cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
PENGARUH KEBERADAAN MRT JAKARTA TERHADAP AKTIFITAS KARYAWAN PERKANTORAN DI SCBD
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.6019

Abstract

Jakarta is a densely populated city that requires good public transportation as its infrastructure. SCBD is one of the centers of office activities in Jakarta which is a destination for office employees in Jakarta and outside Jakarta (BoDeTaBek) to work using private vehicles and public transportation. The emergence of MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta which has various facilities within its stations, is expected to be an environmentally friendly transportation solution for the community, especially office employees who need safe and fast transportation. This type of research uses a qualitative approach. With an inductive discussion flow to theorize existing phenomena with benchmarks from the results of theoretical studies that have been carried out. The issues raised are whether MRT Jakarta can be alternative transportation for office employees in SCBD and whether using MRT Jakarta as daily transportation can increase travel efficiency for office employees in SCBD. From the results of this study, it is known that MRT Jakarta still does not have a big effect on office employees in SCBD because MRT Jakarta routes are still limited. MRT can be alternative transportation for office employees in SCBD when other transportation cannot be used, but because the number of MRT Jakarta destinations is still limited, it reduces the efficiency of MRT Jakarta itself on the activities of office employees in SCBD. Keywords: MRT; transportation; SCBD; public transport; office employees AbstrakJakarta merupakan kota padat penduduk yang membutuhkan transportasi umum yang baik sebagai infrastrukturnya. SCBD merupakan salah satu pusat kegiatan perkantoran di Jakarta yang menjadi tujuan bagi para karyawan kantoran di Jakarta maupun di luar Jakarta (BoDeTaBek) untuk bekerja dengan menggunakan kendaraan pribadi dan juga transportasi umum. Munculnya MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta yang memiliki berbagai fasilitas di dalam stasiunnya, diharapkan dapat menjadi solusi transportasi ramah lingkungan bagi masyarakat khususnya karyawan perkantoran yang membutuhkan transportasi yang aman dan cepat Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dengan alur pembahasan induktif untuk menteorisasikan fenomena yang ada dengan tolak ukur hasil kajian teori yang sudah dilakukan. Masalah yang diangkat adalah Apakah MRT Jakarta dapat menjadi transportasi alternatif bagi karyawan perkantoran di SCBD dan Apakah dengan menggunakan MRT Jakarta sebagai transportasi sehari-hari dapat meningkatkan efisiensi dalam perjalanan bagi karyawan perkantoran di SCBD. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa MRT Jakarta masih belum berpengaruh besar terhadap karyawan perkantoran di SCBD karena rute MRT Jakarta yang masih terbatas. MRT dapat menjadi transportasi alternatif bagi karyawan perkantoran di SCBD bila angkutan lain sedang tidak dapat digunakan, tetapi karena jumlah destinasi MRT Jakarta yang masih terbatas sehingga mengurangi efisiensi dari MRT Jakarta itu sendiri terhadap kegiatan karyawan perkantoran di SCBD. 
HUBUNGAN MOVEMENT BEHAVIOUR DENGAN HEALTH-RELATED QUALITY OF LIFE REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.13025

Abstract

Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or disability. Various studies have shown that adequate levels of physical activity, limited screen time, and adequate sleep is positively related to indicators of physical and mental well-being in children and adolescents. This accumulation of evidence eventually led to the publishing of the Canadian 24-h Movement Guidelines for Children and Youth. However, the COVID-19 pandemic has resulted in the implementation of policies that affect movement behaviour which is highly affecting HRQoL (health-related quality of life). The purpose of this study is to determine the relationship between movement behaviour and HRQoL during the COVID-19 pandemic. This research is an analytical study with a cross-sectional design with a sample size of 160 respondents. Sampling was done by distributing questionnaires. The result shows that Most students (129, 80.6%) do physical activity less than 1680 MET-minute/week, 70 (43.8%) students sleep for 6-8 hours, 45 (28.1%) students do sedentary activities for 5-6 hours, and 120 (75%) students don’t meet all the recommendations of the Movement Guidelines. 145 (90.6%) students have good physical HRQoL, while the other 15 (9.4%) are bad. Students’ HRQoL mental components are good on 90 (56.3%) students while 70 (43.7%) others are bad. Statistical analysis shows a significant relationship between sleep duration and the mental components summary of HRQoL (r=0.189 p= 0.008) and a significant relationship observed between meeting the recommendations of the Movement Guidelines and mental components summary of HRQoL (r= 0.170 p=0.016). Keywords: Movement Behaviour; Health-Related Quality of Life; High School Students; COVID-19 Pandemic AbstrakKesehatan adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik yang cukup, screen time yang terbatas, dan tidur yang cukup secara positif terkait dengan indikator kesejahteraan fisik dan mental anak-anak dan remaja. Akumulasi bukti ini mengarah pada dikeluarkannya Canadian 24-h Movement Guidelines for Children and Youth. Namun adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan diterapkannya berbagai kebijakan yang mengakibatkan terpengaruhnya movement behaviour yang sangat berhubungan dengan health-related quality of life. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan movement behaviour terhadap HRQoL (health-related quality of life) siswa selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong-lintang dengan besar sampel 160 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik movement behaviour yaitu sebagian besar siswa (129, 80,6%) melakukan aktivitas fisik kurang dari 1680 MET-menit/minggu, 70 (43,8%) siswa tidur selama 6-8 jam, 45 (28,1%) siswa melakukan kegiatan sedentary selama 5-6 jam, dan 120 (75%) siswa tidak memenuhi semua rekomendasi Movement Behaviour Guidelines. HRQoL fisik siswa yaitu 145 (90,6%) siswa baik, sedangkan 15 (9,4%) lainnya buruk. HRQoL komponen mental siswa yaitu 90 (56,3%) siswa baik sedangkan 70 (43,7%) lainnya buruk. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara durasi tidur dengan ringkasan komponen mental HRQoL (r=0,189 p= 0,008) dan hubungan bermakna antara memenuhi rekomendasi Canadian Movement Guidelines dengan ringkasan komponen mental HRQoL (r=0,170 p=0,016).
PENENTUAN KUALITAS KAYU JATI SECARA VISUAL MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.7820

Abstract

Teak Wood (Tectona Grandis) is one of the best woods of the many types of wood species used in Indonesia as material for furniture and building construction. The quality of teak is determined by many factors, one of which is the wood grain pattern density. Currently the determination of the quality of teak wood visually by looking at the wood grain pattern in teak is done by experts who are experienced in the field. Visual classification of teak based on wood grain pattern density is divided into three, namely: grade A: wood grain pattern with high density; grade B: medium density of wood grain pattern; grade C: wood grain pattern with low / no density. Artificial neural networks are information processing systems such as processing in the human brain, which have been widely used in many applications for classification. In research for the classification of teak wood density patterns using Learning Vector Quatization. From the results of testing using the LVQ teak wood density classification method obtained sufficient accuracy that is equal to 68.7% with a kappa value of 0.521, this means that there is a sufficient match between the assessment and the density of the target assessment using LVQ.Keywords: teak wood; artificial neural network; image processing; LVQAbstrakKayu Jati (Tectona Grandis) adalah salah satu jenis kayu terbaik dari banyak jenis spesies kayu yang digunakan di Indonesia sebagai bahan untuk furnitur dan konstruksi bangunan. Kualitas kayu jati ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah pola serat kayu. Saat ini penentuan kualitas kayu jati secara visual dengan melihat pola serat kayu jati dilakukan oleh para ahli yang berpengalaman di lapangan. Klasifikasi visual jati berdasarkan kepadatan pola serat kayu dibagi menjadi tiga, yaitu: kelas A: pola serat kayu dengan kualitas tinggi; kelas B: pola serat kayu kualitas sedang; grade C: pola serat kayu dengan kualitas rendah. Jaringan syaraf tiruan adalah sistem pemrosesan informasi seperti pemrosesan di otak manusia. Jaringan syaraf tiruan telah banyak digunakan dalam banyak aplikasi untuk klasifikasi. Penelitian klasifikasi pola kayu jati ini menggunakan metode Learning Vector Quatization (LVQ). Dan dari hasil pengujian menggunakan metode LVQ untuk klasifikasi pola kayu jati, diperoleh akurasi yang cukup yaitu sebesar 68,7%, ini berarti ada kecocokan yang cukup antara penilaian pola serat kayu oleh expert dengan penilaian pola serat kayu dengan menggunakan metode LVQ.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DENTAL PADA MURID SMU BERDASARKAN KARATERISTIK SOSIODEMOGRAFI
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.11883

Abstract

Dental anxiety is a condition when someone feels anxious about dental and oral treatment. Dental anxiety causes patients to avoid dental and oral treatments, thereby increasing the risk of dental and oral health problems. This study aims to determine the differences in the level of dental anxiety in high school students based on sociodemographic characteristics. In this online cross sectional study, a total of 145 students of Loyola College Semarang was participated.  Dental anxiety was assessed using Short Dental Anxiety Inventory (S-DAI) questionnaire which consisted of 9 statements. Mann-Whitney test was performed to measure dental anxiety mean score differences. Chi-Square test was conducted to see the associations between dental anxiety level and sociodemographic characteristics. As many as 60% students had mild to moderate dental anxiety, while 32% students had severe dental anxiety. Students who had never visited a dentist in the past year had higher mean scores (25.14 + 8.39;p=0.022) compared to students who visited a dentist once or more during the past year (21.37 + 8.61). There was significant difference in the mean value of dental anxiety in Loyola College Semarang high school student based on visits to the dentist in the past year.  Keywords: dental anxiety; S-DAI; high school student AbstrakKecemasan dental merupakan suatu keadaan seseorang merasa cemas terhadap tindakan perawatan gigi dan mulut. Kecemasan dental menyebabkan pasien menghindari perawatan dokter gigi, sehingga meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dental pada murid SMU berdasarkan karateristik sosiodemografi. Penelitian cross sectional ini dilakukan secara daring pada 145 murid SMU Kolese Loyola Semarang. Pengukuran kecemasan dental menggunakan instrumen kuesioner Short Dental Anxiety Inventory (S-DAI) yang terdiri dari 9 pernyataan. Uji Mann-Whitney dilakukan untuk melihat perbedaan nilai rata-rata kecemasan dental murid. Uji Chi-Square dilakukan untuk melihat hubungan antara tingkat kecemasan dental dengan karateristik sosiodemografi murid. Sebanyak 60% murid memiliki kecemasan dental dalam tingkat ringan sampai dengan sedang, sementara 32% murid memiliki kecemasan dental berat. Kelompok murid yang tidak pernah mengunjungi dokter gigi selama satu tahun terakhir memiliki nilai rata-rata lebih tinggi secara signifikan (25,14 + 8,39; p=0,022) dibandingkan dengan kelompok murid yang mengunjungi dokter gigi sebanyak satu kali atau lebih selama satu tahun terakhir (21,37 + 8,61). Terdapat perbedaan nilai rata-rata kecemasan dental  yang bermakna pada murid SMU Kolese Loyola Semarang berdasarkan kunjungan ke dokter gigi dalam satu tahun terakhir.
SISTEM PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN WEMOS D1R1
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.15163

Abstract

Feeding carp manually results in disruption of fish growth so that fish yields are not optimal. If the feed is given too much then the rest of the fish feed will become a source of bacteria. Therefore, it is necessary to design an Internet of Things (IoT)-based carp feeder monitoring sistem that can work automatically based on the time and amount of fish feed that has been determined. In this study, the research method used is the waterfall method. The IoT-based automatic carp feeder monitoring sistem uses a Wemos D1 R1 microcontroller, RTC, LCD, servo motor, ultrasonic sensor, buzzer and Blynk. The results of this study are tools for monitoring automatic feeding at a predetermined time. Fish feed was given twice a day at 6:00 and 18:00 with feed weight 2% of the total fish biomass. Ultrasonic sensor accuracy in reading fish feed distance is 95.63%, accuracy in feeding fish is 90.47%, buzzer accuracy for warning if fish feed is running low is 100%. The amount of fish feed consumed for 3 weeks automatically was 152 grams and 107 grams manually. The difference in fish changes for manual feed is 10 grams and automatically is 15 grams. Keywords: Wemos D1R1, IoT, Blynk AbstrakPemberian pakan ikan gurame  secara manual  mengakibatkan terganggunya pertumbuhan ikan sehingga hasil panen ikan tidak maksimal. Jika pakan  diberikan terlalu banyak maka sisa pakan ikan akan menjadi sumber bakteri. Oleh karena itu perlu dirancang sistem monitoring alat pembemberi pakan ikan gurame berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat bekerja secara otomatis berdasarkan waktu dan jumlah pakan ikan yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode Waterfall. Sistem monitoring alat pembemberi pakan ikan gurame secara otomatis berbasis IoT menggunakan mikrokontroller Wemos D1 R1, RTC, LCD, motor servo, sensor ultrasonik, buzzer dan Blynk. Hasil penelitian ini berupa alat untuk memonitoring pemberian pakan otomatis pada waktu yang telah ditentukan. Pemberian pakan ikan dilakukan 2 kali sehari yaitu pukul 6:00 dan 18:00 dengan berat pakan 2% dari total biomassa ikan. Akurasi sensor ultrasonik dalam membaca jarak pakan ikan sebesar 95,63%, akurasi dalam pemberian pakan ikan sebesar 90,47%, akurasi buzzer untuk peringatan jika pakan ikan hampir habis sebesar 100%. Jumlah pakan ikan yang dikonsumsi selama 3 minggu secara otomatis adalah 152 gram dan 107 gram secara manual. Selisih perubahan ikan untuk pakan manual sebesar 10 gram dan secara otomatis sebesar 15 gram.
WORKLOAD FORMATION WITH DEA AND FTE METHOD IN PT. PLN LOCATED AT BANGKA BELITUNG
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.9762

Abstract

Employee composition problem at PT. PLN (Persero) Bangka Belitung Region is still on demand. When a unit needs more employees, the unit makes a request for additional employees. Even though, it is not important to unit needs, moreover the background at additional employees cannot tell to add a number of these employees. The 35,000 MW project increases the number of projects in generation and distribution and transmission. Workload problems are influenced by the number of employees composition in a section, employees’ competency, etc. Workload samples taken from each rayon found that Pangkal Pinang Rayon has the highest workload ratio in PLN Babel, the difference with other rayon is 6915.43 with the number of customers to 145,224 with the total number of employees 21 people. The total composition of employees is measured by Full Time Equivalent and Data Envelopment Analysis method is combined with business data to get the appropriate number of employees so that the reporting of workload data does not burden the employees in their daily activities. Due to a greater workload or lot compared to other offices. Therefore, an increase in workforce is needed.AbstrakMasalah komposisi pegawai di PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung masih on demand. Ketika unit membutuhkan lebih banyak karyawan, unit membuat permintaan untuk karyawan tambahan. Padahal, tidak penting untuk kebutuhan unit, apalagi latar belakang di karyawan tambahan tidak bisa menyuruh untuk menambah sejumlah karyawan tersebut. Proyek 35.000 MW meningkatkan jumlah proyek dalam pembangkitan dan distribusi dan transmisi. Masalah beban kerja dipengaruhi oleh jumlah komposisi karyawan dalam suatu bagian, kompetensi karyawan, dll. Sampel beban kerja yang diambil dari setiap rayon menemukan bahwa Pangkal Pinang Rayon memiliki rasio beban kerja tertinggi di PLN Babel, selisihnya dengan rayon lainnya adalah 6915,43 dengan jumlah pelanggan menjadi 145.224 dengan jumlah karyawan 21 orang. Komposisi total karyawan diukur dengan metode Full Time Equivalent dan Data Envelopement Analysis dikombinasikan dengan data bisnis untuk mendapatkan jumlah karyawan yang sesuai sehingga pelaporan data beban kerja tidak membebani karyawan dalam kegiatan sehari-hari mereka. Karena beban kerja atau lot yang lebih besar dibandingkan dengan kantor lain. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan tenaga kerja. Kata Kunci: beban kerja; Setara Penuh Waktu; Data Bisnis; Analisis Penyelubungan Data
SITOTOKSISITAS EKSTRAK CAMPURAN BUAH SIRIH, PINANG, DAN KAPUR TERHADAP GALUR SEL 3T3
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.11979

Abstract

The habit of betel quid chewing has been determined by the WHO as a risk factor for oral cancer due to the carcinogenic substances contained in the mixture. Betel quid chewing is a habit of chewing a mixture of betel, areca nut, and slaked lime with or without tobacco. Until now, betel quid chewing is still one of the habit of people in several countries in Southeast Asia, including Indonesia. The culture of betel quid chewing is still high, especially in eastern Indonesia. The composition of quid used may vary in each area. Eastern Indonesia uses more Piper betel inflorescence (betel fruit) than betel leaf. A study on the cytotoxicity of a mixture of betel fruit, areca nut, and lime originating from NTT Kupang, has never been carried out. This study aimed to determine the cytotoxicity of the mixture extracts mentioned above against 3T3 cell lines fibroblast and its Inhibitory Concentration of 50% (IC50). Cytotoxicity test using MTT assay was carried out on fibroblast 3T3 cell lines on betel mixtures with concentrations of 0, 30, 60, and 120 µg/mL at the 24 and 48 hour incubation period. The extract mixture shows the highest toxic concentration of 120 µg/mL with an incubation period of 48 hours. The IC50 of the extract at the 24 and 48 hour incubation period was 125,21 µg/mL, and 155.06 µg/mL respectively. The mixture of Piper betel inflorescence, areca nut, and lime extracts is cytotoxic against 3T3 cell lines. Keywords: cytotoxicity; piper betel inflorescence; areca nuts; slaked lime; 3T3 AbstrakKebiasaan menyirih telah ditetapkan oleh WHO sebagai salah satu faktor risiko terjadinya kanker mulut dikarenakan adanya bahan karsinogenik yang terkandung dalam campurannya. Menyirih merupakan suatu kebiasaan mengunyah campuran buah sirih, pinang, dan kapur dengan atau tanpa tembakau. Hingga kini menyirih masih menjadi salah satu kebiasaan masyarakat pada beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Budaya mengunyah sirih masih cukup tinggi terutama di Indonesia bagian timur. Campuran sirih yang digunakannya dapat bervariasi. Indonesia timur lebih banyak menggunakan buah sirih dibandingkan daun sirih. Penelitian mengenai sitotoksisitas campuran buah sirih, pinang dan kapur yang berasal dari NTT Kupang, belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sitotoksisitas campuran ekstrak buah sirih, pinang dan kapur terhadap galur sel fibroblast 3T3 serta Inhibitory Concentration of 50% (IC50). Uji sitotoksitas dengan MTT assay dilakukan pada galur sel fibroblast 3T3 terhadap campuran sirih dengan konsentrasi 0, 30, 60 dan 120 µg/mL pada masa inkubasi 24 dan 48 jam. Campuran ekstrak yang menunjukkan sitotoksik paling tinggi pada konsentrasi 120 µg/mL dalam masa inkubasi 48 jam. IC50 ekstrak pada masa inkubasi 24 dan 48 jam adalah 125,21 µg/mL dan 155,06 µg/mL. Campuran ekstrak buah sirih, pinang dan kapur bersifat sitotoksik terhadap galur sel 3T3.
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA DALAM SISTEM INFORMASI PENJADWALAN MATA KULIAH BERBASIS WEBSITE PADA STIKOM YOS SUDARSO PURWOKERTO
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.17262

Abstract

 STIKOM Yos Sudarso is an IT campus that was established to meet the needs of strong and reliable human resources in the field of information technology. The problem faced by STIKOM Yos Sudarso are the inefficient and ineffective lecture scheduling so that there are frequent changes in lecture schedules. To solve this problem, the Subject Scheduling Information System is needed. The scheduling system uses the Code Igniter 3 framework, PHP, javascript, MySQL, and genetic algorithms as data processing and system development using the prototype method. System analysis using whitebox test, blackbox test, cyclomatic complexity test, normality test, hypothesis test, benefit test, validity test, and reliability test. The result of this research is that website-based course scheduling information system using genetic algorithms can increase the effectiveness and efficiency in scheduling time from average of 7 days 15 hours and 39 minutes in the making to 31.26 seconds. Keywords—genetic algorithm, scheduling, php, mysql, code igniter 3 AbstrakSTIKOM Yos Sudarso merupakan kampus IT yang berdiri untuk memenuhi kebutuhan SDM yang tangguh dan handal dalam bidang teknologi informasi. Permasalahan yang di hadapai STIKOM Yos Sudarso adalah penjadwalan perkuliahan yang kurang efesien dan efektif sehingga sering terjadi perubahan jadwal perkuliahan. Untuk mengatasi hal tersebut Sistem Informasi Penjadwalan Matakuliah diperlukan. Sistem penjadwalan menggunakan framework Code Igniter 3,PHP, javascript, MySQL, serta algoritma genetika sebagai pengolah data dan pengembangan sistem menggunakan metode prototype. Analisis sistem menggunakan uji whitebox, uji blackbox, uji kompleksitas siklomatik, uji normalitas, uji hipotesis, uji manfaat, uji validitas, serta uji reliabilitas. Hasil penelitian adalah Sistem Informasi Penjadwalaan Matakuliah berbasis website dengan menggunakan algoritma genetika dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam waktu pembuatan jadwal dari rata-rata 7 hari 15 jam 39 menit pembuatan menjadi 31.26 detik.
MITIGASI DAN ADAPTASI MASA PANDEMI DALAM PRAKTIK RUANG KESEHARIAN DI KOMPLEK PERUMAHAN PERKOTAAN (Kasus RW 11 Pekayon Jaya Bekasi) Samsu Hendra Siwi; Titin Fatimah; Mekar Suteja
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.15259

Abstract

Wabah virus Covid-19 yang terjadi saat ini sudah meluas ke seluruh dunia. Faktor penularannya sangat mudah dan cepat. Hal ini secara kumulatif dan jangka panjang akan berdampak pada berbagai krisis, baik krisis ekonomi, sosial maupun psikologis.Penelitian ini akan membahas upaya di masyarakat dalam rangka mitigasi yaitu mengurangi dampak dari bencana pandemi yang terjadi, khususnya dampak ekonomi dan psikologis terkait dengan aspek arsitektural. Aktifitas membangun ketahanan pangan di lingkungan rumah dan kawasan, serta adaptasi terhadap pola kebiasaan hidup baru yaitu pemanfaatan lingkungan (seperti tanah fasum-fasos, teras, bagian halaman depan luar rumah sebagai tempat interaksi sosial) serta sikap anggota masyarakat dalam praktik ruang keseharian pada masa pandemi harus dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk melihat upaya masyarakat dalam praktik ketahanan pangan dengan pemanfaatan ruang terbatas di lingkungan masyarakat yang dilakukan di perumahan perkotaan dengan pola kehidupan modern-urban dalam menyikapi issue ini. Penelitian ini juga bertujuan melihat upaya masyarakat dalam praktik adaptif ruang keseharian sebagai upaya konsep “new normal” baik di hunian maupun di kawasan lingkungan perumahan perkotaan. Penelitian ini memakai metode fenomenologi dengan mengambil lokasi RW 11 Pekayon Jaya Bekasi sebagai lokasi penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat sebagai bahan evaluasi bagi pelaksanaan upaya ketahanan pangan dan pelaksanaan upaya non-medik menekan angka penyebaran virus Corona-19 di lingkungan. Hal lain diharapkan juga dapat dipakai sebagai pembelajaran bagi wilayah lain di tingkat masyarakat umum.
PENGARUH KEBERADAAN MRT JAKARTA TERHADAP AKTIFITAS KARYAWAN PERKANTORAN DI SCBD Aldo Andrian; Nurahma Tresani
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.6019

Abstract

Jakarta is a densely populated city that requires good public transportation as its infrastructure. SCBD is one of the centers of office activities in Jakarta which is a destination for office employees in Jakarta and outside Jakarta (BoDeTaBek) to work using private vehicles and public transportation. The emergence of MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta which has various facilities within its stations, is expected to be an environmentally friendly transportation solution for the community, especially office employees who need safe and fast transportation. This type of research uses a qualitative approach. With an inductive discussion flow to theorize existing phenomena with benchmarks from the results of theoretical studies that have been carried out. The issues raised are whether MRT Jakarta can be alternative transportation for office employees in SCBD and whether using MRT Jakarta as daily transportation can increase travel efficiency for office employees in SCBD. From the results of this study, it is known that MRT Jakarta still does not have a big effect on office employees in SCBD because MRT Jakarta routes are still limited. MRT can be alternative transportation for office employees in SCBD when other transportation cannot be used, but because the number of MRT Jakarta destinations is still limited, it reduces the efficiency of MRT Jakarta itself on the activities of office employees in SCBD. Keywords: MRT; transportation; SCBD; public transport; office employees AbstrakJakarta merupakan kota padat penduduk yang membutuhkan transportasi umum yang baik sebagai infrastrukturnya. SCBD merupakan salah satu pusat kegiatan perkantoran di Jakarta yang menjadi tujuan bagi para karyawan kantoran di Jakarta maupun di luar Jakarta (BoDeTaBek) untuk bekerja dengan menggunakan kendaraan pribadi dan juga transportasi umum. Munculnya MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta yang memiliki berbagai fasilitas di dalam stasiunnya, diharapkan dapat menjadi solusi transportasi ramah lingkungan bagi masyarakat khususnya karyawan perkantoran yang membutuhkan transportasi yang aman dan cepat Jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dengan alur pembahasan induktif untuk menteorisasikan fenomena yang ada dengan tolak ukur hasil kajian teori yang sudah dilakukan. Masalah yang diangkat adalah Apakah MRT Jakarta dapat menjadi transportasi alternatif bagi karyawan perkantoran di SCBD dan Apakah dengan menggunakan MRT Jakarta sebagai transportasi sehari-hari dapat meningkatkan efisiensi dalam perjalanan bagi karyawan perkantoran di SCBD. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa MRT Jakarta masih belum berpengaruh besar terhadap karyawan perkantoran di SCBD karena rute MRT Jakarta yang masih terbatas. MRT dapat menjadi transportasi alternatif bagi karyawan perkantoran di SCBD bila angkutan lain sedang tidak dapat digunakan, tetapi karena jumlah destinasi MRT Jakarta yang masih terbatas sehingga mengurangi efisiensi dari MRT Jakarta itu sendiri terhadap kegiatan karyawan perkantoran di SCBD.