cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Desember" : 8 Documents clear
Hubungan antara Depresi dengan Kualitas Hidup pada Ibu Hamil Berisiko Tinggi Rizky Fauzy; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.313 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i2.350

Abstract

Kehamilan risiko tinggi (risti) adalah suatu kehamilan yang memiliki ancaman  lebih besar dari biasanya seperti terjadi penyakit atau kecacatan bahkan kematian sebelum maupun sesudah persalinan. Kondisi kehamilan dengan risiko membuat penderita lebih rentan mengalami gangguan psikologis salah satunya adalah depresi.  Hal tersebut terjadi karena berbagai hal seperti,  kekhawatiran akan keselamatan janin, ancaman kematian yang lebih besar dan keterbatasan dalam beraktivitas. Tantangan yang lebih besar saat menjalani kehamilan juga dapat mempengaruhi kualitas hidup yaitu, persepsi individu mengenai keberfungsian mereka dalam  kehidupan.  Salah satu faktor yang menyebabkan individu memiliki kualias hidup yang buruk yaitu ketika individu mengalami gangguan psikologis berupa depresi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan depresi dengan kualitas hidup pada ibu hamil berisiko tinggi. Subjek dalam penelitian ini adalah 105 orang ibu hamil berisiko tinggi yang berada di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan alat ukur Center for Epidemiologic Studies Depression Scale (CESD-R) dan World Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQOL-BREF) yang sudah diadaptasi oleh peneliti. Uji hipotesis menunjukkan bahwa depresi berhubungan secara signifikan pada setiap dimensi kualitas hidup.
Gambaran Kepuasan Pernikahan Pada Penyintas Kanker Serviks Pasca Pengobatan Kanker Evryanti Cahaya Putri; Venie Viktoria Rondang Maulina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.876 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i2.345

Abstract

Setelah menjalani pengobatan, penyintas kanker serviks mengalami perubahan secara fisik, psikologis, dukungan sosial yang diterima, perubahan intimacy dan seksualitas, ekonomi keluarga, serta masalah kesetiaan dan kepercayaan pada pasangan. Hal-hal tersebut terkait dengan karakteristik yang mempengaruhi kepuasan pernikahan seseorang. Kepuasan pernikahan dapat membuat sepasang suami istri mempertahankan pernikahan atau mengakhiri hubungan pernikahan mereka dan bagi para penyintas kanker berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pada dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-structured. Subjek penelitian berjumlah dua orang dan memiliki karakteristik, yaitu penyintas kanker serviks yang telah selesai menjalani pengobatan kanker, berstatus menikah, dan tinggal bersama dengan suami. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kehidupan pernikahan kedua partisipan setelah menjalani pengobatan kanker dipersepsikan puas oleh keduanya. Karakteristik yang mendukung kepuasan pernikahan kedua partisipan yaitu companionship, commitment, responsibility, unselfishness, honesty, trust, and fidelity, serta adaptability, flexibility, and tolerance. Karakteristik yang tidak mendukung yaitu admiration and respect, spirituality and values, serta affection. Karakteristik yang berbeda dalam memengaruhi kepuasan pernikahan kedua partisipan yaitu communication, ability to deal with crises and stress, serta empathy and sensitivity. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan kedua partisipan adalah kedekatan sebelum pernikahan, tempat tinggal, dan pendapatan keluarga. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh berbeda adalah kebahagiaan pernikahan orang tua dan pendidikan. Suami memiliki pengaruh yang besar dalam mempersepsikan kepuasan pernikahan bagi peyintas kanker serviks.
Modifikasi, Validitas, dan Reliabiltas Alat Ukur Pemikiran Karier Untuk Remaja Lucky Wibowo; William Gunawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.346

Abstract

Berdasarkan pendekatan pemrosesan informasi kognitif, ada tiga komponen dasar yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier seseorang, antara lain knowledge domain, decision making skills domain, dan executive processing domain. Ketiga komponen ini digunakan untuk mengenali kesalahan berpikir dalam pengambilan keputusan karier, dan dioperasionalisasikan alat ukur inventori pemikiran karier. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi dan menguji validitas dan reliabilitas inventori pemikiran karier. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa alat ukur ini valifd dan reliabel tetapi memiliki beberapa kelemahan dalam penyususnan item. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan sampel  462 remaja. Hasil penelitian menunjukkan 42 dari 48 item alat ukur valid dan reliabel untuk remaja usia 15-21 tahun. Penelitian selanjunya dibutuhkan untuk menentukan norma alat ukur inventori pemikiran karier.
Sumber-Sumber Efikasi Diri Karier Remaja Rini Astuti; William Gunawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.656 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i2.348

Abstract

Efikasi diri merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perkembangan karier remaja. Efikasi diri yang berhubungan dengan karier disebut efikasi diri karier, keyakinan diri seseorang tentang kemampuannya untuk melakukan aktivitas karier yang berkaitan dengan pengembangan karier, pilihan karier dan penyesuaian karier. Efikasi diri karier ini terbentuk melalui sumber-sumber efikasi diri karier yang terdiri dari mastery experience, vicarious learning, verbal persuasion, psychological states. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sumber-sumber efikasi diri karier pada remaja di Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif  deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 445 subyek yang berasal dari 3 SMA, yaitu SMA Negri 2, SMA IPEKA Tomang dan SMA Al-Huda di Jakarta Barat. Berdasarkan hasil analisa deskriptif, diketahui gambaran sumber-sumber efikasi diri karier remaja SMA di Jakarta Barat tergolong tinggi. Jika dilihat berdasarkan dimensi sumber-sumber efikasi diri karier maka sumber-sumber yang membentuk efikasi diri karier remaja SMA di Jakarta Barat adalah  mastery experience, vicarious learning, verbal persuasion, dan positive emotional arousal.
Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Di Kota Banda Aceh Rahmi Rizky; Risana Rachmatan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.349

Abstract

Berbagai perubahan yang dialami pada masa remaja menyebabkan remaja menjadi sangat memperhatikan citra tubuh mereka dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penampilannya. Salah satu upaya remaja dalam meningkatkan penampilan adalah dengan melakukan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan perilaku konsumtif pada remaja di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 300 remaja yang diambil sesuai dengan ciri-ciri tertentu hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan. Terdapat dua alat ukur yang digunakan, yaitu Kuesioner Multidimensional Body Self Relations Questionnaire - Appearance Scale (MBSRQ-AS) yang mengacu pada teori Cash (2002) terdiri dari 34 aitem dan Skala Perilaku Konsumtif disusun oleh peneliti mengacu pada teori Lina dan Rosyid (dalam Petova, 2012) terdiri dari 17 aitem. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,032 dengan nilai p = 0,002 (p 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang diajukan diterima. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara citra tubuh dengan perilaku konsumtif pada remaja di Kota Banda Aceh, hasil ini berbeda dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan negatif.
Hubungan Psychological Well-Being dengan Loneliness pada Mahasiswa yang Merantau Cindy Frencya Halim; Agoes Dariyo
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.344

Abstract

Pada zaman sekarang, banyak mahasiswa merantau demi menempuh pendidikan yang lebih baik. Hal tersebut terjadi karena penyebaran pendidikan yang belum merata di Indonesia, pendidikan yang baik banyak terdapat di Pulau Jawa. Perpindahan ke lingkungan baru dapat menyebabkan mahasiswa tersebut mengalami perasaan loneliness. Pada beberapa penelitian sebelumnya, terlihat adanya hubungan pada psychological well-being dengan loneliness. Jadi penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara psychological well-being dengan loneliness pada subyek yang berbeda yaitu mahasiswa rantau. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data accidental sampling. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa rantau berusia 18-21 tahun di Jakarta. Alat ukur penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner psychological well-being berdasarkan skala Ryff dan alat ukur loneliness. Kuisioner dibagikan kepada 405 orang responden dengan laki-laki sebanyak 108 orang dan perempuan 297 orang yang mewakili mahasiswa yang merantau di Jakarta. Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan SPSS 22.00 ditemukan bahwa korelasi antara psychological well-being dengan loneliness (r= -0.659; p=0.0000.005) yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara psychological well-being dengan loneliness. Setiap dimensi psychological well-being juga memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap loneliness.
Hubungan Antara Kepuasan Pernikahan Dengan Spiritualitas Pada Istri Bekerja Yang Berada Dalam Tahap Pernikahan Families With School Children Syafiyah Az Zahra; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.351

Abstract

Istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan families with school children (Oldest child 6-13 years) memiliki tugas-tugas dalam kehidupan rumah tangga dan tugas di pekerjaanya. Apabila tugas-tugas tersebut tidak mampu dilakukan secara seimbang, maka akan menyebabkan adanya konflik antara mengerjakan tugas di kantor dan tugas rumah tangga. Pada perempuan, intensitas terjadinya konflik tersebut lebih besar dibandingkan laki-laki. Konflik yang dialami istri, serta kurangnya dukungan dari suami menyebabkan istri bekerja mengalami kesulitan dalam membagi perannya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan istri dalam pernikahan dan berujung pada perceraian. Pada kondisi ini, aspek agama atau spiritualitas dipandang sebagai hal yang penting dalam membantu seseorang melalui permasalahan dalam kehidupannya, khususnya kehidupan pernikahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas pada istri bekerja yang berada pada tahap pernikahan Families with School Children. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepuasan pernikahan dan kuisioner spiritualitas. Subjek penelitian adalah 103 orang istri bekerja yang berdomisili di wilayah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepuasan pernikahan dengan spiritualitas (p = 0,563 0,05), baik untuk subjek yang memiliki kepuasan pernikahan tinggi dan subjek yang memiliki kepuasan pernikahan rendah. Hal ini bisa disebabkan adanya faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam kepuasan pernikahan, seperti adanya subjektifitas dalam memandang spiritualitas.
Asertivitas dan Penyesuaian Perkawinan pada Dewasa Awal di Aceh Tengah Gemilang Silemi Retiara
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.347

Abstract

Penyesuaian perkawinan merupakan proses membiasakan diri (adaptasi) dengan situasi baru sebagai suami istri dalam membentuk keluarga untuk memenuhi harapan dan tujuan perkawinan, serta menyelesaikan masalah yang muncul dalam perkawinan. Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi penyesuaian perkawinan adalah berkomunikasi secara asertif. Ciri individu yang memiliki asertivitas adalah mampu menyatakan perasaan, keinginan, dan hak-haknya secara terbuka. Individu yang mampu berperilaku asertif akan mudah dalam menyesuaikan diri terutama dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal di Aceh Tengah. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik acak sederhana. Sampel penelitian adalah dewasa awal dengan kriteria usia 20 tahun hingga 39 tahun, usia pernikahan 4 bulan hingga 2 tahun, dan berdomisili di Aceh Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan skala asertivitas sebanyak 16 pernyataan dan skala penyesuaian perkawinan sebanyak 20 pernyataan. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,649 dengan nilai p = 0,000 (p0,01). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif antara asertivitas dengan penyesuaian perkawinan. Artinya semakin tinggi asertivitas maka semakin baik penyesuaian perkawinan atau sebaliknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8