cover
Contact Name
Cut Ita Erliana
Contact Email
cutitha@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cutitha@unimal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Industrial Engineering Journal (IEJ)
ISSN : 2302934X     EISSN : -     DOI : -
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Perbandingan Antara Kondisi Persediaan Aktual Bahan Bakar Minyak Solar dan Menggunakan Konsep Safety Stock dan Reorder Point M Hudori
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v8i1.374

Abstract

Pada umumnya, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit kurang cermat dalam melakukan pengendalian persediaan bahan bakar minyak ini, sehingga sering terjadi kondisi kekurangan persediaan atau kelebihan persediaan secara ekstrim. Hal ini akan menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya persediaan. Dampaknya adalah biaya overhead menjadi lebih tinggi dan inventory turn over menjadi lebih rendah. Keterbatasan jumlah pemasok dan jarak lokasi perusahaan dari pemasok menjadi alasan dari kondisi tersebut. Padahal, jika perusahaan mau menerapkan sistem atau metode pengendalian persediaan yang tepat, seperti konsep safety stock dan reorder point, maka kondisi tersebut dapat teratasi. Konsep ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi permintaan atau kebutuhan dan berbagai kondisi waktu kedatangan pesanan (lead time). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara kondisi aktual persediaan bahan bakar minyak solar dan menggunakan konsep safety stock dan reorder point. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kuantitatif, yaitu merupakan telaah ilmiah untuk melihat perbandingan antara kondisi persediaan bahan bakar minyak solar di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara apa adanya dengan kondisi apabila pengelolaannya dilakukan dengan konsep safety stock dan reorder point. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan konsep safety stock dan reorder point tersebut akan dapat menurunkan tingkat persediaan, meningkatkan inventory turn over dan menurunkan waktu penyimpanan secara signifikan. Penerapan konsep tersebut juga akan menghemat anggaran belanja bahan bakar minyak solar dan menurunkan resiko kehilangan dan kerusakan bahan bakar tersebut.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Komunikasi Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Depot Air Minum Isi Ulang Suharto Tahir; Anwar Anwar; Shafwana Shafwana
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i2.104

Abstract

CV. Baroena merupakan usaha isi ulang air minum yang didirikan pada tanggal 20 Juni 2008, oleh Bapak Saifuddin yang berada di desa Ulee Reulenng Aceh Utara. Salah satu bisnis yang mempunyai prospek yang baik untuk sekarang ini adalah bisnis dalam bidang penjualan air minum isi ulang. Persaingan yang semakin ketat terjadi di dalam dunia air minum isi ulang khususnya produk minuman isi ulang karena produk ini merupakan kebutuhan sehari–hari yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Memang tidak mudah menjadi yang terbaik, selain harus menyediakan kualitas terbaik juga ada faktor pola perilaku konsumen yang tidak mudah ditebak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, diantara faktor kualitas layanan dan komunikasi pemasaran yang sangat berpengaruh signifikan ialah komunikasi pemasaran hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian melalui analisis regresi yang telah dilakukan dengan hasilnya 0,245 yang menunjukkan nilai positif. Sedangkan padakualitas layanan memperoleh hasil yang negatif yaitu -0,010, hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak memiliki pengaruh yang signifikas terhadap kepuasan konsumen.
Pengukuran Kinerja Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Pabrik Kelapa Sawit (PKS) M Hudori
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v7i2.338

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja kualitas TBS yang merupakan bahan baku PKS, seperti grading TBS dengan mengukur nilai sortasi panen (NSP), dan efektivitas pengutipan brondolan dengan mengukur indeks pengutipan brondolan (IPB). Setiap PKS pada umumnya melakukan sortasi TBS, namun data tersebut tidak diolah sehingga akan sulit melakukan penilaian secara komprehensif, dan hanya dilakukan secara parsial saja, yaitu yang dinilai tidak layak, sehingga kadang-kadang terjadi ketidaksinkronan antara kinerja proses dengan output, di mana bahan baku yang terkesan bagus menghasilkan produk yang jelek atau sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kualitas TBS yang merupakan bahan baku di PKS. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dan kuantitatif, yaitu merupakan telaah ilmiah untuk mengukur kinerja kualitas TBS melalui pengukuran NSP dan IPB. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan penelusuran dokumen. Pembahasan dilakukan melalui analisis deskriptif, yakni menjelaskan hal-hal yang terkait dengan hasil pengukuran kualitas TBS yang ditunjukkan pada hasil pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kualitas TBS yang diterima sebagai bahan baku di PKS, dilihat sisi grading TBS adalah buruk. Namun, kondisi tersebut dapat berubah menjadi baik apabila dilakukan perbaikan kondisi yang ada. Efektivitas pengutipan brondolan menunjukkan kinerja yang buruk juga. Kondisi tersebut tidak akan mengalami perubahan walaupun sudah dilakukan perbaikan.Kata Kunci: Kualitas, I-MR Chart, NSP, TBS
Optimalisasi Tata Letak Mesin Produksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. ABC Aceh Besar Dewi Mulyati; Bijir Bijir
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i2.80

Abstract

Pengaturan dan perencanaan tata letak mesin harus dirancang dengan baik. Jika suatu pabrik bekerja tanpa ada tata letak mesin yang baik, tentu saja proses produksi dalam pabrik akan terganggu baik dalam segi kenyamanan bekerja dan lain sebagainya yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pabrik tersebut, hal ini membuat peralatan-peralatan produksi tidak dapat digunakan secara optimal. Untuk mencapai optimasi produksi, dibutuhkan suatu penataan letak mesin produksi secara tepat di dalam setiap perusahaan guna mencapai tujuan yaitu produktivitas. CV. ABC Aceh Besar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang vulkanisir ban, tata letak pada pabrik sangat berpengaruh terhadap produksi ban yang dihasilkan.Pemindahan bahan dan aliran proses produksi masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata letak mesin-mesin produksi dan kinerja karyawan dalam menjalankan proses produksi. Hasil analisis diperoleh jarak perpindahan sebelum 3801,6 meter dan total waktu aliran proses adalah 3968 menit dengan upah pekerja Rp 5130,5. Hasil jarak perpindahan bahan setelah perbaikan sebesar 2332 meter, dengan total waktu 3088 menit dengan upah pekerja Rp 8363,7.
Analisis Pemindahan Material Secara Manual Pada Pekerja Pengangkut Kayu Dengan Menggunakan Metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) Amri Amri; Fatimah Fatimah; Ernanda Saputri
Industrial Engineering Journal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v5i1.144

Abstract

UD. Hidup Baru II merupakan perusahaan yang bergerak dibidang proses pembuatan minyak kelapa, penanganan material sebagian masih dilakukan secara manual, yaitu untuk mengangkut bahan bakar kayu pada proses pembakaran masih mengandalkan tenaga manusia. Pada saat melakukan pekerjaan mengangkat kayu bakar para pekerja merasakan keluhan pada bagian punggung, lengan bahu dan leher. Keluhan yang dirasakan para pekerja adalah mengalami rasa nyeri di punggung, lengan bahu dan leher. Untuk mengurangi rasa sakit tersebut maka dilkukan perbaikan dengan penilaian posisi kerja dengan menggunakan metode Rapid Upper Lamb Assessment ( REBA). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada posisi saat pengambilan kayu bakar diperoleh tingkat resiko cedera adalah 5. Berdasarkan skor tersebut maka level resiko dari aktivitas tersebut berada pada kategori level resiko sedang dan diperlukan tindakan dalam waktu dekat Posisi pada saat mendorong kayu dengan menggunakan alat angkut dorong diperoleh tingkat resiko cederan adalah 4. Berdasarkan skor tersebut maka level resiko dari aktivitas tersebut berada pada kategori level resiko kecil dan diperlukan tindakan dalam beberapa waktu ke depan. Posisi membawa kayu bakar ke tempat pembakaran diperoleh tingkat resiko cederan adalah 6. Berdasarkan skor tersebut maka level resiko dari aktivitas tersebut berada pada kategori level resiko sedang dan diperlukan tindakan dalam waktu dekat.
Penerapan K-Nearest Neighbors dalam Penilaian Kelayakan Mesin Produksi Padi Defi Irwansyah; Yasir Amani
Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v6i2.167

Abstract

Perum BULOG membuka program mitra kerja (MKP) untuk kelayakan mesin penggilingan produksi padi dalam rangka menjamin ketersediaan stok pangan yang cukup terutama beras untuk kebutuhan penyaluran di seluruh Kota lhokseumawe dan Aceh Utara. Penilaian kualitas beras merupakan suatu hal yang sangat penting sebelum beras tersebut di distribusi ke masyarakat. Namun, banyaknya keluhan dari masyarakat selama ini terhadap kualitas beras yang sangat rendah mengindikasikan mekanisme penggilingan mesin produksi masih belum menjadi prioritas. Metode K-Nearest Neighbors (KNN) sangat tepat untuk digunakan karena hasil dari metode KNN adalah layak/tidak layak diberikan izin usaha pengelompokkan berdasarkan nilai variable yang ditentukan perum bulog seperti kapasitas efektif (Kg/jam), efesiensi, revenue, cost, nilai R/C dan keterangan untuk layak dan tidak layaknya mesin tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pengklasifikasian mitra Kerja Pengadaan (MKP) dan kelayakan terhadap kualitas mesin penggilingan produksi padi dan pemberian rekomendasi jenis izin yang diberikan kepada kelompok mitra Kerja Pengadaan dengan menggunakan metode K-Nearest Neighbors. Untuk nilai pengujian kapasitas efektif 100 (Kg/jam) dengan efesiensi waktunya 0.2, revenue dengan nilai 1309000, cost dengan nilai 1300800 dan nilai R/C adalah 1.00630 dan keterangan untuk layak rekomendasikan kepada kepala perum bulog. Hasil penelitian ini memudahkan perum bulog dalam pemberian rekomendasi pemberian izin kelayakan berdasarkan jenis mitra Kerja Pengadaan (MKP) terhadap kualitas mesin produksi padi dan hasil yang diberikan lebih akurat Hasil penelitian ini dapat membantu perum bulog dan petani dalam membantu mitra kerja dan penilaian selektif dengan mengguankan model K-Nearest Neighbors.
Analisa Peramalan Permintaan Air Minum Dalam Kemasan Pada PT. XYZ Dengan Metode Least Square dan Standard Error of Estimate Budi Santri Kusuma
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i1.45

Abstract

Meramalkan permintaan dari pasar yang dimasuki oleh perusahaan adalah suatu pekerjaan yangperlu dilakukan oleh setiap manajer perusahaan dalam rangka memprediksi berapa besar peluang pasar yangtersedia di masa depan. Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atausekelompok produk di masa yang akan datang dalam kendala satu set kondisi tertentu. Kesalahan mendasaryang sering terjadi dalam membuat semua rencana penjualan sulit direalisasi adalah kesalahan dalampembuatan prediksi penjualan yang tepat. Apabila prediksi penjualan dibuat terlalu besar maka biaya produksiakan membengkak dan seluruh investasi yang ditanamkan menjadi kurang efisien. Sebaliknya, bila prediksipenjualan di buat terlalu kecil maka perusahaan akan menghadapi kehabisan persediaan (Stock Out), sehinggapelanggan terpaksa menunggu terlalu lama untuk produk yang diinginkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa diIndonesia saat ini marak penjualan air minum dalam kemasan (AMDK). Sehingga banyak terjadi persainganbagaimana memproduksi air minum yang layak dikonsumsi masyarakat. PT XYZ dalam memproduksi air minumdalam kemasan (AMDK) harus memperhitungkan permintaan pasar. Data sales tahun 2014 AMDK dijualsebanyak 1242 gallon dari 12 bulan penjualan. Dengan menggunakan peramalan metode least square danStandart Error of Estimate maka direncanakan produksi tahun 2015 sebesar 1248 gallon.
Evaluasi Pengelolaan Kinerja Rantai Pasok Dengan Pendekatan Scor Model Pada Swalayan Asiamart Lhokseumawe Muhammad Muhammad; Amri Amri; Cut Eli Yuslidar
Industrial Engineering Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v1i1.135

Abstract

Jika dilihat secara lebih mendalam, inti dari persaingan perusahaan-perusahaan sekarang ini terletak pada bagaimana sebuah perusahaan mampu menciptakan produk atau jasa yang lebih murah, lebih berkualitas, dan lebih cepat dibandingkan dengan pesaing bisnisnya. Untuk dapat meningkatkan kinerjanya, sebuah perusahaan harus mampu menjalin kerjasama dengan para mitra bisnisnya, dalam hal ini pihak-pihak yang memberikan pasokan kebutuhan perusahaan dalam berbagai bentuk. Pengintegrasian ini akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas internal semata, selain itu lebih jauh lagi menciptakan keunggulan kompetitif tertentu bagi perusahaan terkait. Kesadaran akan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan produk yang murah, berkualitas, dan cepat inilah yang kemudian melahirkan konsep baru yaitu Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) yang merupakan konsep baru dalam melihat persoalan logistik. Hasil Penilaian kinerja rantai pasok dengan fokus pada tujuan bisnis Asiamart dinilai kurang efesien. Nilai dari keempat metrik yang mewakili tujuan bisni berada di bawah parity atau media di antara perusahaan-perusahaan dalam industri Industrial Equipment secara global. Keempat matrik tersebut berserta nilai nya adalah : Perfeck Order Fulfillment (86,89%), Order Fulfillment Cycle Time (60 hari), Cost Of Good Sold (perkiraan 81%) dan Cast To Cast Cycle Time (90 hari). Opportunity pada gap analisis, peningkatan pendapatan yang dapat diraih apabila POF dan COGS mampu mencapai target yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 1.011.033/ tahun atau sekitar 2,6 % dari total pendapatan perusahaan.
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BUAH KELAPA SAWIT PADA PT. BAHARI DWIKENCANA LESTARI Diana Khairani Sofyan
Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v6i1.158

Abstract

Perencanaan terhadap persediaan bahan baku yang tepat sangat menunjang dalam kelancaran proses produksi. Kelancaran proses produksi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan dan laba yang diperoleh perusahaan. Faktor yang mempengaruhi kelancaran proses produksi adalah mengenai ketersediaan bahan baku yang akan di olah dalam proses produksi. PT. Bahari Dwikencana Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi Minyak kelapa sawit. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi Minyak adalah kelapa sawit. Dan dalam pelaksanaan proses produksinya bahan baku harus tersedia untuk kelancaran proses produksi. Persediaan bahan baku pada perusahaan harus dapat dianalisis guna mengantisipasi akan kekurangan bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelian bahan baku buah kelapa sawit perusahaan bila dihitung menurut Metode EOQ adalah sebanyak 80.812,08 Kg, sedangkan berdasarkan kebijakan perusahaan sebanyak 470.202,72 Kg. Total biaya persediaan bahan baku perusahaan bila dihitung menurut EOQ (Eqonomic Order Quantity) adalah sebesar Rp 105.005.713,- sedangkan berdasarkan kebijakan perusahaan sebesar Rp9.169.253.901,- dari analisis ini menunjukkan adanya penghematan biaya bila menggunakan metode EOQ dalam menentukan persediaan dan pembeliaan bahan baku.
Penentuan Safety Stock Speedometer Y9J Untuk Menghindari Terjadinya Stockout Basuki Basuki
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v8i1.379

Abstract

Page 10 of 20 | Total Record : 194