Claim Missing Document
Check
Articles

FRAMING MEDIA TERKAIT POLEMIK PENGESAHAN QANUN BENDERA DAN LAMBANG ACEH Fahrimal, Yuhdi; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Framing is the way in which the reality constructed by media. This research aimed to investigative and analyze the framing and the siding of the polemic about the legalization of the Flag Qanun and Logogram of Aceh. The research used the qualitative method with the framing analysis approach the text of the online news website were analyzed using Gamson and Modigliani model, which refers to a frame consisting of two supporting elements, namely the framing devices and the reasoning devices. The research objects were two online news websites; Kompas.com and Antaranews.com. The total sample frames comprised 56 pieces of news from the two online news website in three mounthstime from March through May 2013. The research results revealed that the two websites considered the polemic about the Flag Qanun and Logogram of Aceh important because there was a news value in it. The framing substance used by two online news websites was the same, i.e. the Flag Qanun and Logogram of Aceh was inconstitutional and therefore had to be revised. Such a framing had an implication that the media took side with the groups who were against the Flag Qanun and Logogram of Aceh.Abstrak Framing merupakan strategi media mengonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing dan keberpihakan media dalam polemik pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Teks berita dari situs berita online dianalisis menggunakan model Gamson dan Modigliani. Penelitian ini dilakukan di dua situs berita online: Kompas.com dan Antaranews.com. Sampel frame berjumlah 56 berita dari dua situs berita online dalam waktu tiga bulan (bulan Maret, April, dan Mei 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua situs berita menganggap penting polemik Qanun Bendera dan Lambang Aceh karena nilai berita yang terkandung di dalamnya. Substansi framing yang dipakai yang dipakai dua situs berita online sama, yaitu, Qanun Bendera dan Lambang Aceh bertentangan dengan konstitusi dan harus direvisi. Framing ini mengarahkan keberpihakan media kepada kelompok kontra Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media mengonstruksi realitas kewenangan Aceh memiliki Bendera dan Lambang Daerah dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Konstruksi ini menjadikan media memainkan genre media kebangsaan yang memandang kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting daripada peraturan daerah yang melanggar peraturan perundang-undangan. Media mendorong agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh berunding guna menyelesaikan polemik secara hati-hati dan demi kepentingan bersama serta masa depan perdamaian di Aceh. 
PERANCANGAN KAMPANYE KOMUNIKASI KALENDER TANAM (KATAM) DALAM UPAYA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Azis, Abdul; Isnaini, Muhamad; Fahrimal, Yuhdi; Alhafidz, Mohammad Alhabieb
Avant Garde Vol 5, No 1 (2017): AVANT GARDE
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3158.332 KB) | DOI: 10.36080/avg.v5i1.614

Abstract

Background of this review is the fact that the campaign of InformationSystem of Integrated Planting Calendar/KATAM has been done on a massivescale. Notwithstanding, just many peasant know and use KATAM as aguideline.Purpose of this reviewis to determine the design of KATAMcommunication campaigns. Thisreview using secondary data,then analyzed withAISAS method. The results show, the communication through the campaign onKATAM basically already done by Balitbangtan. The campaign was carried outby using the internet and social media. KATAM campaign is quite effective.Further study need to be done to determine share of KATAM to others.
POLEMIK QANUN ACEH DALAM KONSTRUKSI MEDIA ONLINE ANTARANEWS.COM Fahrimal, Yuhdi
Communication Vol 8, No 1 (2017): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.935 KB) | DOI: 10.36080/comm.v8i1.649

Abstract

ABSTRACTPost-MoU, the conditions for peace in Aceh still remain in a dilemma. This happenedbecause the differentiation principle of self-governement between the central governmentand the Aceh government. One of the problems that unfinished is the Qanun Flag andCoat Aceh. This study aimed to analyze the media construction (antaranews.com) to thepolemic Qanun Aceh. The approach used in this study is a constructivist-critical analysismodel framing. The results showed that antaranews.com constructing the cause ofpolemic occurs because the Aceh Governmet endorsed the Aceh Qanun about flag andemblem Aceh that closely resembles the GAM flag. The Aceh Government placed as theguilty party. As a government-owned media, antaranews.com helped push for theGovernment to revise Aceh Qanun Number 3/2013.Keywords : media construction, polemic of local regulation, framingABSTRAKPasca-MoU Helsinki, kondisi perdamaian di Aceh masih tetap berada dalam posisidilematis. Hal ini terjadi karena masih adanya perbedaan prinsip self-governement antarapemerintah pusat dan Pemerintah Aceh. Salah satu yang masalah yang belum selesaiadalah pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis konstruksi media (antaranews.com) terhadap polemik pengesahan QanunAceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivis-kritis denganmodel analisis framing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antaranews.commengonstruksi penyebab polemik terjadi karena Pemerintah Aceh mengesahkan QanunBendera dan Lambang Aceh yang sangat menyerupai bendera GAM. Pemerintah Acehditempatkan sebagai pihak yang bersalah. Sebagai media yang dimiliki oleh pemerintah,antaranews.com ikut mendorong agar Pemerintah Aceh melakukan revisi terhadap QanunAceh Nomor 3 tahun 2013.Kata Kunci : konstruksi media, polemik peraturan daerah, framing
KOMUNIKASI STRATEGIK DALAM PENYELESAIAN KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA Yuhdi Fahrimal; Safpuriyadi Safpuriyadi
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 1 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/jurkom.v1i1.18

Abstract

Agrarian conflict between indigenous communities and oil palm plantation companies in Indonesia continues to occur. The expansion of oil palm plantations, claims to land claims, and the overlapping of palm oil plantation permit policy are the cause of the increasing number of agrarian conflicts. This study aims to analyze the communication strategy in the settlement of agrarian conflict in Cot Mee Village, Nagan Raya District. Agrarian conflict between the people of Cot Mee Village and PT. Fajar Baizury & Brothers has been going on for a long time. This conflict is based on land use actions by palm oil plantation corporation claimed by the community as customary land. The settlement efforts are still partial and have not found a common ground. The failure of local government as a mediator is caused by the dilemma position of local government because it is related to local tax revenue from palm oli plantation corporation. In the effort to solve agrarian conflict in Cot Mee Village, Communication Strategic perspective (Silvio Wasibord, 2014) can be used through five stages of strategy formulation; (1) problem definition; (2) goal selection; (3) strategy junctures; (4) tactics; and (5) people's motivations for change.
FRAMING MEDIA TERKAIT POLEMIK PENGESAHAN QANUN BENDERA DAN LAMBANG ACEH Yuhdi Fahrimal; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i4.601

Abstract

Abstract Framing is the way in which the reality constructed by media. This research aimed to investigative and analyze the framing and the siding of the polemic about the legalization of the Flag Qanun and Logogram of Aceh. The research used the qualitative method with the framing analysis approach the text of the online news website were analyzed using Gamson and Modigliani model, which refers to a frame consisting of two supporting elements, namely the framing devices and the reasoning devices. The research objects were two online news websites; Kompas.com and Antaranews.com. The total sample frames comprised 56 pieces of news from the two online news website in three mounthstime from March through May 2013. The research results revealed that the two websites considered the polemic about the Flag Qanun and Logogram of Aceh important because there was a news value in it. The framing substance used by two online news websites was the same, i.e. the Flag Qanun and Logogram of Aceh was inconstitutional and therefore had to be revised. Such a framing had an implication that the media took side with the groups who were against the Flag Qanun and Logogram of Aceh.Abstrak Framing merupakan strategi media mengonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing dan keberpihakan media dalam polemik pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Teks berita dari situs berita online dianalisis menggunakan model Gamson dan Modigliani. Penelitian ini dilakukan di dua situs berita online: Kompas.com dan Antaranews.com. Sampel frame berjumlah 56 berita dari dua situs berita online dalam waktu tiga bulan (bulan Maret, April, dan Mei 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua situs berita menganggap penting polemik Qanun Bendera dan Lambang Aceh karena nilai berita yang terkandung di dalamnya. Substansi framing yang dipakai yang dipakai dua situs berita online sama, yaitu, Qanun Bendera dan Lambang Aceh bertentangan dengan konstitusi dan harus direvisi. Framing ini mengarahkan keberpihakan media kepada kelompok kontra Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media mengonstruksi realitas kewenangan Aceh memiliki Bendera dan Lambang Daerah dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Konstruksi ini menjadikan media memainkan genre media kebangsaan yang memandang kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting daripada peraturan daerah yang melanggar peraturan perundang-undangan. Media mendorong agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh berunding guna menyelesaikan polemik secara hati-hati dan demi kepentingan bersama serta masa depan perdamaian di Aceh. 
Media dan Pandemi: Frame tentang Pandemi COVID-19 dalam Media Online di Indonesia (Studi pada Portal Berita Kompas.com dan Detik.com) Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Farina Islami; Johan Johan
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 2 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.3100

Abstract

This study aims to analyze the frame used by the media in the Covid-19 coverage in Indonesia on the Kompas.com and detik.com news portals during March 2020. The method used is framing analysis with three indicators, namely, frame type, news source, and news tone. The results showed that in the Covid-19 coverage in Indonesia the media used two dominant frames, namely, (1) the public health frame to show the aspects of victims, risks, and threats of Covid-19 and (2) the policy frame to frame the government's strategy in handling Covid-19. In the reporting of Covid-19, the Central Government such as the Ministry of Health, the Government Spokesperson on the Task Force for the Acceleration of Handling Covid-19, and the President of the Republic of Indonesia. As for the news tone, the two media studied showed that the narrative of fear and worry is the dominant tone. While the recommended tone and instructions as well as the tone of hope and solution are not displayed by too much media. This research recommends that the media and journalists use narratives that build expectations and provide solutions for the public because the Covid-19 disaster increased public uncertainty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frame yang digunakan media dalam pemberitaan Covid-19 di Indonesia pada portal berita kompas.com dan detik.com selama bulan Maret 2020. Metode yang digunakan adalah analisis framing dengan tiga indikator, yaitu, jenis frame, narasumber berita, dan tone berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberitaan Covid-19 di Indonesia media menggunakan dua bingkai dominan, yaitu, (1) frame kesehatan publik untuk menunjukkan aspek korban, risiko, dan ancaman Covid-19 dan (2) frame kebijakan untuk membingkai strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19. Narasumber pemberitaan Covid-19 adalah Pemerintah Pusat seperti Kementerian Kesehatan, Juru Bicara Pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Presiden. Untuk tone berita, dua media yang diteliti menunjukkan narasi ketakutan dan kekhawatiran merupakan tone dominan, sedangkan tone anjuran dan instruksi serta tone harapan dan solusi tidak terlalu banyak ditampilkan media. Riset ini merekomendasikan agar media dan jurnalis menggunakan narasi yang membangun harapan dan memberikan solusi bagi publik karena bencana Covid-19 meningkatkan ketidakpastian khalayak.
Representasi Perempuan Berdaya pada Akun Instagram @rachelvennya Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 25, No 2 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2021.3801

Abstract

Era digital membuka peluang bagi perempuan bukan hanya untuk merepresentasikan eksistensi diri, tetapi dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kapasitas diri untuk lebih berdaya secara pendidikan dan ekonomi tanpa harus meninggalkan peran mereka dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan representasi diri perempuan berdaya di era digital khususnya di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten kualitatif dengan objek kajian akun Instagram @RachelVennya. Berdasarkan hasil penelurusan, koding, dan analisis data ditemukan bahwa Rachel Vennya merepresentasikan diri sebagai pesohor Instagram dan pengusaha perempuan yang tetap memprioritaskan kehidupan domestiknya di keluarga. Bentuk-bentuk representasi dirinya adalah berdikari secara ekonomi, pentingnya pendidikan bagi perempuan, mengutamakan keluarga, perempuan harus mampu memimpin, dan perempuan dapat berekspresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rachel Vennya adalah sebuah bukti bahwa perempuan mampu merepresentasikan diri mereka sebagai sosok yang tidak hanya terampil di area domestik, tetapi juga berpeluang menjadi inspirator dan pemimpin di era digital.
MEDIA DAN TAFSIR MASKULINITAS: SUATU TINJAUAN ATAS CULTURAL IMPERIALISM yuhdi fahrimal; asmaul husna
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v7i2.4116

Abstract

Masculinity is a topic that has attracted the attention of many researchers. They examine causes, patterns of change, and impacts. This article attempts to understand masculinity in the perspective of cultural imperialism. Through the perspective of cultural imperialism, we find evidence that masculinity is not born from the womb of the local community's culture, but rather as a result of the practice of colonialism and imperialism. In the era of media globalization, cultural imperialism places more emphasis on the psychological aspect where advertisements and television shows set a new standard of masculinity for men. This paper will discuss the influence of cultural imperialism and media hegemony on the construction of masculinity in society.
Netiquette: Etika Jejaring Sosial Generasi Milenial Dalam Media Sosial Yuhdi Fahrimal
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 22 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangungan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.538 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v22i1.82

Abstract

High growth internet and Social media users has led to resistance to social values preveling in society, that is, ethics and morals. The main goals of this research is a to analysis dan descriptived ethical violation in social media, especially from the millenials. This research uses qualitative method with literature review approach. This approach aims to identify netiquette theories and concepts that will be comparable to the various phenomena of ethical violations in social media. Ethics in the netiquette are different from other forms of ethics, just like the rules of ethics in the real world, netiquette also encourages users to obey the ethical and moral rules to create a comfortable, peaceful and peaceful common space. Millennial generations are expected to remain confined to the barrier of values, norms and rules of humanity as they interact in the real world.Keywords: Netiquette, social media, millennial-generation. ABSTRAKLompatan tinggi pengguna internet dan media sosial telah menyebabkan resistensi terhadap nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat, yaitu, etika dan moral. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan pelanggaran etika dalam media sosial khususnya yang dilakukan oleh generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur review. Pendekatan ini bertujuan untuk menemukenali teori dan konsep netiquette yang akan dikomparasikan dengan beragam fenomena pelanggaran etika di media sosial. Etika di ruang siber (netiquette) berbeda dari bentuk etika lainnya, sama seperti aturan etika di dunia nyata, netiquette juga mendorong para pengguna untuk taat pada aturan etis dan moral untuk menciptakan ruang bersama yang nyaman, tentram, dan damai. Generasi milenial diharapkan tetap harus membatasi diri dengan sekat nilai, norma dan aturan kemanusiaan layaknya berinteraksi di dunia nyata.Kata kunci: Netiquette, media sosial, generasi milenial
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUHAN DINAS PERTANIAN DALAM PENGGUNAAN BIBIT UNGGUL BARU TANAMAN PANGAN PADI KEPADA KELOMPOK TANI DI KABUPATEN NAGAN RAYA Sarah Ridwan; Putri Maulina; Yuhdi Fahrima
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengatasi masalah ketahanan pangan dan pertanian yang terjadi, perlu perhatian khusus pada sector pertanian, produksi tanaman pangan padi menjadi faktor utama dalam meningkatkan swasebada pangan yang digalakkan oleh pemerintah dalam ketahanan pangan. Kabupaten Nagan Raya termasuk kedalam kabupaten penghasil tanaman pangan (padi) dalam kegiatan pertanian, pemberdayaan inovasi baru meliputi benih unggul baru dan kelompok tani masih pada tahap pemula. Dalam mencapai visi misi Kabupaten Nagan Raya menjadikan pertanian yang mandiri dengan memperoleh varietas bibit unggul tanaman pangan perlu adanya strategi komunikasi Penggunaan inovasi varietas unggul atau bermutu bisa mengurangi risiko kegagalan budidaya padi serta meningkatkan produksi padi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Penyuluhan Dinas Pertanian Inovasi Bibit Unggul Baru Tanaman Pangan padi Kepada Kelompok Tani Kabupaten Nagan Raya, dengan menekankan unsur strategi komunikasi mengenal khalayak, menyusun pesan, memilih metode dan penggunaan media komunikasi dalam penyuluhan. Melalui  pendekatan  Kualitatif  dengan  penyajian  data  secara Deskriptif, pengumpulan sumber data  dilakukan  secara  Field  Work  Reasearch, dengan observasi,  wawancara secara mendalam serta dokumentasi. strategi komunikasi yang pada hakekatnya merupakan sebuah manajemen atau perencanaan  untuk  mencapai  suatu tujuan dalam merubah perilaku sasaran penyuluhan/komunikasi dalam mengadopsi   inovasi baru secara berkelanjutan.