cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019)" : 48 Documents clear
PRESENTASI SUBGRUP DARI REPRESENTASI GRUP QUATERNION DAN HASILKALI KRONECKER Rozi Fauzi; Yanita Yanita; Monika Rianti Helmi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.128-135.2019

Abstract

Grup dari representasi grup quaternion dan hasilkali Kronecker memiliki banyak subgrup. Setiap grup maupun subgrup dapat dibentuk dalam bentuk presentasi grup. Dalam tulisan ini akan membahas presentasi grup sejati dari representasi grup quaternion dan hasilkali Kronecker. Presentasi grup adalah suatu cara mendefinisikan grup dengan menggunakan generator dan relasi. Subgrup yang terdapat pada grup dari representasi grup quaternion dan hasilkali Kronecker akan dikelompokkan berdasarkan kesamaan perkalian unsur pada tabel perkalian grup, setelah itu akan dibentuk presentasi subgrup dengan memperhatikan sifat dari masing-masing unsur dalam subgrup tersebut. Hasil penelitian ini memperoleh sebanyak delapan kesamaan kelompok subgrup berdasarkan kesamaan perkalian unsur pada tabel perkalian grup. Hal ini mengakibatkan terdapat sebanyak delapan presentasi subgrup berdasarkan kelompok yang telah diperoleh.Kata kunci : Grup dari Representasi Grup Quaternion dan Hasil kali Kronecker, Presentasi grup
Bilangan Kromatik Lokasi pada Graf Prisma Berekor Eka Rahayu Nengsih A; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.56-61.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, ..., Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik. Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k: cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Prisma Berekor, Kode warna
RAINBOW CONNECTION PADA GRAF AMALGAMASI TANGGA SEGITIGA DIPERUMUM HOMOGEN Muhardiansyah Muhardiansyah; Lyra Yulianti; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.209-214.2019

Abstract

Untuk graf G terhubung dan tak trivial, dan k suatu bilangan bulat positif, misalkan c : E(G) → {1, 2, ..., k} suatu pewarnaan sisi di G, dimana sisi yang bertetangga boleh diberi warna yang sama. Suatu lintasan di G dikatakan lintasan rainbow jika tidak ada dua sisi di lintasan tersebut memiliki warna yang sama. Graf G dikatakan rainbow connected oleh pewarnaan c jika G memuat lintasan rainbow u − v untuk setiap titik u dan v di G. Dalam konteks ini, pewarnaan c disebut rainbow edge coloring. Jika c adalah rainbow edge coloring dengan k warna digunakan, maka c disebut rainbow k-coloring. Jika k adalah bilangan bulat positif yang minimum, maka k adalah bilangan rainbow connection dari graf G yang dinotasikan dengan rc(G) = k.Untuk m ∈ N dan m ≥ 2, misalkan {G1, G2, . . . , Gm} adalah kumpulan hingga dari graf terhubung dan tak trivial, dan v0,i adalah sebuah titik graf Gi untuk 1 ≤ i ≤ m. Amalgamasi G1, G2, . . . , Gm yang dinotasikan dengan Amal{Gi, v0,i}m i=1 adalah graf yang berasal dari graf G1, G2, . . . , Gm dengan mengidentifikasi titiktitik v0,1, v0,2, . . . , v0,m sedemikian sehingga v0,1 = v0,2 = . . . = v0,m pada graf Amal{Gi, v0,i}m i=1. Graf Amal{T r4, v}m adalah graf amalgamasi m buah graf T r4, untuk m ≥ 2.Pada makalah ini akan ditentukan bilangan rainbow connection pada graf amalgamasi tangga segitiga diperumum homogen Amal{T r4, v}m.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: bilangan rainbow connection, graf amalgamasi tangga segitiga diperumum homogen
PENDUGAAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA PADANG Siti Juriah; Ferra Yanuar; Hazmira Yozza
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.313-317.2019

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular yang selalu menjadi salah satu masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit DBD merupakan suatu penyakit endemik, yang jumlah penderita dan luas penyebarannya akan semakin bertambah seiring meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Pada penelitian ini dilakukan pendugaan risiko relatif penyebaran penyakit DBD di kota Padang. Pendugaan dilakukan dengan menggunakan metode Penduga Kemungkinan Maksimum (Maximum Likelihood Estimation). Untuk setiap kecamatan di kota padang rata-rata tingkat risiko relatif penyebaran penyakit DBD hampir sama yaitu berada pada interval sedang dan rendah.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: DBD, Poisson, Penduga Kemungkinan Maksimum.
Analisis Model Antrian Pada Layanan Teller Umum Bank Nagari Cabang Universitas Andalas Padang Ginal Reski; Yudiantri Asdi; Maiyastri Maiyastri
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.91-98.2019

Abstract

Analisis model antrian yang dilakukan pada layanan teller umum Bank Nagari Cabang Universitas Andalas Padang bertujuan untuk menganalisis proses antrian yang terjadi di bank tersebut. Antrian yang panjang atau waktu menunggu yang terlalu lama tentu akan merugikan bagi pihak nasabah ataupun pihak bank. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh sistem antrian bagian teller umum Bank Nagari Cabang Universitas Andalas Padang mengikuti model (G/G/1) : (GD/∞/∞), tingkat kegunaan pelayanan (ρ) sebesar 42,12 persen , peluang petugas tidak sedang melayani nasabah yaitu 0,5788, jumlah rata-rata nasabah yang diperkirakan dalam antrian adalah 5,3703 nasabah/menit, jumlah rata-rata nasabah yang diperkirakan dalam sistem adalah 5,7915 nasabah/menit dan waktu rata-rata menunggu yang diperkirakan dalam antrian adalah 29,2979 menit serta waktu rata-rata menunggu yang diperkirakan dalam sistem adalah 31,5957 menit.Kata kunci: Antrian, Model-model antrian, Pelayanan Bank
FAKTORISASI MATRIKS Nevi Nurmalasari; Yanita Yanita; I Made Arnawa
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.242-248.2019

Abstract

Faktorisasi suatu matriks adalah suatu cara untuk menjadikan suatu matriks menjadi dua atau beberapa perkalian matriks. Misalkan A adalah suatu matriks, maka faktorisasi dari A dapat berbentuk A = A1A2 atau A = A1A2A3 · · · , dengan ukuran-ukuran yang disesuaikan untuk Ai. Menyelesaikan suatu faktorisasi ada yang menggunakan nilai/vektor eigen dan ada yang tanpa menggunakan nilai/vektor eigen.Kata kunci : faktorisasi, nilai/vektor eigen, eliminasi Gauss, basis, proses Gram-Schmidt
SIFAT-SIFAT MATRIKS YANG TERKAIT DENGAN MATRIKS PARTISI DAN MATRIKS PERMUTASI Azizah Aulia; Yanita Yanita; Monika Rianti Helmi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.26-33.2019

Abstract

Grup dari representasi grup quaternion dan hasil kali kronecker memiliki 32 unsur matriks. Tulisan ini akan membahas tentang sifat-sifat yang diperoleh dari pengolahan unsur-unsur matriks suatu grup dari representasi grup quternion dan hasil kali kronecker. Sifat-sifat ini terkait dengan matriks partisi dan matriks permutasi, serta dengan memperhatikan sifat matriks simetris dan matriks tidak simetris. Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: sifat-sifat matriks, matriks partisi, matriks permutasi, matriks simetris, matriks tidak simetris
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF THORN DARI GRAF JAHANGIR Th(J9(l1, l2,..., l9)) Abdi Musra; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.341-344.2019

Abstract

Bilangan kromatik lokasi pada graf pertama kali dikaji oleh Chartrand dkk (2002). Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf. Misalkan c adalah suatu pewarnaan titik pada graf G dengan c(u) 6= c(v) untuk u dan v yang bertetangga di G. Misalkan Ci adalah himpunan titik-titik yang diberi warna i, yang selanjutnya disebut kelas warna ke-i, maka Π = {C1, C2,..., Ck} adalah himpunan yang terdiri dari kelas-kelas warna ke-i dari V(G). Kode warna cΠ(v) dari v adalah k-pasang terurut (d(v,C1), d(v,C2),..., d(v,Ck)) dengan d(v,Ci) = min {(d(v,x) | x ∈ Ci} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik pada G mempunyai kode warna yang berbeda, maka c disebut pewarnaan lokasi G. Banyaknya warna minimum yang digunakan untuk pewarnaan lokasi disebut bilangan kromatik lokasi dari G, dan dinotasikan dengan χL(G).Kata kunci : graf Th(J9(l1, l2,..., l9)), bilangan kromatik lokasi.
TEOREMA VALIDASI APROKSIMASI VARIASIONAL PADA PERSAMAAN SCHRODINGER NONLINIER ¨ DISKRIT Riski Kurniawan; Mahdhivan Syafwan; Haripamyu Haripamyu
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.282-290.2019

Abstract

Aproksimasi variasional merupakan salah satu metode untuk menghampiri solusi soliton pada sistem nonlinier. Validasi aproksimasi variasional dalam menghampiri solusi soliton diskrit stasioner pada persamaan Schr¨odinger nonlinier diskrit dengan konstanta pengikat yang kecil dijustifikasi dengan menggunakan beberapa konsep analisis fungsional pada ruang barisan l 2 (Z). Konsep-konsep tersebut meliputi operator linier, pemetaan Lipschitz dan teorema titik tetap Banach. Hasil validasi aproksimasi variasional untuk soliton onsite menunjukkan bahwa aproksimasi variasional sangat baik dalam menghampiri solusi yang diselesaikan secara numerik untuk konstanta pengikat yang semakin kecil.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: Aproksimasi variasional, persamaan Schr¨odinger nonlinier diskrit, analisis fungsional
PEMODELAN DAN ANALISIS KESTABILAN DINAMIKA KORUPSI POLITISI DALAM MASYARAKAT DEMOKRATIS Setia Wahyuni; Mahdhivan Syafwan; Budi Rudianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.136-143.2019

Abstract

Penelitian ini membahas kembali penurunan model dinamika korupsi politisi dalam masyarakat demokratis. Model tersebut dikonstruksi dalam tinjauan politikekonomi, dengan variabel keadaan meliputi popularitas, aset tersembunyi, dan upaya penyelidikan kasus korupsi. Berdasarkan ada atau tidaknya upaya penyelidikan, model dibagi atas dua bagian, yaitu sistem korup dan sistem tak-korup. Dari analisis kestabilan terhadap sistem korup diperoleh tiga titik kesetimbangan yang stabil dan dari analisis kestabilan sistem tak-korup diperoleh dua titik kesetimbangan yang stabil.Diterima: Direvisi: Dipublikasikan :Kata Kunci: korupsi, titik kesetimbangan, analisis kestabilan