cover
Contact Name
Redaksi IJHD
Contact Email
ijhd@upnvj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijhd@upnvj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta. Jl. Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Kodepos 16515 No. Telp: 021-7532884
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Development
ISSN : -     EISSN : 26567423     DOI : https://doi.org/10.52021/ijhd.v6i1
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Development (IJHD) merupakan jurnal akses terbuka (Open Access) yang bertujuan untuk menyebarkan hasil penelitian terkini di bidang kesehatan. IJHD mempublikasikan artikel ilmiah yang mencakup Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Fisioterapi, dengan cakupan nasional maupun internasional. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September, serta telah memiliki nomor registrasi ISSN Online 2656-7423. IJHD mendukung prinsip keterbukaan ilmiah dan mengizinkan distribusi artikel secara bebas untuk mendukung pengembangan keilmuan artikel yang diterbitkan melalui proses seleksi ketat dengan Double-Blind Review dan evaluasi editorial. IJHD juga telah terindeks dalam berbagai basis data ilmiah nasional dan internasional dengan menerima artikel dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, guna menjangkau lebih luas komunitas akademik dan praktisi di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA 6-32 BULAN DI KECAMATAN TELAWANG PROVINSI KALIMANTAN TENGAH sari, erma nurlita
Indonesian Journal of Health Development Vol 6 No 1 (2024): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v6i1.108

Abstract

Stunting memiliki hubungan terhadap pertumbuhan pada 1000 hari pertama anak, dapat disebabkan oleh terjadinya tidak terpenuhinya asupan gizi cukup yang berlangsung lama hingga jatuh ke keadaan stunting. Tujuan dari penelitian untuk menganalisa hubungan pemberian ASI ekslusif dan asupan nutrisi terhadap terjadinya stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sebabi Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian yang adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi dari penelitian adalah semua balita berumur 6-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebabi. Sedangkan total sampel pada penelitian ini adalah 51 balita dengan status stunting dan 51 balita tidak stunting .Variabel dependen dalam penelitian ini adalah stunting dan variable independen adalah riwayat ASI ekslusif, asupan energi dan asupan protein. Data primer didapatkan dari hasil wawancara menggunakan kuesioner foodrecall dalam 24 jam dan data skunder menggunakan data pelaporan gizi puskesmas, register posyandu dan buku KIA responden. Uji analisis dengan Chi-square , t-test Independen dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan uji statistik Chi-square pada Riwayat ASI eksklusif dengan didapatkan nilai p=0,010. Riwayat asupan energi dengan nilai p = 0,085. Riwayat asupan protein dengan nilai p = 0,159 Pada uji multivariate variable dengan uji statistik regresi berganda mendapatkan; riwayat ASI ekslusif dengan OR= 6,54. Data pada hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat ASI eksklusif memiliki hubungan yang erat dengan kejadian stunting dan memiliki risiko sebanyak 6,54 kali terhadap kejadian stunting, sedangkan asupan energi dan protein tidak memiliki hubungan erat dengan kejadian stunting
PENERAPAN ELEVASI KAKI 20 DERAJAT PADA PASIEN MULTIPLE FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH POST-ORIF TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER Tsauroh, Maila Faiqoh; Pompey, Cut Sarida
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.119

Abstract

Reduksi terbuka dan fiksasi internal atau open reduction and internal fixation (ORIF) adalah perawatan medis untuk fraktur ekstremitas yang terdiri dari metode bedah yang dipasangkan dengan fiksasi internal. Namun hal ini menyebabkan komplikasi seperti nyeri dan pembengkakan pada bagian tubuh yang telah menjalani operasi. Salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan perfusi perifer secara non farmakologis yaitu dengan elevasi ekstremitas bawah 20°. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas elevasi 20° ekstremitas bawah dalam meningkatkan perfusi perifer pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan dengan mengambil dua kasus sebagai unit analisis. Unit analisis adalah Pasien dengan Post ORIF Multiple Fraktur Ekstremitas Bawah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hasil penelitian di hari kelima didapatkan penurunan rasa nyeri dari skala 6 menjadi 2 dan penurunan pembengkakan pada lingkar pergelangan kaki kiri di hari ke 3 dari 28,3 cm menjadi 26,7 cm di hari ke 5. Teknik elevasi 20° ekstremitas bawah disertai kombinasi gerakan dorso-plantar direkomendasikan untuk pasien dengan post ORIF fraktur ekstremitas bawah untuk meningkatkan perfusi perifer.
AKTIVITAS FISIK PADA KUALITAS TIDUR PADA LANSIA LAKI-LAKI Apriyeni, Emira; Patricia, Helena
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.121

Abstract

Lanjut usia sering mengalami kesulitan tidur sekitar 67% yang mengakibatkan kualitas tidur yang buruk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang rutin dapat menyebabkan kelelahan dan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia laki-laki. Metode penelitian dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Sicincin di bulan juni 2023. Jumlah sampel sebanyak 50 orang lansia laki-laki dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang di gunakan adalah Physical Activities Scale For Elderly (PASE) dan Pittesburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini di dapatkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik yang ringan (62%) dan sebagian besar lansia memiliki kualitas tidur yang buruk (58%) dengan nilai pvalue 0,008. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia laki-laki di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2023. Di harapkan bagi pengasuh wisma untuk mengajak lansia melakukan kegiatan rutin terjadwal di PSTW.
POLA ASUH KELUARGA DENGAN RISIKO GANGGUAN BIPOLAR PADA REMAJA syafarilla, iluas
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.122

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan jiwa terbanyak dibandingkan gangguan jiwa lainnya. Gangguan bipolar dapat memperburuk jika dibiarkan tidak terdiagnosis. Gaya pengasuhan memiliki peran penting dalam onset dan perjalanan penyakit gangguan bipolar dipopulasi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh keluarga dengan risiko gangguan bipolar pada remaja di Kota Banda Aceh. Desain penelitian deskriptif korelasi, pendekatan cross secsional study. Lokasi penelitian adalah 3 Kelurahan di Kota Banda Aceh. Sampel 382 remaja dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis menggunakan analisa bivariat. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara pola asuh keluarga dengan resiko gangguan bipolar (nilai p value = 0,020). Diharapkan dengan hasil penelitian ini petugas kesehatan di komunitas dapat meningkatkan preventif dan promotif tentang risiko gangguan bipolar.
RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND SLEEP QUALITY IN ADOLESCENTS Aliah, Aliah; Bachtiar, Farahdina; Agustiyawan, Agustiyawan; Sirada, Andy
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.124

Abstract

Background: One of the health problems in adolescents is lack of sleep. In previous studies revealed that physical activity is one of the factors that affect the quality of a person’s sleep. Method: This research is a correlational quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this research was Senior High School X Jakarta students. The parameters used in this study were the PSQI to assess sleep quality and the IPAQ-SF to assess physical activity level. Results: The results of data processing with SPSS 25.0 found that as many as 104 (66,2%) of the 157 respondents who were had poor sleep quality. The results of the correlation test using the Spearman Test between physical activity and sleep quality obtained a significance value of 0,001 and a correlation coefficient (r)= 0,252. Conclusion: In summary, there is a significant relationship between physical activity and sleep quality in adolescents with very weak relationship. There is a unidirectional relationship indicating that the higher the physical activity, the better the quality of sleep. Recommendation: Further studies are required by taking into account other risk factors that have a significant impact on sleep quality.
HUBUNGAN HIPERTENSI DAN JARAK KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD WATES kurniawati, iin
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.125

Abstract

Secara keseluruhan, sekitar 15% sampai 20% dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah berat badan lahir rendah. Prevalensi BBLR di Indonesia mengalami penurunan dari 3,1% pada tahun 2020 menjadi 2,5% di tahun 2021. Hipertensi dan jarak kehamilan adalah faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR. Tindakan preventif dan promotif dapat dilakukan untuk mencegah kejadian BBLR. Salah satunya memberikan pendidikan kesehatan yang cukup mengenai BBLR dan skrining pra kehamilan sampai menjelang proses persalinan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dan jarak kehamilan pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Wates tahun 2022. Desain penelitian ini adalah case control dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 88 responden dengan menggunakan perbandingan 1:1 dengan 44 kelompok kasus dan 44 kelompok kontrol dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian adalah master tabel, analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan dengan kejadian BBLR (nilai p = 0,005 (p < 0,05)) dengan nilai OR = 3,509 dan ada hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR (p = 0,002 (p < 0,05)) dengan nilai OR = 4.080. Simpulan dan Saran: terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan kejadian BBLR dan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD Wates. Saran bagi responden khususnya ibu hamil dengan hipertensi dan jarak kehamilan berisiko, agar dapat merencanakan kehamilan dengan baik sehingga dapat mencegah kehamilan dengan BBLR.
FAMILY SUPPORT SYSTEM AND THE BODY IMAGE OF BREAST CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY IN JAKARTA Wijayanti, Sekar; Ladesvita, Fiora
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.126

Abstract

Background: Cancer and its treatment can trigger pressure on breast cancer patients which can cause health problems both physically, psychologically, physiologically and socially in breast cancer patients. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and body image of breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: The methode in this quantitative research is using a cross sectional design. The sampling technique used was accidental sampling with a total sample of 33 people. Results: the average age of the respondents was 49 years with the majority being female (97%), the last education was high school (66.7%) and the majority were housewives (63.6%), the most common cancer stage was stage II (48, 5%) with an average length of chemotherapy 4 and 5 cycles (27.3%). A total of 19 (57.6%) had good family support and 14 (42.4%) had poor family support. As many as 21 (63.6%) had body image disturbances and 12 (36.4%) did not experience body image disturbances. Conclusion: It can be concluded that there is a significant relationship between family support and body image of breast cancer patients undergoing chemotherapy using the chi-square correlation test with a p-value of 0.003 (<0.05) and OR = 5.6.Recommendation: Increasing family support for breast cancer patients who experience body image problems should be a concern among nurses. Further studies are required by taking into account other risk factors that have a significant impact on body image of breast cancer patients.
FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MINGGIR KABUPATEN SLEMAN Damayanti, Lisa
Indonesian Journal of Health Development Vol 6 No 1 (2024): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v6i1.128

Abstract

Stunting merupakan hasil dari standar pertumbuhan < -2 SD di nilai dari Z-score panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor Ibu dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Minggir Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita di Puskesmas Minggir sebanyak 965 balita dengan menggunakan teknik Probability sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 91 balita. Hasil penelitian memiliki jumlah balita yang mengalami stunting sebanyak 56 responden ( 61,5 % ),Ibu yang memiliki usia saat hamil < 20 dan > 35 tahun sebanyak 39 responden (42,9%), balita dengan jarak kelahiran dekat (≤2 tahun) sebanyak 36 balita (39,6%), Ibu dengan tinggi badan pendek ( < 150 cm ) sebanyak 31 responden (34,1%), Ibu dengan status gizi KEK (Lila < 23,5 cm ) sebanyak 37 responden (40,7%), dan Ibu mengalami anemia (Hb < 10 gr/dl ) sebanyak 41 responden ( 45,1 %). Dari hasil pengujian Chi- Square, didapatkan hubungan antara faktor Ibu dengan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Minggir Kabupaten Sleman Yogyakarta tahun 2022.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS IMUNISASI DENGAN FREKUENSI KEJADIAN SAKIT PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI PUSKESMAS GAMPING II SLEMAN YOGYAKARTA Amni, Haifanida Putri
Indonesian Journal of Health Development Vol 6 No 1 (2024): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v6i1.129

Abstract

Kejadian sakit pada anak merupakan kejadian yang harus ditangani segera mungkin melakukan pencegahan dengan imunisasi dasar lengkap. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi yang sangat sempurna, bersih, serta mengandung kekebalan yang sangat dibutuhkan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi dengan frekuensi kejadian sakit pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Gamping II Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 56 responden dari 222 populasi dikalikan 25%. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang datang berkunjung ke Puskesmas Gamping II. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan frekunsi kejadian sakit pada bayi usia 7-12 bulan, diperoleh nilai p-value = 0,032 (<0,05) dengan tingkat keeratan hubungan rendah 0,287. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan status imunisasi dengan frekuensi kejadian sakit pada bayi usia 7-12 bulan, diperoleh nilai p-value = 0,010 (<0,05) dengan tingkat keeratan hubungan sedang 0,486. Simpulan : adanya hubungan pemberian ASI eksklusif dan status imunisasi dengan frekuensi kejadian sakit pada bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Gamping II. Saran : bagi ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Puskesmas Gamping II sebaiknya hanya meberikan ASI eksklusif saja sampai usia 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun dengan menambahkan MP-ASI serta memberikan imunisasi dasar lengkap pada anak, sehingga penelitian ini dapat berguna dan bermanfaat untuk mengurangi frekuensi kejadian sakit anak.
THE EFFECT OF CONSUMING FE TABLETS AND VITAMIN C COMBINATION TABLETS ON HB LEVELS IN PREGNANT WOMEN AT SHAQI CLINIC SEYEGAN IN 2023 Saputri, Septita Dinda
Indonesian Journal of Health Development Vol 6 No 1 (2024): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v6i1.135

Abstract

Pregnancy with anemia increases the risk of morbidity and mortality because it causes postpartum hemorrhage. In addition, mothers with anemia can experience difficulty breathing, fainting, fatigue, increased heart rate, difficulty sleeping, perinatal infections, and pre eclampsia. It also has an impact on pregnancy outcomes, namely babies can experience Intra Uterine Growth Retardation (IUGR) and LBW. The study aims to determine the effect of consuming Fe tablets and Vitamin C combination tablets on Hb levels in pregnant women. This study employed Quasy experimental research with One Group pre-test and post-test design obtained directly from respondents through questionnaires that have been prepared by researchers and the data obtained by researchers are processed using the Wilcoxon test. The results of statistical tests using the Wilcoxon test showed a P value of 0.001 (<0.05), meaning that there was an effect before and after giving FE tablets combined with vitamin C on hemoglobin levels in pregnant women. The results showed that from a total of 15 respondents who experienced anemia before treatment decreased to 2 respondents who experienced anemia after treatment. The patients are suggested to follow the instructions given by health workers when doing ANC anywhere to be obedient in taking Fe tablets combined with vitamin C as prevention and treatment of anemia during pregnancy.