cover
Contact Name
irland fardani
Contact Email
irland.fardani@unisba.ac.id
Phone
+628562257785
Journal Mail Official
planologi@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari no 1 Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 14120690     EISSN : 28088123     DOI : https://doi.org/10.29313
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles 209 Documents
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGUNJUNG DENGAN KONDISI TAMAN UMUM DI KECAMATAN BANDUNG WETAN Framesthi, Dyah Bayu; Hindersah, Hilwati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.684 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v10i1.1366

Abstract

There is an emerging problem related to the declining quality of the urban environment, particularly in the availability of green open space which is one of the interesting issues, because the green open spaces have a very important role for the ecological sustainability. Green open space is often overlooked by the urban citizen who are less concerned about the role and functions. Public parks as a form of green open space available in Kecamatan Bandung Wetan mostly a park with manicured condition but some of them are not well maintained garden with a condition which poorly maintained, dirty (lots of junk), less green (the number of plants is reduced, because the dead or due to damage), damage and availability of facilities in the park. This research wanted to question as to whether there is a relation between the activity of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan. It aims to identify whether there is any relation between the activities of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan in the present. This research uses crosstabs analysis - Chi Square with a variable number of visitors by gender (male and female visitors) and common garden conditions (completeness of facilities, type of activity, concern for the condition of public parks as well as the visual impression visitors to see a public park).
STUDI KOMPARATIF TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERDESAAN DI INDONESIA DAN MALAYSIA KESUMA, ILHAM; ., WEISHAGUNA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 2 (2014): Lingkungan dan Pembangunan 2
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.943 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v14i2.2555

Abstract

Kota Sukabumi adalah salah satu kota yang terletak di Propinsi Jawa Barat memiliki luas 48,15 Km2 ,secara etimologi nama Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda yang terdiri dari dua suku kata yakni Suka dan Bumen. Suka yang berarti senang dan bumen berarti bertempat tinggal, jika diartikan maka siapapun yang datang keSukabumi maka akan merasa senang tinggal di sana. Pada perkembangannya, masalah yang dihadapi oleh Kota Sukabumi semakin kompleks akibat pembangunan yang tidak terkendali yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, penggunaan lahan campuran, permukiman kumuh mulai berkembang dan hancurnya bangunan-bangunan cagar budaya yang habis terkikis perkambangan zaman digantikan oleh bangunan baru.Studi ini menitikberatkan pada arahan penataan kota berdasarkan pada hasil pembacaan sejarah (historical reading) serta ciri-ciri fisik perkembangan pada sebuah kota (analisis place). Lingkup wilayah studi ini dibatasi hanya kawasan inti pusat kota saja yang meliputi alun-alun, masjid agung, kauman dan kawasan perdagangan yang ada di sekitar alun-alun Kota Sukabumi.Akhir dari studi ini akan menghasilkan arahan penataan kawasan inti pusat kota agar menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas citra visual sebuah kota yang memiliki nilai sejarah. Pada kawasan alun-alun akan ditata menjadi lebih baik serta mengembalikan kembali fungsinya sebagai tempat berkumpul masyarakat, pada masjid agung akan ditata menjadi sebuah landmark yang memiliki ciri khas dari bangunan di sekitarnya, pada kawasan permukiman khususnya yang di belakang masjid agung akan diarahkan menjadi permukiman islami yang berupa kauman, sedangkan pada kawasan perdagangan akan ditata menjadi sebuah lokasi yang memiliki ciri khas yang kental berupa bangunan peningglan kolonial.
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI SEBANJAR KABUPATEN ALOR DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN Akliyah, Lely Syiddatul; Umar, Muhammad Zulkarnain
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 2 (2013): Pariwisata dan Fenomena Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.972 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.1388

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang pengembangan suatu wilayah. Indonesia memilki potensi dan daya tarik wisata alam keanekaragaman hayati yang secara optimal perlu dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pantai Sebanjar merupakan salah satu potensi wisata yang dimilki oleh Kabupaten Alor dan khususnya Desa Alor Besar. Walaupun objek wisata ini menjadi favorit wisatawan lokal, pengembangan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata masih belum optimal.  Untuk dapat mengoptimalkan kawasan wisata tersebut, salahsatu aspek yang harus dilihat adalah daya dukung yang tersedia di kawasan tersebut sehingga di masa yang akan datang perkembangan pariwisatanya dapat berkelanjutan. Untuk menunjang tujuan itu, maka dalam studi ini dilakukan analisis daya dukung kawasan wisata Pantai Sebanjar. Berdasarkan hasil analisis, dihasilkan bahwa kondisi Kawasan Wisata Pantai Sebanjar belum melebihi kapasitas daya dukung, dimana daya dukung  Kawasan Wisata Pantai Sebanjar  yaitu sebesar 28.931 orang pengunjung dengan luas kawasan wilayah baik zona darat maupun perairan adalah 492.484 m2. Keywords: Pariwisata, Pantai Sebanjar, Daya Dukung, Berkelanjutan
ANALISIS POLA DAN ESTIMASI PERGERAKAN BARANG SEBAGAI PERTIMBANGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN BENGKALIS - PROVINSI RIAU Tonny, Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 2 (2011): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.777 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.1380

Abstract

Bagi daerah dengan luas daerah yang besar, kepadatan penduduk rendah dan sebaran penduduk tidak merata seperti Kabupaten Bengkalis, maka identifikasi pola pergerakan dan estimasi pergerakan barang sebagai pendorong perekonomian daerah menjadi bagian pertimbangan penting dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Melalui analisis regresi atas gunalahan eksisting dan rencana pengembangannya di masa datang terhadap data OD, disintesiskan dengan analisis LQ, dan Shift-share atas data produksi beberapa komoditi unggulan  Kab.Bengkalis, dapat disimpulkan bahwa pembangunan jaringan jalan internal Kabupaten Bengkalis dan sarana pendukungnya yang terintegrasi (linkage) melalui titik-titik simpul (node) dengan ruas jalan menuju arah Sumatera Utara, Pekanbaru dan Sumatera Selatan penting untuk mendapat prioritas pembangunan guna mendukung pergerakan barang di internal dan eksternal Kabupaten Bengkalis. Kata Kunci: pola pergerakan barang, estimasi pergerakan barang. linkage, node
ESTIMASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA BANDA ACEH Judiantono, Tonny; Rachmawati, Rica
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.494 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v10i2.1370

Abstract

Permasalahan yang dihadapi angkutan umum labi-labi pada tahun 2007 adalah pelayanan jaringan rute yang ada tidak dapat menjangkau seluruh pelosok Kota Banda Aceh, karena untuk saat ini cakupan daerah pelayanan angkutan umum labi-labi hanya 37% sehingga masih 63% daerah yang tidak terlayani. Berdasarkan analisis potensi travel demand maka di dapat jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di Kota Banda Aceh pada tahun 2007 sebesar 18.513 orang/hari. Dengan zona pembangkit terbesar adalah Kuta Alam dengan 1.386 pergerakan orang/hari. Dan zona penarik terbesar adalah Kampung Baru dengan pergerakan 1.314 orang/hari. Sedangkan ada juga yang melakukan pergerakan ke luar dari Kota Banda Aceh misalnya ke daerah Kab.Aceh Besar. Bila dilihat dari pergerakan keluar kota yang menjadi pembangkit paling besar adalah Kec.Suka Makmur yaitu dengan pergerakan sebesar 991 orang/hari. Sehingga total pergerakan yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Banda Aceh diluar kota adalah 2.463 orang/hari. Sedangkan untuk pergerakan antar kelurahan tahun 2017 sebesar 22.583 orang/hari maka dengan melihat dari data HI   Kata Kunci : Kebutuhan (demand) transportasi, Angkutan Umum, Trip Generation, Trip Attraction
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTUKTUR KECAMATAN CARINGIN SEBANGAI PKWP WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN RANCABUAYA Mukhsin, Dadan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15, No 1 (2015): Transportasi dan Infrastruktur
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2110.896 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v15i1.2622

Abstract

Infrastruktur menurut Grigg (Nurmadimah, 2012:19) adalah “semua fasilititas fisik yang sering disebut dengan pekerjaan umum”. Menurut AGCA (associated General Conctractor of America), mendefinisikan infraktruktur adalah semua aset berumur panjang yang dimiliki oleh pemerintah setempat, pemerintah daerah maupun pusat dan utilitas yang dimiliki oleh para pengusaha (Nurmadimah, 2012:20)Maksud dan tujuan dari kegiatan pada penyusunan ini adalah menyusun strategi mengenai pengembangan infrastruktur yang disediakan di Kecamatan Caringin yang terintegrasi dengan pengembangan wilayah. Dalam penyusunan Strategi Pengembangan Infrastruktur Penunjang Wisata di Kecamatan Caringin diharapkan menghasilkan suatu kegiatan perencanaan yang terarah, maka perlu adanya panduan untuk menggambarkan tahapan-tahapan kegiatan untuk mencapai maksud dan tujuanStrategi untuk meningkatkan keterkaitan antar kawasan pusat pertumbuhan Rancabuaya dengan daerah lainnya, meliputi: Mengembangkan pusat pariwisata bahari, Meningkatkan fungsi dan status jalan antar pusat kawasan dan Menyediakan sarana dan prasarana pendukung fungsi pusat kawasan.
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITAR KAWASAN KALIMALANG KOTA BEKASI SECARA BERKELANJUTAN ASYIAWATI, YULIA; OKTAVYA, NUR EVY
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 1 (2014): Lingkungan dan Pembangunan 1
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.727 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v14i1.2550

Abstract

Sejalan dengan perkembangan penduduk suatu kota, akan meningaktkan kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah untuk kebutuhan permukiman, pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan lahan yang ada tetap, sehingga hal ini mengakibatkan banyak terjadi ali fungsi peruntukan lahan. Demikian juga halnya yang terjadi di Kawasan Kalimalang Kota Bekasi.Kawasan Kalimalang Kota Bekasi yang terdapat di tengah-tengah Kota Bekasi memupunyai fungsi sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Pada kenyataannya pada saat ini, kawasan Kalimalang secara sporadis dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman, perdagangan serta penggunaan jasa lainnya seerti seperti jasa bengkel. Semua kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terdapat di Kawasan kalimalang, membuang limbahnya ke Kalimalang. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air sungai Kalimalang yang merupakan salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bekasi. Berdasarkan Kalimalang Bekasi dimanfaatkan sebagai sumber air baku di Kota Bekasi ialah Kalimalang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengendalikan pemanfaatan lahan di sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang lestari sesuai rencana tata ruang. Tujuan yang diharapkan dari studi ini (1) identifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal di kawasan studi; (2) identifikasi faktor yang mengalami penyimpangan penggunaan lahan; dan (3) identifikasi faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan. Metode aanalisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode super impose antara pemanfaatan lahan eksisting dengan rencana tata ruang dana analisis kesesuaian peruntukan lahan; analisis korelasi kontingensi untuk melihat hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi masyarakat, serta analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kebijakan tata ruang Kota Bekasi. Dengan menggunakan analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa pemanfaatan lahan di Kawasan Kalimalang mengalami pergeseran peruntukan sebesar 65,80 %  dari luas lahan kawasan yaitu 123.938 ha. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya aksesibiltas dari kawasan ini menuju ke tempat kerja masyarakat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kawasan kalimalang harus dikendalikan pemanfaatannya dengan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Oleh karena itu langkah yang dilakukan adalah dengan merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan studi dan menata ulang Kawasan kalimalang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan pemanfaatan lahan berkelanjutan di Kawasan Kalimalang.
STUDI PERUBAHAN TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN SUNGAILIAT KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA Viska, Windy Fiona; Mukhsin, Dadan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.3933

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah tidak selalu membawa dampak positif. Perkembangan penduduk yang tinggi mengakibatkan meningkatnya kepadatan penduduk maupun peningkatan kepadatan bangunan untuk permukiman, terjadinya peningkatan kebutuhan sarana prasarana untuk melakukan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidup. Peningkatan kebutuhan ruang tersebut hampir disertai dengan pertumbuhan dan perkembangan permukiman kumuh di suatu kawasan. Kabupaten Bangka adalah kabupaten yang memiliki kawasan kumuh, yaitu kawasan permukiman nelayan Sungailiat yang terletak di Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat. Bila dibiarkan tanpa penanganan perbaikan akan memperluas kawasan kumuh. Usaha yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah melalui pelaksanaan program penataan permukiman kumuh yang telah dilaksanakan sejak dulu dengan berbagai pendekatan. Salah satu program pemerintah dalam menangani kawasan kumuh adalah menata permukiman kumuh secara ideal diarahkan pada upaya peningkatan kesejahteraan dan masyarakat berpenghasilan rendah melaui penataan dan perbaikan kualitas pada kawasan yang sangat kumuh. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan tingkat kekumuhan setelah adanya penataan permukiman kumuh terhadap masyarakat nelayan Sungailiat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Secara kuantitatif dilakukan dengan menilai tingkat kekumuhan berdasarkan 29 indikator menurut Dirjen Perumahan dan Permukiman Tahun 2002  yang dianalisis dengan menggunakan klasifikasi tinggi, sedang dan rendah dalam penilaian, sedangkan secara kualitatif dilakukan dengan memberikan argumentasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan tingkat kekumuhan yaitu “Kumuh Sedang” menjadi “Kumuh Ringan”. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya menidaklanjuti studi ini lebih mendalam dengan melibatkan seluruh komponen dari program penataan permukiman kumuh dan melalukan penanganan terhadap 7 indikator yang berubah
KAJIAN PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR (STUDI KASUS: KECAMATAN TEGALWARU, KECAMATAN SUKASARI, KECAMATAN SUKATANI, KECAMATAN JATILUHUR) Pratama, Fauzan Arkan; Chamid, Chusharini
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.3927

Abstract

ABSTRAKTerdapat empat kecamatan yang berdekatan dengan Waduk Jatiluhur, kecamatan tersebut adalah Kecamatan Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukatani, dan Kecamatan Tegalwaru. Dilihat dari penelitian sebelumnya tahun 2016, hasil uji laboratorium sampel air yang dilakukan pada penelitian sebelumnya di Waduk Jatiluhur menunjukan bahwa dari seluruh parameter yang dijadikan patokan dalam penilaian kualitas air, parameter BOD berdasarkan SNI 6989.72:2009 dan COD berdasarkan SNI 6989.2:2009 yang sudah melampaui batas. Nilai baku mutu BOD yaitu sebesar 2 mg/l namun berdasarkan hasil uji lab menunjukan nilai 6,34 mg/l dan nilai baku mutu COD sebesar 10 mg/l sedangkan hasil uji lab menunjukan nilai 17,6759 mg/l. Kedua parameter tersebut melampui standar baku mutu. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi penggunaan lahan di sekitar Waduk Jatiluhur, mengidentifikasi kondisi kualitas air Waduk Jatiluhur saat ini, dan mengidentifikasi pengaruh penggunaan lahan yang ada di sekitar Waduk Jatiluhur terhadap kualitas air Waduk Jatiluhur. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis indeks pencemaran (kualitas air) dan analisis pengaruh penggunaan lahan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa dari beberapa jenis penggunaan lahan yang berada di sekitar Waduk Jatilihur didominasi oleh tiga jenis penggunaan lahan, yaitu: pertanian, perkebunan, dan permukiman. Hasil dari analisis indeks pencemaran didapatkan bahwa kualitas air Waduk Jatiluhur yang diambil dari setiap titik sample pada empat Kecamatan masuk ke dalam kriteria tercemar ringan dan tercemar sedang, dimana pada titik sampel masing-masing kecamatan terdapat kandungan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Total Padatan Terlarut (TSS) melebihi baku mutu yang dimana parameter ini merupakan hasil dari limbah kegiatan penggunaan lahan pertanian, perkebunan dan permukiman.Kata kunci: Penggunaan Lahan, Kualitas Air, PencemaranABSTRACTThere are four district around the Jatiluhur Dam, the four districts are Tegalwaru District, Sukasari District, Sukatani District, and Jatiluhur District. Looking from previous research, the results of the laboratory test sample water taken on previous research on 2016 in Jatiluhur Dam, water quality parameters BOD and COD based on SNI 6989.2:2009 already exceeds the limit. BOD quality value is 2 mg/l while the lab test results is 6.34 mg/l and tvalue quality of COD is 10 mg/l while the lab test results is 17.6759 mg/l. Both these parameters have been passed quality standard for clean water. The purpose of this research is to identify the condition of land use in the vicinity Jatiluhur Dam, identifying water quality conditions Jatiluhur Dam at this time, and identify the influence of land use around Jatiluhur Dam to the water quality of Jatiluhur Dam. The analysis undertaken in this study is the analysis of an index of pollution (water quality) and the analysis of the impact of land use. Based on the results of the analysis, it was found that several types of land uses around Jatilihur Dam is dominated by 3 different types of land uses, namely: agriculture, plantations and settlements. Then the results of the analysis of the results obtained as a pollution index that the Jatiluhur Dam water quality from every point of the sample in 4 districts entered into lightly contaminated and medium contaminated, where at each sample point district there are Biochemical Oxygen Demand content (BOD) and Total dissolved solids (TSS) quality that exceeds the limits of the parameter  result of waste activities the use of agricultural land, plantations and settlements. Keywords: Land Use, Water Quality, Pollution
PENGEMBANGAN PARIWISATA ALAM DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA WISATA PENTINGSARI Aji, Riswandha Risang
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i2.5240

Abstract

ABSTRAK Pariwisata alam merupakan pariwisata yang memiliki banyak potensi di Indonesia. Perkembangan pariwisata diselaraskan dengan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di Indonesia sendiri sudah banyak yang mengintegrasikan pariwisata dengan lingkungan melalui konsep ekowisata, di mana pariwisata berkembang tanpa merusak lingkungan sehingga kegiatan pariwisata tersebut berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengembangan pariwisata alam yang bisa mendukung dan selaras dengan pembangunan berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini adalah di desa wisata Pentingsari terdapat pemanfaatan sumber daya alam untuk dikembangkan sebagai atraksi pariwisata. Selain itu desa wisata Pentingsari juga memiliki sistem sosial yang unik dan bisa menjadi atraksi pariwisata juga. Desa wisata Pentingsari sangat menjaga keberlanjutan lingkungannya melalui sistem sosial yang memanfaatkan sumber daya alam secara proporsional dan menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada di sana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah desa wisata Pentingsari mampu mengembangkan pariwisata alam sebagai atraksi pariwisata yang mendukung pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan melalui integrasi aspek-aspek pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kata kunci: Desa Wisata, Pembangunan Berkelanjutan, Pariwisata Alam ABSTRACT Indonesia has a lot of nature tourism potential. The development of tourism is aligned with sustainable development that focused on the economy, social and environment. In Indonesia itself, most of the tourism had integrated with the environment through the concept of ecotourism, where tourism develops without damaging the environment so that tourism activities are sustainable. The purpose of this study is to examine the development of nature tourism that can support and be aligned with sustainable development. The findings of this study are that in the Pentingsari tourism village there are natural resources which utilised to be developed as tourism attractions. In additions Pentingsari tourism village also has a unique social system and can be a tourism attraction as well. Pentingsari tourism village maintain its environmental sustainability through a social system that utilises natural resources proportionally and preserves the natural resources there. The conclusion of this research is Pentingsari tourism village is able to develop nature tourism as a tourism attraction that supports environmentally sustainable development through sustainable development aspects such as economic, social, and environment. Keywords: Tourism village, sustainable development, nature touris

Page 5 of 21 | Total Record : 209