cover
Contact Name
Redaksi IJHD
Contact Email
ijhd@upnvj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijhd@upnvj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta. Jl. Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Kodepos 16515 No. Telp: 021-7532884
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Development
ISSN : -     EISSN : 26567423     DOI : https://doi.org/10.52021/ijhd.v6i1
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Development (IJHD) merupakan jurnal akses terbuka (Open Access) yang bertujuan untuk menyebarkan hasil penelitian terkini di bidang kesehatan. IJHD mempublikasikan artikel ilmiah yang mencakup Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Fisioterapi, dengan cakupan nasional maupun internasional. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September, serta telah memiliki nomor registrasi ISSN Online 2656-7423. IJHD mendukung prinsip keterbukaan ilmiah dan mengizinkan distribusi artikel secara bebas untuk mendukung pengembangan keilmuan artikel yang diterbitkan melalui proses seleksi ketat dengan Double-Blind Review dan evaluasi editorial. IJHD juga telah terindeks dalam berbagai basis data ilmiah nasional dan internasional dengan menerima artikel dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, guna menjangkau lebih luas komunitas akademik dan praktisi di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
HUBUNGAN ASAM LEMAK OMEGA 3, IMT/U DAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI TUNAGRAHITA DI KECAMATAN MARGAASIH sekar apsari aditya
Indonesian Journal of Health Development Vol 4 No 2 (2022): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v4i2.85

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is a combination of physical and emotional disorders that affect 20-80% of women of reproductive age that occur in the last 14 days of the menstrual cycle. Until now the cause of PMS is still unknown, many factors contributed to PMS severity, including nutritional intake and lifestyle. This study was aimed to analyze the relation between intake of omega 3 fatty acid, BMI / A, and stress levels in intellectual disability adolescent girls with the severity of premenstrual syndrome in margaasih district. This study was quantitative research by using a cross-sectional design. This study was used a total sampling technique with a sample of 34 respondents. Data were obtained from the filling out of the questionnaire and measurement of body weight and height using digital scales and microtoise. Bivariate analysis was performed by used a chi-square test. The univariate analysis showed the prevalence of premenstrual syndrome in intellectual disability adolescent girls in margaasih district with mild category was 55.9% and the moderate category was 44.1%. Chi-square test results showed a significant correlation between omega-3 fatty acid intake (p-value = 0.005), BMI / U (p-value = 0.007), and stress level (p-value = 0.045) with severity of premenstrual syndrome . The conclusion obtained in this study was that there was a significant correlation between intake of omega 3 fatty acids, BMI / U, and stress levels with the severity of premenstrual syndrome.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PRAMUGARI MASKAPAI X AIR Syifa Salsabila; Farahdina Bachtiar; Suci Wahyu Ismiyasa; Andy Sirada
Indonesian Journal of Health Development Vol 4 No 2 (2022): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v4i2.104

Abstract

Pendahuluan: Nyeri Punggung Bawah (NPB) ataupun yang biasa disebut Low Back Pain adalah gejala yang dirasakan sebagian besar masyarakat dunia dan dapat menyebabkan kecacatan di seluruh dunia. Dalam menjalankan pekerjaan sebagai pramugari, tidak jarang selalu membawa beban yang berat sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri punggung bawah pada pramugari Maskapai X Air. Metode: Desain penelitian yang digunakan yakni korelasi melalui pendekatan cross-sectional serta dilakukan dalam satu kali tanpa tindak lanjut atau follow up. Adapun populasi penelitian ini adalah pramugari Maskapai X Air di daerah Jawa – Bali berjumlah 92 orang. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara online (google form) pada pada Mei – April 2022. Hasil: Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan Spearman rho didapatkan bahwa nilai p < 0,05 sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri punggung bawah pada pramugari Maskapai X Air.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI Tobing, Duma Lumban
Indonesian Journal of Health Development Vol 4 No 2 (2022): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v4i2.105

Abstract

ABSTRAK Lansia dengan hipertensi sering mengalami kecemasan dikarenakan komplikasi yang sering terjadi seperti stroke, gagal ginjal, dan jantung koroner. Self-efficacy sebagai keyakinan diri untuk mengatasi masalah dengan cara mempengaruhi kognisi seseorang diduga dapat membantu lansia untuk menghadapi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada lansia hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 42 orang merupakan warga lansia dengan hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan yang dilakukan pada bulan Mei 2020 – Juni 2020. Chronic Disease Self-Efficacy Scale digunakan untuk mengukur Self-Efficacy dan Geriatric Anxiety Scale digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan. Sampel penelitian dianalisis dengan uji Chi Square (p < 0,05). Hasil penelitian ditemukan karakteristik responden neko77 paling banyak berusia lansia (60 – 74) tahun sebanyak 39 responden (92,9%), berjenis kelamin perempuan 26 responden (61,9%), tidak teratur minum obat hipertensi sebanyak 25 responden (59,9%), lama hipertensi > 2 tahun sebanyak 30 responden (71,4%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi di RW 03 Kelurahan Rambutan (p = 0,019). Peneliti menyarankan lansia lebih memperhatikan pola hidup sehat agar mengontrol hipertensi dan bagi pelayanan kesehatan khususnya perawat dapat mendeteksi secara dini kecemasan yang terjadi pada lansia hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Kecemasan, Lansia, Self-Efficacy ABSTRACT Elderly with hypertension often experience anxiety due to frequent complications such as stroke, kidney failure, and coronary heart disease. Self-efficacy as self-confidence to overcome problems by influencing one's cognition is thought to be able to help the elderly deal with this condition. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety levels in hypertensive elderly in RW 03 Rambutan Village, Ciracas District, East Jakarta. This research used a cross-sectional method with a purposive sampling technique. The research sample was 42 elderly citizens with hypertension in RW 03 Rambutan Village which was carried out from May 2020 - June 2020. The Chronic Disease Self-Efficacy Scale was used to measure Self-Efficacy and the Geriatric Anxiety Scale was used to measure anxiety levels. The research sample was analyzed by the Chi-Square test (p < 0.05). The results of the study found that most respondents were elderly (60 – 74) years as many as 39 respondents (92.9%), female 26 respondents (61.9%), did not regularly take hypertension medication as 25 respondents (59.9% ), duration of hypertension > 2 years as many as 30 respondents (71.4%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between self-efficacy and anxiety levels in the elderly with hypertension in RW 03 Rambutan Village (p = 0.019). Researchers suggest that the elderly pay more attention to a healthy lifestyle to control hypertension and for health services, especially nurses, to be able to detect early anxiety that occurs in the elderly with hypertension. Keywords: Hypertension, Anxiety, Elderly, Self-Efficacy
PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP PASIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA BERDASARKAN AKSES VASKULAR Fiora Ladesvita; nanda syifa
Indonesian Journal of Health Development Vol 4 No 2 (2022): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v4i2.106

Abstract

In patients CKD undergoing hemodialysis, it will have an impact on the psychological and physical conditions which will result in a decrease in the patient's quality of life. Hemodialysis requires long-lasting vascular access with minimal complications. Because vascular access has a risk of complications that will worsen the patient's life situation. So it is necessary to choose vascular access for hemodialysis so that it can improve the patient's quality of life. This study aims to compare the quality of life of patients undergoing hemodialysis based on vascular access. This study used a quantitative research design and a cross sectional research method with the Mann Whitney test to determine the differences in the specified variables. The sample collection technique used is probability sampling as many as 101 respondents. The instrument used in this study was Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-SF36). The results showed that there were differences in 3 domains of quality of life between AVF and CDL, namely the symptom and problem domains, burden due to kidney disease, SF-12 physical health (p-value: 0.040; 0.050; 0.008 which means P<0.05). In addition, the mean quality of life in AVF is greater than in CDL. This research is expected to add and increase knowledge about the quality of life of patients undergoing hemodialysis therapy based on vascular access. Keywords: Vascular access, Quality of life, Hemodialysis.
MANFAAT SENAM REUMATIK PADA LANSIA Azizati Salmas Marsiami
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.111

Abstract

Penyakit rheumatoid arthritis dapat dikategorikan secara luas berupa penyakit sendi, keterbatasan fisik, gangguan tulang belakang, dan gangguan yang disebabkan oleh trauma. Kebanyakan penderita rheumatoid arthritis paling banyak mengeluh nyeri pada persendian, untuk itu cara mengatasi nyeri tersebut biasanya masyarakat menggunakan terapi farmakologi yaitu obat-obatan dan non farmakologi menggunakan mesase, relaksasi, serta menggunakan senam rematik yang mampu memperlancar peredaran darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia yang mengalami rheumatoid arthritis di UPT Puskesmas Pagelaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2022. Metode penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest, jumlah populasi 30 orang dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data pada varian independen adalah menggunakan SOP senam rematik sedangkan variabel dependent alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan menggunakan skala nyeri NRS (numeral ranting skale). Hasil penelitian ada pengaruh senam rematik terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia yang mengalami rheumatoid arthritis ditunjukan dengan nilai p value = 0,000. Saran kepada UPT Puskesmas Pagelaran mampu menerapkan terapi non farmakologi guna untuk memandirikan pasien sehingga UPT Puskesmas pagelaran tersebut sebisa mungkin mengurangi obat-obatan farmakologi.
PENGARUH BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINIUM PADA PERSALINAN NORMAL DI TPMB ENI MUSFIROTUN DESA PENDEM KECEMATAN JUNREJO KOTA BATU Mufida Annisa Rahmawati
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.112

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup diluar kandungan melalui vagina kedunia luar. Berat badan lahir normal pada bayi baru lahir adalah 2500-4000 gram, apabila lebih dari 4000 gram dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti distosia bahu dan robekan jalan lahir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, sedangkan jenis penelitianya adalah analitik korelatif yang dilakukan dengan tujuan menjelaskan pengaruh, perkiraan, menguji berdasarkan teori yang ada atau mengungkapkan pengaruh yang korelatif antara variabel penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di TPMB Eni Musfirotun pada bulan Februari sampai Juni 2022. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pndekatan statistic, menggunakan metode regresi linear sederhana. Nilai t hitung variable pengetahuan ibu tentang gizi (X) sebesar 5.525> Ttabel 2,048 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi (X) dengan status gizi pada balita (Y). Nilai f hitung sebesar 30.529> nilai Ftabel sebesar 3.34, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi (X) nilai koefisien regresi sebesar 52,2% artinya hubungan variabel terikat dengan variabel bebas sebesar 52,2%, sedangkan 47,8% lainnya dipengaruhi oleh factor lan yang tidak diteliti.
SPIRITUALITAS DAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN HEMODIALISIS DENGAN COVID-19 Santi Herlina
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.113

Abstract

The anxiety of health workers, especially nurses during a pandemic, is an important problem, especially for nurses, whose interaction intensity with patients is quite high. One of them is in the hemodialysis unit, where the average patient is an outpatient with more interaction between parties outside the hospital, so the risk of carrying the virus is quite high which will be at risk of transmitting it to the hemodialysis nurse. The average hemodialysis patient is an outpatient so that contact with outsiders is quite high which will be at risk of carrying the virus. The aim of this study analyzing spirituality with the anxiety level of nurses when caring for hemodialysis patients infected with Covid-19. The design in this study was cross sectional which was carried out on 19 hemodialysis nurses who treated Covid-19 patients with a total sampling technique. Data was collected using two instruments, namely the Spiritual Well-Being Scale (TSWBS) and the Beck Anxiety Inventory (BAI). The results of the analysis show that there is no relationship between spirituality and the anxiety level of nurses when caring for hemodialysis patients who are infected with Covid-19 with a p value of 0.340. Suggestions for further research increase the number of samples and analyze other factors that influence nurse anxiety such as family support.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Siti Khadijah; Farahdina Bachtiar; Eko Prabowo; Purnamadyawati Purnamadyawati
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.114

Abstract

Pendahuluan: Tidur adalah suatu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan tidur setiap individu dapat dikelompokan berdasarkan usia, baik dalam bentuk kuantitas maupun kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan kondisi dimana seseorang mengistirahatkan tubuhnya dan ketika terbangun dapat lebih bugar, nyaman dan kondisi lebih baik. Jika tidur mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan Cross-sectional Study dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Pengambilan data untuk kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan untuk tekanan darah menggunakan Spynomanometer. Hasil: Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Spearman rho didapatkan bahwa nilai p < 0,05, sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia.
ACTIVITY DAILY LIVING DAN QUALITY OF LIFE PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Fiora Ladesvita; Selvy Juwita Sari
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.115

Abstract

Kanker merupakan penyakit akibat keganasan sel yang ditandai dengan pembelahan sel yang abnormal, terjadi terus menerus dan tidak terkontrol. Salah satu terapi pengobatan penyakit kanker yaitu kemoterapi yang bertujuan untuk menekan pertumbuhan sel kanker menjadi lebih ganas. Dampak kemoterapi menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas hidup pasien yang berakibat pada kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup penderita kanker. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang melalui teknik purposive sampling. Data yang diambil diperoleh dari data primer dengan insturmen kualitas hidup dan kemampuan aktivitas. Hasil penelitian melalui uji korelasi Spearman, diperoleh bahwa ada hubungan antara aktivitas hidup sehari-hari dengan kualitas hidup penderita kanker (p value = 0,014). Efek samping yang terjadi akibat kemoterapi akan mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker.
TINGKAT STRES, KECEMASAN DAN PENYESUAIAN DIRI PADA LANSIA YANG DI TINGGAL PASANGAN HIDUP Duma Lumban Tobing
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 1 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i1.116

Abstract

ABSTRAK Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan adalah salah satu tantangan perkembangan pada lanjut usia. Lansia yang kehilangan pasangan bisa mengalami berbagai perubahan, termasuk mental dan emosional. Stres kehilangan pasangan dapat menimbulkan masalah psikososial yaitu kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kecemasan dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup di Kelurahan Grogol. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui korelasi antara dua variabel, variabel independen tingkat stress dan kecemasan serta variabel dependen penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup. Pengambilan data dilakukan melalui observasi langsung dengan menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), Geriatric Anxiety Scale (GAS) dan instrument penyesuaian diri lansia yang ditinggal pasangan hidup. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square (p < 0,05). Hasil penelitian ditemukan responden paling banyak perempuan sebanyak 18 responden (56,3%) berusia 60-70 tahun sebanyak 19 responden (59,4%), tingkat pendidikan terbanyak pada katagori tingkat pendidikan rendah sebanyak 19 responden (59,4%), sebagian besar responden sudah ditinggal pasangan hidup ≥ 3 tahun sebanyak 19 responden (49,4%). Sebagian besar mengalami stress sedang sebanyak 18 responden (56,3%), kecemasan sedang sebanyak 19 responden (59,4%) dan memiliki penyesuaian diri negativf sebanyak 19 responden (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup dengan nilai p-value 0,041 (p < 0,05) dan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dengan penyesuaian diri pada lansia yang ditinggal pasangan hidup dengan nilai p-value 0,018 (p < 0,05). Peneliti menyarankan agar lansia dapat membentuk self help group sebagai group pendukung. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia ditinggal pasangan hidup, Penyesuaian diri, Stres ABSTRACT Adjusting to the death of a partner is one of the developmental challenges in old age. The elderly person who has lost a partner can experience various changes, including mental and emotional. The stress of losing a partner can cause psychosocial problems, namely anxiety. This study aims to determine the relationship between stress and anxiety levels with adjustment in the elderly who are left by their spouses in Grogol Village. This study used a correlational design with a cross-sectional approach to determine the correlation between the two variables, the independent variables stress and anxiety levels, and the dependent variable adjustment in the elderly who are left by their spouses. Data collection was carried out through direct observation using the Perceived Stress Scale (PSS-10) instrument, the Geriatric Anxiety Scale (GAS), and the adjustment instrument for the elderly who have been left by a spouse. The sample in this study amounted to 32 respondents who were taken using a purposive sampling technique. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the chi-square test (p <0.05). The results of the study found that most respondents were women, 18 respondents (56.3%) aged 60-70 years, 19 respondents (59.4%), with the highest level of education in the category of low education level, 19 respondents (59.4%), some Most of the respondents had been left by their spouse for ≥ 3 years as many as 19 respondents (49.4%). Most of them experienced moderate stress as many as 18 respondents (56.3%), moderate anxiety as 19 respondents (59.4%), and had negative self-adjustment as many as 19 respondents (59.4%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between stress levels and adjustment in the elderly who were left by a spouse with a p-value of 0.041 (p <0.05) and there was a significant relationship between anxiety and adjustment in the elderly who were left by a spouse with a p-value value 0.018 (p < 0.05). Researchers suggest that the elderly can form a self-help group as a support group. Keywords: Anxiety, Elderly left by a spouse, Adjustment, Stress