cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): Juni" : 5 Documents clear
PERBEDAAN KELELAHAN KERJA BERDASARKAN MAKNA KERJA PADA KARYAWAN Arum Etikariena
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.66 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i2.49

Abstract

Abstract.Fatigue at workplace has many negative consequences such as accident, illness, performance decreased even death. On the other hand, individuals work to achieve something that related to what is called the meaning of work, which through their work, individuals trying to find a destination, make a contribution, linkages, values and expectations that are expected to minimize fatigue. This study aimed to see differences in fatigue based on the employee’s meaning of work. Fatigue was measured with the Fatigue Assessment Scale / FAS (α = .730) and the Meaning of Work Scale (α = .750). Research in the form of survey on the 59 employees who work as civil servants and private employees in Depok, Indramayu, Bogor and Jakarta. Data were analyzed by chi-square method. The results indicate that there are significant differences between individuals who have a religious meaning of work, collective and virtous character with workers perceived fatigue (x2 = .434, p = .835). Thus, an organization can consider to strengthen the meaningfulness of work on employees, to be more able to resist fatigue at work.Key words: the meaning of work, job fatigue, surveys, Chi SquareAbstrak.Kelelahan di tempat kerja menimbulkan beberapa konsekuensi negatif, seperti kecelakaaan kerja, sakit, menurunnya kinerja bahkan menyebabkan kematian. Di lain pihak, individu bekerja untuk mencapai sesuatu yang terkait dengan apa yang disebut makna kerja, dimana melalui pekerjaannya, individu mencoba mencari tujuan, memberikan kontribusi, keterkaitan, nilai dan harapan yang diharapkan akan meminimalisir kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kelelahan kerja pada karyawan berdasarkan makna kerja yang dimilikinya. Kelelahan kerja diukur dengan Fatigue Assessment Scale/ FAS (α =.730) dan Skala Makna Kerja (α = .750). Penelitian berbentuk survey pada 59 karyawan yang bekerja sebagai PNS dan pegawai swasta di Depok, Indramayu, Bogor dan Jakarta. Data dianalisis dengan metode Chi Square. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara individu yang memiliki makna kerja religius, kolektif dan virtous character dengan kelelahan yang dirasakan pekerja (x2 = .434; p = .835). Dengan demikian, maka organisasi dapat mempertimbangkan untuk memperkuat kebermaknaan kerja pada para karyawan, agar lebih dapat bertahan menghadapi kelelahan dalam bekerja.Kata kunci : makna kerja, kelelahan kerja, survei, Chi Square
GAMBARAN KEBERMAKNAAN HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) SERTA TINJAUANNYA MENURUT ISLAM Riri Fitria Burhan; Endang Fourianalistyawati; Zuhroni Zuhroni
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.282 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i2.46

Abstract

Abstract:HIV (Human Immuno Deficiency Virus) is a virus that attacks the human immune system and then causes AIDS. AIDS is a collection of disease caused by the HIV virus that damages the human immune system, making the body vulnerable to other diseases that can be fatal. The meaning of life is a process of finding a very important and meaningful to the individual. The process of finding the meaning of life and the search is performed and experienced by each person, and it will be different because basically man is a unique individual. The purpose of this study was described the meaningfulness of life in people who is living with HIV/AIDS. This study was used a qualitative approach, with the case study method, and the method of data collection by observation and interviews, as well as triangulation of data by providing a questionnaire to the research subjects. Interview techniques used in-depth interviews using an interview guide. Triangulation technique was conducted to test the credibility of the data by examining the same source with different techniques, one of them with a questionnaire ( Sugiyono, 2012). The results of this study indicated that the three subjects of the study had the meaningfulness of life, their sense of life were based on the changes before being diagnosed and after being diagnosed, as well as the achievement of hope and purpose in life. The results of this study showed that the parenting style of parents influence the risky behavior in children. In addition, social support and information that held by people living with HIV also affected their meaning of life.Keywords : HIV/AIDS, people living with HIV, The meaningfulness of lifeAbstrak:HIV (Human Immuno Deficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. AIDS merupakan kumpulan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Makna hidup merupakan suatu proses dalam menemukan suatu yang sangat penting dan berarti bagi individu. Proses menemukan dan pencarian makna hidup yang dilakukan dan dialami pada tiap orang akan berbeda-beda karena pada dasarnya manusia merupakan individu yang unik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara, serta triangulasi data dengan memberikan kuesioner kepada subjek penelitian. Teknik wawancara yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik triangulasi dilakukan untuk menguji kredibilitas dengan cara memeriksa data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, salah satunya dengan kuesioner (Sugiyono, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian memiliki kebermaknaan hidup, dengan memaknai hidup berdasarkan perubahan antara sebelum didiagnosa dan setelah didiagnosa, serta pencapaian akan harapan dan tujuan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku berisiko pada anak. Selain itu, dukungan sosial serta informasi yang dimiliki oleh ODHA juga berpengaruh terhadap pemaknaan hidup ODHA.Kata kunci: HIV/AIDS, ODHA, Kebermaknaan hidup
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN FEAR ARROUSING WARNING TERHADAP INTENSI MENGKONSUMSI FRIED CHICKEN PADA SISWA SD USIA 9-11 TAHUN Novia Nurbaya; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.182 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i2.48

Abstract

Abstract.This study aims to determine the effect of fear arousing warning to the intention to consume fried chicken at elementary students ages 9-11 years. Consumption of fast food among children is rapidly increasing, researchers are interested to discuss the type of fast food fried chicken. The intention to consume fried chicken among children is quite high because the child does not know the negative effects of excessive consumption of fried chicken. Stroke Foundation of Indonesia (Yastroki) said that number of stroke patients in Indonesia increased and it also occurs in young generation, this is due to obesity and consume high dietary fat and cholesterol, such as fast food, including fried chicken. Intentions may change from time to time, because of the addition of information. Provision of information can be done through the promotion of health with fear arrousing warning (warning scary) method. This type of research is a quasi experimental. To see the effect of fear arousing warnings, researchers used a statistical analysis to gain score of intentions, average score of intentions in the experimental group (KE): -15.64 and control group (KK): 1.35, it can be concluded that there are significant effect of fear arousing method to the intention to consume fried chicken.Keywords: intention, health promotion, fried chickenAbstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari peringatan menakutkan terhadap intensi mengkonsumsi fried chicken pada siswa SD usia 9-11 tahun. Pengkonsumsian fast food dikalangan anak-anak semakin pesat, peneliti tertarik untuk membahas fast food berjenis fried chicken. Intensi anak dalam mengkonsumsi fried chicken cukup tinggi karena anak tidak mengetahui dampak negatif dari pengkonsumsian fried chicken yang berlebihan, seperti yang dinyatakan Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) terjadi peningkatan penderita stroke di Indonesia bahkan menyerang generasi muda, hal ini dikarenakan kegemukan akibat pola makan yang tinggi lemak dan kolesterol, seperti makanan cepat saji, termasuk didalamnya fried chicken. Intensi dapat berubah dari waktu ke waktu, karena adanya penambahan informasi. Pemberian informasi dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dengan metode fear arrousing warning (peringatan menakutkan). Jenis penelitian ini ialah eksperimental kuasi. Untuk melihat pengaruh peringatan menakutkan, peneliti melakukan analisis statistik gain score intensi dan diperoleh hasil rata-rata intensi pada kelompok eksperimen (KE) : -15,64 dan kelompok kontrol (KK): 1,35, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh peringatan menakutkan terhadap intensi mengkonsumsi fried chicken.Kata kunci: intensi, promosi kesehatan, fried chicken
PENGARUH BODY DISSATISFACTION DAN SELF-ESTEEM DENGAN PERILAKU DIET MAHASISWI UNIVERSITAS “X” SERTA TINJAUAN DALAM ISLAM Rahmania Hanum; Entin Nurhayati; Siti Nur Riani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v2i2.51

Abstract

Abstract. Diet is an effort to reduce or control the consumption of foods which aims to reduce or maintain body weight (Hawks, 2008). The initial survey showed 17 of the 30 students of the Faculty of Psychology YARSI on a diet and reduce the frequency of eating to get the more ideal body. This study aims to look at the effect of body dissatisfaction and self-esteem with dietary behaviors among girls. This research is expected to be useful and help young women to seek information on a healthy diet behavior and its relation to body dissatisfaction, and self-esteem. This study used 100 participants (students of “X” University) were determined by simple random sampling method. Measurements using 28 items of dietary behavior attitude scale, 34 items of BSQ scale and self-esteem scale adaptation of Heatherthon Polivy consists of 20 items. The results of this study using multiple regression analysis showed that: that body dissatisfaction and self-esteem affect dietary behavior University student "X" in Jakarta.Key Words: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Dietary BehaviorAbstrak.Diet merupakan sebuah usaha untuk mengurangi atau mengontrol asupan makanan yang bertujuan untuk mengurangi atau mempertahankan berat badan sesuai dengan keinginan individu (Hawks, 2008). Survei awal yang dilakukan oleh peneliti terhadap 30 orang mahasiswa tingkat satu dan dua Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada tahun 2011 menunjukkan prevalensi 17 orang melakukan diet dan mengurangi frekuensi makan dalam satu hari untuk mendapatkan tubuh yang lebih ideal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara body dissatisfaction dan self-esteem dengan perilaku diet pada remaja perempuan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan membantu remaja perempuan dalam mencari informasi mengenai perilaku diet sehat dan kaitannya dengan body dissatisfaction, dan self-esteem. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswi Universitas “X” sebanyak 100 orang. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling. Pengukuran menggunakan skala sikap perilaku diet terdiri dari 28 item, skala BSQ terdiri dari 34 item dan skala self-esteem adaptasi dari Heatherthon Polivy terdiri dari 20 item. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa: bahwa body dissatisfaction dan self-esteem mempengaruhi perilaku diet mahasiswi Universitas “X” di Jakarta.Kata Kunci: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Perilaku Diet
BODY-MIND CONNECTION: IDENTIFIKASI SUBKEPRIBADIAN YANG TERKAIT DENGAN EMOSI DAN KELUHAN FISIK Nur Aziz Afandi; Hendro Prabowo; Mahargyantari Purwani Dewi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v2i2.47

Abstract

Abstract:Transpersonal psychology considers that there are various aspects of the human personality, such as: body, feelings, mind, intuition, imagination, drive, subpersonality, and so on (Firman Gila, 2002). Therefore, the study of the body-mind connection showed that consciousness, attitudes, and imagery can affect physical health and diseases. Meanwhile, sub-personality is one component of transpersonal psychology, beside the potential and aspirations, thoughts, feelings, and drive. Subpersonality always be accompanied with the emergence of an emotion that is connected to physiological changes as a manifestation of the body-mind connection. This paper is the result of a case study on an employee and five female students of psychology that attempts to explain the identification of several subpersonality, accompanied by physiological complaints that were made during meditation. This study showed subpersonality controlling causing migraine; sub-personality burdened causing rapid heartbeat, and sub-personality anxious causing back pain.Keywords: transpersonal psychology, subpersonality, emotion, physical complaintsAbstrak:Mazhab psikologi transpersonal memandang bahwa terdapat beragam aspek dari kepribadian manusia, seperti: tubuh, perasaan, pikiran, intuisi, imajinasi, dorongan, subkepribadian, dan sebagainya (Firman Gila, 2002). Oleh karena itu, studi tentang hubungan tubuh-pikiran (body-mind connection) menunjukkan bahwa keyakinan sadar, sikap, dan pencitraan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan penyakit. Sementara, subkepribadian adalah salah satu komponen dalam psikologi transpersonal, sistem psikosintesis selain potensi dan aspirasi, pikiran, perasaan, dan dorongan. Dalam wujudnya, subkepribadian selalu juga disertai dengan munculnya suatu emosi yang terhubung dengan perubahan-perubahan fisiologis sebagai perwujudan dari hubungan tubuh-pikiran. Makalah ini merupakan hasil dari penelitian kasus pada satu karyawati dan lima mahasiswi psikologi yang mencoba mengidentifikasi beberapa subkepribadian yang disertai dengan munculnya keluhan-keluhan fisiologis. Identifikasi subkepribadian dan keluhan-keluhan fisik dilakukan saat proses meditasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keluhan-keluhan fisiologis yang dapat diidentifikasi dalam sesi konseling sebagai reaksi atas muncul emosi yang menyertai subkepribadian dalam diri seseorang adalah seperti subkepribadian mengontrol yang memunculkan keluhan fisik migrain, subkepribadian terbebani yang memunculkan keluhan fisik berupa jantung berdetak dengan cepat, subkepribadian pencemas dengan keluhan fisik sakit punggung.Kata kunci: psikologi transpersonal, subkepribadian, emosi, keluhan fisik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5