cover
Contact Name
irland fardani
Contact Email
irland.fardani@unisba.ac.id
Phone
+628562257785
Journal Mail Official
planologi@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari no 1 Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 14120690     EISSN : 28088123     DOI : https://doi.org/10.29313
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2013)" : 10 Documents clear
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI SEBANJAR KABUPATEN ALOR DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN AKLIYAH, LELY; UMAR, MUHAMMAD ZULKARNAIN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.972 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang pengembangan suatu wilayah. Indonesia memilki potensi dan daya tarik wisata alam keanekaragaman hayati yang secara optimal perlu dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pantai Sebanjar merupakan salah satu potensi wisata yang dimilki oleh Kabupaten Alor dan khususnya Desa Alor Besar. Walaupun objek wisata ini menjadi favorit wisatawan lokal, pengembangan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata masih belum optimal. Untuk dapat mengoptimalkan kawasan wisata tersebut, salahsatu aspek yang harus dilihat adalah daya dukung yang tersedia di kawasan tersebut sehingga di masa yang akan datang perkembangan pariwisatanya dapat berkelanjutan. Untuk menunjang tujuan itu, maka dalam studi ini dilakukan analisis daya dukung kawasan wisata Pantai Sebanjar. Berdasarkan hasil analisis, dihasilkan bahwa kondisi Kawasan Wisata Pantai Sebanjar belum melebihi kapasitas daya dukung, dimana daya dukung Kawasan Wisata Pantai Sebanjar yaitu sebesar 28.931 orang pengunjung dengan luas kawasan wilayah baik zona darat maupun perairan adalah 492.484 m2.
PENGELOLAAN HUTAN DALAM MENGATASI ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN DI WILAYAH KABUPATEN SUBANG KUSUMANINGTYAS, RAHAJENG; CHOFYAN, IVAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.659 KB)

Abstract

Arahan pembinaan hutan dan arahan pengawasan hutan disusun berdasarkan konsep partisipatif. Arahan pembinaan hutan secara umum meliputi program rehabilitasi hutan, sosialisasi pembinaan dan penghijauan kepada masyarakat, penegasan sanksi bagi perambah hutan, membentuk pola enclave pada permukiman dalam kawasan hutan (khususnya hutan lindung), pemberdayaan masyarakat Kabupaten Subang dalam kegiatan pengelolaan hutan. Sedangkan, pada arahan pengawasan hutan dilakukan peningkatan alat dan sarana pengamanan hutan meliputi senjata api, alat komunikasi, alat navigasi, alat pemadam kebakaran, alat penyelamatan, kendaraan operasional, pos jaga dan pondok kerja. Penambahan alat dan sarana pengamanan hutan ini dilakukan pada dua Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yaitu KPH Purwakarta dan KPH Bandung Utara, dimana kawasan hutan di Kabupaten Subang termasuk kedalamnya
ARAHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN DUSUN SELATAN, KABUPATEN BARITO SELATAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH BASTIYANI, AZARINE HANA; SAFITRI, IRA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.05 KB)

Abstract

SWP Dusun Selatan merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) 1 yang ada di Kabupaten Barito Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. SWP Dusun Selatan memiliki objek wisata yang terdiri dari objek wisata alam, objek wisata buatan, objek wisata olahraga dan objek wisata minat khusus dengan total keseluruhan adalah dua puluh satu (21) objek wisata. Keseluruhan objek tersebut belum sepenuhnya berkembang, hanya ada beberapa kawasan yang sudah berkembang dan selebihnya masih berupa potensi wisata dengan kondisi alam yang masih asli karena belum tersentuh oleh pembangunan. Pemecahan masalah pengembangan objek wisata di SWP Dusun Selatan dilakukan dalam dua metode pengumpulan data yaitu survey primer dan sekunder. Survey primer berupa observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada responden dan wawancara tidak terstruktur kepada pihak yang terlibat dan survey sekunder yaitu memperoleh data dari instansional terkait, dalam hal ini adalah Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan dan studi kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1.analisis proyeksi pengunjung hingga tahun 2033, 2.analisis karakteristik dan minat wisatawan, 3.kualitas sumberdaya manusia menggunakan software SPSS untuk mengetahui korelasi antara variabel satu dengan lainnya, 4.analisis BCG untuk melihat keseimbangan antara penawaran dan permintaan pariwisata, dan diperoleh hasil analisis bahwa SWP Dusun Selatan berada pada posisi STARS yang berarti kondisi penawaran dan permintaan sudah seimbang dan potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Setelah dianalisis menggunakan metode di atas, kemudian dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui strategi yang nantinya akan menjadi arahan pengembangan yang ada di setiap SKP yang ada di SWP Dusun Selatan. Hasil akhir yang diharapkan dari studi ini yaitu sebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, serta meningkatkan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan suatu kawasan wisata di dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam bidang ekonomi. Di samping itu, arahan yang telah tersusun pada studi ini diharapkan mampu menjadi suatu acuan bagi pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan dengan mengutamakan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, sehingga di dalam pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan ini dapat sepenuhnya didukung oleh masyarakat.
PEREMPUAN DAN RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN Agustin, Ina; DJUNAEDI, ACHMAD; SUDARYONO; SURYO, DJOKO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.884 KB)

Abstract

Pada saat ini ada suatu perkembangan pemikiran yang mendikotomikan antara peran laki-laki dan perempuan. Ini dipicu oleh gerakan kaum feminis yang berkembang sejak abad Ke 18. Gerakan feminis menurut Toynbee akan mengakibatkan transformasi kebudayaan. Akan tetapi gerakan feminis ini tidak terjadi di Kawasan Keraton Kasepuhan yang masih memegang teguh adanya suatu ruang sakral yang terlarang bagi kaum perempuan. Ruang ini hingga saat ini masih terlarang untuk kaum perempuan dan belum pernah dilanggar hingga saat ini. Sakralitas ruang di kawasan keraton kasepuhan masih betahan bukan karena adanya androsentrisme melainkan karena adanya “keyakinan” terhadap nilai sakral tersebut. Keyakinan terhadap nilai sakral ini muncul karena Islam yang berkembang adalah Islam tradisional dengan membawa ajaran yang bersifat primordial. Ajaran yang menyatu dengan alam semesta.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS EMPAT ATRIBUT GREEN CITY DI KECAMATAN BANDUNG WETAN KOTA BANDUNG NUGROHO, DWI SURYADI; SYAODIH, ERNADY
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.089 KB)

Abstract

Di seluruh dunia, kota hijau atau green cities telah menjadi model pengembangan perkotaan yang baru, baik di benua Amerika, Asia, Eropa, Australia, maupun Afrika. Fenomena yang sama juga dialami oleh Indonesia. Maka perlu diperhatikan bahwa dampak perubahan iklim di Indonesia bukan hanya dihadapi melalui bidang kehutanan atau pengembangan lahan gambut, tetapi sekarang juga melalui pengembangan kawasan seperti identitas perkotaan, dengan konsep Kota Hijau (Green City). Ini merupakan tantangan baru dan terbesar yang sedang dihadapi Indonesia, terlebih karena lebih dari 52% penduduk nasional mendiami kawasan perkotaan. Indonesia saat ini fokus pada penanganan daerah perkotaan yang sangat rentan mengalami dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, penyelenggaraan penataan ruang yang terintegrasi menjadi unsur penting didalam mewujudkan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Kota Bandung telah berkembang menjadi Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,4 Juta Jiwa. Permasalahan perkotaan yang dihadapi Kota Bandung saat ini adalah sebagai berikut : sampah, kemacetan, banjir, penataan mall, pedagang kaki lima dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dipilihnya Kecamatan Bandung Wetan didasarkan pada karena kecamatan ini mempunyai nilai yang strategis di Kota Bandung, dan memiliki beberapa fungsi diantaranya pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, pusat Metode pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji sebaran atribut kota hijau seperti green open space, green transportation, green community, green waste dan seberapa penting kebutuhan atribut tersebut dengan hasil akhir prinsip-prinsip penataan kota hijau. Output dari studi ini adalah berupa Prinsip - Prinsip Peningkatan Atribut Green City dari setiap elemen atribut kota hijau (green open space, green transportation, green community, dan green waste) dengan menggabungkanpendapat masyarakat sebagai pendukung terciptanya kota hijau.
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI SEBANJAR KABUPATEN ALOR DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN LELY AKLIYAH; MUHAMMAD ZULKARNAIN UMAR
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.266

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang pengembangan suatu wilayah. Indonesia memilki potensi dan daya tarik wisata alam keanekaragaman hayati yang secara optimal perlu dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pantai Sebanjar merupakan salah satu potensi wisata yang dimilki oleh Kabupaten Alor dan khususnya Desa Alor Besar. Walaupun objek wisata ini menjadi favorit wisatawan lokal, pengembangan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata masih belum optimal. Untuk dapat mengoptimalkan kawasan wisata tersebut, salahsatu aspek yang harus dilihat adalah daya dukung yang tersedia di kawasan tersebut sehingga di masa yang akan datang perkembangan pariwisatanya dapat berkelanjutan. Untuk menunjang tujuan itu, maka dalam studi ini dilakukan analisis daya dukung kawasan wisata Pantai Sebanjar. Berdasarkan hasil analisis, dihasilkan bahwa kondisi Kawasan Wisata Pantai Sebanjar belum melebihi kapasitas daya dukung, dimana daya dukung Kawasan Wisata Pantai Sebanjar yaitu sebesar 28.931 orang pengunjung dengan luas kawasan wilayah baik zona darat maupun perairan adalah 492.484 m2.
PENGELOLAAN HUTAN DALAM MENGATASI ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN DI WILAYAH KABUPATEN SUBANG RAHAJENG KUSUMANINGTYAS; IVAN CHOFYAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.267

Abstract

Arahan pembinaan hutan dan arahan pengawasan hutan disusun berdasarkan konsep partisipatif. Arahan pembinaan hutan secara umum meliputi program rehabilitasi hutan, sosialisasi pembinaan dan penghijauan kepada masyarakat, penegasan sanksi bagi perambah hutan, membentuk pola enclave pada permukiman dalam kawasan hutan (khususnya hutan lindung), pemberdayaan masyarakat Kabupaten Subang dalam kegiatan pengelolaan hutan. Sedangkan, pada arahan pengawasan hutan dilakukan peningkatan alat dan sarana pengamanan hutan meliputi senjata api, alat komunikasi, alat navigasi, alat pemadam kebakaran, alat penyelamatan, kendaraan operasional, pos jaga dan pondok kerja. Penambahan alat dan sarana pengamanan hutan ini dilakukan pada dua Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yaitu KPH Purwakarta dan KPH Bandung Utara, dimana kawasan hutan di Kabupaten Subang termasuk kedalamnya
ARAHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN DUSUN SELATAN, KABUPATEN BARITO SELATAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH AZARINE HANA BASTIYANI; IRA SAFITRI
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.268

Abstract

SWP Dusun Selatan merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) 1 yang ada di Kabupaten Barito Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. SWP Dusun Selatan memiliki objek wisata yang terdiri dari objek wisata alam, objek wisata buatan, objek wisata olahraga dan objek wisata minat khusus dengan total keseluruhan adalah dua puluh satu (21) objek wisata. Keseluruhan objek tersebut belum sepenuhnya berkembang, hanya ada beberapa kawasan yang sudah berkembang dan selebihnya masih berupa potensi wisata dengan kondisi alam yang masih asli karena belum tersentuh oleh pembangunan. Pemecahan masalah pengembangan objek wisata di SWP Dusun Selatan dilakukan dalam dua metode pengumpulan data yaitu survey primer dan sekunder. Survey primer berupa observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada responden dan wawancara tidak terstruktur kepada pihak yang terlibat dan survey sekunder yaitu memperoleh data dari instansional terkait, dalam hal ini adalah Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan dan studi kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1.analisis proyeksi pengunjung hingga tahun 2033, 2.analisis karakteristik dan minat wisatawan, 3.kualitas sumberdaya manusia menggunakan software SPSS untuk mengetahui korelasi antara variabel satu dengan lainnya, 4.analisis BCG untuk melihat keseimbangan antara penawaran dan permintaan pariwisata, dan diperoleh hasil analisis bahwa SWP Dusun Selatan berada pada posisi STARS yang berarti kondisi penawaran dan permintaan sudah seimbang dan potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Setelah dianalisis menggunakan metode di atas, kemudian dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui strategi yang nantinya akan menjadi arahan pengembangan yang ada di setiap SKP yang ada di SWP Dusun Selatan. Hasil akhir yang diharapkan dari studi ini yaitu sebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, serta meningkatkan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan suatu kawasan wisata di dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam bidang ekonomi. Di samping itu, arahan yang telah tersusun pada studi ini diharapkan mampu menjadi suatu acuan bagi pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan dengan mengutamakan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, sehingga di dalam pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan ini dapat sepenuhnya didukung oleh masyarakat.
PEREMPUAN DAN RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN Ina Agustin; ACHMAD DJUNAEDI; SUDARYONO; DJOKO SURYO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.270

Abstract

Pada saat ini ada suatu perkembangan pemikiran yang mendikotomikan antara peran laki-laki dan perempuan. Ini dipicu oleh gerakan kaum feminis yang berkembang sejak abad Ke 18. Gerakan feminis menurut Toynbee akan mengakibatkan transformasi kebudayaan. Akan tetapi gerakan feminis ini tidak terjadi di Kawasan Keraton Kasepuhan yang masih memegang teguh adanya suatu ruang sakral yang terlarang bagi kaum perempuan. Ruang ini hingga saat ini masih terlarang untuk kaum perempuan dan belum pernah dilanggar hingga saat ini. Sakralitas ruang di kawasan keraton kasepuhan masih betahan bukan karena adanya androsentrisme melainkan karena adanya “keyakinan” terhadap nilai sakral tersebut. Keyakinan terhadap nilai sakral ini muncul karena Islam yang berkembang adalah Islam tradisional dengan membawa ajaran yang bersifat primordial. Ajaran yang menyatu dengan alam semesta.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS EMPAT ATRIBUT GREEN CITY DI KECAMATAN BANDUNG WETAN KOTA BANDUNG DWI SURYADI NUGROHO; ERNADY SYAODIH
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.271

Abstract

Di seluruh dunia, kota hijau atau green cities telah menjadi model pengembangan perkotaan yang baru, baik di benua Amerika, Asia, Eropa, Australia, maupun Afrika. Fenomena yang sama juga dialami oleh Indonesia. Maka perlu diperhatikan bahwa dampak perubahan iklim di Indonesia bukan hanya dihadapi melalui bidang kehutanan atau pengembangan lahan gambut, tetapi sekarang juga melalui pengembangan kawasan seperti identitas perkotaan, dengan konsep Kota Hijau (Green City). Ini merupakan tantangan baru dan terbesar yang sedang dihadapi Indonesia, terlebih karena lebih dari 52% penduduk nasional mendiami kawasan perkotaan. Indonesia saat ini fokus pada penanganan daerah perkotaan yang sangat rentan mengalami dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, penyelenggaraan penataan ruang yang terintegrasi menjadi unsur penting didalam mewujudkan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Kota Bandung telah berkembang menjadi Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,4 Juta Jiwa. Permasalahan perkotaan yang dihadapi Kota Bandung saat ini adalah sebagai berikut : sampah, kemacetan, banjir, penataan mall, pedagang kaki lima dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dipilihnya Kecamatan Bandung Wetan didasarkan pada karena kecamatan ini mempunyai nilai yang strategis di Kota Bandung, dan memiliki beberapa fungsi diantaranya pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, pusat Metode pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji sebaran atribut kota hijau seperti green open space, green transportation, green community, green waste dan seberapa penting kebutuhan atribut tersebut dengan hasil akhir prinsip-prinsip penataan kota hijau. Output dari studi ini adalah berupa Prinsip - Prinsip Peningkatan Atribut Green City dari setiap elemen atribut kota hijau (green open space, green transportation, green community, dan green waste) dengan menggabungkanpendapat masyarakat sebagai pendukung terciptanya kota hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 10