cover
Contact Name
Sahri Nova Yoga
Contact Email
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sahri.n.y@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25500848     EISSN : 26142988     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran Bahasa.
Arjuna Subject : -
Articles 660 Documents
EKSPRESI VERBAL BUNYI KONSONAN BAHASA INDONESIA PENDERITAAUTISTIC SPECTRUM DISORDER DEWASA Drs. Ali ,M.M.
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.246 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.718

Abstract

Abstrak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Chomsky. Teori tersebut mengatakan: untuk penelitian kompetensi anak, bahwa jika dalam tuturan anak terdapat penggunaan kaidah yang berulang-ulang muncul dan tetap, maka gejala itu dapat dijadikan bukti bagi kompetensi bahasa anak pada tiap-tiap tahap perkembangan bahasa mereka. Permasalahan yang diuraikan dalam penelitian ini adalah 1. Konsonan apa saja yang  terganggu dalam bahasa penderita Autistic Spectrum disorder dewasa di Medan? 2. Konsonan apa saja yang sudah diperoleh penderita autistic spectrum disorder dewasa di Medan?, 3. Model terapi wicara apa yang ditawarkan pada penderita itu? Analisis data dilakukan dengan criteria kemunculan komprehensibilitas yaitu suatu elemen yang diujarkan anak dianggap sebagai refleksi kompetensi, bila elemen yang dipakai anak dalam produksi komunikasinya telah menunjukkan adanya koherensi semantis dengan elemen-elemen lain dalam ujaran tersebut. Dengan kriteria ini diketahui kemunculan ujaran bahasa Indonesia, sering muncul dan benar, muncul tetapi salah, dan tidak muncul. Dari kriteri kemunculan itu didapat simpulan bahwa:a) bunyi konsonan bahasa Indonesia benar-benar dikuasai anak, bunyi konsonan bahasa Indonesia sedang dalam proses belajar atau sedang dikuasai anak, dan b) bunyi konsonan bahasa Indonesia yang akan dikuasai anak. Hasil sementara diperoleh bahwa anak ASD yang berusia 17-24 tahun ini ternyata belum memperoleh bunyi konsonan [r], [g], [c], [s], [ʃ ], [z].Kata Kunci:Ekspresi verbal bunyi konsonan, autistic spectrumdisorderAbstract.The theory used in this research is the theory proposed by Chomsky. The theory says: for the study of the competence of the child, that if in the child's utterance there is the use of repetitious and fixed rules, then the symptoms can be used as evidence for the language competence of the child at each stage of their language development. The problems described in this study are 1. What consonants are disturbed in the language sufferers Autistic Spectrum disorder adult in Medan? 2. What kind of consonants have the autistic spectrum disorder suffered in Medan ?, 3. What model of speech therapy is offered to the patient? Data analysis is done with criteria of emergence of comprehensibility that is an element that is said by child is considered as a reflection of competence, if the element used by child in his communication production has shown coherence semantis with other elements in that utterance. With these criteria is known the emergence of speech Indonesian, often appear and correct, appear but wrong, and does not appear. From the criteria of the emergence it is concluded that: a) the sound of Indonesian consonant is completely controlled by the child, the sound of Indonesian consonant is in the process of learning or being controlled by the child, and b) the sound of Indonesian consonant which will be controlled by the child. The interim results obtained that this 17-24 year old ASD boy has not yet received the consonant sounds [r], [g], [c], [s], [ʃ], [z].Keywords:Verbal expression of consonant sounds, autistic spectrum disorder
PENGARUH MODEL PROBLEM CENTERED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMK PAB 3 MEDAN ESTATE Rika Kartika
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.474 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.735

Abstract

Abstrak. Model Problem Centered Learning merupakan model pembelajaran yang memerlukan proses berpikir, berkomunikasi, mencari, dan mengelola data. Artinya, siswa diajak untuk mampu berpikir kreatif untuk memecahkan sebuah permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran “Problem Centered Learning” dalam menulis puisi siswa kelas X SMK PAB 3 Medan Estate Tahun Pembelajaran 2014/2015. Populasi adalah siswa kelas X yang berjumlah 80 orang, sebagai total sampling sebanyak 80 orang dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu  kelompok kelas kontrol dan kelompok eksperimen. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu metode two group design post-test. Instrumen yang digunakan adalah esay tes atau tes tertulis yaitu menulis puisi dengan diberikan satu sub topik atau satu permasalahan. Dari hasil pengolahan data diperoleh rata-rata kelas eksperimen adalah 76,87 dengan standar deviasi 9,90, sedangkan kelas kontrol 56 dengan standar deviasi 8,15. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Setelah dilakukan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 10,33 selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan dk =( n1+n2) – 2 = (40+40 – 2) = 78, maka diperoleh taraf signifikan 5% = 1,982 (dengan interpolasi). Kemudian dibandingkan antara thitung dengan ttabel diperoleh thitung ttabel 10,33 1,982 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yaitu menyatakan bahwa model Problem Centered Learning mempunyai pengaruh dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi dibandingkan dengan model Enquiry-Discovery Learning pada siswa kelas X SMK PAB 3 Medan Estate.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Centered Learning), Menulis puisiAbstract. Abstract. Problem Centered Learning Model is the learning model is using thinking procces, communication, searching, dan collect data. The definition is student persuassed to be can think creative for resolve a problem. This research conducted to determine the effect of Problem Centered Learning on poetry writing skill student at X class SMA PAB 3 of Medan City in 2014/1015 education period.  The population is a class X SMA totaling 80 peoples, as the sample totally 80 peoples and has been categored in two categories as experimental class and control class. The model has be used in this research is experiment method is two group design post-test. The instrument has used  essay test or written test is writing the poetry with give one sub topic or a problem. Based on this result has an average experiment class is 76.87 with deviation standart 9.90, but control class has an average 56 with deviation standart 8.15. based on this result is the experiment class is hgher than control class. After take the hypothesis test has  tresult = 10,33 selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% dengan dk =( n1+n2) – 2 = (40+40 – 2) = 78, so has significant predict 5% = 1,982 (with interpolation). So changed between  tresult  with  ttable  has the result is  tresult ttable 10,33 1,982 so can be determined  Ha has accepted is can be says the Problem Centered Learning has the effect to upgrade the poetry writing skill students than Enquiry-Discovery Learning at X class SMA PAB 3 of Medan City in 2014/1015 education period.  Keywords: Effectivity, Problem Centered Learning, Poetry Writing Skill
TUJUAN PELAKSANAAN PESTA HORJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MANDAILING Rosmilan Pulungan; Adrial Falahi
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.506 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.785

Abstract

Abstrak. Tapanuli Selatan adalah salah satu Kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Sumatera Utara. Etnis yang berasal dari kabupaten ini disebut etnis Batak Mandailing, yang memiliki berbagai kegiatan adat. Horja godang adalah sebuah pesta adat  upacara perkawinan masyarakat Tapanuli Selatan, dimana aktifitas kesenian disertakan (margondang) yang  disertai dengan manortor (menari). Tortor yang ditarikan pada kegiatan ini ada beberapa tahap yaitu tortor Suhut Bolon, Tortor Kahanggi, Tortor Anak Boru, Tortor Raja-raja Torbing Balok, Tortor Panusunan Bulung, Tortor Naposo Nauli Bulung, dan Tortor Manora Pule. Pada penyajiannya, panortor ditentukan oleh sistem kekerabatan (dalihan natolu) termasuk urutan tortor yang harus dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Bentuk penyajian dalam bentuk tulisan adalah deskriptif analitik. Dengan menggunakan metode ini hasil penelitian akan dideskripsikan dan dianalisis dengan fokus utama pada bidang budaya dan sosialnya.Kata kunci : tor-tor, horjagodang, magondang, struktur, makna Abstract.  South Tapanuli is one of the Regencies in North Sumatra Province. Ethnicity from this district is called the Mandailing Batak ethnic group, which has various customary activities. Horja godang is a traditional wedding ceremony ceremony for the people of South Tapanuli, where art activities are included (margondang) accompanied by manortor (dancing). Tortor who danced in this activity there are several stages, namely tortor Suhut Bolon, Tortor Kahanggi, Tortor Anak Boru, Tortor Kings of Torbing Balok, Tortor Panusunan Bulung, Tortor Naposo Nauli Bulung, and Tortor Manora Pule. In the presentation, the panor is determined by the kinship system (transfer of natolu) including the order of tortor that must be done. The research method used is a qualitative method. The form of presentation in writing is descriptive analytic. Using this method the results of the research will be described and analyzed with a primary focus on the cultural and social fields. Keywords: tor-tor, horjagodang, magondang, structure, meaning
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BAKAU KEBAIKAN KARYA SITI LESTARI NAINGGOLAN DAN RELEVANSINYA BAGI DUNIA PENDIDIKAN Tiflatul Husna; Fita Fatria
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.071 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.1145

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini (1) untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam novel Bakau Kebaikan karya Siti Lestari Nainggolan. (2) Untuk mendeskripsikan relevansi nilai pendidikan karakter dalam novel Bakau Kebaikan karya Siti Lestari Nainggolan bagi pendidikan. Objek penelitian ini berupa novel anak. Pengumpulan data menggunakan teknik baca berulang-ulang dan pencatatan. Teknik analisis data bersifat deskriptif. Temuan penelitian (1) nilai-nilai karakter yang ditemukan yaitu kreatif, cinta lingkungan, rasa ingin tahu, bersahabat, disiplin, dan gemar membaca. (2) novel anak ini relevan untuk menambah wawasan siswa SD kelas atas yaitu kelas IV, V, dan VI.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Nilai, Novel Abstract. The purpose of this study (1) is to describe the value of character education contained in the novel Bakau Kebaikan by Siti Lestari Nainggolan. (2) To describe the relevance of character education values in the novel Bakau Kebaikan by Siti Lestari Nainggolan for education. The object of this research is a children's novel. Data collection uses repetitive reading and recording techniques. The data analysis technique is descriptive. Research findings (1) character values found are creative, love the environment, curiosity, friendliness, discipline, and love to read. (2) this children's novel is relevant to add insight into upper class elementary school students, namely classes IV, V, and VI.Keywords: Character Education, Value, Novel
GANGGUAN BERBICARA PADA AFASIA WERNICKE Riska Damayanti
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.747 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.1162

Abstract

Abstrak. Salah satu gangguan berbicara yang banyak terjadi adalah afasia. Anak yang mengalami afasia tidak mampu memahami atau mengekspresikan kata-kata. Pada afasia wernicke anak hanya mampu mengeluarkan isi pikiran, tetapi tidak mengerti pembicaraan orang lain. Perkembangan bahasa anak afasia wernicke ini sama dengan anak normal lainnya. Anak lancar berbicara tetapi tanpa ujung dan intinya, membuat kalimatnya tidak beraturan (berantakan). Anak afasia wernicke dapat dilihat yakni umur  di atas 3-4 tahun.Kata kunci: Gangguan Berbicara, Afasia WernickeAbstract. One of the most common talking disorders is aphasia. Children who experience aphasia are unable to understand or express words. In aphasia wernicke children are only able to issue the contents of the mind, but do not understand the talk of others. The development of Wernicke's aphasic language is the same as that of other normal children. Children speak fluently but without end and essence, make the sentence irregular (messy). Wernicke's aphasia children can be seen at ages above 3-4 years.Keywords: Speech Disorder, Aphasia Wernicke
SIMBOLISASI PUISI PADAMU JUA KARYA AMIR HAMZAH DARI KAJIAN SEMIOTIK Drs. Nursalim, M.Kom.
Jurnal Bahastra Vol 3, No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.122 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i1.705

Abstract

Abstrak. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memecahkan permasalahan yang telah dikemukakan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah  1. Mendeskripsikan simbol yang terdapat dalam kumpulan puisi “Nyanyi Sunyi”karya Amir Hamzah. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengkajian salah satu unsur yang membangun puisi, dalam hal ini penggunaan simbol dan maknanya dan juga sebagai bahan acuan bagi peneliti lain  dengan menggunakan pendekatan lainnya. Lanjutnya sebagai masukan bagi guru bahasa dan sastra Indonesia dalam pengajaran sastra, terutama pengungkapan simbol dan makna yang terdapat dalam suatu karya sastra berdasarkan pendekatan semiotik.Kata kunci:  simbolisasi, puisi, padamu jua. Amir Hamzah Abstract. The aim to be achieved in this study is to solve the problems that have been raised. Thus, the purpose of this study is 1. Describe the symbols contained in the collection of poems "Nyanyi Sunyi" by Amir Hamzah. This research is expected to contribute ideas to the study of one of the elements that build poetry, in this case the use of symbols and their meaning and also as reference material for other researchers using other approaches. He continued as an input for Indonesian language and literature teachers in the teaching of literature, especially the disclosure of symbols and meanings contained in a literary work based on the semiotic approachKeywords: symbolization, poetry, you too. Amir Hamzah
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK DISCUSSION STARTER STORY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN OLEH SISWA KELAS XI SMA SWASTA PARULIAN 2 MEDAN Drs. Ali ,M.M.
Jurnal Bahastra Vol 2, No 2 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.47 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v2i2.730

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh teknik pembelajaran discussion starter story terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan Medan sebanyak 86 orang. Sampel diambil secara acak sebanyak 44 orang, 22 orang untuk kelas eksperimen dan 22 orang untuk kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis cerpen dalam bentuk penugasan. Nilai rata-rata kelas eksperimen adalah  72.18, sedangkan untuk kelas kontrol adalah 66.54. Dari perhitungan uji “t” diperoleh thitung = 3.37 pada taraf signifikan α = 5 % dari daftar distribusi t dk (N1+N2)-2 = 22+22-2 = 42. Maka diperoleh ttabel = 2.02 jadi thitungttabel = 3.37 2.02. Dengan demikian Ha diterima jika ttabelthitungttabel (2.023.372.69) maka hipotesis alternatif diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Teknik Discussion Starter Story lebih berpengaruh dibandingkan pembelajaran menulis cerpen dengan metode Ekspositori oleh siswa kelas XI SMA Swasta Parulian 2 Medan .Kata Kunci : Pengaruh, Discussion Starter Story, Menulis Cerpen.Abstract. The purpose of this research is to explain the effect of discussion starter story technic learning for prose writing skill for student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City. The population in this research is all student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City. The sample is take to be random sampling totally class of 44 students. 22 students for experiment class and 22 students for control class. The methode has used in this research is experimental method. The instrument has be used is prose writing skill by the workfull. The average for experiment class is 72.18, but  the average of control class is 66.54. the result of  t test is has been tresult is 3.37, for significan value α = 5 % of t distribution table dk (N1+N2) -2 = 22+22-2=42. And  resulted ttable = 2.02 so tresult ttable =3.372.02. based on in this result Ha is accepted. The conclusion is the learning by Discussion Starter Story is very effective Technic than use by Expository Methode for prose writing skill  for student on 11st class 2nd  Parulian High School at Medan City on 2014/2015 learning periode.Keyword: Effectivity, Discussion Starter Story, Prose Writing Skill
PENGARUH METODE DISKUSI KELOMPOK DINAMIKA PADA MATERI POKOK MENULIS TEKS EKSPLANASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ANGKOLA BARAT Dedi Zulkarnain Pulungan
Jurnal Bahastra Vol 3, No 2 (2019): Edisi Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.201 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v3i2.1139

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok Dinamika pada materi pokok menulis teks eksplanasi terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode diskusi dalam kelompok dinamika tergolong kategori tinggi dengan nilai rata-rata postes (82,25) dan Standar Deviasi 8,72 sedangkan kelas kontrol tergolong kategori sedang dengan nilai rata-rata (70,17) dan Standart deviasi 7,76. Berdasarkan hasil uji stastik t diperoleh thitung =  8,72 dengan  = 0.05 sehingga diperoleh ttabel = 1,99 ternyata thitung ttabel (8,72 1,99) maka dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh metode yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok dinamika pada materi pokok menulis teks eksplanasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Angkola Barat.Kata Kunci : Metode Diskusi, Kelompok Dinamika, Teks eksplanasi,                      Hasil BelajarAbstract. This study aims to determine student learning outcomes by using the group discussion method Dynamics on the subject matter of writing explanatory texts on learning outcomes. The results of the study show that the learning outcomes of students who use the discussion method in the dynamics group are classified as high categories with posttest average values (82.25) and Standard Deviations 8.72 while the control class is classified as a moderate category with an average value (70.17) and Standard deviation 7.76. Based on the stastic test results, t is obtained tcount = 8.72 with = 0.05 so that it is obtained t table = 1.99 turns out tcount t table (8.72 1.99) then stated Ha is accepted and Ho is rejected. Thus it can be stated that there is an Effect Method which is significant towards student learning outcomes taught by using the dynamic group discussion method in the subject matter of writing explanatory texts in class X of SMA Negeri 1 Angkola Barat.Keywords: Discussion Method, Dynamics Group, Explanatory Text,                   Learning Outcomes
NILAI MORAL DALAM LEGENDA LUTUNG KASARUNG YANG SAKTI DAN KISAH TERBAIK NUSANTARA LAINNYAKARYA KAK GUN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH Tanita Liasna
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.89 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.1157

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral yang terkandung dalam legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun danimplikasi pembahasan legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun terhadap pembelajaranbahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif analisis. Hasil yang tergambar dalam penelitian ini adalah (1) Terdapat 50 nilai moral yang terkandung dalam legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah-kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun yang terbagi menjadi 7 pola, yaitu kejujuran, nilai-nilai otentik, bertanggung jawab, kemandirian moral, keberanian moral, kerendahan hati, dan realistik dan kritis (2) Implikasi legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun yakni pembelajaran dalam KD 3.7 yang berbunyi mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulisan. Media yang digunakan berupa kumpulan legenda yang akan dianalisis.Kata Kunci : nilai moral, legenda Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah                       Terbaik Nusantara Lainnya karya Kak Gun, implikasi,                       pembelajaran bahasa dan sastra IndonesiaAbstrac. This study is aimed to find out the moral values in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun and the implications moral values of the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun to learning Indonesian language and literature at school. The method which used in this research is descriptive qualitative method of analysis. The results of this study indicatedare (1) There are 50 moral values in the in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun divided into 7 patterns is honesty, authentic values, responsibility, independence moral, moral bravery, humility, and realistic and critical (2) Implications in the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun in the KD 3.7 which reads identifying values and content contained in folklore (saga) both oral and written. The media used is a collection of legends to be analyzed.Keywords: moral values, the legendary Lutung Kasarung yang Sakti dan Kisah Terbaik Nusantara Lainnya by Kak Gun, implications, learning Indonesian language and literature
PERAN PEREMPUAN DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Velayati Khairiah Akbar
Jurnal Bahastra Vol 1, No 2 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.568 KB) | DOI: 10.30743/bahastra.v1i2.1323

Abstract

Abstrak. Sastra adalah sebuah hasil dari pemikiran-pemikiran manusia yang kreatif.Karya kreatif tersebutlah yang mampu mengeluarkan berbagai macam gagasan, pemikiran, pengalaman, serta perasaan yang itu semua adalah penyaluran dari ekspresi manusia.Sebuah karya sastra, jika dilihat dari sudut pandang segi bentuk maupun dari segi isi, novel merupakan sebuah karya sastra yang lebih mudah dipahaminya dibandingkan dengan karya sastra puisi. Melalui sebuah novel tentu akan dapat diketahui berbagai kejadian-kejadian disekitar masyarakat. Meskipun dalam novel memiliki tokoh-tokoh berupa khayalan namun dalam novel memiliki kemiripan dalam kehidupan sebenarnya, seperti masalah perempuan. Oleh kerena itu, di dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dapat diketahui terdapat peran perempuan yang diidentifikasikan menjadi tiga yaitu peran perempuan dibidang social, peran perempuan dibidang pendidikan, dan peran perempuan dibidang politik. Secara keseluruhan aspek-aspek tersebut terdapat di dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Anta Toer.Kata Kunci :Peran, perempuan, novelAbstract. Literature is a result of creative human thoughts. It is the creative work that is capable of issuing various kinds of ideas, thoughts, experiences, and feelings which are all channels of human expression. A literary work, when viewed from the point of view of the form and In terms of content, the novel is a literary work that is easier to understand compared to poetry literature. Through a novel, there will certainly be known various events around the community. Even though the novel has characters in the form of fantasy, the novel has similarities in real life, such as women's problems. Therefore, in Pramoedya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, it can be seen that there are women's roles identified into three, namely the role of women in the social field, the role of women in the field of education, and the role of women in politics. Overall these aspects are contained in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Anta Toer. Keywords: Roles, women, novels

Page 8 of 66 | Total Record : 660