cover
Contact Name
Indah Suryawati
Contact Email
indahsuryawati_2121@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
communication@budiluhur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Communication
ISSN : 20865708     EISSN : 24427535     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Communication published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2023): Communication" : 7 Documents clear
Storytelling Convergence pada Radio Shelter 95,3 FM di Era Digital Diah Ayu Pramesti Rachmadianti
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2565

Abstract

Konvergensi media adalah integrasi media telekomunikasi tradisional dengan internet. Storytelling convergence adalah salah satu bentuk dimensi konvergensi media yang pekerja media mampu menyajikan dan mengisahkan informasi ke dalam berbagai bentuk yang disebarkan di berbagai platform. Radio Shelter 95,3 FM telah menerapkan storytelling convergence sejak lama. Idealnya hal tersebut bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan jumlah pendengarnya. Namun, Radio Shelter 95,3 FM mengalami penurunan jumlah pendengar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada penerapan storytelling convergence pada Radio Shelter 95,3 FM dan keuntungan penerapan dari storytelling convergence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan bentuk dimensi storytelling convergence yang diterapkan pada Radio Shelter 95,3 FM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memakai teori konvergensi media Rich Gordon, yang berfokus pada penerapan dimensi storytelling convergence dan keuntungan dari menerapkan dimensi storytelling convergence. Hasil penelitian menunjukkan Radio Shelter 95,3 FM menerapkan dimensi storytelling convergence yaitu beberapa pekerja media mampu menyajikan informasi ke dalam berbagai bentuk (teks, audio, visual, video, grafik, dan lain-lain). Kemudian Radio Shelter 95,3 FM memanfatkan berbagai platform (website, aplikasi, dan media sosial) dalam penyebaran informasi atau konten untuk menjangkau audiens. Adapun keuntungan dari penerapan storytelling convergence adalah dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pendengar, bisa meningkatkan komunikasi interaktif antara pendengar dan penyiar, memungkinkan terjadinya kenaikkan pendapatan perusahaan, menghemat biaya produksi, dan memudahkan pendengar mengakses radio.
Pola Komunikasi Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) di Keuskupan Surabaya Dalam Memanfaatkan Teknologi Komunikasi Brigitta Revia Sandy Fista; Yuli Nugraheni
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.1937

Abstract

Masa pandemi COVID-19 memberikan banyak dampak kepada seluruh lapisan masyarakat bahkan dampak tersebut ikut dirasakan umat Katolik di seluruh Indonesia. Segala pembatasan yang diterapkan berpengaruh pada kegiatan keagamaan di gereja. Hal tersebut menjadi tugas Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dalam menghadapi Batasan komunikasi dalam organisasi gerejawi. Pemanfaat media komunikasi menjadi cara untuk komisi dapat tetap melanjutkan aktivitas dan menyalurkan informasi kepada para umat parokinya. Penelitian ini akan melihat bagaimana Komsos melakukan komunikasi antar anggotanya untuk tetap bisa tetap menyalurkan informasi kepada setiap umat di paroki. Mengingat berbagai keterbatasan yang muncul akibat pandemic baik itu dalam hal skill, jarak maupun usia dalam memanfaatkan teknologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kasus yang menggunakan para anggota komsos sebagai objek penelitiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui wawancara mendalam dengan para narasumber terkait permasalahan. Didapatkan hasil bahwa pola komunikasi yang terjadi ialah pola komunikasi bintang, yaitu pola yang memberi gambaran tentang tiga level atau lebih dalam suatu organisasi, semua yang terlibat di dalam organisasi bisa melakukan komunikasi dengan semua pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Proses yang terjadi tidak memandang siapa pemimpin dalam organisasi tersebut. Pola komunikasi ini dapat memberikan gambaran nyata dan jelas tentang proses komunikasi yang terjadi dalam gereja katolik ketika pandemic covid-19.
Memberdayakan Komunitas: Komunikasi Kooperatif Dalam Platform Media Komunitas Rocky Prasetyo Jati
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2551

Abstract

Media komunitas di era digital berfungsi sebagai saluran penting untuk melestarikan budaya lokal, memberdayakan masyarakat, dan mendorong keterlibatan demokratis. Di tengah gelombang globalisasi yang luar biasa dan kemajuan teknologi yang pesat, media komunitas menjangkar individu ke konteks lokal mereka, membantu mereka mempertahankan rasa identitas dan koneksi dengan lingkungan mereka. Melalui pendekatan strategi studi kasus etnografi, artikel ini bertujuan untuk menggali peran komunitas budaya Bali Buja (paguyuban peduli budaya Jawa) di Klaten dalam merevitalisasi semangat lokal. Di luar perannya dalam melestarikan warisan budaya, Bali Buja mempromosikan partisipasi sipil dan kohesi sosial melalui media komunitas berbasis teknologi internet. Inklusivitas adalah ciri khas media komunitas, memastikan bahwa kelompok yang terpinggirkan menemukan ekspresi serta memperkaya mosaik identitas komunitas. Media hiperlokal, bagian dari media komunitas, mengatasi penurunan konten lokal di media arus-utama dengan berfokus pada wilayah geografis yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan komunitas budaya untuk melestarikan dan menampilkan warisan, tradisi, dan kreativitas seni mereka. Media komunitas, melalui praktik komunikasi kooperatif, meningkatkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Kesimpulannya, media komunitas menjembatani tradisi dan inovasi, melestarikan budaya lokal sambil memanfaatkan teknologi media di era digital. Media komunitas menjadi mercusuar yang memberdayakan komunitas untuk menghadapi dunia modern sambil tetap menghargai akar mereka.
Manajemen Komunikasi Special Event Gebyar Pesona Budaya Garut 2023 Sarah Anisa Askari; Muhammad Aditya Pratama; Zikri Fachrul Nurhadi
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengetahui tahapan manajemen untuk menggagas sebuah event yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Fase-fase tersebut menjadi tolak ukur efektifitas Gebyar Pesona Budaya Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis situasi, penyusunan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theory Four-Step Process of Public Relations of Cutlip, Center & Boom (Empat Langkah Strategi PR). Teori ini menjelaskan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang Public Relations dalam melakukan setiap aktivitasnya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dilakukannya riset komprehensif untuk merencanakan event Gebyar Pesona Budaya Garut. Riset melibatkan pencarian data secara menyeluruh melalui observasi, wawancara mendalam, studi literatur dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis situasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut beberapa bulan sebelum acara berhasil memeriahkan Hari Jadi Garut dengan merancang strategi komunikasi yang baik, sedangkan penyusunan srategi yang dirancang berhasil menarik perhatian masyarakat Garut ataupun luar Garut, implementasi dari perencanaan strategi awal berhasil membuat acara Hari Jadi Garut ini semakin kental dengan adat dan budayanya dengan penyusunan acara yang terstruktur dan komunikasi yang efektif, terakhir evaluasi yang dilakukan dengan berbagai stakeholders menunjukkan bahwa acara Hari Jadi Garut ini meskipun terdapat hambatan tetapi acara ini tetap berhasil dan sesuai dengan rencana awal. Event ini berfungsi sebagai ajang promosi untuk Kabupaten Garut dan memperkenalkan seni budaya daerah tersebut. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mendalami analisis dampak ekonomi, sosial, dan budaya dari event seperti Gebyar Pesona Budaya Garut, serta menggali strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam.
Manajemen Program Siaran Morning Live Chat Berjaringan Pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Meulaboh Cut Intan Zahira; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2454

Abstract

Persaingan media penyiaran dalam merebut pasar khususnya bagi radio saat ini semakin kompetitif, sehingga mendorong perusahaan media untuk merancang program siaran yang memiliki diferensiasi dan daya tarik bagi konsumen. Program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan merupakan salah satu program siaran yang diunggulkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk menjangkau pendengar dari kalangan milenial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan proses manajemen program siaran yang dilaksanakan oleh redaksi Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk program siaran MLC Berjaringan. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang menjadi tim redaksi program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan serta melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mendukung analisis data. Penelitian ini menemukan program siaran MLC Berjaringan dilakukan melalui tahapan manajemen, yaitu, pertama pada tahap perencanaan dilakukan dua proses, yaitu, (1) perencanaan insidental meliputi pembagian segmentasi pendengar, tujuan program, format program, dan bagaimana program akan dikemas nantinya dan (2) perencanaan rutin yang meliputi aktivitas diskusi untuk menentukan bintang tamu rutin, topik yang akan dibahas, hingga apakah pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara taping ataupun live. Pada tahap pengorganisasian, redaksi MLC Berjaringan diperkuat oleh distribusi pekerjaan dan tanggung jawab kepada anggota tim. MLC Berjaringan merupakan program siaran mingguan yang berisikan konten informasi dan hiburan dengan target segmentasi khalayak anak muda. Proses pengawasan program siaran MLC Berjaringan dilakukan pada pasca-produksi untuk mengidentifikasi kelemahan program, melakukan perbaikan strategi, dan perencanaan produksi selanjutnya. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas program siaran MLC Berjaringan. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan manajemen produksi program siaran di lembaga penyiaran publik di masa depan.
Perlindungan Hak Cipta Konten Media Sosial Dalam Konten Program Berita Televisi Sinta Dwi Utami; Cici Lestari
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2473

Abstract

Media sosial berkembang sangat pesat. Dalam kegiatan jurnalistik media sosial digunakan sebagai sumber berita media televisi, baik informasi maupun kontennya. Penelitian ini bertujuan mencari jawaban tentang bagaimana aturan dan tata cara menggunakan konten media sosial dalam program berita televisi. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana media televisi bisa mengimplementasikan perlindungan hak cipta terhadap konten media sosial yang digunakan dalam program beritanya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, peneliti mengamati konten media sosial yang digunakan dua televisi berita, CNN Indonesia dan Metro TV. Peneliti kemudian menggali informasi lebih dalam dengan mewawancarai penanggung jawab program di CNN Indonesia dan Metro TV. Temuan penelitian ini menyimpulkan ada peraturan yang harus diikuti sebelum memproduksi program berita dari media sosial. Verifikasi, perizinan pemilik konten, dan pencantuman atribusi wajib dipenuhi media televisi ketika menggunakan media sosial sebagai sumber berita. Prinsip fair use bisa digunakan dengan batasan tertentu. Aturan-aturan ini membawa implikasi dan menjadi tantangan bagi para pemangku program berita televisi. Namun dengan pemahaman dan implementasi yang tepat diharapkan perlindungan hak cipta selalu terjaga. Pencipta karya terpenuhi hak moral dan hak ekonominya serta berita televisi juga terjaga standar kelayakannya.
Feasting on Advertisements: Investigating the Influence of Different Food Advertisements on TikTok Thomas Floris Van Schaik
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2513

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi bagaimana jenis iklan yang berbeda di TikTok (konsumsi vs. berbasis produk) dan jenis makanan yang berbeda (makanan sehat vs. makanan tidak sehat) mempengaruhi norma sosial, sikap, dan niat berperilaku orang dewasa muda. Pemahaman yang lebih komprehensif tentang topik ini sangat penting karena kekhawatiran mengenai peningkatan konsumsi makanan tidak sehat oleh orang dewasa muda. Kekhawatiran ini dapat dikaitkan dengan paparan iklan makanan tidak sehat yang sering terjadi di platform media sosial seperti TikTok. Desain survei within-subject melalui Google Forms digunakan untuk menilai dampak variabel yang dimanipulasi (jenis makanan dan jenis iklan) terhadap variabel lainnya (norma sosial, sikap, dan niat berperilaku). Hasilnya menunjukkan bahwa jenis iklan memiliki dampak positif terhadap sikap. Sebaliknya, jenis iklan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel norma sosial dan niat berperilaku. Namun, efek gabungan dari jenis iklan dan jenis makanan memiliki efek positif pada niat berperilaku. Secara khusus, iklan konsumtif untuk makanan tidak sehat menunjukkan efek positif pada niat berperilaku. Selain itu, sikap positif terhadap iklan makanan juga sangat terkait dengan niat berperilaku yang lebih tinggi. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut karena hubungan yang kompleks antara jenis iklan, jenis makanan, sikap, norma sosial, dan niat berperilaku, serta pengaruh faktor-faktor berpengaruh lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7