cover
Contact Name
Cut Ita Erliana
Contact Email
cutitha@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cutitha@unimal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Industrial Engineering Journal (IEJ)
ISSN : 2302934X     EISSN : -     DOI : -
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Evaluasi Sistem Pengananan Limbah Padat Klinis dengan Insenerator di RS. H. Adam Malik (RSUP) Medan Kimberly Febrina Kodrat Febrina Kodrat
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v2i2.79

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas publik yang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan masyarakat, dan keberadaannya sangat diharapkan oleh masyarakat. Di dalam operasionalnya rumah sakit memiliki potensi untuk terjadinya pencemaran lingkungan karena menghasilkan limbah padat (sampah) klinis (infeksius). Dalam bidang medis, penanganan terhadap sampah infeksius ini memerlukan teknik pengelolaan khusus, karena bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan, misalnya bahaya infeksi, toksin dan atas pertimbangan etika. Untuk itu digunakan peralatan pembakar sampah khusus yang dikenal dengan incenerator. Dengan membakar dalam ruang pembakaran yang memiliki suhu dan tekanan yang tingga akan dapat membunuh kuman yang akan menghasilkan debu bakaran Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan pengendalian pembuangan limbah hasil bakaran dari insenerator (debu) yang dibuang ke lingkungan. Tujuan penelitian ini mengevaluasi sistem pengelolaan limbah di RSUP Adam Malik Medan berdasarkan Baku Mutu yang berlaku PP No.18 tahun 1999. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei melalui wawancara dan pengisisan kuesioner terhadap pengelola RSUP Adam Malik Medan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji laboratorium atas abu hasil bakaran sampah infeksius dari insenerator masih memenuhi Baku Mutu Lingkungan PP No. 18 tahun 1999. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada Manajemen RSUP Adam Malik Medan adalah masih diperlukan pengawasan manajemen Rumah Sakit lebih ketat lagi dan berkesinambungan terhadap karyawan-karyawan yang terkait dengan pengelolaan limbah dan lingkungan di RSUP Adam Malik Medan agar mereka tetap optimal dalam menjalankan pengelolaan limbah.
Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam Meminimalisir Six Big Losses Pada Mesin Produksi di UD. Hidup Baru Anwar Ali; Syukriah Syukriah; Muslem Muslem
Industrial Engineering Journal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v5i2.143

Abstract

UD. Hidup Baru merupakan sebuah industri yang bergerak dalam produksi minyak kelapa. Selain memproduksi minyak kelapa, perusahaan juga memanfaatkan ampas kelapa sebagai bahan baku pembuatan dedak. Berdasarkan observasi lapangan yang telah dilakukan, masih dijumpai beberapa masalah seperti tingkat kerusakan mesin yang cukup tinggi (breakdown). Mesin produksi yang sering mengalami kerusakan adalah mesin pres 2 yang berfungsi sebagai finishing pengepresan minyak kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa tingkat efektivitas mesin dan meminimalisir six big losses melalui pendekatan Overall Equipment Effectiveness dan Failure Mode and Effect Analysis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai OEE tertinggi berada pada bulan Maret sebesar 58,35 % dan terendah berada pada bulan Februari sebesar 43,64 %. Kondisi yang terjadi pada bulan Februari adalah jumlah produksi yang kurang maksimal sebesar 130 ton meskipun operating time lebih besar. Pada bulan Februari, perusahaan belum dapat memaksimalkan operating time dengan jumlah produksi yang seharusnya. Hal ini mengakibatkan nilai performance mesin turun sebesar 50,75 %. Sedangkan pada bulan Maret, perusahaan lebih mampu memaksimalkan hasil produksi sebesar 150 ton. Berdasarkan hasil analisa FMEA diperoleh berbagai permasalahan dan akibat yang ditimbulkan oleh mesin. Tindakan yang harus dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pada pres 2 yaitu dibutuhkannya suatu alat kontrol berupa sensor cahaya dan alarm yang berfungsi untuk mendeteksi sejak dini terhadap perubahan sistem kerja dan dapat diusulkan agar perusahaan lebih memprioritaskan tindakan pemeliharaan mesin secara berkala (preventive maintenance).
Analisis Efektifitas Kerja Pengangkatan Beban Pada Bagian Pengantongan Di PT. Pupuk Krueng Geukuh Muhammad Zeki; Iskandar Iskandar; Mohd Iqbal
Industrial Engineering Journal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v6i2.166

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, hampir semua lini kehidupan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Seiring perkembangan teknologi maka tranformasi besar-besaran dari operator ke mesin-mesin yang berbasis komputerisasi pun terjadi, sehingga dampak dari permasalahan ini terjadi banyak pengangguran dimana-mana. Pesatnya perkembangan teknologi tidak serta-merta menggantikan manusia sebagai operator. Banyak kegiatan yang saat ini tetap harus dilakukan oleh manusia, diantaranya adalah proses pengangkatan beban ke suatu tempat dalam jarak yang dekat. PT. Pupuk Krueng Geukuh adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan Pupuk. Produksi pupuk yang dihasilkan adalah untuk memenuhi kebutuhan pertanian dalam negeri. Sebagai negara agraris Indonesia merupakan salah satu negara yang membutuhkan pupuk untuk kebutuhan pertanian. Proses akhir dari pembuatan pupuk adalah kegiatan distribusi, pada tahap ini kegiatan muat pupuk kedalam truk adalah kegiatan penting untuk kelancaran kegiatan distribusi. Kegiatan ini dilakukan di bagian gudang pengantongan pada perusahaan. Kegiatan ini berlangsung secara kontinu setiap hari untuk kelancaran distribusi pupuk. Berat pupuk sebesar 50 kg dan diangkat secara berulang-ulang ke dalam truk dengan jumlah rata-rata untuk masing-masing truk telah berdampak kepada kesehatan operator yang mengangkat karung pupuk kedalam truk hal ini diketahui melalui pengukuran denyut jantung, penyebaran kuisioner Nordic Body Map dan wawancara langsung dengan operator yang berkerja. Masalah ini diselesaikan dengan metode pendekatan biomekanik dan pendekatan fisiologis. Akhir dari penelitian ini diperoleh rancangan alat bantu yang dapat mengatasi jarak dalam pengangkatan beban sehingga dapat mengurangi rasa sakit pada bagian-bagian tubuh operator yang melakukan kegiatan pengangkatan pupuk dari atas pallet ke dalam truk.
Analisis Penentuan Pola Kebisingan Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) Pada Power Plant Di PT Arun NGL. Syarifuddin S; Muzir M
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i1.44

Abstract

Lingkungan kerja yang kurang mendukung dapat menyebabkan karyawan mengalami stres danpenurunan kesehatan yang dapat berakibat pada berkurangnya konsentrasi dan produktivitas para pekerja.Kebisingan adalah salah satu polusi yang tidak dikehendaki oleh telinga.Jika tingkat kebisingan yang melebihinilai ambang batas maka dapat menimbulkan masalah yang serius bagi indera pendengaran kita bahkandapat menyebabkan ketulian atau yang disebut dengan Noise Induced Deafness.Tujuan penelitian iniadalahuntuk mengetahui pola intensitas kebisingan yang dihasilkan pada Power Plant.Metodepengukuran tingkatkebisingan mengacu pada Kep-51/MEN/1999 dan alat yang digunakan adalah Sound Level Meter. Dari hasilpengukuran kebisingan, maka pola kebisingan di power plant terdapat 3 (tiga) wilayah yaitu wilayah merah,kuning dan hijau, dimana wilayah merah terdiri dari KGT 9001A, KGT 9001B dan KGT 9001E dengan tingkatkebisingan diwilayah merah yaitu 91.8 dB dan 88.1 dB, tingkat kebisingan ini sudah melebihi nilai ambangbatas yang diperbolehkan oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1999 sehingga pada area ini wajibmenggunakan alat pelindung telinga yaitu Ear plug atau ear muff.wilayah kuning tingkat kebisingannyaberkisar antara 70 dB dan 80 dB, sehingga tingkat kebisingan ini dianjurkan menggunakan ear plug atau earmuff karna sudah mendekati nilai ambang batas. Wilayah hijau merupakan wilayah yang tingkat kebisinganberkisar antara 60 dB dan 70 dB pada wilayah ini boleh menggunakan penutup telinga dan boleh tidak karnatingkat kebisingan tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan.
Pengendalian persediaaan bahan baku dengan menggunakan model perhitungan EOQ berdasarkan adanya kebutuhan tidak tetap Diana Khairani Sofyan; Sayuti M
Industrial Engineering Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v1i1.134

Abstract

UD. Alfaris Bakery merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan, khususnya roti. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi roti ini adalah tepung terigu dan pada pelaksanaan proses produksinya bahan baku tersebut selalu tersedia. Hal ini yang menjadi masalah pada UD. Alfaris Bakery karena akan menimbulkan kelebihan bahan baku. Maka dari itu dilakukan pengendalian pembelian bahan baku dan menentukan total persediaan bahan baku.Pada dasarnya persediaan diadakan untuk memperlancar penjualan dan operasi perusahaan.Persediaan merupakan hal yang pokok sebagai fungsi yang tepat dari suatu usaha pengolahan/pembuatan, selain itu persediaan memiliki peranan penting agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. Tetapi apabila persediaan selalu berlebih diperusahaan akan menimbulkan besarnya biaya penyimpanan, untuk itu perlu diadakannya pengendalian bahan baku.Berdasarkan hasil penelitian bahwa peramalan permintaan poduk bahan baku pada Tahun 2011-2012 mengalami peningkatan dengan rata-rata permintaan 515 Kg menjadi 578 Kg, untuk menghindari terjadinya kelebihan bahan baku, jumlah persediaan yang harus dilakukan oleh perusahaan sebesar 416 Kg, dalam hal ini sebaiknya perusahaan menentukan pemesanan bahan baku pada saat persediaan yang tersisa 54, 272 Kg.
Penerapan Lean Manufakturing pada PT.XYZ Yusnia Sinambela
Industrial Engineering Journal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v6i1.157

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan pipa PVC. Dalam proses produksi pipa sering ditemui pemborosan berupa kecacatan produk (defect) hingga 3 % dari produksi dan bottleneck pada stasiun pencampuran dan extruder yang menyebabkan bahan menunggu hingga 3 jam.Selain itu, proses produksi juga memerlukan waktu hingga 3 jam untuk set up mesin extrude.Dalam usaha mengurangi pemborosan maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di sepanjang proses produksi dan memberikan usulan perbaikan.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan lean manufacturing. Berdasarkan identifikasi pemborosan menggunakan seven waste, pemborosan pada perusahaan ini adalah kecacatan produk, bottleneck, waktu set up mesin extrude hingga 3 jam, dan produksi berlebih sekitar 3374 pipa per bulan. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan pemborosan yang terjadi.Perbaikan produk cacat digunakan kartu kanban agar produk cacat yang sudah terjadi tidak dilanjutkan ke proses berikutnya.Hasil rekomendasi usulan perbaikan menunjukkan adanya penghematan waktu dari penggunaan waktu secara aktual.Penghematan waktu perbaikan produk cacat adalah 130,6 menit dari waktu aktualnya 2.045,58 menit atau 5,38 %.Penghematan waktu perbaikan produksi berlebih adalah 30.305,60 menit dari waktu aktualnya 44.475,29 menit atau 66,14 %.Penghematan waktu perbaikan bottleneck adalah 98,56 menit dari waktu aktualnya 316,37 menit atau 31,73 %.Penghematan waktu perbaikan waktu set up mesin extrude adalah 50,34 menit dari waktu aktualnya 220,15 menit atau 26,32 %.
Perilaku Vandalisme Penyedia Jaringan Telekomunikasi (Studi Kasus PT TELKOM Akses Area Bekasi oleh Karyawan Unit Maintenance URC) Astuty Pohan; Mia Meilina; Abdul Asman
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v8i1.378

Abstract

Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT Angkasa Pura II (PERSERO) Pekanbaru Muhammad Nur; Sugiarto Sugiarto
Industrial Engineering Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v3i1.34

Abstract

PT Angkasa Pura II (Persero) Pekanbaru adalah salah satu badan usaha milik negara di lingkungankementrian perhubungan yang berhubungan dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan danpelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah indonesia barat. Dalam menjalani pekerjaan, karyawan kadangkala timbul kejenuhan dalam menjalani pekerjaaan, itu terjadi akibat pengaruh suasana lingkungan kerjaataupun aktifitas yang monoton. Dampak seperti itu berakibat penurunan semangat kerja pada perusahaan.Oleh karena itu, pencegahan dini lebih baik diterapkan maupun sedikit memperbaiki yang ada untukmembangun mental pekerja agar kinerja yang dijalankan dapat berjalan dengan baik untuk kemajuanperusahaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadapsemangat kerja karyawan di PT. Angkasa Pura II (Persero) Pekanbaru. Metode Metode yang digunakan adalahpersamaan Regresi Linier. Berdasarkan data yang diolah di dapat disimpulkan nilai R Square sebesar 0,626,berarti hubungan keeratan variabel independen (semangat kerja) dan dependen (lingkungan kerja) kuat dan adapengaruh antara lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan persentase sumbangannya adalah 62,6%sedangkan sisanya 37,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam penelitian ini.
Mobile Business Commersialization Abdul Fikri; Arismawan Arismawan
Industrial Engineering Journal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v4i2.108

Abstract

Smartphone shipment volumes have skyrocketed in recent years, and already overtook client PCs in 2011, 488 million smart phones, compared to 415 million client PCs. Unit sales will grow at nearly a 30% compound annual growth rate over the next five years, by 2016, it will exceed 1.5 billion units per year. It is driven by two factors, (i) replacement of nearly 5 billion feature phones with smartphones, which only make up 10% of handsets; (ii) and price declination, as International Data Corporation (IDC) suggests, from US$337 in 2013 to US$267 in 2017. In a few years, smartphones have grown from being a niche product segment at the high-end of the mobile phone market to becoming a truly mass-market proposition.
Optimasi Ukuran Pemesanan Lot Yang Ekonomis pada Permintaan Deterministik Dinamis Menggunakan Algoritma Wagner-Within Basuki Basuki
Industrial Engineering Journal Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v5i1.148

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan otomotif yang bahan bakunya dipesan dari perusahaan lokal dalam negeri maupun impor dari luar negeri. Dalam penelitian ini memfokuskan pada komponen yang dimpor dari luar negeri dalam bentuk CKD (Completely Knock Down). Berdasarkan data pada bulan Desember 2014 dan Januari 2015, bahwa penjualan PT. XYZ tidak selalu tetap/konstan tetapi mengalami perubahan yang berfluktuasi dari periode waktu satu ke periode waktu yang lain. Permasalahan yang dijumpai pada fenomena permintaan yang dinamis ini adalah terkait dengan penentuan operating stock dan bagaimana cara mendapatkan solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang ekonomis dan kapan harus dilakukan pemesanan. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode optimasi berdasarkan algoritma Wagner-Within.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ukuran lot pemesanan yang ekonomis sama dengan jumlah permintaan dan pemesana dilakukan rutin sesuai dengan lead time.

Page 8 of 20 | Total Record : 194