cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
Penilaian Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di beberapa kota di Indonesia dengan menggunakan analisa faktor Fitrijani Anggraini; Reni Nuraeni
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.654 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i2.62

Abstract

The problem of water pollution is complex. There are many factors that influence the successfull of efforts for water pollution control. The construction and operation of septage treatment facility (IPLT) is an efforts for controlling pollution from domestic activities. The successfull of IPLT management cannot be assessed from physical aspect of the building only. Other aspects such as quality of effluent, sludge supply, idle capacity, the rate of surface loading and volumetric loading, human resources, organization, standard operating procedures (SOP), the tariff and others should be consider for decision making to manage IPLT better. The purpose of this study is to describe the application of factor analysis method to solve a complex problem of IPLT through identifying the main causes and formulate solutions. Factor analysis is one of decision with multicriteria. The primary data research in 2014 used as reference for analyzing. The conclusion of this study is the factor analysis is able to classify 12 indicators into 3 factors without reducing the meaning of the constituent indicator, thus simplifying the decision making process. Significant factors that affecting the successfull of IPLT performance in controlling water pollution are : continuity of sludge supply, clarity of roles and responsibilities, availability, novelty, accesibility and simplicity of SOP.
PEMETAAN ALUR SUNGAI BAWAH PERMUKAAN DENGAN RESISTIVITAS ELEKTRIK DI DAERAH GUNUNGKIDUL Adang Sadikin
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.284 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i1.360

Abstract

Secara geologi, sebagian besar wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian Selatan merupakan penyebaran Formasi Wonosari, yang disusun oleh batugamping. Permukaan tanah kawasan ini merupakan daerah kering yang mengalami kesulitan sumber air baku, meskipun sebenarnya di daerah ini terdapat cukup banyak sumber air berupa sungai bawah permukaan atau gua atau luweng berair. Tahun 1982 MacDonald telah mendokumentasikan 160 gua dan luweng dari 246 yang telah diketahui masyarakat, beberapa di antaranya telah dimanfaatkan seperti Gua Bribin dan sungai bawah permukaan Baron. Di daerah bagian barat Kabupaten Gunungkidul masih sangat sedikit informasi yang diperoleh, salah satunya dari penuturan masyarakat nelayan pencari udang (lobster) terdapat Gua Bekah yang berair tawar. Gua ini terletak di dasar tebing yang memiliki kedalaman lebih dari 80 m. Eksplorasi tahap awal dilakukan dengan metode resistivitas secara dua dimensi. Hasil interpretasi menunjukkan terdapat indikasi gua dan sungai bawah tanah berair tawar. Iso-pach kedalaman gua dari permukaan tanah yang bergelombang berkisar antara 80 m sampai 200 m di bawah muka tanah. Pemanfaatan air dari gua Bekah dapat dilakukan melalui pemipaan yang dipasang pada tebing sampai masuk ke gua, atau melalui pengeboran. Posisi pengeboran disarankan berdasarkan hasil interpretasi untuk pembuatan sumur bor adalah pada koordinat 110o2223.6388 BT 8o42.874 LS.
Dampak Kenaikan Muka Air Laut Terhadap Kesesuaian Lahan Rawa Pasang Surut Tabunganen Kalimantan Selatan L. Budi Triadi
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v10i2.115

Abstract

Kesesuaian lahan daerah rawa sangat dipengaruhi oleh kondisi fluktuasi muka air laut, curah hujan, potensial drainase dan intrusi air laut. Dengan adanya pengaruh perubahan iklim global yang menyebabkan naiknya muka air laut, akan merubah hidrotopografi lahan rawa, yang mengakibatkan perubahan jenis tanaman yang sesuai pada lahan tersebut.. Perubahan kesesuaian lahan tersebut dialami oleh daerah rawa yang dekat dengan muara sungai seperti daerah rawa Tabunganen. Daerah rawa Tabunganen yang berada di sekitar muara sungai Barito akan menerima dampak perubahan kenaikan muka air laut secara langsung. Penelitian ini menggunakan GIS untuk mendapatkan peta keseuaian lahan eksisting dan dampak kenaikan muka air laut melalui cara tumpang susun peta-peta tematik, antara lain peta irigasi dan drainase, peta kedalaman gambut dan pirit, serta peta salinitas. Dengan diketahuinya dampak kenaikan muka air laut tersebut terhadap deliniasi kesesuaian lahannya, maka dapat dilakukan antisipasi dengan melakukan adaptasi jenis tanaman terhadap tren perubahan kesesuaian lahan yang terjadi.
ANALISIS NILAI KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN PADA EMBUNG KECIL UNTUK PERTANIAN DI PULAU FLORES BAGIAN TIMUR Denik Sri Krisnayanti
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.575 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v14i2.325

Abstract

Pulau Flores bagian timur yakni di daerah Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo merupakan kawasan yang masuk dalam kategori semi-arid. Daerah tersebut memiliki curah hujan rata-rata bulanan yang hanya berkisar antara 57,17 188,08 mm/bulan, sementara evapotranspirasi rata-rata bulanan yang terjadi lebih tinggi, yakni berkisar antara 164,91 185,57 mm/bulan. Oleh karena itu, jumlah ketersediaan air pada musim kemarau cukup rendah, sehingga perlu dilakukan upaya pemanenan air hujan dengan memperbesar kapasitas tampungan permukaan. Salah satu alternatif yang tepat ialah dengan membangun embung. Parameter penting dalam perhitungan ketersediaan jumlah air pada embung ialah nilai koefisien limpasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan nilai koefisien limpasan permukaan pada 15 buah embung di Pulau Flores bagian timur dengan menggunakanan data curah hujan dan data klimatologi terbaru.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode analisis matematis diperoleh nilai koefisien limpasan permukaan pada embung kecil di Pulau Flores bagian timur berkisar antara 0,00 - 0,72. Untuk nilai koefisien limpasan permukaan terendah terjadi pada bulan November yang hanya berkisar antara 0,00 0,39 dan nilai koefisien limpasan tertinggi terjadi pada bulan Januari yakni berkisar antara 0,48 0,72.
PENELITIAN DRAINASE JALAN RAYA (STUDI KASUS RUAS JALAN PALIMANAN JATIBARANG KM Petrus Syariman
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.096 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v5i1.428

Abstract

Highways are often damaged by excessive water content below road surface. The road section betweenPalimanan - Jatibarang, West Java is an area often flooded particularly at left and right sides of road. Toprevent floods, a study on these ditches had been implemented to determine the dimension of a ditchproportional with hydrological conditions in its vicinity. The method applied in this study had been themapping of detailed highway situation, rainfall intensity analysis, design flood analysis, and flow dischargesimulation using a HEC-HMS model. Study results showed that flow discharge passing through the out-letdrainage is 3.88 m3/sec and 6.29 m3/sec respectively, for a return period of two and five years. With a flowvelocity assumption of 1.2 m/sec and a cross sectional area of out-let drainage on site of 3.19 m2, inundationtime at vicinity of out-let is respectively four hours for a return period of two years, and six and half hours for areturn period of five years. The average cross sectional dimension recommended for a return period of twoyears is 1.36m x 2.0m, and for a return period of two years, 2.0 m x 2.0 m.
Pengaruh Tekanan Angkat Terhadap Keamanan Bendungan Beton Gravity Djoko Mudjihardjo
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.33 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.383

Abstract

Tidak terkontrol dan tingginya tekanan angkat yang bekerja pada fondasi bendungan beton graviti, dalam hal ini adalah Bendungan PLTA Garung, Wonosobo, Jawa Tengah yang selesai dibangun pada tahun 1980, mengakibatkan turunnya faktor keamanan stabilitas bendungan, sehingga muka air waduk tidak pernah dinaikkan pada level muka air normal. Berdasarkan hasil penyelidikan geoteknik sebelum bendungan dibangun, lapisan fondasi bendungan didominasi oleh breksi vulkanik yang porous mempunyai koefisien kelulusan air pada orde antara 104 – 102 cm/s. Perbaikan fondasi telah dilakukan dengan gouting tirai untuk mengurangi rembesan, disamping membuat fondasi dari blok beton yang cukup tebal untuk melawan tingginya tekanan angkat tersebut. Untuk memantau tekanan angkat tersebut, telah ditanam satu deret pisometer hidraulik pada lapisan fondasi tersebut. Berdasarkan hasil pembacaan pisometerpisometer sebelum mengalami kerusakan pada tahun 1998, tekanan angkat yang bekerja di bawah fondasi ternyata lebih tinggi dari tekanan angkat yang digunakan dalam perhitungan desain, pada hal kondisi muka air waduk masih 3 m di bawah elevasi muka air normal. Rembesan yang melalui samping tumpuan (side seepage) dan kurang berfungsinya grouting tirai diperkirakan menjadi penyebab tingginya tekanan angkat tersebut. Dengan mempertimbangkan aspek keamanannya, maka bendungan Garung tersebut tidak pernah dioperasikan sampai elevasi muka air normal yang mengakibatkan produk tenaga listrik kurang optimal. Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus bendungan Garung ini adalah tipe dan metoda perbaikan fondasi dari suatu bendungan harus mempertimbangkan ketersediaan material timbunan dan geologi fondasinya. Grouting tirai bukan satusatunya metoda perbaikan fondasi yang sesuai, bila lapisan fondasinya sangat porous.
Pemilihan Indeks Enso Sebagai Indikator Untuk Deteksi Dini Kekeringan Pada Padi Sawah Elza Surmaini
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v11i2.106

Abstract

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan mendeteksi dini dampak kekeringan adalah menggunakan indeks El-Nio Southern Oscillation (ENSO). Indeks ENSO telah banyak digunakan sebagai alat penting dalam pengelolaan ketahanan pangan di berbagai negara. Terdapat beberapa indeks yang digunakan untuk mendefinisikan ENSO, namun tidak ada konsesus diantara para pakar tentang indeks yang terbaik untuk mendeteksi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih indeks ENSO yang paling akurat untuk deteksi dini kekeringan pada pertanaman padi sawah pada musim kemarau (MK)1 dan MK2. Kerusakan tanaman padi akibat kekeringan diukur menggunakan Indeks Dampak Kekeringan Padi (IDKP). Telekoneksi antara ENSO dengan kekeringan padi dianalisis menggunakan persamaan regresi polynomial antara sepuluh indeks ENSO dengan IDKP. Terlebih dahulu, diuji hubungan antara faktor perantaranya. Pertama, asosiasi antara beberapa indeks ENSO dengan SPI sebagai indeks kekeringan meteorologis. Kedua, asosiasi antara SPI dan IDKP sebagai indeks kekeringan agronomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan IDKP dengan indeks ENSO dapat dijelaskan dengan baik melalui faktor perantaranya yaitu SPI. Indeks ENSO yang dapat menggambarkan kekeringan dengan baik adalah indeks Nio 3.4 pada lag 2. Lag 2 menunjukkan bahwa indeks Nio 3.4 Bulan Maret dan Juni dapat digunakan untuk deteksi dini kekeringan padi pada MK1 dan MK2.
Perhitungan ketersediaan air permukaan di Indonesia berdasarkan data satelit Radhika Radhika; Rendy Firmansyah; Waluyo Hatmoko
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.154 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v13i2.206

Abstract

Information on water availability is vital in water resources management. Unfortunately, information on the condition of hydrological data, either river flow data, or rainfall data is very limited temporally and spatially. With the availability of satellite technology, rainfall in the tropics can be monitored and recorded for further analysis. This paper discusses the calculation of surface water availability based on rainfall data from TRMM satellite, and then Wflow, a distributed rainfall-runoff model generates monthly time runoff data from 2003 to 2015 for all river basin areas in Indonesia. It is concluded that the average surface water availability in Indonesia is 88.3 thousand m3/s or equivalent to 2.78 trillion m3/ year. This figure is lower than the study of Water Resources Research Center 2010 based on discharge at the post estimated water that produces 3.9 trillion m3/year, but very close to the study of Aquastat FAO of 2.79 trillion m3 / year. The main benefit of this satellite-based calculation is that at any location in Indonesia, potential surface water can be obtained by multiplying the area of the catchment and the runoff height.
Penilaian Dan Perhitungan Imbuhan Air Tanah Alami Pada Cekungan Air Tanah Umbulan Heni Rengganis
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.328 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v7i1.374

Abstract

Indication of land use changes in Umbulan groundwater basin and its surroundings, was detected a few years ago. Floods occurred in recent years due to densely population urban areas and communities based onfarming in the hilly area on Tengger mountain slope. Related with the proposed utilization of Umbulan spring for clean water supply for some cities and districts in East Java, calculation was carried out to estimate the groundwater recharge. The calculation was done by using NAM rainfall runoff simulation model as part of the MIKE 11 model system. The calculation results of NAM simulation model process of some catchments of groundwater recharge rate within the Umbulan groundwater basin are: Rejoso catchment, 633 mm, Petung catchment, 568.7 mm, and Gembong catchment, 655.8 mm. All of the analysis results can be used in the calculation of water availability potency in a groundwater basin, and the final results then are used for input and proposal of groundwater management and development related to regional spatialplanning.
SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR JAKARTA Segel Ginting
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.719 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.143

Abstract

Indonesia seringkali mengalami bencana alam, pada tahun 2008 Indonesia termasuk dalam 10 besar negara di dunia yang selalu mengalami bencana. Bencana terbesar yang terjadi adalah bencana hidrologi yang berhubungan dengan banjir, yaitu sekitar 34 %. Ini mengindikasikan bahwa kejadian banjir perlu ditangani secara saksama oleh berbagai pihak. Pendekatan yang digunakan adalah secara nonstruktur dengan mengembangkan sistem peringatan dini banjir, menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulik untuk menentukan karakteristik aliran banjir. Input yang dipakai dalam model menggunakan beberapa sumber data, seperti data pengamatan lapangan dengan sistem pengiriman data secara telemetri, data radar, satelit, dan data prakiraan hujan dari berbagai Numerical Weather Prediction (NWP), serta prakiraan muka air laut dengan menggunakan Astronomical Tide dan South China Sea Model. Penggunaan beberapa sumber data dimaksudkan untuk memperpanjang lead time yang dihasilkan oleh model. Sistem peringatan dini banjir Jakarta (J-FEWS) telah dioperasikan secara perdana untuk kejadian banjir pada akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem telah berjalan dengan baik meskipun hasil prakiraan masih memerlukan perbaikan, terutama data curah hujan yang digunakan (baik data pengamatan maupun data prakiraan). Penggunaan hujan prakiraan dapat menghasilkan lead time yang lebih panjang, tetapi akurasi prakiraan model menjadi berkurang.