Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles
214 Documents
PENGUJIAN KRITERIA KAWASAN TERTENTU TERHADAP KOMPLEKS OBSERVATORIUM BOSSCHA SEBAGAI DASAR PENENTUAN BENTUK PENGELOLAAN KAWASAN
Katrini, Niken;
Burhanudin, Hani
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (584.076 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v10i1.1364
Bosscha Observatory is one of a national asset and capital base astronomy research and education development in Indonesia and international cooperation in the field of astronomy. The existence of building construction within a radius of 2.5 km from Bosscha will heighten the intensity of the light that would reduce the quality of the astronomical telescope observations at Bosscha. Besides the threat of dust mixed roar of visitor activity and fine dust particles flying into space by the height of the recreational activity or while driving a car, it will also affect and degrade the quality of the observation telescope Bosscha. As one of the efforts to preserve, protect, and preserve the existence Bosscha, it should serve as Bosscha particular region. It is important to know beforehand whether Bosscha and the surrounding region is included in a particular region or not. Then the determination of certain types of areas are most appropriate for Bosscha, and how proper management efforts to Bosscha and the surrounding area. To determine whether Bosscha included in a particular region, then the testing criteria a particular region of the Bosscha Observatory Complex and the surrounding region with the assessment by experts, the weighting of each criterion and the classification of certain classes using classification Sturgest. In this study, the desired class is divided into two classes: suitable and unsuitable. Having obtained the results, we then re-tested every type of criteria specified by the same method to determine the type of a particular region is the most appropriate for Bosscha. Based on the analysis, it could be concluded that the Bosscha Observatory Complex and the surrounding region is included in a particular region and a particular type of area most appropriate for a specific region critical Bosscha is the result of the impact of human activity.
STUDI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL TERKAIT INTERAKSI DESA-KOTA
HARIAYANTO, ASEP
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 1 (2014): Lingkungan dan Pembangunan 1
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.086 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v14i1.2552
Study of Local Economic Development (LED) in Banjar district is determined from the determination Spatial Plans (RTRW) Banjar district regarding domestic Airguci handicraft industry which is in East Martapura Sub-district, precisely in the Mekar Village and the Melayu Ulu Village. This study starts from the initial assumption that there is no balance in the construction planning for urban and rural areas. The purpose of this study are: first, to develop the local economy Airguci craft based on the potential problems, opportunities and threats in order to improve the economy of rural communities, both improving the relationship of mutual support (interaction) between villages and cities in an effort to reduce the inequality between regions. The research method uses a combination of approaches, methods of qualitative and quantitative methods. Source of data derived from primary and secondary survey. Data collection techniques performed through questionnaires, interviews, observation and documentation. Data were analyzed using analysis of Diamond Porter, SWOT analysis, and analysis of the gravity of the rural-urban interactions. The results showed that the implementation of LED in the Airguci centers undeveloped and still is as a sideline activity. People especially women are actively involved in this business activity. But unfortunately, see the existing condition in the Airguci centers are not supported by good infrastructure such as roads and institutions that have not been running for the establishment of a business group that Airguci craft business activities can continue to survive. So many women who have been married, moved to the outside of the village. There are still many who choose to work in the city. Factors to be driving at the same obstacle in the implementation of the LED Airguci centers include: human resources, capital, marketing and institutional. The economic impact of the implementation of the LED in the Airguci centers, namely the local communities to help increase revenue and reduction in unemployment has not yet arrived when the harvest season.
ARAHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN DUSUN SELATAN, KABUPATEN BARITO SELATAN PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
Bastiyani, Azarine Hana;
Safitri, Ira
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 2 (2013): Pariwisata dan Fenomena Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.05 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.1390
SWP Dusun Selatan merupakan Daerah Tujuan Wisata (DTW) 1 yang ada di Kabupaten Barito Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. SWP Dusun Selatan memiliki objek wisata yang terdiri dari objek wisata alam, objek wisata buatan, objek wisata olahraga dan objek wisata minat khusus dengan total keseluruhan adalah dua puluh satu (21) objek wisata. Keseluruhan objek tersebut belum sepenuhnya berkembang, hanya ada beberapa kawasan yang sudah berkembang dan selebihnya masih berupa potensi wisata dengan kondisi alam yang masih asli karena belum tersentuh oleh pembangunan. Pemecahan masalah pengembangan objek wisata di SWP Dusun Selatan dilakukan dalam dua metode pengumpulan data yaitu survey primer dan sekunder. Survey primer berupa observasi lapangan, penyebaran kuesioner kepada responden dan wawancara tidak terstruktur kepada pihak yang terlibat dan survey sekunder yaitu memperoleh data dari instansional terkait, dalam hal ini adalah Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan dan studi kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1.analisis proyeksi pengunjung hingga tahun 2033, 2.analisis karakteristik dan minat wisatawan, 3.kualitas sumberdaya manusia menggunakan software SPSS untuk mengetahui korelasi antara variabel satu dengan lainnya, 4.analisis BCG untuk melihat keseimbangan antara penawaran dan permintaan pariwisata, dan diperoleh hasil analisis bahwa SWP Dusun Selatan berada pada posisi STARS yang berarti kondisi penawaran dan permintaan sudah seimbang dan potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Setelah dianalisis menggunakan metode di atas, kemudian dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui strategi yang nantinya akan menjadi arahan pengembangan yang ada di setiap SKP yang ada di SWP Dusun Selatan. Hasil akhir yang diharapkan dari studi ini yaitu sebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, serta meningkatkan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengembangan suatu kawasan wisata di dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam bidang ekonomi. Di samping itu, arahan yang telah tersusun pada studi ini diharapkan mampu menjadi suatu acuan bagi pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan dengan mengutamakan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, sehingga di dalam pengembangan Kawasan Wisata di SWP Dusun Selatan ini dapat sepenuhnya didukung oleh masyarakat. Kata Kunci : Arahan, Pengembangan, Kecamatan
KRITIK TEORI LOKASI UNTUK ANALISIS KERUANGAN
Harun, Uton Rustan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 2 (2011): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.369 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.1378
teori dapat dikafakan cacat jika teori tersebut gagal diterapkan dalam kenyataan sehari-hari. Dalam dua dekade terakhir terjadi sanggahan terus menerus terhadap teori klasik lokasi industry. Penyelidikan secara empiris terhadap lokasi perindustrian dengan menggunakan kuisioner atau wawancara menunjukkan kecenderungan adanya faktor personal untuk beberapa lama sebelum munculnya perilaku pandangan terhadap geografi. Lokasi industri tidak dapat dikaitkan dengan perilaku spasial atau perubahan-perubahan historis perilaku spasial, karena adanya berbagai sebab yang dapat mengelabui analisis. Hal ini lebih terkait dengan proses putaran produksi dan akumulasi modal yang memerlukan keputusan-keputusan tentang diferensiasi lokasi. Kondisi ini lebih ditentukan oleh adanya hubungan sebab-akibat antara lingkungan perekonomian dengan perusahaan individual. Keywords: Teori, Lokasi Industri
PENATAAN TAMAN KARTINI SEBAGAI HUTAN KOTA DI KOTA CIMAHI
Kusmawati, Ika;
Hindersah, Hilwati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.805 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v10i2.1371
Cimahi has been known since the Dutch colonial period, in 1811, when the Governor-General Willem Daendeles made road from Anyer to Panarukan and right in Cimahi square now was made Loji (Pos Penjagaan). The analysis process which is conducted in this research include population analiysis, analysis of green open space and urban forest structure. Population is used to determine the amount of population and its density distribution in the coming years.The need for green open space is used to determine the ideal area of urban forest and the amount of oxygen requirements for residents.While the structure of the urban forest is used in managing the urban forest vegetation. The final results achieved in this research is an arrangement concept of the urban forest in the Kartini Park. The concept is supported by the fact of: (1) the exterior arrangement which closely related to the maintenance of park and activities of visitors to the park, (2) Taman Kartini is surrounded by functional buildings, (3) Taman Kartini is located on three roads, namely Jalan Baros, Jalan Dustira/ Hospitaalweg, and Jalan Taman Kartini), and (4) planting vegetation criteria in accordance withTaman Kartini neighborhood. Kata Kunci : Taman Kartini, arrangement, green open space
EVALUASI PELAYANAN ANGKUTAN PEDESAAN (STUDI KASUS : TRAKYEK PASAR SIMPANG – TERMINAL WANAYASA KABUPATEN PURWAKARTA)
Judiantono, Toni
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15, No 1 (2015): Transportasi dan Infrastruktur
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.059 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v15i1.2620
Transportasi merupakan kegiatan yang berperan sebagai urat nadi pembangunan dan perekonomian suatu daerah. Penataan sistem transportasi harus dilakukan secara terpadu sebagai satu kesatuan sistem transportasi nasional agar mampu mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang seimbang dengan tingkat kebutuhan/permintaan, yang layak dengan biaya murah sehingga dapat terjangkau oleh seluruh rakyat. Untuk itu perlu adanya suatu sistem transportasi yang dapat menciptakan kenyamanan bagi penumpang yang aman dan lancerEvaluasi Pelayanan Angkutan Pedesaan Trayek Terminal Pasar Simpang - Terminal Wanayasa Kabupaten Purwakarta merupakan bertolak dari isu permasalahan yang ada. Analisis yang digunakan dalam menilai atau mengevaluasi trayek angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa ini dilakukan dengan penilaian terhadap Load Factor, Kecepatan Perjalanan, Headway, Waktu Perjalanan, Waktu Pelayanan, Frekuensi/jam, Jumlah Kendaraan Beroperasi dan Waktu Tunggu. Kemudian dari indikator tersebut disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik pula.Berdasarkan hasil analisis kualitas angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa penumpang umum dengan nilai 21. Penilaian disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik. Yang artinya evaluasi ini tidak perlu dilanjutkan kembali karena pelayanan yang ada dilapangan sudah baik.
PEREMPUAN DAN RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN
Agustina, Ina Helena;
Djunaedi, Achmad;
Sudaryono, Sudaryono;
Suryo, Djoko
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 2 (2013): Pariwisata dan Fenomena Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.884 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.1391
Pada saat ini ada suatu perkembangan pemikiran yang mendikotomikan antara peran laki-laki dan perempuan. Ini dipicu oleh gerakan kaum feminis yang berkembang sejak abad Ke 18. Gerakan feminis menurut Toynbee akan mengakibatkan transformasi kebudayaan. Akan tetapi gerakan feminis ini tidak terjadi di Kawasan Keraton Kasepuhan yang masih memegang teguh adanya suatu ruang sakral yang terlarang bagi kaum perempuan. Ruang ini hingga saat ini masih terlarang untuk kaum perempuan dan belum pernah dilanggar hingga saat ini. Sakralitas ruang di kawasan keraton kasepuhan masih betahan bukan karena adanya androsentrisme melainkan karena adanya “keyakinan†terhadap nilai sakral tersebut. Keyakinan terhadap nilai sakral ini muncul karena Islam yang berkembang adalah Islam tradisional dengan membawa ajaran yang bersifat primordial. Ajaran yang menyatu dengan alam semesta. Kata Kunci : Perempuan dan Ruang Sakral
PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN DAN FASILITAS EKOWISATA DARAJAT PASS KABUPATEN GARUT
Fahru Fau, M Azis;
Akliyah, Lely Syiddatul
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 1 (2013): Kota dan Lingkungan
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (378.763 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.1387
Darajat Pass merupakan salah satu kawasan ekowisata yang terdapat di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut dengan adanya sebuah sumber panas bumi yang potensial dan dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Kawasan ekowisata tersebut merupakan salah satu tempat wisata yang dijadikan alternatif oleh pengunjung yang melakukan kegiatan wisata di Kabupaten Garut pada umumnya dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung pada saat yang akan datang serta kawasan yang memanfaatkan alam sebagai objek wisatanya. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung ke kawasan tersebut, maka kualitas lingkungan di kawasan tersebut tentunya akan berubah. Dengan demikian, diperlukan kajian penilaian kualitas lingkungan dan fasilitas ekowisata Darajat Pass menurut pengunjung. Keyword : Ekowisata Darajat Pass, Penilaian, Kualitas Lingkungan, Fasilitas
REGIONAL INTERDEPENDENCE, INDUSTRIALIZATION AND RURAL LAND CONVERSION IN JAVA
Harun, Uton Rustan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 1 (2011): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.874 KB)
|
DOI: 10.29313/jpwk.v11i1.1374
Global and regional interdependence among ASEAN countries under the open market is leading to unprecedented industrialization and urbanization. The benefit of transnational investment are expected by rural economy and urban systems, as they are becoming more articulated are also benefiting from these investment forces. With market trends, investment activities, and industrialization such rapid change in both urban and rural areas, the theoretical and practical research on urbanization is also undergoing change. In the Bandung Metropolitan Region, which is experiencing rapid urbanization and industrialization, rural areas are being marginalized The phenomena of agricultural persistence in the face of urbanization in the Bandung Metropolitan Area is important to examined so the combination of urban examined and rural activities within this region is explained in the light of desakota development pattern. Keywords : Interdependence , industrialization and land conversion
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS CABAI MERAH DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN CIAMIS
Apriyanto, Muhammad Tito;
Chofyan, Ivan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.613 KB)
ABSTRAKTanaman Cabai Merah merupakan komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis. Produksinya sangat baik dengan memilki kualitas yang baik dan hargannya cenderung fluaktif walaupun harganya sering berubah namun banyak diminati oleh konsumen luar daerah maupun pasar induk. Namun permasalahan yang terjadi di kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis yaitu adanya produksi cabai merah yang terus turun setiap tahunnya, keterbatasan sarana prasarana penunjang kegiatan pertanian yang belum berjalan secara optimal untuk mendistribusikan hasil produksi, sehingga untuk mobilisasi sarana produksi dan hasil produksi cenderung membutuhkan biaya yang besar, dan sarana pemasaran belum berjalan secara optimal  sedangkan para petani lebih memilih untuk menjualnya pada tengkulak karena lebih menguntungkan. Berdasarkan latar belakang maka tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi 5 subsistem agribisnis cabai merah, merumuskan strategi pengembangan agribisnis cabai merah. Untuk pengembangan cabai merah digunakan analisis deskriptip kualitatif dan analisis SWOT untuk menyusun strategi pengembangan agribisnis cabai merah. Hasil dari analisis bahwa terdapat pada kuadran III dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan. Oleh karena itu strategi yang digunakan adalah melakukan berbagai inovasi cara bertanam dengan berbagai bibit dengan kualitas baik yang dapat meningkatkan hasil produksi cabai merah dan serta dapat meminimalisir hama penyakit yang dapat terjadi, peningkatan prasarana jalan khususnya jalan usaha tani dan sarana transportasi untuk para petani dalam mobilisasi dan distribusi hasil pertanian, memberikan penyuluhan untuk usaha olahan dari cabai merah demi terciptanya nilai tambah dan harga kompetitifABSTRACTRed chili is a superior commodity in the Agropolitan Region of Ciamis Regency. The amount of chili is a lot of production with good quality. Although the price is fluctuating, it is in great demand by consumers outside the region and the wholesale market. The problems that occur in the Ciamis Regency Agropolitan area are the existence of red chili production which continues to fall every year, the limited infrastructure to support agricultural activities that have not been running optimally to distribute the products and facilities, and marketing has not run optimally. As a result, the mobilization of production facilities and outputs tends to be costly and farmers prefer to sell to middlemen because they are more profitable. The purpose of this study is to identify 5 (five) red chili agribusiness subsystems and formulate strategies for developing red chili agribusiness. For the development of red chili, qualitative descriptive analysis was used. Meanwhile, the SWOT analysis to develop a strategy for developing red chili agribusiness. Based on the results of the analysis note that the condition of red chili agribusiness is in quadrant III. This means that the strategy leads to the utilization of existing opportunities by minimizing weaknesses. Therefore, the strategy used is to innovate a variety of ways to plant seeds with good quality that can increase the production of red chili and can minimize disease pests that can occur, improve road infrastructure, especially farm roads and transportation facilities for farmers in the mobilization and distribution of agricultural products, as well as provide counseling for the processed business of red chili in order to create added value and competitive prices.