cover
Contact Name
kajian akuntansi
Contact Email
jurnalkajian.akuntansi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nopi.hernawati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Akuntansi
ISSN : 16930614     EISSN : 2581074X     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Akuntansi Universitas Islam Bandung terbit dua kali dalam setahun, mempublikasikan tulisan-tulisan dalam bidang akuntansi dan keuangan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pemikiran, profesi dan praktik akuntansi di Indonesia, khususnya dan dunia pada umumnya, diantaranya : Akuntansi Keuangan, Perpajakan, Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Manajemen, Auditing.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 18, No. 2, 2017" : 7 Documents clear
Analisis Preferensi Masyakakat Akademis pada Produk-Produk Perbankan Syariah (Studi Pada Dosen Perguruan Tinggi Islam di Bandung Raya) Sri Fadillah; Yuni Rosdiana; Mey Maemunah
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3086

Abstract

Kepercayaan masyarakat masih diduga sebagai salah satu faktor kinerja bank syariah dianggap belum cukup baik dibandingkan dengan kinerja bank konvensional. Untuk itu aspek preferensi masyarakat pada produk-produk perbankan syariah menjadi sangat penting sebagai penilai kinerja perbankan. preferensi diartikan sebagai “pilihan atau kesukaan” atau “hal yang lebih menyukai”. Bagi berbagai pihak, preferensi merupakan suatu hal yang harus menjadi pusat perhatian, termasuk bagi manajemen bank syariah. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: (1) kuesioner; (2) wawancara; dan (3)  dokumentasi. Adapun target populasi dalam penelitian ini adalah dosen atau staf pengajar dari beberapa perguruan tinggi Islam yang ada di kota Bandung. Hail penelitian menunjukkan bahwa umumnya preferensi masyarakat akademis perguruan tinggi Islam terhadap produk-produk perbankan syariah menunjukkan telah memiliki preferensi yang baik hal ini dilihat dari (1) pengetahuan responden terhadap produk perbankan syariah, (2) Pemilihan produk perbankan syariah reponden saat ini dan (3) pemilihan responden akan produk perbankan syariah pada masa yang akan datang. Hasil penelitian menunjuukan adanya konsitensi antara pengetahuan dan preferensinya pada produk perbankan syariah.    Kata Kunci: Preferensi, Produk Perbankan Syariah dan Akademisi
Perancangan Sistem Informasi Penggelolaan Lembaga Kursus Des-It Course Riandy Pratama; Magnaz Lestari Oktaroza; nunung nurhayati
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3071

Abstract

Abstrak.Lembaga kursus Des-it Course merupakan salah satu lembaga kursus yang ada di kota Cimahi dimana aktivitas bisnisnya adalah memberikan pelayanan Pendidikan, dengan cara memberikan bimbingan atas setiap pelajaran dan mengembangkan keahlian yang diminati peserta didiknya. Sistem informasi yang diterapkan pada Lembaga Kursus Des-it Course belum berjalan secara efektif hal ini ditandai ketidak jelasan struktur organisasi dan jobdesk, kurang lengkapnya dokumen-dokumen pendukung, tidak adanya laporan atas kegiatan yang dijalankan, kurang jelasnya prosedur serta kebijakan dan penyelesaian tugas yang tidak tepat waktu. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  sistem informasi  yang sedang berjalan di Lembaga Kursus  Des-it Course, mengetahui kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang ada, mengetahui bagaimana rancangan sistem informasi yang mendukung setiap aktivitas yang berjalan dan dibutuhkan Lembaga Kursus Des-it Course. Metode pengembangan sistem yang dilakukan dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan menggunakan pendekatan FAST- System Design Strategies. Hasil yang diperoeh dari analisis dan perancangan yang telah dilakukan peneliti adalah berupa  sistem informasi pengelolaan lembaga kursus yang terdiri dari sistem informasi pendaftaran, Sistem Informasi Penempatan pengajar, Sistem Informasi Penggajian, Sistem informasi pelaksanaan lembaga Kursus yang mampu menunjang kebutuhan operasional Lembaga Kursus Des-it Course baik secara online dan batch porses. Kata Kunci : Sistem Informasi Pendaftaran, Sistem Informasi Penempatan pengajar, Sistem Informasi Penggajian, Sistem informasi pelaksanaan lembaga Kursus.
Pengaruh Tingkat Keseriusan Pelanggaran, Faktor Demografi dan Faktor Organisasional terhadap Intensi Whistleblowing (Survei pada Karyawan Otoritas Jasa Keuangan Regional 2 Jawa Barat) Muhammad Fajri Prasetyo; Pupung Purnamasari; Mey Maemunah
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3073

Abstract

Abstract. This research aims to examine the effect of seriousness of wrongdoing, demography factors and organizational factor on the whistleblowing intentions survey on financial services authority regional 2 west java (OJK KR 2). The research method used in this research is descriptive verificative, with multiple linear regression analysis. The data used in this study is the primary data collected through a questionnaire survey. Respondents in this research are 30 employees of Financial Services Authority Regional 2 West Java. The results indicate that the seriousness of wrongdoing and organizational factor (managerial status) have a significant positive effect on the whistleblowing intention, but the demographic factor (gender and ethnicity) has no significant effect on the whistleblowing intention. The results of this study are expected to enrich the literature for the development of science and also as a consideration for the Financial Services Authority (OJK) in the design and policy of Whistleblowing System.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tingkat keseriusan pelanggaran, faktor demografi dan faktor organisasional terhadap intensi whistleblowing karyawan Otoritas Jasa Keuangan Regional 2 Jawa Barat. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif, dengan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang dikumpulkan melalui survey kuesioner. Responden penelitian ini adalah 30 orang karyawan Otoritas Jasa Keuangan Regional 2 Jawa Barat. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa tingkat keseriusan pelanggaran dan faktor organisasional (status manajerial) berpengaruh positif signifikan terhadap intensi whistleblowing, sedangkan faktor demografi (jenis kelamin dan suku bangsa) tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi whistleblowing. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan juga sebagai bahan pertimbangan bagi Otoritas Jasa Keuangan dalam perancangan dan kebijakan Whistleblowing System.Kata Kunci : tingkat keseriusan pelanggaran, jenis kelamin, suku bangsa, status manajerial dan intensi whistleblowing.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Audit Lag, Audit Tenure, dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Pemberian Opini Going Concern (Studi Pada Sektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia) Junika Budiyanto Putri; Sylvia Fettry
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3084

Abstract

Abstrak Sektor pertambangan merupakan sektor industri yang telah lama menjadi pilar penting bagi pembangunan di Indonesia. Hal ini karena Indonesia memiliki sumber daya alam dalam komoditas tambang yang melimpah, sehingga segala perubahan dalam sektor pertambangan akan memberikan pengaruh besar dalam perekonomian di Indonesia. Permasalahan keraguan mengenai kelangsungan usaha perusahaan sektor pertambangan terjadi pada tahun 2015, yang dianggap sebagai tahun terburuk bagi industri pertambangan, yaitu terdapatnya penurunan harga komoditas sebesar 25%. Dalam hal ini, opini going concern yang dikeluarkan oleh auditor menjadi perhatian penting untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini menguji empat faktor yang diduga mempengaruhi opini going concern, yaitu ukuran perusahaan, audit lag, audit tenure, dan opini audit tahun sebelumnya. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti mengenai pengaruh ukuran perusahaan, audit lag, audit tenure, dan opini audit tahun sebelumnya terhadap pemberian opini going concern baik secara parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah hypothetico-deductive method. Penelitian ini berusaha membuktikan kelima hipotesis yang telah dikembangkan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi logistik yang menggunakan program IBM Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Penelitian ini menggunakan regresi logistik karena variabel dependen pada penelitian ini merupakan data nominal yang berbentuk binary. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik yang telah dilakukan, diperoleh temuan bahwa ukuran perusahaan, audit lag, dan audit tenure secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini going concern. Sedangkan, opini audit tahun sebelumnya secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini going concern. Untuk pengujian secara simultan, didapatkan hasil bahwa keseluruhan empat variabel berpengaruh dengan signifikan terhadap pemberian opini going concern. Peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan periode pengamatan yang lebih luas mencakup lebih dari satu tahun, menggunakan unit analisis yang lebih luas dengan memasukkan sektor industri lainnya, dan meneliti pula faktor-faktor lainnya sebagai variabel independen. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan; Audit Lag; Audit Tenure; Opini Tahun Sebelumnya; Opini Going Concern The Impact of Firm’s Size, Audit Lag, Audit Tenure, and Prior Year Audit Opinion Toward Going Concern Opinion (Study at Mining Sector Companies Listed in Indonesia Stock Exchange) Abstract  The mining sector is considered as important pillar industry sector in Indonesia economic development. This is because Indonesia has abundant natural resources in mining commodities, so that all changes in the mining sector will have a major impact on the Indonesia economy. The viability problem of the mining industry occurred in 2015, which is reportedly the worst year for the mining industry, i.e. the decline in commodity prices by 25%. In this case, the going concern opinion issued by the auditor is an important input for decision making. In this research, four factors influence going concern opinion, i.e. firm size, audit lag, audit tenure, and audit opinion of previous year are tested. The purpose of this study is to provide evidence on the effect of firm size, audit lag, audit tenure, prior year audit opinion toward going concern opinion either partially or simultaneously. The research method used in this research is hypothetico-deductive method. This research tries to prove five hypotheses that have been developed based on previous theories and researches. Hypothesis testing is conducted by logistic regression analysis using program of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 23. This research uses logistic regression because the dependent variable in this research is nominal data in a binary form. Based on the results of logistic regression analysis, the findings show that company size, audit lag, and audit tenure have no partially significant effect on the going concern opinion. Meanwhile, the previous year's audit opinion has a partially significant effect on the going concern opinion. In the simultaneous testing, it was found that the four variables have significant influence on the going concern opinion. Further researcher is recommended to undertake other research with a broader observation period not only one year, a broader units of analysis by incorporating other industry sectors, and a more complex research with other factors as independent variables. Keywords: Firm’s Size; Audit Lag; Audit Tenure; Prior Year Audit Opinion; Going Concern Opinion 
Analisis Biaya Kualitas dan Biaya Pemasaran dalam Kaitannya Dengan Tingkat Earning Before Interest and Tax (Ebit) (Studi Kasus pada PT X) Riska Novia; Nurleli Nurleli; Yuni Rosdiana
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3067

Abstract

Abstract. PT X is engaged in engineering technology required to be more competitive in order to maintain its existence amid increasingly tight business competition. One aspect that must be considered is to improve the quality because with good quality then customers will feel satisfied. After controlling the quality, besides that also need to be considered also marketing activity for the purpose of sale of product and service that have been produced. These activities are achieved through a number of costs of quality and marketing costs. The amount of expenditure on these costs need to be controlled so that the implementation of quality improvement and marketing activities can be effective and achieve company goals. This study aims to analyze the application of quality costs and marketing costs in relation to the level of Earning Before Interest and Tax (EBIT) company. The method used is qualitative descriptive method with case study approach. The processed data is the population of all projects undertaken in 2014 - 2016, amounting to 6 projects. Data source is with primary data and secondary data. Data collection techniques in this study are documentation and interviews. The results of the analysis show that the company has not classified the cost of quality and marketing costs separately so that the company does not know exactly how much the cost has been incurred for quality improvement and marketing activities, where it is found that the quality cost incurred by PT X exceeds the tolerance rate 2.5% of sales and expenses incurred for marketing activities are still relatively large as they exceed 50% of sales.Keywords: Quality Cost, Marketing Cost, Sales, Earning Before Interest and Tax (EBIT).Abstrak. PT X yang bergerak dibidang rekayasa teknologi dituntut untuk lebih kompetitif agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah dengan meningkatkan kualitas karena dengan kualitas yang baik maka pelanggan akan merasa puas. Setelah melakukan kontrol terhadap kualitas, selain itu perlu diperhatikan juga aktivitas pemasaran guna keperluan penjualan produk dan jasa yang telah dihasilkan. Kegiatan-kegiatan tersebut dicapai melalui sejumlah biaya yaitu biaya kualitas dan biaya pemasaran. Besarnya pengeluaran pada biaya-biaya tersebut perlu dikendalikan agar pelaksanaan kegiatan perbaikan kualitas dan pemasaran tersebut dapat efektif dan mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biaya kualitas dan biaya pemasaran dalam kaitannya dengan tingkat Earning Before Interest and Tax (EBIT) perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diolah adalah populasi dari seluruh proyek yang dikerjakan pada tahun 2014 – 2016 yang berjumlah 6 proyek. Sumber data adalah dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara.Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa perusahaan belum mengklasifikasikan biaya kualitas dan biaya pemasaran secara terpisah sehingga perusahaan tidak mengetahui dengan pasti seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan peningkatan kualitas dan pemasaran tersebut, dimanadidapat bahwa biaya kualitas yang dikeluarkan oleh PT X melebihi angka toleransi yaitu 2,5% dari penjualan dan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran masih relatif besar karena melebihi 50% dari penjualan.Kata Kunci : Biaya Kualitas, Biaya Pemasaran, Penjualan,  Earning Before Interest and Tax (EBIT).
Organisasi Pengelola Zakat (OPZ): Deskripsi Pengelolaan Zakat Dari Aspek Lembaga Zakat Sri Fadillah; Rini Lestari; Yuni Rosdiana
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3085

Abstract

Organisasi pengeloa zakat (OPZ) beberapa tahun terakhir menjadi organisasi yang mengalami perkembangan pesat baik secara kuantitas yaitu jumlah yang semakian banyak dan beragam maupun secara kualitas yaitu kualitas kelembagaan yang semakin baik. Untuk mensosialisasikan OPZ maka perlu dideskripsikan baigaimana pengelolaan zakat dilihat dari kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah: wawancara; dan dokumentasi. Adapun unit analisis dalam penelitian ini adalah BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan 50 LAZ sebagai anggota aktif FoZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi OPZ dilihat dari (1) Regulasi yang mangatur pengelolaan zakat dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 Tentang Pengelolaa Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat (2) Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) terdiri dari BAZNAS dan LAZ. (3) OPZ melaksanakan peran intermediasi zakat yaitu penghimpunan dan penyaluran dan pendayaguanaan zakat. (4) Bidang program penyaluran terdiri dari Bidang kesehatan, ekonomi, dakwah, Pendidikan, kepedulian kemanusiaan. Dan (4) LAZ dapat digolongkan berdasarkan sejarah dan basisnya yaitu LAZ berbasis masjid, LAZ berbasis ormas, LAZ berbasis perusahaan dan LAZ berbasis lembaga zakatKata Kunci: Organisasi Pengelola Zakat, BAZNAS dan LAZ
Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan terhadap Kinerja Lingkungan (Survey pada Perusahaan tekstil yang telah mengikuti PROPER di Kab. Bandung Tahun 2015-2016) Kania Dewi; Nurleli Nurleli; Rini Lestari
Kajian Akuntansi Volume 18, No. 2, 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ka.v18i1.3068

Abstract

Abstract. This research originated from the many phenomenon of environmental damage caused by industrial development, one of them in Bandung Regency which became the largest textile industry region in Indonesia. The purpose of this study is to determine the application of environmental management accounting, environmental performance and the influence of the application of environmental management accounting on environmental performance in textile companies that have followed PROPER in Bandung regency 2015-2016. The research method used in this research is survey research method and verificative with quantitative approach. Data collection techniques in this study using questionnaires. Sampling technique in this research is nonprobability sampling with purposive sampling type. Hypothesis testing used is simple linear regression analysis. The results of this study indicate that the application of environmental management accounting on textile companies that have followed PROPER in Bandung regency 2015-2016 are included in good criteria, environmental performance in textile companies that have followed PROPER in Bandung regency 2015-2016 are also included in the criteria well, the application of environmental management accounting affects the environmental performance of textile companies that have followed PROPER in Bandung regency 2015-2016.Keywords : Environmental Management Accounting, Environmental Performance, PROPER.Abstrak. Penelitian ini berawal dari banyaknya fenomena kerusakan lingkungan yang di timbulkan oleh perkembangan industri, salah satunya di wilayah Kabupaten Bandung yang menjadi wilayah industri tekstil terbesar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan akuntansi manajemen lingkungan, kinerja lingkungan dan besarnya pengaruh penerapan akuntansi manajemen lingkungan terhadap kinerja lingkungan pada perusahaan tekstil yang telah mengikuti PROPER di Kabupaten Bandung tahun 2015-2016.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini yaitu nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada perusahaan tekstil yang telah mengikuti PROPER di Kabupaten Bandung tahun 2015-2016 termasuk dalam kriteria baik, kinerja lingkungan pada perusahaan tekstil yang telah mengikuti PROPER di Kabupaten Bandung tahun 2015-2016 juga termasuk dalam kriteria baik, penerapan akuntansi manajemen lingkunganberpengaruh terhadap kinerja lingkungan pada perusahaan tekstil yang telah mengikuti PROPER di Kabupaten Bandung tahun 2015-2016.Kata Kunci : Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan, Kinerja Lingkungan, PROPER.

Page 1 of 1 | Total Record : 7