a characteristic “bootshaped” heart, which is a reflection of Right Ventricular (RV) hypertrophy. The ECG showed right axis deviation. Brain CT Scan revealed a large hypodense lesion on the left cerebral hemisphere suggested as large brain infarction. Echocardiogram revealed tetralogy of fallot with a larged malaligned ventricular septal defect (VSD) with 60 % aortic override. Patient was managed conservatively. After two weeks of admission, patient was discharged with improvement.Conclusion : Ischemic stroke in this infant with tetralogy of fallot occurred via paradoxical embolism mechanism.
Profil Penyakit Malaria di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2018 Rahma Triyana Y; Salmi Salmi
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.065 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i2.452

Abstract

Latar belakang: Penyakit malaria merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Penentuan gambaran penyakit Malaria di suatu daerah dibutuhkan untuk mengetahui penyebaran dan tingkat keparahan penyakit tersebut. Tujuan: Mengetahui distribusi frekuensi menurut usia, jenis kelamin dan tempat tinggal, gambaran jenis Plasmodium penyebab penyakit malaria serta  gambaran hematologi pada pasien malaria di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan bentuk studi deskriptif observatorial dengan pendekatan atau disain studi potong lintang (cross sectional). Hasil: Distribusi frekuensi penderita Malaria di RSI Siti Rahmah pada tahun 2018 menurut usia terbanyak terdapat pada kelompok umur 21–30 tahun yaitu sebanyak 28 kasus (36.8%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 46 (60.5%) dan tempat tinggal terbanyak ditemukan di kecamatan Koto Tangah yaitu sebanyak 31 kasus (40.8%). Jenis Plasmodium yang ditemukan pada kasus malaria di RSI Siti Rahmah pada tahun 2018 adalah P. vivax (73 kasus (96.05%)) dan P. falciparum  (3 kasus (3.95%)). Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kadar Hb, hematokrit, trombosit dan leukosit pada pasien positif malaria RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018 berada pada rentang normal. Kesimpulan: Distribusi frekuensi penderita Malaria di RSI Siti Rahmah pada tahun 2018 menurut usia terbanyak terdapat pada kelompok umur 21–30 tahun yaitu sebanyak 28 kasus (36.8%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 46 (60.5%) dan tempat tinggal terbanyak ditemukan di Kecamatan Koto Tangah yaitu sebanyak 31 kasus (40.8%). Jenis Plasmodium yang ditemukan pada kasus malaria di RSI Siti Rahmah pada tahun 2018 adalah P. vivax (73 kasus (96.05%) dan P. falciparum  (3 kasus (3.95%)). Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kadar Hb, hematokrit, trombosit dan leukosit pada pasien positif malaria RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018 berada pada rentang normal.
Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) Pasca Pemberian Suspensi Kedelai Dibanding Suspensi Tempe pada Tikus (Rattus norvegicus Galur Wistar) Diabetik Huriatul Masdar; Muhammad Radhiatul Hakiki; Muhammad Rafi Syahputra; Tommy Satriasumatri; Deskafiani Putri; Rizki Bunaya; Desby Juananda
Health and Medical Journal Vol 3, No 2 (2021): HEME July 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.225 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i2.634

Abstract

Introduction: Genistein, daidzein and glicytein are soybean’s isoflavones which have been known having anti diabetic effect. Fermentation process of soybean can lead to formation aglycan isoflavones which have higher bioavailability than unfermented-soybean. Aims: This research was aimed to evaluate the effect of soybean and tempeh (fermented-soybean) administration to oral glucose tolerance test (OGTT) in diabetic rats. Method: Twenty male Rattus norvegicus Wistar strains were used in this experiment, divided into 4 groups: standard, negative control, soybean and tempeh group. Type 2 diabetes in rats was induced by giving streptozotocin (50 mg/kgBW) and nicotinamide (110 mg/kgBW) intraperitoneally. Blood glucose were measured by using blood glucose test meter and classified into diabetes if its level above 200 mg/dL. Soybean (200 mg/kgBW/day) and tempeh (200 mg/kgBW/day) suspension were given by using gastric tube for 30 days. Results: The results showed the means of either fasting blood glucose (FBG) or 2 hours post prandial blood glucose (2hPP) of negative control were persistent above 200 mg/dL on day 15th and 30th  (p> 0,05). In soybean group there was a decrease the mean of FBG on day 15th  (p<0.05) but did not reach the normal level, and on day 30th the mean of FBG was <200 mg/dL (p<0.05) however 2hPP blood glucose was still >200 mg/dL (p<0.05). Furthermore, in tempeh group, the means of either FBG or 2hPP blood glucose reached the normal level in day 15th and 30th (p <0.05). Conclusion: the provision of tempeh was better in controlling blood sugar levels than soybean.
Prevalensi dan Faktor Risiko Inkontinensia Urin pada lansia Panti Sosial Tuna Werdha (PSTW) Sumatera Barat Rinita Amelia
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.801 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i1.264

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia mencapai usia 66.2 tahun memiliki kontribusi terjadinya peningkatan jumlah usia lanjut (Aging Structured Population). Proses penuaan (Aging Process) menimbulkan masalah kesehatan pada lansia diantaranya seperti depresi, penurunan daya tahan (Immune Deffisiency), Gangguan tidur (Insomnia) dan Inkontinentia Urin. Inkontinensia urin adalah defek spingter kandung kemih atau disfungsi neurologis yang menyebabkan hilangnya kontrol terhadap buang air kecil. Inkontinensia urin dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, sosial dan ekonomi sehingga mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor risiko inkontinensia urin pada lansia di PSTW Pariaman. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Derajat inkontinensia urin ditentukan dengan menggunakan alat ukur diagnosis inkontinensia urin, berupa kuesioner yang berpedoman pada Sandvix Severity Index (SSI) dan The Three Incobtinence (3 IQ). Penelitian ini menggunakan total sampling pada lansia ≥45 tahun. Hasil :Dari   sini  didapatkan jumlah lansia yang mengalami Inkontinensia urin  berkisar 23.73% dengan jumlah laki-laki lebih tinggi (85.71%). Usia yang terbanyak adalah usia 65-75 tahun dan  keluhan sudah berlangsung lebih dari 6 bulan (85.72%) serta memiliki  tingkat pendidikan rendah (64.28%). Dari pemeriksaan tekanan darah separuh responden memiliki status hipertensi (50%). Untuk derajat inkontinensia urin berdasarkan level SSI didapatkan sebagian besar lansia mengalami Inkontinensia urin Sedang (Moderat Incontinence) sebesar 85.71%.  Kesimpulan Hal ini sesuai dengan teori bahwa masalah yang sering dialami lansia adalah Inkontinensia Urin dengan perkiraan insiden 25-35% dari seluruh usia lanjut selama hidupnya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik dengan Sikap dan Tindakan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep pada Mahasiswa/i Universitas HKBP Nommensen Medan Mega Oktavia Sianturi; Henny Erina Saurmauli Ompusunggu; Djohan . .
Health and Medical Journal Vol 3, No 1 (2021): HEME January 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.812 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i1.580

Abstract

Introduction: Antibiotics are drugs that are used to prevent and treat infections caused by bacteria. Inappropriate use of antibiotics can cause various problems, such as bacterial resistance to antibiotics. One of the causes of bacterial resistance to antibiotics is the irrational in non prescription use of antibiotics. Aims: to determine the association of knowledge level about antibiotics with attitude and action level in non prescription use of antibiotics in Universitas HKBP Nommensen students. Method: There was 210 active students of Universitas HKBP Nommensen were included as respondents in this cross sectional study. The level of knowledge, attitudes and actions of respondents were measured using a questionnaire. Chi Square test was used to analyzed the association of knowledge with attitude and action of respondents. Result: There was no significant association of knowledge level about antibiotics with attitude and action level in non prescription use of antibiotics in Universitas HKBP Nommensen students (p > 0,005). Conclusion: Knowledge is not a dominant factor influencing both attitude and action in non prescription use of antibiotics. 
Pengaruh Cuci Hidung dengan NaCl 0,9% Terhadap Ekspresi Gen IL-1Beta dan TNF-Alpha Mukosa Hidung Penderita Rinosinusitis Kronis di RSUP Dr M Djamil Padang Seres Triola
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.235 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i2.236

Abstract

Latar belakang: Rinosinusitis kronis merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang menghasilkan beberapa sitokin proinflamasi, yaitu;  IFN-γ, TGF-β1, IL-1β, IL-3, IL-6, IL-8, TNF-α dan IL-5. Sitokin IL-1β, TNF-α dan IL-6 mempunyai peranan yang besar dalam menimbulkan gejala hidung berair. Pada beberapa literatur penggunaan cuci hidung dengan NaCl 0,9% pada rinosinusitis kronis dapat mengurangi sekresi musin, menurunkan produksi postnasal drip, mempercepat perbaikan mukosa dan mengurangi gejala sumbatan hidung. Tujuan: Mengetahui pengaruh cuci hidung dengan NaCl 0,9% terhadap kadar sitokin IL-1β dan TNF-α pada mukosa hidung dan sinus paranasal pada penderita rinosinusitis kronis. Metode: Studi eksperimental dengan teknik pre dan post test design untuk mengetahui pengaruh pemberian cuci hidung dengan NaCl 0,9% terhadap ekspresi gen IL-1β dan TNF-α mukosa hidung  penderita rinosinusitis kronis. Hasil: Jumlah log copynumber gen IL-1β sebelum dan sesudah cuci hidung didapatkan 8,07 ± 0,95 dan 8,20 ± 0,93  (p>0,05). Jumlah log copynumber gen TNF-α sebelum dan sesudah cuci hidung dengan NaCl 0,9% adalah 8,83 ± 3,83 dan 6,72 ± 2,55 (p>0,05). Ratio gen IL-1β awal dan akhir pada kelompok perlakuan dan kontrol adalah 52,51 ± 1,21 dan 61,99 ± 1,13. Ratio gen TNF-α awal dan akhir pada kelompok perlakuan dan kontrol adalah 9,63 ± 2,21 dan 334,4 ± 1,31. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak dijumpai penurunan yang bermakna pada ekspresi absolut (jumlah log copynumber) gen IL-1β dan gen TNF-α mukosa hidung penderita rinosinusitis kronis setelah diberikan terapi medikamentosa disertai cuci hidung dengan NaCl 0,9%.
Hubungan Efektivitas Diskusi Kelompok dengan Nilai Modul Kardiorespirasi pada Mahasiswa Angkatan 2018 di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Ilham Maulana Rifyandi; Resti Rahmadika Akbar; M Nurhuda
Health and Medical Journal Vol 2, No 2 (2020): HEME July 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.518 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i2.457

Abstract

Latar belakang: Dalam pendidikan kedokteran, sistem student centered learning (SCL) diterapkan dengan model problem based learning (PBL). Ini merupakan inovasi dalam suatu metode pembelajaran dengan tujuan untuk melatih mahasiswa berpikir kritis, kreatif, rasional dan meningkatkan pemahaman materi serta memberikan pengalaman nyata terhadap mahasiswa salah satu metodenya yaitu diskusi kelompok. Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan diskusi kelompok dengan nilai Modul Kardiorespirasi mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Metode: Penelitian  ini merupakan penelitian  analitik  korelatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tahun pertama pada bulan Mei 2019 dengan rumus korelatif kategorik dengan sampel sebanyak 60 orang menggunakan google formulir. Analisis data dilakukan secara univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Spearman menggunakan program SPSS. Hasil: Pada penelitian ini dari 150 mahasiswa diperoleh responden sebanyak 60 orang hasil paling banyak tinggal sendiri, kontrakan atau kos yatu sebanyak 53 orang (88,3%) dan yang paling banyak mengisi data adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 48 (80%). Untuk nilai modul di dominasi oleh nilai D sebanyak 31 orang (51,3 aspek demotivational sebanyak 67%. Kemudian hubungan efektivitas diskusi kelompok dengan nilai modul pada aspek demotivational r = 0,385 dan p = 0,002. Kesimpulan: Didapatkan dari tiga aspek yang terdapat pada efektifitas diskusi kelompok hanya aspek demotivational yang memiliki hubugan dengan nilai modul memiliki hubungan dan menunjukan koefisien korelasi dengan p = 0,002 dan nilai r = 0,385 maka semakin tinggi nilai aspek demotivational maka semakin tinggi tingkat kegagalan
Gambaran Jumlah Trombosit Dan Kadar Hematokrit Pasien Demam Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Vudhya Ulhaq Kafrawi; Nadia Purnama Dewi; Prima Adelin
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.801 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i1.217

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Dinas Kesehatan Sumatera Barat melaporkan bahwa kota Padang merupakan kota tertinggi angka kejadian demam berdarah dengue di Sumatera Barat. Diketahui bahwa jumlah trombosit serta kadar hematokrit merupakan indikator penting dalam menentukan terjadinya syok serta tingkat keparahan penyakitnya. Tujuan: untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit serta kadar hematokrit merupakan indikator penting dalam menentukan terjadinya syok serta tingkat keparahan penyakitnya Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan retrospektif, penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien yang sudah didiagnosis demam berdarah dengue oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang periode 1 Januari-31 Desember 2017, yaitu sebanyak 162 orang dengan 62 sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil: Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh umur terbanyak adalah dewasa awal yaitu 69,4% dan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 58,1%.Derajat klinis paling banyak adalah derajat 1 yaitu 58,1%. Sebagian besar pasien memilik ijumlah trombosit<100.000 sel/mm3yaitu 64,5% dengan rata-rata jumlah trombosit 87.790 sel/mm3.Sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 67,7% dengan rata-rata kadar hematokrit adalah 40,45%. Berdasarkan derajat 1 sebagian besar dengan jumlah trombosit <100.000 sel/mm3 yaitu 55,6%, pada derajat 2 sebagian besar dengan jumlah trombosit <100.000 sel/mm3 yaitu 76,9% dan berdasarkan derajat 1 sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 63,9% dan pada derajat 2 sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 73,1%. Kesimpulan: jumlah trombosit dengan rata-rata 87.790 sel/mm3(< 100.000 sel/mm3), dan memiliki kadar hematokrit paling banyak dalam tingkatan normal.
Lupus Eritematosus Sistemik pada Pria Harry Andrean; Raveinal Raveinal
Health and Medical Journal Vol 3, No 2 (2021): HEME July 2021
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.501 KB) | DOI: 10.33854/heme.v3i2.664

Abstract

Introduction: Systemic lupus erythematosus (SLE) is a complex autoimmune disease characterized by presence of nucleus autoantibody and affected multiple organ. Systemic lupus erythematosus is more common in women than men with ratio 2:1 to 15:1. Men with SLE often have a more aggressive clinical course, lead to a poorer prognosis compared with women with SLE. Case Report: A man, 29 years old came to hospital with main complain joint pain increased since 1 week ago, accompanied with red spot on face, trunk, hands, foot, and back, hair loss, swollen leg, mouth ulcer, and fatique. Malar rash and discoid rash were identified from physical examination. From laboratorium, ANA profile was positive for RNP/Sm, Sm, dsDNA, and histone. Skin biopsy showed a lupus discoid. Conclusion: The patient was treated with pulse-dose methylprednisolone for 3 days and showed a good response clinically.
Gambaran Motivasi Strategi Pembelajaran Angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Ilham Fahrul Arrazi; Resti Rahmadika Akbar; Fidiariani Sjaaf
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.592 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i1.286

Abstract

Latar Belakang: Motivasi berhubungan positif dengan strategi pembelajaran. Motivasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Beberapa penelitian menyebutkan hubungan positif antara motivasi dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran motivasi strategi pembelajaran mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Metode penelitian yaitu deskriptif cross sectional. Metode: Penelitian menggunakan data primer dengan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang dibagikan melalui google form. Populasi penelitian merupakan mahasiswa semester akhir tahap akademik sebanyak 149 mahasiswa, dengan teknik pengumpulan sampel yaitu total sampling.  Hasil: Analisis data univariat ditampilkan dalam bentuk tabel distribudi frekuensi menggunakan SPSS 24.0. Hasil dari 95 responden, 83 mahasiswa tinggal di kontrakan/kos, berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan 76 (80%) mahasiswa, berdasarkan motivasi strategi pembelajaran 69 mahasiswa (72,6%) motivasi tinggi,  21 mahasiswa (22.1%) motivasi sedang, 5 mahasiswa (5.3%) motivasi rendah. Reliabilitas kuesioner dengan Cronbach’s Alpha 0,978. Kesimpulannya gambaran motivasi mahasiswa tahun akhir Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah menunjukkan motivasi tinggi.

Page 6 of 18 | Total Record : 180