cover
Contact Name
Maya Nuriya Widyasari
Contact Email
medica.hospitalia@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
medica.hospitalia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Hospitalia
ISSN : 23014369     EISSN : 26857898     DOI : https://doi.org/10.36408/mhjcm
Core Subject : Health,
Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan RSUP Dr. Kariadi dan menerima artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah dibidang kedokteran atau kesehatan kepada para praktisi dan akedemisi di bidang kesehatan dan kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp" : 30 Documents clear
Manajemen Perioperatif pada Pasien COVID-19 Widya Istanto; Erik Maruli Tua
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.276 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.455

Abstract

Kemunculan dan penyebaran severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) menyebabkan krisis kesehatan yang mengancam dunia. Infeksi yang disebabkan SARS-CoV-2 disebut coronavirus disease 2019 (COVID-19). Laporan WHO per tanggal 30 Mei 2020, terdapat 5.817.385 kasus dengan 362.705 kematian secara global dengan 249.525 kasus dan 7.157 kematian di wilayah Asia Tenggara. Cara penularan COVID-19 dari manusia ke manusia telah diidentifikasi melalui droplet dan kontak langsung atau secara tidak langsung melalui sentuhan benda. SARS-CoV-2 pertama kali ditularkan dari hewan ke manusia di pasar basah Wuhan dan akhirnya mempertahankan penularan dari manusia ke manusia. Penyebaran virus ini semakin meluas sehingga menimbulkan pandemi. Kondisi pandemi menimbulkan banyak tantangan bagi sistem kesehatan terutama dalam pengendalian infeksi dan penatalaksanaan penyakit. Ahli anestesi memainkan peran penting dalam epidemi, karena kasus yang dicurigai atau dikonfirmasi mungkin memerlukan anestesi untuk tindakan pembedahan, serta keahlian manajemen jalan napas dalam kasus yang kritis. Pada kasus yang memerlukan tindakan pembedahan, ahli anestesi berperan dalam penilaian pasien COVID-19 pre-operasi, intraoperasi, dan pascaoperasi.
Psychoneuroimmunology Aspects of COVID-19 Pandemic Yuliana, Yuliana
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.491 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.456

Abstract

BACKGROUND: In December 2019 the world was struck by an outbreak of a disease in China which is now referred to as Coronavirus disease (COVID-19). COVID-19 disease is a viral infection caused by SARS-CoV-2. This disease has spread very quickly throughout the world, causing significant social and economic impacts. Now this incident is called a pandemic. There are many controversial theories up till now, especially about psychoneuroimmunology aspects. Symptoms caused by this disease vary greatly from the main attack of the respiratory system to neuro immunity system. Immune response is the key factor to invasion of this virus into the human body. OBJECTIVE: The aim of this paper is providing comprehensive understanding regarding psychoneuroimmunology aspects of COVID-19 infection in those variable symptoms. DISCUSSION: Neurological symptoms might start from anosmia, loss of taste (ageusia), delirium, encephalitis, Guillain-Barre syndrome, and stroke. Behavior might be affected with specific symptom such as depression and psychosis. Neuropsychiatric sequelae had been found in past viral pandemics. CONCLUSION: Psychoneuroimmunology aspects will determine the variability of symptoms of each patient. Comprehensive understanding of psychoneuroimmunology perspective will aid in promoting post-pandemic public mental health in order to handle COVID-19 properly and minimize socio-economic impacts.
Dasamuka Covid-19 Sigit Prakoeswa, Flora Ramona
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.551 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.457

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Dunia. Penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 ini menular dengan cepat via droplet. Kegagalan mengenali gejala awal COVID-19 berperan dalam terlambatnya melakukan isolasi penderita untuk mencegah penularan dan pemberian penanganan dini untuk menghambat komplikasi. Manifestasi klinis penyakit tidak hanya terbatas pada gangguan pernapasan. Laporan kasus dan studi terbaru dari berbagai tempat telah melaporkan keterlibatan sistem organ lain dalam penyakit COVID-19, seperti gastrointestinal dan integumen. Kemampuan sistem imunitas tubuh yang adekuat di fase awal infeksi menjadi salah satu faktor penentu prognosis bagi penderita COVID-19. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang membahas patogenesis, manifestasi klinis, dan karakteristik COVID-19 pada berbagai sistem organ. Pemahaman mengenai karakteristik, patogenesis, dan identifikasi gejala awal dapat membantu meminimalisir transmisi dan komplikasi dari COVID-19.
Penyakit Stroke dan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19): Sebuah Tinjauan Literatur Kurnianto, Aditya; Tugasworo, Dodik; Retnaningsih, Retnaningsih; Andhitara, Yovita; Ardhini, Rahmi; Tamad, Fatiha Sri Utami; Agung, Locoporta; Budiman, Jethro
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.321 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.458

Abstract

Latar belakang: Corona virus disease 2019 (COVID-19) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute resporatory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 awalnya diketahui menyerang saluran pernapasan, namun sekarang ini manifestasi klinisnya beragam termasuk manifestasi kelainan saraf/neurologis. Kelainan neurologis yang perlu mendapat perhatian khusus karena morbiditas dan mortalitasnya yang dapat ditekan bila ditangani secara tepat waktu adalah kasus penyakit serebrovaskular/stroke. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah mengkaji secara teori berdasarkan literatur tentang hubungan infeksi COVID-19 dan stroke. Metode: Review literatur Pembahasan: Stroke pada COVID-19 berhubungan dengan koagulopati, antibodi antifosfolipid, dan vaskulitis. Manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, dan penanganan pada kasus stroke dengan COVID-19 butuh mendapat perhatian khusus. Penanganan pada stroke dengan COVID-19 difokuskan kepada keselamatan pasien dan keamanan tenaga kesehatan. Simpulan: Vasokontriksi serebral, peradangan saraf, stres oksidatif, dan trombogenesis dapat berkontribusi terhadap patofisiologi stroke selama infeksi COVID-19. Protokol perawatan di rumah sakit harus dimodifikasi untuk memberikan perawatan individual yang lebih baik untuk pasien stroke disertai COVID-19 dan keamanan bagi tenaga kesehatan.
Profil Klinis, Laboratorium, Radiologis dan Luaran Pasien COVID-19 Pada Anak di RSUP Dr. Kariadi Semarang Anam, Moh Syarofil; Wistiani, Wistiani; Sahyuni, Riza; Hapsari, Maria Magdalena Diah Endang Apriani Harry
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.14 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.459

Abstract

Latar belakang Kasus COVID-19 pada anak menunjukkan karakteristik klinis yang bervariasi, meskipun umumnya ringan dapat menjadi sumber penularan dan memunyai dampak terhadap kesehatan secara umum. Tujuan Melaporkan karakteristik klinis, laboratorium, gambaran radiologis dan luaran pasien COVID-19 pada anak di RSUP Dr. Kariadi Semarang Metode Penelitian retrospektif, dengan data dari rekam medis pasien terduga COVID-19 di RSUP dr Kariadi Semarang pada periode Maret – April 2020. Kriteria inklusi pasien usia 0-18 tahun terduga COVID dirawat di rumah sakit, dan dilakukan pemeriksaan PCR dengan spesimen swab. Data yang dikumpulkan adalah demografi, manifestasi klinis, laboratorium, gambaran radiologis, penyakit komorbid, dan luaran. Analisis data menggunakan SPPS for window 12.0 version. Hasil Enam puluh satu pasien yang terduga COVID, 41 kasus dilakukan analisis dengan temuan hasil positif pada 5 (12%) kasus, laki-laki 22 (53,7%) dan perempuan 19( 46,3%) dengan median usia 36 bulan (rentang 3-214 bulan), gejala utama batuk 38 (92,7%), demam 37 (90,2%), dan ronkhi 25 (61%). Pada kelompok kasus COVID positif batuk dijumpai pada 5/5 pasien, demam 3/5 pasien, ronkhi 2/5 pasien. Seluruh pasien dari kelompok COVID positif pulang perbaikan, dan 4 kasus dari kelompok COVID negatif meninggal. Kadar lekosit dan limfosit kelompok COVID positif dan negatif berturut-turut dengan nilai signifikansi p 0,62 dan p 0.72, gambaran radiologis antar kelompok p 0,56 Simpulan Tidak didapatkan perbedaan karakteristik riwayat epidemiologis, gejala dan tanda klinis, laboratorium, foto rontgen toraks serta luaran antar kelompok pasien COVID-19 positif dan negatif.
Current Potential Antiviral Agents for Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Therapy Kramy, Prayogi
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.086 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.460

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) was first discovered in Wuhan, Hubei Province, China. SARS-CoV-2 infects the respiratory tract, which causes coronavirus disease 2019 (COVID-19). Various studies have been conducted to find effective therapies. However, there is still no specific treatment or therapy for COVID-19. This literature review, summarizes some recent research on several potential antiviral agents, both drugs that are commonly used in the medical world such as ivermectin, to medicine from herbal plants and some drugs that are in the process of clinical trials such as remdesivir, lopinavir/ritonavir, Interferon ?, ribavirin, convalescent plasma, and monoclonal antibodies for COVID-19 therapy. KEYWORDS: SARS-CoV-2, COVID-19, Antiviral Agents, Potential therapy.
Kondisi Psikologis Perawat yang Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien COVID-19: Tinjauan Narasi Santoso, Teguh; Sari, Dwi Agustiana; Junait, Junait; Laely, Anna Jumatul
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.081 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.461

Abstract

LATAR BELAKANG: Coronavirus disease-19 (COVID-19) menjadi wabah dunia yang menimbulkan beban psikologis bagi masyarakat dan tenaga kesehatan yang memberikan perawatan pada pasien dengan COVID -19. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pemberian asuhan keperawatan pada pasien. TUJUAN: Mendeskripsikan kondisi psikologis perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan COVID-19. METODE: Penelitian ini merupakan narrative review. Sebelas artikel dipilih dari Google Scholar, PubMed, EBSCO, dan ProQuest yang telah di-peer-reviewed dan dipublikasikan, full-text, serta dalam bahasa Inggris mulai dari tanggal 1 Januari 2020 sampai 31 Mei 2020. Istilah pencarian yang digunakan dalam pencarian artikel yakni COVID-19, nursing care, nurse, dan psychological effect. HASIL: Sebelas artikel yang telah ditinjau menyebutkan bahwa kondisi psikologis perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien COVID-19 meliputi kecemasan, rasa takut, depresi, kelelahan, sulit tidur atau insomnia, gangguan mental lain, somatisasi, mudah marah, obsesif-konvulsif, penurunan nafsu makan, merasa tidak nyaman, tidak berdaya, menangis, dan bahkan terlintas untuk bunuh diri. SIMPULAN: Memberikan perawatan kepada pasien dengan COVID-19 dapat menimbulkan gangguan psikologi pada perawat. Kata Kunci: Asuhan keperawatan, COVID-19, Efek psikologi, Perawat Psychological Condition of Nurses who Provided Nursing Care in Patient with COVID-19: A Narrative review ABSTRACT BACKGROUND : Coronavirus disease-19 (COVID-19) became epidemic and caused psychological disorder for the community and health workers who provided care for patients with COVID-19. Nurses are one of the frontline workers who provide nursing care to the patients. OBJECTIVE: To describe psychological condition of nurses who provided nursing care for patients with COVID-19. METHOD : This article was a narrative review. Eleven articles were selected from Google Scholar, PubMed, EBSCO, and ProQuest which have been peer-reviewed and published, full text in English, started from 1st January 2020 to 31th May 2020. The search terms were COVID-19, nursing care, nurse, and psychological effects. RESULT : The eleven reviewed articles showed that psychological condition of nurses who provided nursing care in patients with VOVID-19 included anxiety, fear, depression, fatigue, insomnia, other mental disorders, somatization, irritable, obsessive-convulsive, loss of appetite, uncomfortable feeling, helplessness, crying, and even suicidal thought. CONCLUSION : Providing care in patients with COVID-19 may cause psychological disturbances for nurses. Keywords: Nursing care, COVID-19, psychological effect, nurse
Literatur Review: Dampak Gangguan Kesehatan Mental pada Petugas Kesehatan Selama Pandemi Coronavirus Disease 2019 Susanto, Bela Novita Amaris
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.748 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.462

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan masalah kesehatan yang menyerang masyarakat secara global. Virus 19-nCoV telah menyebabkan kematian lebih dari 500.000 dan lebih dari 120.000.000 kasus positif. Wabah COVID-19 dikaitkan dengan dampak gangguan kesehatan mental terutama pada petugas kesehatan yang bertugas sebagai garda depan. Review ini bertujuan untuk membahas sosio-demografi, gangguan kesehatan mental, hubungan kesehatan mental dengan COVID-19, serta mekanisme koping dan kebutuhan perawatan kesehatan mental pada petugas kesehatan selama pandemi COVID-19. Rancangan: Pencarian artikel dilakukan database berikut PubMed, Science Direct, Medline, Google Scholar dan Crossref selama bulai April-Juni 2020. Sebanyak 65 artikel dipilih pada penyaringan awal dan 15 artikel dibahas sebagai ulasan akhir. Hasil: Variabel sosio-demografi antara lain usia, jenis kelamin, jenis profesi, jenjang karier dan tempat bekerja. Gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, post-traumatic stress disorder (PTSD), insomnia, somatisasi, gejala obesif-kompulsif, efikasi diri, sensitivitas interpersonal, photic anxiety dan lekas marah disebakan karena kurang dukungan sosial, kurang informasi tentang COVID-19, pelatihan penggunaan dan kurangnya alat pelindung diri (APD), langkah mengendalikan infeksi, bekerja di ruang isolasi, khawatir akan terinfeksi dan menularkan ke keluarga, perasaan frusasi ketidak puasan pada pekerjaan, perasaan kesepian terisolasi, kontak langsung dengan pasien positif COVID-19, pasien menyembunyikan riwayat medis dan peningkatan rasio kerja. Kesimpulan: Penting untuk memperhatikan kesehatan mental petugas kesehatan selama pandemi COVID-19, diperlukan sumber daya, perencanaan dan tindakan yang serius untuk mengatasi masalah ini. Kata Kunci: COVID-19, pandemi, petugas kesehatan, gangguan kesehatan mental Literature Review: Adverse effect of Mental Health Disorders on Healthcare Workers During the Coronavirus Disease 2019 Pandemic Background: The coronavirus disease (COVID-19) pandemic is a health problem that attacks people globally. The disease caused by 19-nCOV has caused more than 500,000 deaths and more than 120,000,000 positive cases. The COVID-19 outbreak was related to the adverse effect of mental health disorders, especially on healthcare workers who serve as the frontline. This review aims to discuss socio-demographics, mental health disorders, the relationship of mental health with COVID-19, as well as coping mechanisms and the need for mental health care for healthcare workers during the COVID-19 pandemic. Design: The article search was conducted with the following PubMed, Science Direct, Medline, Google Scholar, and Crossref from April to June 2020. A total of 65 articles were selected at initial screening and 15 articles were discussed as a final review. Results: Socio-demographic variables include age, sex, type of profession, career path, and place of work. Mental health disorders such as anxiety, depression, stress, post-traumatic stress disorder (PTSD), insomnia, somatization, obesity-compulsive symptoms, self-efficacy, interpersonal sensitivity, photic anxiety, and irritability are caused by lack of social support, lack of information about COVID- 19, training on the use and lack of PPE, measures to control infection, work in isolation, worry about being infected and spread to the family, feelings of frustration at work dissatisfaction, feelings of loneliness isolated, direct contact with positive patients with COVID-19, patients conceal medical history and increase work ratio. Conclusion: It is important to pay attention to the mental health of healthcare workers during the COVID-19 pandemic, resources, planning, and serious actions that are needed to overcome this problem. Keywords: COVID-19, pandemic, healthcare workers, mental health disorders
Review Sistematik Temuan Oftalmologi pada Pasien dengan COVID -19: Apa yang Harus Kita Ketahui? Ariska, Amalia Dwi; Poernomo, Trining
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.556 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.463

Abstract

Latar belakang: SARS COV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) merupakan virus penyebab COVID-19 (Corona Virus Disesease-2019) yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada akhir Desember 2019. Sejak kemunculannya, SARS COV-2 menunjukkan penambahan jumlah pasien dan kematian yang pesat hingga lintas negara sehingga pada tanggal 11 Maret 2020, WHO (World Health Organization) mengumumkan bahwa COVID-19 dinyatakan sebagai global pandemi. Manifestasi COVID-19 dilaporkan sangat bervariasi, mulai dari gangguan sistem pernafasan, pencernaan, bahkan okular. Namun karena kelangkaan kasus dan situasi pandemi sehingga literatur mengenai manifestasinya pada mata sangat terbatas. Tujuan: Artikel ini akan menelaah manifestasi klinis SARS-COV-2 pada mata, hubungannya dengan manifestasi sistemik, peran pemeriksaan PCR swab konjungtiva, dan terapi yang diberikan melalui review kualitatif sesuai dengan rekomendasi PRISMA. Diskusi dan pembahasan masalah: Terdapat 12 dokumen yang ditelaah dalam review ini. Selain gejala pernafasan, COVID-19 juga dilaporkan dapat menyebabkan konjungtivitis dengan ciri umum seperti mata merah, kemosis konjungtiva, mata berair maupun manifestasi okular lain yang lebih jarang. Manifestasi okular dapat sebagai gejala tunggal, prodromal, maupun bersamaan dengan manifestasi sistemik, dan bisa menyebabkan gejala sisa berupa floaters. Terapinya pun bervariasi berdasarkan gejala. Pada kasus COVID-19 dengan konjungtivitis hasil pemeriksaan PCR swab konjungtiva bisa positif maupun negatif. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa manifestasi okular pada pasien COVID-19 mungkin saja terjadi, dan hubungannya dengan manifestasi sistemik sangat bervariasi. Untuk terapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, dan banyak faktor yang menyebabkan hasil PCR swab konjungtiva tidak sesuai dengan klinis pasien. Sehingga diharapkan agar setiap tenaga kesehatan untuk selalu waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang memadai terlepas dari ada atau tidaknya manifestasi okular. Kata kunci : SARS CoV-2; COVID-19; manifestasi okular; konjungtivitis; PCR; swab konungtiva. Background: SARS COV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) is a virus that causes COVID-19 (Corona Virus Disesease-2019) which first appeared in Wuhan City, Hubei Province, China at the end of December 2019. Since its emergence, SARS COV-2 showed a rapid enhancement in the number of patients and death cases across countries, because of that, on March 11th, 2020, WHO (World Health Organization) announced that COVID-19 was declared as a global pandemic. The manifestations of COVID-19 were reported to be very varied, ranging from disorders of the respiratory, digestive, and even ocular system. However, due to the scarcity of cases and pandemic situations, the literature of its manifestations in the eyes is very limited. Objective: This article will review the clinical manifestations of SARS-COV-2 in the eye, their relationship to systemic manifestations, the PCR examination of conjunctival swab’s roles, and therapy provided through qualitative reviews according to PRISMA recommendations. Discussion: There were 12 documents reviewed in this study. In addition to respiratory symptoms, COVID-19 was also reported to cause conjunctivitis with common features such as red eye, conjunctival chemosis, watery discharge or other ocular manifestations that were less common. Ocular manifestations could be a single symptom, prodromal, or concurrent with systemic manifestations, and could cause sequelae in the form of floaters. Its treatment also varied based on symptoms. In the case of COVID-19 with conjunctivitis the results of conjunctival swab PCR examination could be positive or negative. Conclusion: It can be concluded that ocular manifestations in COVID-19 patients may occur, and their relationship with systemic manifestations is varies. For therapy, further research is needed, and many factors cause the conjunctival swab PCR results to be incompatible with the patient's clinical course. We hope that every health worker must be aware and take precautions regardless of the presence or absence of ocular manifestations. Keywords: SARS CoV-2; COVID-19; ocular manifestations; conjunctivitis; PCR; conjunctival swab.
Hubungan Merokok Dengan Derajat Keparahan Dan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap di RS Saiful Anwar Malang Listyoko, Aditya Sri; Djajalaksana, Susanthy; Astuti, Triwahju
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.158 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.464

Abstract

Latar Belakang: Sejak Desember 2019 ketika pertama kali kasus COVID-19 diidentifikasi di Wuhan, China, SARS-CovV-2 menyebar ke seluruh dunia dan memberikan angka penyebaran infeksi dan mortalitas yang terus meningkat. Merokok memberikan dampak negatif terhadap kesehatan paru. Merokok sampai saat ini diasumsikan merupakan faktor risiko berbagai penyakit paru dan pernapasan seperti PPOK, kanker paru, termasuk pengaruh terhadap sistem pertahanan jalan napas terhadap berbagai mikroorganisme patogen. Prevalensi merokok di Indonesia sangat tinggi, dimana masih sedikit sekali studi yang dilakukan di Indonesia khususnya menilai risiko riwayat merokok terhadap derajat keparahan dan mortalitas pada pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap. Tujuan: Menganalisis riwayat merokok pada pasien COVID-19 yang dirawat di RS rujukan utama dan hubungannya dengan derajat keparahan penyakit dan mortalitas. Metode: Kami melakukan analisis observasional dengan pendekatan cross sectional, single-center, pada 77 pasien terkonfirmasi COVID-19. Data diambil antara bulan April-Juli 2020 pasien yang dirawat di Ruang COVID RS Dr. Saiful Anwar Malang, Indonesia. Uji statistik dipergunakan untuk menilai hubungan riwayat merokok dengan derajat keparahan dan mortalitas. Hasil: Subjek terdiri 77 pasien terkonfirmasi COVID-19 terbagi 2 kelompok yaitu 31 (40,25%) pasien ringan-sedang dan 46 (59,74%) pasien kelompok berat. Subjek dikelompokkan menjadi luaran hidup 52 (68,42%) dan meninggal 24 (31,57%) untuk analisis mortalitas. Analisis statistik menunjukkan riwayat merokok berkaitan dengan derajat keparahan penyakit (p=0,008; OR: 4,75, 95%CI 1,426-15,817) dan mortalitas (p=0,045, OR: 2,821, 95%CI 1,007-7,900) pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap di rumah sakit. Kesimpulan: Merokok berkaitan dengan risiko COVID berkembang ke derajat berat serta mortalitas pada pasien COVID-19 yang dilakukan rawat inap. Kata kunci: COVID-19, Keparahan, Mortalitas, Merokok Background: Since December 2019, when the COVID-19 case was first identified in Wuhan, China, SARS-CoV-2 has spread worldwide and increased the incidence and mortality. To date, smoking is assumed to be a risk factor for various respiratory diseases such as COPD, lung cancer, also influences the airway defense system against various pathogenic microorganisms. The prevalence of smoking in Indonesia is very high where very few studies have been conducted in Indonesia especially assessing the risk of smoking and disease severity and mortality in hospitalized COVID-19 patients. Objective : To determine the risk of smoking history among hospitalized COVID-19 patients in tertiary care referral hospital and its association with disease severity and mortality. Methods: A cross-sectional single-center study was performed of 77 admitted laboratory-confirmed patients in a tertiary hospital in Malang City, East Java, Indonesia from April-July 2020. Statistical analysis was performed to evaluate the association between smoking and disease severity and mortality in COVID-19 patients. Results: A total of 77 patients with laboratory-confirmed COVID-19 were included in our analysis. Subjects divided in the mild-moderate and severe group 31 patients (40,25%) and 46 patients (59,74%) respectively. For mortality analysis, subjects divided into survivor 52 patients (68,42%) and non-survivor 24 patients (31,57%). Statistical analysis determine smoking associated with disease severity (p=0,008; OR : 4,75, 95%CI 1,426-15,817) and mortality (p=0.045, OR : 2,821, 95%CI 1,007-7,900) in hospitalized COVID-19 patients. Conclusion: In our cross-sectional study demonstrated history of smoking associated with disease severity and mortality in hospitalized COVID-19 patients. Keywords: COVID-19, Mortality, Severity, Smoking

Page 1 of 3 | Total Record : 30